Darkest Secret

Darkest Secret
Sherly



"SHERLY"


Aku kaget saat bahuku ditepuk keras.Saat aku menoleh,aku melihat teman-temanku tertawa sambil memandagiku.


"Gila lo,kalo udah main game,sampe lupa kalo kita masih disini!"cibir Ririn yang rupanya orang yang mengagetkanku."Main apa sih lo?"


"Mobile legend,"ucapku sambil menunjukkan game di ponselku."lihat,gue baru beli skin nana baru!,bagus kan,iya kan?"


"biarin aja gaess kita masih waras"usul Niren pada teman-temannya,teman-temannya hanya tertawa.


"Terserah!!,gue sibuk nanggepin lo semua,"ucapku melanjutkan bermain game.


"Maksud lo sibuk main game?" cetus Kirana di belakangku.


"semua orang punya hobi sendiri-sendiri"


"Tapi ga ada yang sampe lupa dunianya kaya lo,"tukas Melinda


"Setiap orang berhak menciptakan dunianya sendiri."


"Gila lo"tegas Melinda,"Main tu sama skin nana di game.Gue mau pulang!"


"oh ya Nda,lo lewat rumah gue kan?,gue nebeng dong!"ucap Ririn


"nga lewat,soalnya gue harus pergi ke toko",tolak Melinda "lo sama Niren aja!"


"Iya sama gue aja Rin!"kata Niren


"Keyyysiappp"


"Hemm"sahutku pandangan tetap pada ponselku.


"eh gue bisa pulang sendiri kok"ucap Kirana cepat karna tak enak.


"jangan,pulang bareng gue aja"ucapku buru-buru menyelesaikan gameku." bentar-bentar....dikit lagi selesai ini..."


"Udah maninnya Sherly dah waktunya pulang,dah sore!"


"iya iya..."aku menutup aplikasi game ku dengan berat hati.


Kami keluar dari kelas,berjalan melewati lapangan hijau yang luas dengan beberapa bangunan di sampingnya yang tak terlalu tinggi menurutku dan terdapat lapangan basket di ujung,hanya ada kelas dan ruangan untuk ekstra dan lainnya.


Kami sudah berteman sejak awal masuk SMA,dan sekarang kami sudah kelas 11, kami masuk kelas yang sama.Walau kami berasal dari berbagai latar belakang,dan kepribadian yang berbeda beda kami selalu kompak.


Diantara kami Melinda lah yang paling cerdas,dengan kulit putih,ramput sebahu,dan tubuh tinggi.Meski dia cantik,dia sangat cuek.Banyak cowok selalu mendekatinya namun mereka juga langsung kabur menyadari jika dia cuek hingga jika dilihat seperti orang galak,namun tidak jika bersama kami.Lagi pula kata Melinda dia tidak ada waktu untuk berpacaran karna memang Melinda selalu sering membantu kedua orangtuanya menjaga di tokonya.


Prennku yang kedua adalah Ririn.Dia memiliki fisik bertolak belakang dari Melinda,bertubuh pendek, berkulit putih, rambut panjang dengan wajah penuh senyum. Meski tak secerdas Melinda,Ririn memiliki otak yang lumayan encer.


Yang paling pouler dari kami adalah Niren dengan rambut panjang dengan tubuh pendek. Niren baik hati,bijaksana, dan menyenangkan,juga dia pendengar yang baik.Teman-teman cowok maupun cewek,semuanya sangat menyukainya.


Dan yang paling dekat denganku adalah Kirana. Kirana cantik dengan kulit sawo matang, mata buat dan senyum yang menyenangkan. Diantara kami Kirana lah yang mendekati kata"sempurna".Namun memang tidak ada yang sempurna di dunia ini,Ayah kirana selalu kabur dan kirana harus bekerja untuk membatu keuangan keluarganya.Terkadang kami membantunya dengan memberi barang barang tak terpakai dan sejumlah uang untuk Kirana.


Sedangkan aku?


Aku tidak terlalu cerdas di beberapa mata pelajaran,yang pasti Nilai IPA,Matematika dan Bahasa Inggrisku tak terkalahkan,bahkan oleh Melinda yang terpandai diantara kami. Teus terang aku Egois.