
Hayato, Akane, Kazuya, Harumi dan Renai pergi ke kedai Kurumi untuk makan. Ketika mereka keluar apartemen, banyak penduduk yang melihat mereka menyoraki mereka karena sudah menyelamatkan kota, tapi ke empatnya diam saja sambil menunduk dengan wajah merah, hanya Renai yang duduk di bahu Kazuya yang melambaikan tangan menyambut sorakan dan lambaian penduduk.
“Haaaaaah.....” Ke empatnya mengeluh bersamaan.
“Um...semuanya kenapa ? kok lesu ?” Tanya Renai sambil melihat semuanya dengan matanya yang bulat.
“Gara gara kamu....” Jawab semuanya dalam hati.
Hayato melihat punggung tangan nya yang ada huruf yang sudah menjadi tatto di punggung tangan nya. Di bawah hurup itu ada tulisan kecil yang berbunyi “Shikamori Akane / Xiao nan.” Dia menoleh melihat Akane yang berjalan di sebelahnya, tapi begitu Akane menoleh, dia langsung memalingkan wajah nya.
“Apa ?” Tanya Akane.
“Tidak apa apa....” Jawab Hayato sambil memalingkan wajah nya.
Ke empatnya meneruskan jalan dan akhirnya sampai ke kedai Kurumi yang bertuliskan tutup. Tanpa menunda lagi, ke empatnya masuk membawa Renai,
“Aku datang nee san....” Teriak Hayato.
“Duduklah.....” Kurumi langsung berdiri dan memakai celemek nya.
Ke empatnya duduk dengan lesu dan lemas, tapi kali ini tatanan duduk mereka sedikit berubah, Hayato duduk di sebelah Akane dan Kazuya duduk di sebelah Harumi. Renai yang duduk di tengah tersenyum senyum, sekarang dia duduk di antara dua onee chan nya. Kurumi melihat ke empat nya lesu,
“Kenapa kalian berwajah suram begitu....?” Tanya Kurumi.
“Gara gara menikah...” Jawab ke empatnya lemas.
“Oh selamat ya....” Balas Kurumi.
Tiba tiba pintu di buka, seorang wanita muda yang berkulit coklat dan menjadi pekerja paruh waktu Kurumi dan membuka stand di depan kedai masuk ke dalam membantu Kurumi, dia langsung masuk ke dalam untuk kerumah Kurumi karena sekarang dia tinggal bersama Kurumi. Tapi di belakang nya, sosok yang mereka kenal juga ikut masuk.
“Nee san...makan....aaaaah....mereka lagi....”
Ke empatnya menoleh dan tanpa menunda lagi menarik jengger kun ke tengah, seperti biasa, Harumi mengikatnya menggunakan pedang panjang nya.
“Aaaaa kenapa lagi, apa salah ku....aku kan mau makan doang di sini...” Ujar jengger kun.
“Tutup kan, kamu tidak bisa baca ?” Tanya Akane.
“Loh kalian saja boleh......” Protes Jengger kun.
“Kami beda.....” Balas Hayato.
“Ya, sebab mereka baru menikah.....” Celetuk Kurumi sambil memasak.
“Oh..begitu, selamat ya....” Ujar jengger kun.
“Kamu cari mati ya....” Teriak ke empat nya di wajah jengger kun.
“Loh kenapaaaaaaaa........” Balas jengger kun sambil menangis.
Tak lama kemudian, Kurumi menghidangkan makanan mereka, ke empatnya masih bengong menatap makanan mereka, hanya Renai yang makan dengan semangat. Kurumi mendekati jengger kun dan menyuapi nya makanan dalam keadaan terikat. Jengger kun menoleh ke Kurumi menanyakan ada apa, Kurumi hanya mengangkat pundak nya sambil menyuapi jengger kun yang masih di ikat.
“Sudah lah, kita terima kenyataan ini, berarti aku dulu adalah Yuan long....dan Ren chan......tidak usah di sebut ya, kita semua sudah tahu.” Ujar Hayato membuka pembicaraan.
