
Satu persatu dari sepasang mata tak lagi melihatku dan saat itu juga cowok itu selesai mengemasi buku buku itu.Rasanya lega sekali....
Ingin sekali aku berterimakasih padanya karena sudah menyelamatkan ku dari rasa malu. Aku Ingin bilang, jika dia butuh bantuanku aku akan membatunya semampuku,namun sebaliknya aku hanya bengong melihatnya masih dengan dia yang membawa buku-buku itu.
"lain kali hati-hati ya!"
"ku bantu kau membawa buku ini"ucap pria itu membawa buku itu.
"ya"jawabku yang mengikutinya dari belakang membantunya membawa setengah dari yang ku bawa tadi.
selesai mengantar buku itu
cowok itu kembali tersenyum memamerkan lesung pipinya.Setelah itu,tanpa berkata lagi,dia pergi.
"Eh....!,"
cowok itu menoleh padaku
"Nama kamu siapa?"
lagi lagi ia tersenyum lagi, "Deren"
"Deren..."
"Terima kasih banget ya!kapan kapan aku akan menraktirmu"
Lagi lagi cowok itu tersenyum padaku membuat jantugku seperti habis lari maraton."Kapan kapan akan ku tagih ya"
Kapan kapan akan ku tagih ya
Kya....
Sejak saat itulah aku jatuh hati padanya.Dia sudah mengubah awal masuk SMA yang sangat memalukan menjadi momen indah, dan seumur hidup aku akan selalu berterimakasih padanya.
Argahhh! kenapa dia harus jadi cowok populer?!
Begitu banyak cewek cantik,keren dan menarik yang ada di sekeliling Deren.Hal itu membuatku tak berani mendekatinya. Memang cintaku bertepuk sebelah tangan.Sangat mengenaskan bukan?Tapi aku adalah Sherly yang menyukai dunia game daripada dunia nyata.
Tapi saat melihat Deren, meski dari kejauhan jantungku terasa seperti habis dihukum lari keliling lapangan.Rasanya nyeri menyukai cowok beitu lama,sementara cowok itu bahkan tidak mugkin mengingatku lagi.
Seperti biasa, hari ini juga aku hanya bisa melihat Deren dari jauh.Saat berjalan bersama teman-teman tim basketnya,aku bisa melihat para cewek menggoda Deren,yang hanya di balas dengan senyum lebar dengan lesung pipinya. Terlihat sempurma bukan??
"Ihh....kenapa sih mereka main sama cewek cewek itu!"
Tidak ku sadari sejak tadi Ririn mencerocos tanpa aku pedulikan,aku hanya melamun.Saat kembali para kenyataan,aku sedang memandangi Deren dan teman temannya yang sedang asik mengobrol dengan para cewek populer dari kelas sebelah. Aku tidak terlalu kenal mereka, tapi salah satu dari mereka, cewek cantik namun super jutek yang bernama Raisa,pernah mempunyai pengalaman buruk denganku.
Tapi Naya,cukup baik padaku. Hanya saja dia cuma bersikap baik padaku di saat teman temannya tidak ada.Mungkin teman temannya tidak menyukaiku.
Itu hanya digaanku saja...
"kenapa sih cowok cowok tim basket itu mesti akrab dengan cewek cewek itu."tanya Ririn dengan ekspresi kesalnya.
"Bukan hanya cowok cowok itu kali,Rin," kata Kirana yang sudah berdiri di sampingku."Niren juga"
Baru kusadari Niren tidak ada diantara kami.Dia sedang ngobrol bareng Deren, Raisa,Naya,dan yang lain.
Rasanya seperti dikhianati hahaha.....
Niren berhak berteman dengan siapa pun
"Cih,gue ga ngerti kenapa kalian demen banget sama cowok kaya mereka!"cibir Melinda."kalo gue jadi kalian gue bakal malu sama cermin!,Rin,baru aja putus udah ngelirik cowok lain!"
Ririn tertawa tanpa rasa berdosa,"suka suka dong!,kan sekarang gue jomblo,gakpapa dong gue ngelirik cowok ganteng buat cuci mata"
"Lagian,ngga ada satu pasang mata yang gak ngelihatin mereka, termasuk lo Dda!!"celetuk Kirana.