Cyber Masters

Cyber Masters
Chapter 27



“Akhirnya daratan......” Hayato dan Harumi mencium tanah ketika turun dari kapal.


“Ah dasar norak.....baru juga mengarungi lautan pasir dua hari sudah seperti ini...” Sindir Akane.


“Biarin....” Teriak Hayato dan Harumi bersamaan.


“Hehehe....seru.” Balas Renai.


“Yare...yare....” Kazuya menggelengkan kepalanya.


Hayato yang masih lemas di papah oleh Akane dan Kazuya masih menggendong Harumi di punggung nya. Sebuah robot berbentuk seperti layar sentuh mendekati mereka memberi pengarahan tentang kota dan fasilitasnya. Harumi yang di gendong Kazuya di punggung, menyentuh layarnya dan mencari informasi seputar kota. Sementara Hayato dan Akane yang menggendong Renai, melihat kecanggihan kota itu melebihi seluruh kota yang mereka tahu, kendaraan kendaraan tidak berjalan di tanah melainkan melayang, tapi mereka tidak keluar dari  jalan jalan yang melintang beberapa tingkat di atas mereka. Gedung gedung tinggi menjulang sampai ke atas bagaikan hutan yang terbuat dari besi dan beton dengan teknologi yang canggih menempel di setiap gedung nya. Iklan iklan produk  yang beraneka ragam, tidak lagi menggunakan layar digital atau neon box melainkan hologram. Hayato dan Akane melihat, semua pekerja kebersihan, polisi, penjaga, petugas loket dan kasir adalah robot dengan berbagai macam bentuk, manusia hanya tinggal menikmati fasilitas yang ada.


“Wow....hebat, inikah benua utara....aku baru pertama kali ke sini.” Ujar Hayato.


“Sama, aku juga..aku sampai tidak bisa bicara.” Tambah Akane.


“Rena juga baru pernah kesini....” Tambah Renai.


Tiba tiba mereka melihat beberapa tentara berpakaian loreng merah sedang menuju mereka. Hayato dan Akane yang menggendong Renai langsung kembali menemui Kazuya dan Harumi yang masih menekan nekan robot yang berbentuk seperti tablet dengan layar sentuh.


“Ada tentara....” Ujar Hayato.


“Aku tahu, Haru sudah belum..?” Tanya Kazuya.


Tiba tiba muncul sebuah window hologram di atas robot yang di sentuh Harumi untuk memindai wajah sebagai tanda pengenal. Sebuah sinar hijau langsung memindai wajah ke empatnya. Tiba tiba window berubah dan menjadi berwarna merah bertuliskan warning.


“Loh kenapa ini ?” Tanya Harumi bingung.


“Aduh aneki kamu ngapain....” Tegur Akane.


“Tidak tahu merah....tiba tiba alarm berbunyi.” Balas Harumi.


Tiba tiba di window merah itu, tampil wajah ke empatnya di tambah wajah Renai dengan tulisan, “Di cari hidup atau mati.” Tentara tentara berpakaian loreng merah langsung berdatangan dan menodongkan senjata mereka kepada ke empatnya. Pasukan drone juga berdatangan dan langsung mengepung mereka. Ke empatnya langsung menghilang dan berada di belakang para pasukan itu, kemudian mereka langsung membasmi semua nya tanpa ada yang tersisa, tapi tentara tentara masih berdatangan dan pasukan drone juga bertambah banyak.


“Bagaimana ini, mereka banyak sekali....” Ujar Harumi.


“Kita harus kembali ke kapal....” Balas Kazuya.


“Apapun selain itu...tolong....” Balas Hayato.


“Tidak ada jalan lain kan.....” Tambah Akane.


“Hei kalian....cepat ikut aku....”


Ke empatnya menoleh dan melihat seorang wanita yang menutupi wajahnya dengan kerudung, masker dan googles beridiri di belakang mereka. Dia langsung membanting bom asap dan meminta ke empatnya mengikuti nya. Karena tidak ada pilihan lain, ke empatnya mengikuti wanita itu, mereka turun ke selokan yang luas dan menelusuri lorong mengikuti wanita misterius di depan mereka.


“Hei, kamu siapa ?” Tanya Hayato.


“Nanti ku beritahu, ikuti aku dulu sampai di markas...” Jawab wanita yang memakai pengubah suara itu.


“Markas ?” Tanya Kazuya.


