Cyber Masters

Cyber Masters
Chapter 24



Hayato, Akane, Kazuya, Harumi tertegun setelah mengalami penglihatan itu, semua yang mereka lihat terasa nyata dan mereka langsung ingat bentuk bangunan di depan mereka.


“Waktu itu....kita.....” Ujar Akane mulai gemetar.


“Jangan di pikirkan......” Hayato langsung merangkul Akane dan membenamkan wajah nya di dadanya.


“Benar, kejadian lalu sudah tidak bisa di perbaiki, tidak perlu di ingat ingat.” Tambah Kazuya.


“Maaf, aku masih tidak bisa melupakan nya.....” Ujar Harumi sambil mendekap tubuh nya.


Sama seperti Hayato, Kazuya juga langsung medekap Harumi yang menggigil. Mereka mengerti apa yang terjadi 1000 tahun yang lalu dan apa yang membuat dunia menjadi seperti sekarang.


“Haya onii chan, Kazu onii chan, Aka onee chan, Haru onee chan, kalian sudah bukan diri kalian yang dulu, kalian sudah terlahir kembali, Rena senang bersama kalian, oh ya, nama Rena sebenarnya adalah Teng Ren Ai. Tapi, Rena dan Ayin berbeda, Rena ya Rena, Ayin ya Ayin....Ayin ada di sini dan selalu bicara kepada Rena.” Ujar Renai sambil menunjuk kepalanya.


“Ren chan benar, aku Hayato, bukan Yuan long dan kamu Akane bukan Xiao nan ya.” Ujar Hayato yang medekap Akane.


“Aku mengerti...” Balas Akane.


“Bagaimana kalau kita turun ?” Ajak Kazuya.


“Setuju, aku ingin tahu ada apa di dalam bangunan itu.” Balas Harumi.


“Yuk turun, ada yang harus kalian temui di dalam...” Ujar Renai.


Akhirnya semua nya turun dari mobil dan berjalan mendekati bangunan besar di depan mereka. Ke empatnya menoleh ke atas dan melihat gerbang besar di atas piramida rata yang sudah tidak memiliki pintu dan sudah hancur separuh. Setelah itu, mereka melangkah masuk ke dalam sebuah pintu yang sudah sebagian terkubur dan sepertinya sudah tidak pernah ada orang masuk ke dalam selama 1000 tahun. Karena di dalam gelap, Hayato mengeluarkan senter, dia menyoroti dinding di kanan dan kiri mereka. Ternyata di dinding itu banyak sekali mural yang mengisahkan perjalanan Teng Ayin dan ke empatnya. Selagi berjalan, tiba tiba Akane berhenti melihat satu mural, dia menarik lengan jaket Hayato dan akhirnya Hayato juga melihat mural nya. Karena melihat Akane dan Hayato berhenti, Kazuya dan Harumi juga akhirnya melihat mural itu bersama Renai. Ke empatnya tertegun karena gambar mural itu menggambarkan jelas, Yuan long yang sedang berjalan menggandeng Xiao nan, di sebelah mereka Wang xia sedang menggandeng Hui lan dan Teng Ayin duduk di pundak Wang xia, sama seperti Renai yang duduk di pundak Kazuya. Wajah ke empatnya terlihat ceria dan sepertinya mereka bersenang senang, berbeda jauh dengan apa yang di katakan oleh legenda.


“Mural ini....eh....aku kenapa ?” Tanya Akane yang tiba tiba meneteskan air mata.


Bukan hanya Akane yang meneteskan air mata, ternyata Hayato, Kazuya dan Harumi tanpa sadar juga meneteskan air mata. Renai tersenyum melihat nya sambil meneteskan air mata.


“Yuk, kita harus ke dalam.....” Ujar Renai.