“Benar, mau ga mau kita harus terima, yang terakhir tadi, tidak seperti mimpi mimpi kemarin, tadi terlihat nyata dan kita hadir di sana. Aku melihat kita semua melayang dalam bentuk roh.” Tambah Kazuya.
“Sepertinya kita harus menyelediki ini, aku punya perasaan hal yang kita alami ini berkaitan dengan orang yang menamakan dirinya kaisar matahari dan kenapa dia mengejar Ren chan.” Gumam Hayato sambil berpikir.
“Hmm....legenda yang di ceritakan ossan waktu kita di timur itu, sedikit berbeda dengan yang barusan kita alami.” Tambah Kazuya.
“Bedanya dimana ?” Tanya Hayato.
“Menurut yang di ceritakan ossan, ke empat jendral itu tidak akur kan dan selalu berkelahi. Tapi di mimpi, mereka memang awal nya berkelahi waktu baru di utus, tapi setelah itu...seperti kita....” Jawab Kazuya.
“Sebenarnya legendanya seperti apa sih, kita harus tahu versi lengkap nya....gimana menurut mu Akane...hoi Akane....hoi....”
Karena Akane tidak menjawab, Hayato menoleh dan melihat Akane sedang menunduk dengan wajah tersenyum dan merah, kemudian dia bergumam sendiri.
“Aku menikah dengan dia hehe...aku menikah hehe....aku menikah hehe....” Gumam nya.
“Lah...kenapa dia ?” Tanya Hayato sambil menoleh kepada Kazuya.
“Entahlah....sebelah ku juga sama....” Jawab Kazuya.
Hayato menoleh dan melihat Harumi sedang dalam kondisi yang sama dengan Akane.
“Hehehe...kita suami istri...hehehe....suami istri....hehe....suami istri.” Gumam Harumi.
“Sudahlah aniki, kita makan dulu....” Ujar Hayato.
“Ya, habis ini kita ke perpustakaan saja, cari tahu soal legendanya.” Balas Kazuya.
Hayato dan Kazuya langsung menyantap makanan nya dengan cepat. Setelah itu keduanya berdiri.
“Ren chan, kita pergi sebentar, kamu di sini dulu ya....sama onee chan tachi.” Ujar Hayato.
“Ok onii chan.....” Balas Renai dengan mulut penuh.
“Pamit dulu sebentar Kurumi nee san, jengger kun...” Ujar Kazuya.
Hayato dan Kazuya keluar dari kedai melewati Kurumi dan jengger kun yang heran dan bingung melihat keduanya.
“Masih pengantin baru sudah bertengkar ?” Tanya jengger kun.
“Entah....biarin saja....aaaam.” Jawab Kurumi sambil menyuapi jengger kun.
“Aaam....” Jengger kun menerima suapan Kurumi.
Renai yang melihat nasi goreng kedua onee chan nya yang tidak di makan, langsung menuang nya ke piring nya.
“Sebelum dingin, Rena bantuin ya onee chan tachi....” Ujar nya sambil meneruskan makan nya.
Sementara di perpustakaan kota yang berada sedikit di bawah, Hayato dan Kazuya mencari cari tentang legenda yang membuat mereka penasaran. Hayato berjalan dari satu rak ke rak lain mencari buku yang berkaitan dengan legenda. Akhirnya dia menemukan sebuah buku cerita bergambar yang biasanya di bacakan kepada anak anak mengenai legenda Teng A yin. Hayato memanggil Kazuya dan mereka duduk bersebelahan sambil membaca buku nya bersama sama. Petugas perpustakaan yang melihat mereka langsung tersenyum senyum melihat kemesraan keduanya. Beberapa pengunjung wanita juga tersenyum senyum dan beberapa memfoto mereka menggunakan smartphone nya. Isi buku bergambar tentang perjalanan teng A yin dan ke empat warlord (jendral perang) untuk menutup gerbang. Menurut buku itu, benar seperti yang di katakan ossan di timur, kalau ke empatnya tidak akur dan selalu bertengkar, lalu di akhir cerita di katakan ke empatnya berhasil menutup gerbang dan dunia kembali damai seperti sedia kala.
