
"Cih,gue ga ngerti kenapa kalian demen banget sama cowok kaya mereka!"cibir Melinda."kalo gue jadi kalian gue bakal malu sama cermin!,Rin,baru aja putus udah ngelirik cowok lain!"
Ririn tertawa tanpa rasa berdosa,"suka suka dong!,kan sekarang gue jomblo,gakpapa dong gue ngelirik cowok ganteng buat cuci mata"
"Lagian,ngga ada satu pasang mata yang gak ngelihatin mereka, termasuk lo Dda!!"celetuk Kirana yang melihat Melinda yang juga melihat ke arah para cowok tim basket tersebut.
Wajah Melinda memerah," Gue kan cuma mau tau aja apa yang bikin semua orang ribut!".
"Iya dah, Gue cuma becanda.Gue tau lo paling anti anian soal kaya gini!" Tawa Kirana yang mengetahui sifatnya itu.
"Iya dong,"sahut Melinda dengan cepat tanpa ragu lagi."Ngapain ikutan yang rame rame padahal udah tau pasti bakal rebutan,sempit sempitan...."
"Tapi kalo ada diskon gimana?"tanyaku pada Melinda yang suka berbelanja apa lagi jika ada diskon.
"Diskon?,ikutan dong" kini Melinda mendadak menjadi semangat.
"Tapi diskon kan pasti rame"ucapku membuat Melinda terdiam.
Melinda tidak bisa berbicara, dia sudah kersudut,Ia mulai kembali ketopik tadi yang membiarkan cowok tim basket untuk mengubah suasana."Kita kan lagi ngomongin cogan, kok tiba tiba ngomongin diskon?
"Ngga lah,"bantahku."Kita lagi ngomongin yang rame rame,yang harus rebutan,sempit sempitan.....biasanya yang suka gitu kan karena ada diskon,kan?"
"Udah ah,yuk kita jalan.Gue mau pulang" Kirana menibaskan tangannya,karena bosan melihat temannya berbebat.
"Niren gimana?"tanya Ririn yang dari tadi hanya nyimak perdebatan tadi.
"Tinggalin aja!"
"Tapi kan gue pulang bareng dia,Nda"ucap Ririn pasrah."Hah!"Melinda meghela napasnya."Renn!,buruan.Ririn nungguin nih!"
"Oke"Niren berpamitan dengan teman-temannya.Aku iri melihat Niren yang akrab dengan Deren.
Sekali lagi aku melirik Deren yang tengah asik menobrol dengan teman-temannya. Kapan dia menaggih janjiku seperti yang dia katakan?
Sudahlah,Dia pasti sudah lupa padaku
Di sisi lain
cewek itu pasti lupa padaku,,, batin pria itu mengamati diam-diam Sherly dari kejauhan.
Pagi menjelang siang tepat saat bel istirahat pertama berbunyi aku bersama sobat sobatku pergi ke kantin.
Kami berlima duduk di pojok yang tidak terlalu banyak mendengar orang bergosip.
"Hei kalian mau beli apa?"tanyaku pada sobat sobatku.
"semua bakso aja!"ucap Melinda mewakili yang lain.
"sipp,Ririn lo bantu gue bawa!"karena jika aku sendiri yang membawa pasti akan kesusahan.
"oke"
Kembalinya membeli bakso Sherly dan Ririn kembali dengan membawa nampan yang berisi magkok bakso.
"Pesanan sudah datang para nona muda"ejekku melihat Melinda dan yang lain sibuk bermain ponselnya masing masing bagaikan nona muda yang selalu mengandalkan pembatunya.Ririn yang mendengarnya tertawa di sampingku, masih dengan membawa nampannya.
"Apasih!"Tolak Melinda yang sudah menaruh kembali ponselnya dan langsung mengambil semagkuk bakso dari nampan yang ku bawa.
"Hahaha"tawaku sembari menaruh magkuk bakso lain di meja.
" Hei kalian berdua ga mau makan ni??kalo engga gue buang!"ancamku pada Kirana dan Niren yang masih fokus dengan ponselnya.
"Eh....jangan dong kan sayang,udah dibeli juga"ucap Kirana dengan cepat lalu menarik magkok bakso didepanku. Begitupun dengan Niren ia juga mengambil tapi tatapan masih di ponselnya.
Aku hanya geleng geleng kepala melihat tigkahnya.
Kami makan dan mengobrol,tapi lebih tepatnya aku hanya menyimak yang mereka bicarakan.Aku tak terlalu Suka banyak bicara jika tidak penting seperti saat ini,mereka sedang mongobrol membiarkan cowok yang membuatku engga ikut bergabung membicarakannya.
"hua......"tangis Ririn yang duduk di sebelahku membuat yang lain menoleh padanya.
aku yang sudah tau permasalahannya, bertanya padanya"kenapa?putus lagi?"
"iyaaa,,,"
"Kayaknya baru kemaren deh lo ngomong jomblo,terus sekarang putus!!kapan lo pacaran lagi?"tanya Melinda yang heran dengan tigkah temannya.
Bagaimana tidak heran Ririn saja mempunyai mantan 10 dalam satu minggu,Coba bayangin kalau sudah 1 tahun dah banyak itu