Akhir nya mereka berjalan lagi lebih ke dalam, sampai mereka menemukan sebuah ruangan besar berbentuk lingkaran dengan pilar pilar besar memutari mereka. Di tengah ruangan besar itu, ada sesosok orang yang sedang duduk bersila, seperti orang sedang bermeditasi. Tapi ketika mereka mendekati nya, mereka melihat yang ada di depan mereka bukan lah manusia tapi kerangka manusia yang duduk bersila seperti seorang pertapa.


“Siapa orang ini ?” Tanya Hayato sambil jongkok dan mengamati kerangka itu dengan senternya.


Renai menepuk tangan nya dan seluruh ruangan itu menjadi terang, Hayato, Akane, Kazuya dan Harumi langsung melihat sekitar. Mereka kaget ternyata ruangan itu penuh dengan peralatan canggih. Di depan pertapa itu ada sebuah buku catatan yang sepertinya buku harian dirinya, Hayato mengambil nya dan ke empatnya membacanya bersama sama. Buku itu mengisahkan perjalanan Teng Ayin yang sesungguh nya dan pertapa itu adalah Teng Ayin yang selamat 1000 tahun lalu. Kerangka nya abadi karena dia dewi dan karena tersimpan dengan baik di ruangan luas itu.


“Jadi legenda itu salah, musuh sebenarnya adalah kaisar matahari.....” Ujar Hayato.


“Menurut buku ini, Teng Ayin di peralat untuk membuka gerbang, bukan menutupnya sebab kaisar matahari ingin kembali ke dunianya....yaitu bumi.” Tambah Kazuya.


“Pantas dia mengikuti kita masuk ke dalam gerbang......” Ujar Akane.


“Dan siluman tidak ada, penduduk asli Shenwu semua bermata merah dan memiliki hawa yang berbeda dengan manusia dari bumi.....Shenwu adalah alam dewa.” Tambah Harumi.


Ke empatnya terdiam. Renai maju dan memegang tengkorak pertapa itu, kemudian Renai pingsan, kerangka pertapa itu mengeluarkan sinar terang berwarna putih yang menyilaukan mata. Hayato, Akane, Kazuya dan Harumi berlari mendekati Renai yang pingsan dan menutup mata mereka karena terlalu silau.


“Bukalah mata kalian....” Terdengar suara wanita yang ramah dan berwibawa.


Ke empatnya membuka mata dan pertapa di depan mereka sudah berubah menjadi sosok Ayin yang sudah dewasa. Ke empatnya menggendong Renai dan melompat mundur.


“Jangan takut, akan ku ceritakan apa yang terjadai padaku ketika aku terbangun di dalam satelit.”


***


Ayin yang selamat di dalam satelit melihat kobaran api di depan nya yang menelan semua nya. Dia langsung berdoa membuat pelindung setengah lingkaran yang menyelimuti dirinya sambil menangis. Kemudian dia keluar dari satelit dan berjalan di tengah kobaran api. Setelah berjalan, di depan nya ada sebuah bangunan besar, yaitu pecahan istana kaisar matahari dan gerbang besar yang sudah hancur di atas nya. Seluruh prajurit yang berbaris di depan istana sudah menjadi patung tanah liat dan tidak bernyawa lagi. Kemudian dia melihat jasad Yuan long, Xiao nan, Wang xia dan Hui lan yang bergandengan di depan gerbang besar di atas istana. Ayin mengumpukan ke empatnya dan melihat wajah ke empat nya yang terlihat bahagia sambil menangis. Ayin berdoa supaya semua nya bisa di selamatkan termasuk teman teman nya.


Doa Ayin di dengar, jasad Yuan long, Xiao nan, Wang xia dan Hui lan menjadi bola cahaya dan berubah menjadi seekor naga besar, seekor burung api besar, seekor harimau putih besar dan seekor kura kura besar yang di lilit ular besar. Ke empatnya langsung pergi ke empat arah mata angin, kemudian mereka membuka mulutnya menciptakan kubah yang sangat besar menyelimuti bumi sehingga bumi tidak kiamat. Tapi semua teknologi dan peradaban hancur, manusia terpaksa memulai lagi dari sisa sisa peradaban dan jumlah manusia yang tadinya 7 miliar lebih, hanya tinggal 300 juta jiwa saja di dunia. Empat binatang besar itu kemudian menjadi bola cahaya kembali dan kembali ke tangan Ayin, kemudian ke empat cahaya itu menjadi empat orang bayi yang sedang tertidur di pelukan Ayin yang saat itu masih kecil.