“Jelas salah nih, akhirnya aku melihat matahari jatuh ke dunia....” Ujar Hayato.
“Aku juga sama...lagipula, kita membantai semua siluman ? lalu yang mimpi soal desa kemarin apa ? kita malah membantai manusia.” Balas Kazuya.
“Aneh, tapi kalau legenda yang di ceritakan seperti ini, jelas berbeda dengan apa yang kita alami.” Gumam Hayato.
“Tapi coba lihat gambar ini.....ke empat jendral itu memiliki mata merah, sama seperti kita.....dan sama seperti penduduk desa siluman itu...di penglihatan kita yang terakhir tadi, juga mereka memiliki mata yang merah.” Ujar Kazuya sambil menunjuk buku nya.
“Berarti kita berempat siluman ?” Tanya Hayato.
“Hah...aku malah berpikir tidak ada siluman, mereka yang di bilang siluman itu juga manusia tapi apa bedanya dengan manusia biasa kita tidak tahu.” Jawab Kazuya.
“Kalau benar begitu, berarti kaisar matahari membunuhi manusia dong....” Balas Hayato.
“Tidak tahu sebenarnya seperti apa, tapi jelas aku tahu aku manusia dan mata ku merah.” Balas Kazuya.
“Sama...aku juga tahu nya begitu, Akane dan Harumi aneki juga sama....” Tambah Hayato.
Keduanya kembali terdiam, mereka menyadari kalau mereka sebenarnya tidak normal dan berbeda dengan manusia lainnya, tapi mereka yakin kalau mereka bukanlah siluman.
“Sepertinya jawaban nya memang harus ke tengah benua ini seperti kata ossan.” Ujar Kazuya.
“Tapi Ren chan kan tidak mau ke sana....” Balas Hayato.
“Sekarang Rena sudah mau....” Ujar Renai di belakang keduanya.
Hayato dan Kazuya menoleh, mereka melihat Renai sedang di gendong Akane dan Harumi berdiri di sebelah nya, wajah keduanya masih merah. Akhirnya mereka semua duduk,
“Rena mau ke tengah benua ini, yuk pergi.” Ujar Renai.
“Kamu yakin Ren chan ?” Tanya Hayato.
Renai mengangguk sambil tersenyum. Lalu ke empatnya berjalan keluar dari perpustakaan dan berjalan menuju apartemen mereka kembali, tiba tiba “Gruyuuuuk.” Perut Akane dan Harumi berbunyi kencang. Keduanya langsung mendekap perut mereka, Hayato dan Kazuya melihat keduanya dengan bingung.
“Bukankah kamu baru makan Akane ?” Tanya Hayato.
“Belum....” Balas Akane.
“Kamu juga Haru, rasanya kita baru dari kedai nee san kan ?” Tanya Kazuya.
“Belum juga Kazu.....” Balas Harumi.
“Loh....kok ?” Tanya Hayato dan Kazuya dengan heran.
“Burp....” Ujar Renai yang duduk di pundak Kazuya.
“Yare yare.....” Ujar Kazuya sambil menggelengkan kepala.
“Sudah lah, ayo ke kedai nee san lagi....” Hayato menarik tangan Akane.
“I..iya hehe....” Ujar Akane yang terlihat senang.
Akhirnya merek kembali ke kedai Kurumi lagi dan makan kembali. Setelah itu, mereka menuju ke apartemen mereka untuk bersiap siap pergi menuju ke tengah benua.
