Darkest Secret

Darkest Secret
Penyelamat.



Sedangkan aku?


Aku tidak terlalu cerdas di beberapa mata pelajaran,tapi yang pasti Nilai IPA,Matematika dan Bahasa Inggrisku tak terkalahkan,bahkan oleh Melinda yang terpandai diantara kami. Terus terang aku Egois.Aku memiliki kepribadian 4D yang berarti aku agak aneh hahah.... Dari semua hal,yang paling terpenting bagiku adalah main game.


Sejak awal kita berteman sampai sekarang,persahabatanku dengan teman-temanku selalu solid.Sebagian diantar kami sudah mempunyai pacar,maugkin Kirana,Ririn,dan Niren.Sementara aku dan Melinda masih tetap jomblo.Apapun itu, aku rasa persahabatan ini selalu menyenangkan,kami memiliki cara bersenag-senang yang sama...


"Eh Sherly lo udah tau belum?" khayalanku dibuyarakan dengan ucapan Ririn."Katanya bokapnya Kirana pergi lagi".


"iya"ucapku lirih."tadi malem Kirana dah cerita sama gue"memang benar Kirana menceritakan kepadaku tentang masalah ayahnya yang pergi dari rumah.


"bokapnya jahat ya!"bisi Ririn kesal."selalu Egois ga mikirin adaknya.Kirana emang udah gede tadi adek adaknya masih kecil".


Aku hanya menganggu-angguk saja. Masa aku harus ikut seperti Ririn yang menjelek-jelekkan orang tua teman sendiri?.Ririn memang tidak begitu akrab dengan Kirana,tapi aku dekat dengan Kirana maupun keluarganya.


"kita bantu yuk!untuk biaya sekolah adik adiknya" usul Ririn.


Aku mengangguk.Ririn selalu mengambil inisiatif jika diantra kita mengalami kesulitan."Melinda dan Niren udah tau?"tanyaku.


"Belum lah.Gue ngomong sama lo dulu.Lo kan paling deket sama Kirana."


"Oh.. Gitu.Nanti lo yang ngumpulin ya"


"Siap pokonya....Eh,itu......cogan!!!"tiba tiba Ririn berteriak sambil menarik tanganku.


Para cowok yang terkenal ganteng dari tim basket sekolah.Salah satu diantara mereka adalah satu-satunya yang sering ku amati.Tidak salah lagi dia adalah Deren cowok paling ganteng menututku!!!


Bentuk rambutnya seperti boyband korea,sepasang lesung pipi dan sorot mata yang tajam.Mugkin secara fisik cowok itu terlihat uwuuuu banget,namun yang membuatku menyukainya adalah kepribadiannya.


Aku tidak akan pernah lupa hari pertama masuk SMA. Waktu itu aku adalah cewek lugu yang baru lulus SMP. Saking lugunya aku mau disuruh oleh seniorku itupun karna aku takut dengan muka seniorku yang terlihat galak,itu menurutku ya...


Saat itu aku disuruh membawa banyak sekali buku-buku sampai menutupi mukaku entah itu buku apa.Aku membawanya dengan hati hati namun naas kakiku tersandung dan membuat buku-buku yang ku bawa itu berhamburan.


Aku bisa merasakn setiap pasang mata kakak kelas itu menatapku, karna aku jatuh tepat di depan kelas 11. di situ juga aku menjadi pusat perhatian,entah apa yang harus aku perbuat, rasa malu dan takut bercampur menjadi satu.


Karna untuk pertama kalinya aku menjadi pusat perhatian apa lagi menjadi pusat perhatian karena hal memalukan seperti ini.


Aku hanya diam menunduk menatap buku-buku itu seperti manusia paling bodoh.


"Ini bukumu"


Aku menoleh melihat cowok itu mengemasi buku buku itu.Dia hanya tersenyum dan terlihat lesung pipinya.


Aku masih diam melihat cowok itu dan membiarkan dia mengemasi buku-buku itu.


"apakah dia penyelamat yang dikirim oleh tuhan untukku"batinnku masih dengan menatapnya


Satu persatu dari sepasang mata tak lagi melihatku dan saat itu juga cowok itu selesai mengemasi buku-buku itu.Rasanya lega sekali....