Akhirnya mereka sampai di ujung lorong dan buntu, wanita itu menghadap dinding dan menekan nekan dinding, kemudian dinding terbuka dan ada lorong canggih di dalam nya. Wanita itu mengajak ke limanya masuk dan menelusuri lorong, mereka sampai di sebuah ruangan yang luas penuh layar monitor dan lampu lampu lain. Wanita itu menekan saklarnya dan lampu menerangi seluruh ruangan.


“Baiklah, sudah bisa katakan siapa kamu ?” Tanya Hayato.


Wanita itu berbalik dan langsung berlari kemudian memeluk Kazuya. Dia langsunhg medekap Kazuya dengan kencang.


“Kazu nii apa kabar ?” Tanya wanita itu sambil melepas masker pengubah suaranya.


“Suara ini....Ching ching ?” Tanya Kazuya.


“Hehe benar....” Ujar wanita itu sambil membuka kerudung dan googles nya, tapi dia tetap memeluk Kazuya.


“He...hei....apa yang kamu lakukan....” Teriak Harumi berusaha memisahkan Ching ching dari Kazuya.


Akhirnya Harumi berhasil memisahkan Ching ching dari Kazuya, dia langsung berdiri di antara Kazuya dan Ching ching. Hayato dan Akane yang melihat Ching ching terkejut, karena Ching ching memiliki tanduk di kepalanya.


“Um...Ching ching, apa yang kamu lakukan di sini ?” Tanya Kazuya.


“Biasa Kazu nii, aku kabur...” Jawab Ching ching.


“Ah begitu....” Balas Kazuya.


“Tungguuuuuuuu......pertama siapa kamu dan kedua apa hubungan kamu dengan Kazu.” Teriak Harumi kesal.


“Oh aku teman masa kecil Kazu nii, aku besar di kota barat, aku ke sini karena melarikan diri dari kota barat.” Ujar Ching ching.


“Hah....teman masa kecil....?” Tanya Harumi geram.


“Sebentar aneki, ada yang mau ku tanya, tanduk itu....asli ?” Tanya Hayato.


“Ini ? iya asli....oh iya ya, di tanah suci tidak ada siluman....” Jawab Ching ching.


“Apa...siluman ?” Teriak Hayato, Akane, Harumi bersamaan.


“Yah di bilang siluman juga tidak, hanya penyimpangan genetik saja semenjak bencana 1000 tahun lalu. Setelah bencana mulai muncul bermacam macam jenis manusia karena menyesuaikan dengan keadaan bumi yang berantakan. Yang betanduk dan bertelinga panjang seperti ku di sebut siluman.” Ujar Ching ching.


“Lalu kenapa kamu sekarang ada di sini ? sejak kapan kamu di sini ?” Tanya Kazuya.


“Aku kesini sama mama 5 tahun lalu, tapi mama sudah meninggal tahun lalu dan sejak itu aku hidup sendiri.” Jawab Ching ching menunduk.


“Maafkan aku Ching er......” Ujar Kazuya.


“Tidak apa apa Kazu nii.....” Balas Ching ching yang sudah maju mau memeluk Kazuya lagi.


“Tungguuu....mundur......” Ujar Harumi menahan Ching ching.


“Um...dia siapa Kazu nii ?” Tanya Ching ching sambil menunjuk Harumi.


“Ah gimana ya bilang nya, dia kura kura utara Genbu, namanya Harumi..um, dia istriku....” Jawab Kazuya.


“Oh ya....kakak ipar.....” Ching ching langsung memeluk Harumi.


“Ah...lepas...lepas.....jelaskan dulu semuanya....aku bingung...” Teriak Harumi tapi tetap memeluk Ching ching.


“Lalu mereka siapa ?” Tanya Ching ching sambil menunjuk Hayato, Akane dan Renai.


“Yang pria Hayato, dia naga timur Seiryu, sebelah nya burung api selatan Suzaku, istri Hayato, namanya Akane dan yang kecil Renai chan.” Jawab Kazuya.


“Hah berarti semua jendral dari empat kota berkumpul ? kok bisa ?” Tanya Ching ching kaget.


“Yah panjang ceritanya....” Jawab Kazuya.