Enam bulan kemudian, Ayin berkelana membawa ke empat bayi itu ke bawah tanah dia menemukan manusia yang mulai membangun peradaban nya di bawah tanah, dia menidurkan bayi bayi itu di dalam kapsul pembeku yang dia temui di setiap kota baru manusia di empat arah benua tempat dia berada. Peradaban inilah awal mula adanya kota utara, kota timur, kota barat dan kota selatan. Hayato, Akane, Kazuya dan Harumi kaget mendengarnya,


“Berarti, kita adalah jelmaan dari binatang besar itu ?” Tanya Hayato yang shock mendengarnya.


“Bukan, kalian bukan empat jendral dan juga bukan binatang besar itu, kalian entitas baru, tapi kalian mewarisi mereka. Semua ilmu bela diri, ingatan dan kekuatan mereka ada pada diri kalian. Kalian anak dari Shenwu, tandanya adalah mata kalian yang berwarna merah.” Jawab Ayin dewasa.


“Yare yare..ternyata begitu ya asal usul kita, sedikit mengejutkan.” Ujar Kazuya santai.


“Fiuuh....kalau benar jelmaan binatang besar itu berarti kita siluman, untung bukan hehe.” Tambah Hayato.


“Kamu kok malah tertawa ?” Tanya Akane yang melihat Hayato.


“Lalu mau apa lagi, dari kecil aku sadar aku sudah aneh, sekarang tahu yang sebenarnya malah bagus kan.” Jawab Hayato.


“Aku setuju, percuma kalau mau meratapi asal usul kita....” Tambah Harumi.


Ayin yang sudah dewasa tersenyum senang melihat ke empatnya yang terlihat santai saja dan tidak ada beban walau sudah tahu yang sebenarnya. Jadi dia memberitahu kelanjutan nya.


“Karena kalian berasal dari Shenwu, kalian adalah manusia setengah dewa, kalian tidak akan bertumbuh lagi ketika menginjak umur 20 tahun dan hidup selamanya. Kecuali kalian terbunuh.” Ujar Ayin dewasa.


Ke empatnya menoleh dan melihat Ayin yang dewasa sambil memeluk Renai yang sedang pingsan.


“Nah ini baru membuat terkejut....” Ujar ke empatnya serempak.


“Loh kok, malah sekarang terkejutnya ?” Tanya Ayin.


“Loh kenapa emangnya ?” Tanya Akane.


“Ah tidak apa apa....hehe.” Jawab Hayato.


“Bletak.” Getokan mendarat di kepala Hayato, Kazuya menggetok kepala Hayato karena kebanyakan bercanda. Hayato langsung menunduk memegang kepalanya dengan kedua tangannya karena kesakitan. Tiba tiba wajah Ayin mendadak menjadi serius.


“Saat ini kaisar matahari yang bereinkarnasi sedang mengincar titisan ku yaitu Teng Ren Ai yang ada di pangkuan kalian. Tujuan nya adalah membuka kembali gerbang yang dia buat dengan teknologi bumi untuk pergi ke dimensi lain. Jangan sampai Ren Ai tertangkap oleh nya, tolong jaga Ren Ai...dan hentikan kaisar.” Ujar Ayin dewasa.


“Serahkan saja pada kami......” Ujar Hayato.


“Tenang saja, dia tidak akan bisa mengalahkan kami, benar ga pemulung ku.” Balas Akane sambil menoleh kepada Hayato.


“Hahaha benar penggangguran ku.....” Balas Hayato.


“Jadi kalian berdua sudah terima ya kalau kalian menikah ?” Ledek Kazuya.