***
Keesokan harinya, mereka bersiap pergi, ke limanya pergi ke permukaan dan langsung naik kendaraan baja mereka. Hayato mengemudikan nya, dia langsung berjalan lurus menuju kota selatan. Setelah cukup lama berjalan, akhirnya mereka masuk ke dalam kabut pasir yang sangat tebal dan tidak kelihatan apa apa, Hayato mengemudikan mobil nya secara perlahan karena pandangan nya terhalang. Setelah berjalan cukup lama di dalam kabut pasir, mereka melihat banyak patung dari tanah liat yang sudah membatu di sisi kanan dan kiri mereka. Hayato memberhentikan mobil nya dan melihat patung patung itu, ternyata setelah di perhatikan, patung patung itu berbaris seperti prajurit yang sedang menyambut seorang raja yang berjalan di tengah tengah jalan yang mereka kawal. Jumlah mereka ratusan dan masing masing memiliki wajah, tinggi badan dan tubuh berbeda walau pakaian mereka seragam, mereka seperti benar benar manusia yang membatu dalam keadaan sedang bertugas (reff : terracotta).
“Hey, mereka itu manusia atau memang patung sih ?” Tanya Hayato.
“Kalau di bilang patung, wajah nya memiliki karakteristik berbeda, tapi kalau di bilang hidup, mereka patung....membingungkan.” Jawab Harumi.
“Kok jadi merinding ya melihat nya....” Tambah Akane.
“Hmm memang sedikit mengerikan, kalau benar mereka manusia, mungkin mereka mati mendadak ketika sedang bertugas seperti ini....” Tambah Kazuya.
“Tapi pakaian nya....berbeda ya....seperti pakian jaman dulu sekali.” Ujar Harumi.
“Itu dia aneh nya....jujur saja aku baru melihat yang seperti ini.” Tambah Hayato.
“Kita terus ke dalam ?” Tanya Akane.
“Mau nya begitu....” Jawab Hayato.
“Tapi Rena chan gemetaran nih....” Balas Akane.
“Ti..tidak apa apa onee chan....Rena hanya kedinginan.” Balas Renai.
Akhirnya Hayato maju perlahan melewati patung patung yang berbaris rapat di kanan dan kirinya. Tak lama kemudian mereka melihat bangunan besar yang berbentuk piramid besar landai yang ujung nya terpotong (reff : mausoleum), tapi di tengah nya ada sebuah gerbang yang luar biasa besar, seperti piramida itu adalah alas nya. Hayato memberhentikan mobil nya kembali melihat bangunan besar di depan nya.
“Be..besar sekali....” Ujar Hayato sambil melihat ke depan nya.
“Bagunan apa ini....” Gumam Kazuya.
“Aku sering melihat satelit, tapi baru pernah melihat yang seperti ini....” Tambah Harumi.
“Aku benar benar tidak percaya melihat nya....” Tambah Akane.
Akhirnya mereka terdiam di depan bangunan besar itu, suasana makin mencekam karena tebalnya kabut yang mengelilingi mereka, mereka mulai merasakan diri mereka sedikit ketakutan,
“Aku merinding, ini semakin aneh...” Gumam Hayato.
“Sama, aku juga.....” Tambah Akane.
“Aku juga merasa begitu.....” Tambah Kazuya.
“Baru kali ini aku merasa seperti ini, merasa takut.” Tambah Harumi.
Tiba tiba Renai berdiri di tengah, keningnya mengeluarkan cahaya, matanya terpejam dan tangan nya mengatup di dada. Kaki nya sedikit melayang karena di bawah kakinya muncul dua buah cahaya.
“Selamat datang di istana kekaisaran matahari atau Taiyang Diguo, di dimensi Shenwu.” Ujar Renai yang terpejam.
“Taiyang Diguo ? Shenwu ?” Tanya ke empatnya serempak.
“Benar, tempat dimana gerbang berada dan akhirnya terbuka, membawa kita semua jatuh ke bumi 1000 tahun lalu.” Jawab Renai.
“1000 tahun lalu....bencana meteor....berarti....” Ujar Hayato.
“Benar sekali, sekali lagi selamat datang, apa kabar Yuan long, Xiao nan, Wang xia dan Hui lan, aku kangen sekali dengan kalian.”