Akhirnya Ching ching bercerita, semenjak kaisar matahari menguasai benua utara, penduduk di setiap kota di tekan dan harus tunduk pada pemerintahan nya. Yang melakukan perlawanan atau tidak mau menuruti kehendak kaisar langsung di hukum mati di tempat, semua terjadi sekitar 2 tahun lalu. Ching ching yang memiliki dendam dengan kaisar karena mamanya di bunuh oleh tentara loreng merah beranama Red Oni, menjadi penghubung pasukan pemberontak di kota terbesar di benua utara dan dia bertugas di kota pelabuhan. Dia melihat Kazuya di pelabuhan yang baru tiba, setelah memastikan kalau ternyata benar benar Kazuya yang datang karena dia melihat jurus jurusnya sewaktu melawan pasukan di atas, dia langsung mendekati nya dan mengajak nya ke markasnya.


“Jadi begitu ya....” Gumam Kazuya setelah mendengar cerita ching ching.


“Hmm bagus juga langsung ketemu Ching er.” Tambah Harumi.


“Jadi sekarang kita gabung pasukan pemberontak nih....trus benua es dimana ?” Tanya Akane.


“Benua es itu adalah benua di tengah tengah planet ini. Istana kaisar itu memang ada di sana. Tapi untuk ke sana harus memutari seluruh benua utara ini, sebab tidak ada jalan tembus ke sana karena pengunungan pasir yang tidak bisa di lewati manusia.” Jawab Ching ching.


“Oh tidak masalah kalau itu, sekalian kita bebaskan semua kota di benua ini supaya mengadakan perlawanan.” Ujar Hayato.


“Coba sebut alasan sebenarnya dari dalam hati.....” Balas Akane.


“Menjelajahi kota dan mencari barang untuk di jual hehe.” Balas Hayato.


“Dasaaaar pemulung.” Teriak Akane.


“Bletak.” Kepala Hayato dan Akane kena getok oleh Kazuya. Keduanya langsung jongkok dan memegang kepala mereka dengan kedua tangan nya.


“Serius, jangan bercanda mulu....” Ujar Kazuya.


“Maaf aniki....” Ujar Hayato dan Akane bersamaan.


“Dasar pasangan bego....” Tambah Harumi.


“Hehehehe dimana saja sama....” Tambah Renai tertawa.


Ching ching juga jadi tersenyum dan tertawa kecil melihat ke empatnya, dia tidak menyangka, empat jendral yang di takuti dan terkenal kacau di kota masing masing, sampai tidak ada yang berani pada mereka, bisa bercanda di depan matanya.


“Kalau begitu, bisa bantu aku bebaskan kota ini ?” Tanya Ching ching.


Ke empatnya langsung menoleh dan melihat Ching ching. Hayato dan Akane berdiri kembali walau masih memegang kepalanya.


“Memang kota ini kenapa ?” Tanya Hayato.


Ching ching langsung menjelaskan kalau mafia yang berkuasa di kota ini menjadi terlalu kuat dan menekan penduduk akibat bergabung dengan kaisar, mereka mengambil pajak tinggi dari penduduk, merundung para pengusaha yang berkerja jujur, membatasi barang yang masuk ke kota dan lain sebagainya. Lalu merek juga mengerahkan geng geng yang suka merusuh di kota dan berbuat sewenang wenang.


“Haaah dimana mana sama saja....tapi memang tujuan kita menentang kaisar, apa salahnya.” Ujar Hayato.


“Hohooo aku senang berurusan dengan yang seperti itu.” Tambah Harumi.


“Hehe aku juga mulai bergairah nih.....” Tambah Akane.


“Sepertinya semua setuju membantu mu Ching er.” Ujar Kazuya.


“Hehehe bakal seru lagi deh....” Tambah Renai.


“Terima kasih semuanya....” Ching ching menunduk di depan semuanya.


Lalu Ching ching menjelaskan rencana nya pada ke empatnya. Untuk memancing kepala nya keluar, mereka harus menghancurkan anak buah mereka dulu, Ching ching menekan tablet nya dan keluarlah peta hologram di udara yang menampilkan titik titik lokasi anak buah dari mafia itu dan titik titik lokasi markas pasukan Red oni.


“Untuk menghabisi anak buah nya aku dan anggota tim pemberontak bisa memancing mereka, lalu kalian menghabisinya.” Ujar Ching ching.


“Ok kira kira mereka ada berapa orang ?” Tanya Hayato.


“Sekitar 100 orang....” Jawab Ching ching.


“Semua manusia ?” Tanya Harumi.


“Ya, mereka memang memakai implant, tapi mereka manusia.” Jawab Ching ching.


“Wah kalau begitu harus bagi rata ya, masing masing 25 orang....jangan lebih.” Ujar Akane.