“Yah mau gimana lagi, mau ga mau terima kan...heheh...”  Balas Hayato santai.


“Maksud mu mau ga mau apa ? terpaksa ?” Tanya Akane yang melihat Hayato dengan geram.


“Hmm terpaksa sih tidak....tapi banyak yang musti di sesuaikan.” Ujar Hayato tersenyum.


“Contoh ?” Tanya Akane.


“Kerja...jangan jadi pengangguran...bisa ?” Jawab Hayato.


“Susah......” Jawab Akane.


“Ok cerai....” Balas Hayato.


“Jangan...aku kerja....” Balas Akane.


“Dasar pasangan bego....” Gumam Harumi sambil tersenyum.


Ayin dewasa kembali duduk bermeditasi, di wajah nya terlihat senyum dan nampak sekali dia puas.


“Sudah saatnya berpisah, Ren Ai sudah mau bangun, aku akan kembali menuntun nya. Aku dan Ren Ai berbeda tapi sama, jadi jangan heran kalau dia bertingkah agak aneh dan di luar kebiasaan nya ya. Ok Haya onii chan, Aka onee chan, Kazu onii chan dan Haru onee chan....dan selamat berbahagia hehe.” Cahaya keluar dari tubuh Ayin dewasa dan masuk ke dalam kening Renai yang sedang tidur.


Tubuh Ayin dewasa kembali menjadi kerangka yang sedang bermeditasi. Ke empat nya tertegun kembali dan Renai bangun dari tidurnya.


“Tunggu sebentar....berarti Ayin yang barusan itu....hantu ?” Tanya Akane yang mulai takut.


“Loh, kenapa kamu baru sadar ? Kupikir dari tadi udah tahu.” Tanya Hayato.


“Hii.......aku takut....” Ujar Akane.


“Halah....” Balas Hayato.


“Yare yare....” Gumam Kazuya.


“Pasangan bego...bener bener pasangan bego hahaha.” Tambah Harumi yang merebahkan dirinya di dada Kazuya yang memeluk nya.


***


Setelah itu, ke lima nya berjalan keluar dan kembali ke mobil mereka. Di dalam mobil mereka makan bekal mereka yang sudah di siapkan Kurumi sebelum nya. Hayato, Akane, Kazuya dan Harumi mulai berdiskusi.


“Jadi sekarang kita kemana, kembali ke utara dan bertahan, atau ke selatan dan habisi semuanya, sekarang posisi kita di tengah.” Ujar Hayato.


“Kalau aku milih ke selatan, tuntaskan saja sekalian.” Balas Harumi.


“Hmm setuju, kalau bertahan, mau bertahan sampai kapan....” Tambah Kazuya.


“Oi Aka...gimana ?” Tanya Hayato.


“Hmmmmm aku lagi berpikir.....” Jawab Akane.


“Mungkin kalau ke selatan kamu berat ya, karena banyak yang mengenal mu disana....tapi kalau kita kembali ke utara, benar seperti yang aniki bilang, mau sampai kapan bertahan. Gimana Aka ? mau kan ke selatan.”  Tanya Hayato sekali lagi.


“Oh kalau kemana sih aku bebas saja....yang aku pikirkan kan katanya kita mentok di umur 20 dan ga numbuh lagi, tapi bisa punya anak ga ya ?” Tanya Akane.


“Arrrgh...yang kamu pikirin itu....kita lagi ngomong serius.....dasaaaar....nyesel aku simpati sama kamu.” Ujar Hayato sambil mendorong kepala Akane perlahan dan berkali kali.


“Maaf heheheh....” Ujar Akane.


“Yare yare pasangan bego....” Ujar Kazuya dan Harumi bersamaan.


“Hehehehehe....” Renai tertawa senang.


“Siap siap selatan, kita datang....” Teriak Hayato.


Setelah menghabiskan makanan mereka, ke limanya langsung menuju ke kota selatan untuk mengakhiri semuanya dan saat ini mereka tidak menyadarinya kalau selatan adalah awal perjalanan mereka.