Ke empatnya langsung tersentak kaget dan semuanya melihat wajah Renai yang mulai membuka matanya dan tesenyum sambil menangis. Tiba tiba,
“A Yin.” Ucap ke empatnya serempak dan meneteskan air mata tanpa mereka sadari.
Secara reflek ke empatnya langsung memeluk Renai yang ada di tengah tengah mereka. Dan mereka melihat penglihatan di benak mereka,
***
Shenwu, hari dimana matahari sudah sangat dekat. Yuan long dan Xiao nan yang sedang bertarung melihat ke atas, matahari sudah berada di atas mereka. Keduanya saling menghampiri dan berciuman karena merasa hidup mereka tidak akan lama lagi. Tiba tiba mereka melihat cahaya dari arah gerbang, tenyata A yin masih hidup dan berusaha menutup gerbang, melihat cahaya itu, Yuan long dan Xiao nan langsung melompat dan berjalan di udara menuju gerbang.
“Cepat....masih ada harapan....” Ujar Yuan long.
“Baik....” Balas Xiao nan sambil menggandeng tangan Yuan long.
Mereka melewati Wang xia dan Hui lan yang sedang melawan pasukan musuh, keduanya yang melihat Yuan long dan Xiao nan menuju gerbang langsung melompat dan mengikuti nya. Akhirnya ke empatnya mendarat di gerbang yang sudah sedikit menutup. Mereka langsung memeluk A yin yang mulut nya belumuran darah dan tetap berusaha menutup gerbang. Yuan long, Xiao nan, Wang xia dan Hui lan saling menoleh dan tersenyum sambil mengangguk.
“A yin maaf.....ikut kami....” Ujar Yuan long.
“Kemana ?” Tanya A yin.
“Hidup.....” Jawab Xiao nan, Wang xia dan Hui lan bersamaan.
“Apa maksud kalian ?” Tanya A yin.
Ke empat nya tidak menjawab dan langsung memeluk A yin, kemudian ke empat nya melompat bersamaan masuk ke dalam gerbang.
“Apa ? kenapa...kalian...ini berbahaya......” Teriak A yin.
“Kami mau kamu hidup.....” Jawab Yuan long.
“Benar A yin, kamu harus hidup, kami akan mengantar mu.” Tambah Xiao nan.
“Terima kasih A yin, kamu benar benar membuka hati kami ber empat.” Tambah Wang xia.
“Ini wujud terima kasih kami padamu, hiduplah, maafkan ke egoisan kami....” Tambah Hui lan.
Ke lima nya melaju menuju dimensi baru. Tapi, di belakang mereka kaisar matahari mengejar mereka bersama istana nya. Shenwu sudah hancur, di belakang kaisar matahari terlihat ledakan yang besar dan api dari matahari masuk ke dalam gerbang, menelan istana kaisar berikut kaisar di dalam nya,
“Tidaaaaak.......” Teriak kaisar.
Tapi istana nya terus melaju, Wang xia yang berbadan besar, memeluk Hui lan dan melepaskan pegangannya, dia berdiri menghadang istana kaisar yang semakin mendekat.
“Wang xia.......” Teriak Yuan long, Xiao nan, Hui lan.
“Bawa A yin pergi....aku percayakan pada kalian.....sampai jampa lagi, Hui lan, aku mencintai mu.” Ujar Wang xia.
“Tidak....tidak.....Wang. Aku juga mencintai mu Wang.” Teriak Hui lan.
Wang xia mengatupkan tapak nya dan menahan lajunya istana itu. Sementara Yuan long, Xiao nan, Hui lan langsung memacu kecepatan nya membawa A yin yang sudah pingsan. Tiba tiba terdengar ledakan di belakang mereka, Hui lan langsung berhenti dan berbalik.
“Hui lan...kenapa.....?” Teriak Xiao nan.
“Kalian pergilah, aku menunggu Wang, cepat pergi, bawa A yin.” Jawab Hui lan yang mengeluarkan dua pedang nya.