“Hah, kalau dalam kondisi seperti itu mana bisa menghitung, lagipula sisakan implant nya, aku belum pernah lihat implant di sini.” Ujar Hayato.


“Ah ribet pemulung.” Balas Akane.


“Kalian bisa tidak diam dulu....” Ujar Kazuya.


“Ups...ampun aniki...” Balas Hayato dan Akane sambil memegang kepala mereka.


“Kapan kita harus berangkat ?” Tanya Harumi.


“Tunggu kabar dari tim dulu.....lokasinya dekat kok dari sini.” Jawab Ching ching.


“Baiklah, ayo kita berangkat ke atas dulu...” Ajak Hayato.


“Ah tunggu, kalian menyamar ya, jangan perlihatkan wajah asli kalian, sebab kalian sedang di cari oleh kaisar. Jadi kalian bisa menunggu di lokasi.” Ujar Ching ching.


Kemudian Ching ching memberi ke lima nya kalung berliontin yang kalau di tekan bisa menampilkan ilusi hologram yang menyelubungi tubuh sehingga penampilan bisa berubah. Lalu Ching ching memberikan sepasang sarung tangan kepada Hayato dengan punggung tangan dari besi dan kepalan nya tertutup besi. Untuk Kazuya sepasang gelang untuk pergelangan tangan, untuk Akane sepasang gelang pelindung tulang kering dan untuk Harumi sepasang pelindung lengan bagian atas yang bukan lengan bionik.


“Wah terima kasih Ching ching....” Ujar Hayato memakai sarung tangan nya dan mencoba beberapa kali meninju.


“Hehe aku jadi lebih kuat....ringan lagi.” Ujar Akane yang mencoba beberapa tendangan.


“Hmm bagus, lengan ku jadi tidak goyang ketika menggunakan pedang.” Ujar Harumi mencoba memainkan pedang nya.


“Terima kasih Ching er, enak di pakai nya.” Tambah Kazuya yang memutar tapak dan mencoba memukulkan nya.


“Trus buat Rena apa ?” Tanya Renai penuh harap.


“Renai chan ini......” Ching ching memberikan Renai sebuah tongkat pendek.


“Oh.....bagus hehehe...terima kasih onee chan.” Ujar Renai tertawa.


Setelah itu, Ching ching mengajak mereka keluar untuk menuju lokasi sambil menunggu kabar dari tim yang memancing para anak buah geng dan mafia ke lokasi. Kalau tidak ada ke empatnya, Ching ching tidak bisa menghabisi anak buah nya dan membuat kepala nya muncul karena kurang personel dan kurang tenaga, tapi dengan ada nya Hayato, Akane, Kazuya dan Harumi yang reputasinya sudah di ketahui Ching ching, dia berani menjalankan rencana itu. Setelah sampai, mereka naik tangga menuju ke atas untuk keluar. Mereka naik di atas lapangan kosong yang berada di tengah kota. Hayato menekan permata di liontin, tubuh nya mengeluarkan cahaya digital yang tersusun merubah tubuh nya menjadi manusia separuh naga dengan ekor dan tanduk naga berwarna biru. Akane mencoba menekan permata di liontin dan tubuhnya mulai berubah menjadi manusia separuh burung merah dengan sayap api yang tidak panas karena hanya digital di belakang nya. Harumi menekan permata di liontin, dia menjadi manusia setengah ular hitam dan tempurung kura kura kecil menempel di punggung nya. Kazuya menekan permata di liontin dan menjadi manusia setengah harimau yang memiliki ekor bercabang berwarna putih. Renai menekan permata di liontinnya dan menjadi manusia setengah malaikat dengan rambut pirang dan sayap kecil di punggung.


“Wow keren hehehe.....percobaan ku berhasil.” Ujar Ching ching.


“Loh malah jadi siluman hahahaha....” Ujar Hayato tertawa.


“Tapi wujud ini....kok mirip dengan julukan kita.” Balas Kazuya sambil melihat tubuh nya.


“Iya juga ya. Tak apalah.” Tambah Harumi.


“Aku jadi merah....” Tambah Akane.


“Kamu memang merah....” Balas Harumi.


“Kok Rena punya sayap tidak bisa terbang ya....” Celetuk Renai.


“Karena hanya digital, sayap si merah juga tidak panas kan.” Balas Kazuya.


“Iya, tidak panas sama sekali....” Balas Akane sambil memegang sayap nya sendiri.


“Sip, mari kita sambut mereka.....” Ujar Hayato.