Sebuah titik muncul, ternyata istana kaisar matahari itu masih mendekat dan tidak ada tanda tanda keberadaan Wang xia. Hui lan menoleh dan melihat Yuan long bersama Xiao nan menjauh membawa A yin.
“Hiduplah kalian bertiga, Wang aku datang.” Hui lan langsung meluncur menuju istana kaisar matahari yang mendekat dan menahan nya.
Yuan long dan Xiao nan memeluk A yin di tengah dengan air mata yang bercucuran dan tanpa menoleh ke belakang. Pintu keluar sudah terlihat, tapi mereka merasakan ada nya hawa panas di belakang mereka, Yuan long menoleh, dia melihat istana kaisar matahari itu semakin mendekat. Yuan long melihat wajah Xiao nan yang sedang menatap pintu keluar dengan air mata bercucuran, dia mencium kening Xiao nan dan kening A yin yang pingsan.
“Xiao nan.....aku mencintai mu...maaf aku baru mengatakan nya......selamatkan A yin....selamat tinggal.....” Yuan long langsung mendorong Xiao nan sekuat tenaga menuju gerbang.
“Ap..apa, Yuan, Yuan.” Teriak Xiao nan semakin menjauh.
Yuan long berbalik dan menarik nafas panjang, dia memasang kuda kuda nya. istana kaisar matahari mendekat, Yuan long melihat Wang xia yang masih berdiri menahan nya walau sudah terbakar dan tidak bernyawa lagi, begitu juga Hui lan yang masih menusukkan pedang nya di sebelah Wang xia.
“Baiklah, Wang xia, Hui lan...aku bantu kalian.......haaaaat....”
Yuan long meninju dengan kedua tangannya dan bergabung bersama Wang xia juga Hui lan, tubuh nya langsung terbakar, tapi dia terus menahan nya sampai laju istana itu melambat. Sementara itu, Xiao nan berhasil keluar gerbang. Dia kebingungan karena dia berada di ruang angkasa dengan planet bumi persis di bawah nya. Xiao nan menyambar satelit yang kebetulan lewat dan memasukkan A yin ke dalam nya, kemudian dia melemparkan satelit itu dengan kakinya ke bumi.
“A yin, terima kasih, hiduplah A yin. Yuan, aku juga mencintai mu, aku senang kalau kita bertarung, maafkan aku yang terlambat mengatakan nya, pulanglah padaku, aku menunggu mu di sini. ”
Tiba tiba setitik cahaya terlihat dari dalam gerbang, Xiao nan melihat Yuan long dan dua yang lain sudah terbakar, tapi Yuan long masih hidup dan menoleh,
“Xiao nan...tutup gerbang nya.” Teriak Yuan long.
“Tidak, kamu cepat kesini, aku akan menutup nya setelah kamu masuk.” Teriak Xiao nan.
“Tidak, tutup sekarang Xiao nan, cepat, aku menahan nya dengan sisa tenaga ku....” Teriak Yuan long yang semakin mendekat.
“Tidak, tidak, aku tetap menunggu mu.” Teriak Xiao nan.
Akhirnya Yuan long memberhentikan pecahan itu persis di depan gerbang, dia merasakan tubuh nya di tarik oleh Xiao nan, bukan hanya dia, Wang xia dan Hui lan juga di tarik, kemudian Xiao nan menahan pecahan itu seorang diri sambil menutup gerbang nya, Yuan long yang melihat nya langsung bangkit dan membantu Xiao nan yang sudah terbakar untuk menutup gerbang, ketika gerbang sudah hampir menutup, istana matahari itu meledak karena terhantam panasnya matahari yang sebagian masuk ke dalam gerbang, sebagian besar pecahan istana masuk ke dalam gerbang kemudian menarik gerbang yang tersangkut, melesat kencang jatuh ke bumi, pecahan itu terus masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di permukaan, mengakibatkan kiamat. Ayin yang ada di dalam satelit tersadar dan melihat lautan api di luar satelit. Dia menangis kencang dan meraung raung. “Yuan....Axiao.....Wang....Ahui.....kalian........terima kasih....”