Cyber Masters

Cyber Masters
Chapter 21



Setelah semua bangun dengan heboh dan memakai pakaian mereka kembali, ke empatnya berkumpul di ruang tengah apartemen Hayato.


“Jadi.....”


Baru saja Hayato bicara, mulutnya di tutup Akane di sebelah nya yang masih berwajah merah karena kejadian barusan. Keduanya melihat Renai yang santai santai saja di depan mereka sambil membaca buku. Akhirnya ke empatnya berbisik,


“Ok ok....asumsi ku kalian semua mimpi hal yang sama....sebuah desa berisi siluman.” Ujar Hayato berbisik.


Akane, Kazuya dan Harumi mengangguk tanpa menjawab. Kemudian Hayato menunjuk Renai yang sedang baca buku sambil tengkurap dan santai di lantai.


“Ayin...?” Tanya Hayato berbisik.


Kembali Akane, Kazuya dan Harumi mengangguk. Ke empatnya mulai berpikir sambil mengamati Renai di depan mereka.


“Tapi mimpi kita juga melawan kaisar rupanya, kebetulan ?” Ujar Kazuya berbisik.


“Menolong siluman.” Tambah Harumi berbisik.


“Mata merah tanda siluman, berarti kita berempat siluman ?” Tanya Akane berbisik.


“Wah...ga tau lah....aku lapar, mau makan ?” Jawab Hayato.


“Hoi serius....” Balas Kazuya.


“Sekarang mau di pikir juga percuma kan, kecuali tanya dia....” Ujar Hayato berbisik sambil menunjuk Renai.


“Iya juga sih, tapi selalu ya, waktu itu juga gitu, kita duduk seperti ini berempat berdempetan dan dia tidur di pangkuan kita.” Tambah Akane berbisik.


“Tapi kemarin pakai baju....bahkan dia juga ikut telanjang tadi....” Ujar Harumi berbisik.


“Hmm apa kita tanya saja ya ?” Tanya Kazuya.


“Gimana caranya ?” Tanya Hayato.


Ke empatnya mulai berpikir lagi dan terdiam tanpa bicara sepatah kata pun, mereka memperhatikan Renai yang sedang bersiul siul sambil membaca buku. “Gruyuuuuk.” Perut Renai dan ke empatnya berbunyi.


“Kan tadi sudah ku bilang makan dulu....” Ujar Hayato.


“Ayo deh makan, di kedai Kurumi nee san aja....” Ajak Harumi.


“Rena mau....” Teriak Renai mengangkat tangan nya.


“Yuk deh.....” Tambah Akane.


“Percuma juga diam di sini....” Tambah Kazuya.


“Ayo ayo...ke kedai Kurumi nee san.” Tambah Hayato.


Akhirnya mereka berlima keluar dari apartemen dan berjalan menuju kedai Kurumi. Ketika sedang jalan menuju kedai,


“Aneki, ini perasaan ku saja atau bukan ya, kok rasa nya kota ini makin ramai ?” Tanya Hayato.


“Huh...aku pikir aku saja yang merasa begitu....iya memang tambah ramai dan rasanya banyak wajah asing yang tidak pernah ku lihat sebelum nya.” Jawab Harumi.


Ke lima nya terdiam di tempat dan mulai mengawasi keadaan kota, kebetulan ada orang yang mereka sudah sangat kenal lewat.


“Oi stoooop....” Ujar Hayato sambil menarik motor yang lewat di depan nya.


Pengendara motor itu jengger kun, karena motornya di tarik, dia melayang dari motornya dan langsung nyungsep di jalan.


“Adu duh....apa apaan sih....?” Tanya jengger kun.


Begitu menoleh dia kaget ternyata yang menarik motornya adalah Hayato, Akane, Kazuya, Harumi dan Renai.


“Oi jengger kun, kenapa sekarang di kota banyak orang asing ?” Tanya Harumi.


“Banyak pengungsi datang kesini dari barat dan selatan sejak tiga hari lalu....” Jawab jengger kun.


“Pengungsi dari barat dan selatan ?” Tanya Kazuya.


“Iya benar, aku juga tidak tahu ada apa di barat dan selatan....” Ujar jengger kun.


“Hmm.....apa ya yang terjadi di dua kota itu...” Gumam Kazuya.


“Kita bisa cek ke kantor ku....” Balas Harumi.


“Makan dulu, Rena lapar.....” Teriak Renai.


“Iya iya makan dulu....sabar.” Balas Akane.


“Um....jangan jangan kalian mau ke tempat Kurumi nee san ?” Tanya jengger kun.


“Iya, memang kenapa ?” Tanya Hayato.


“Saran aja, kalian sebaiknya jangan kesana dulu....sudah aku jalan dulu dan namaku bukan jengger kun.” Jawab jengger kun.


Jengger kun langsung memacu motornya lagi menuju arah yang berlawanan dengan Hayato, Akane, Kazuya, Harumi dan Renai.


“Apa sih dia itu....” Ujar Akane.


“Ga usah di pikirkan...yuk deh.” Ajak Hayato.


Mereka meneruskan berjalan menuju kedai Kurumi. Sesampai nya di depan kedai, mereka melihat ada sebuah stand makanan yang sepertinya menjual makanan khas dari barat, makanan yang pernah di beli Hayato, tapi stand itu kosong meninggalkan tempat pembakaran makanan masih menyala.


“Sebentar, kok kayaknya aku kenal ya stand makanan ini....” Gumam Hayato.


“Masa bodohlah, ayo masuk...” Ajak Harumi.


Ke empat nya di tambah Renai berjalan masuk ke dalam kedai. Hayato membuka pintunya sambil melihat stand di depan, “Sreeeg.”


“Kami pulang nee san....” Teriak Hayato ketika membuka pintu.


“Oh selamat datang......” Balas Kurumi santai.


Ke empatnya langsung menutup mata Renai, karena di depan mereka, Kurumi sedang duduk membelakangi di pangkuan seorang pria tanpa busana dan sambil merokok dengan wajah datar dengan bergerak turun naik, tubuh Kurumi yang juga tanpa busana menghadap pintu, sedangkan di sebelah nya seorang wanita muda yang berkulit sawo matang dan hanya menggunakan celemek melakukan hal yang sama, dia terlihat sangat menikmati nya.


“Waaaaaa.” Teriak ke empat nya.


Tanpa menunda lagi ke empat nya keluar dari kedai sambil membawa Renai dan menutup rapat pintunya. Wajah Hayato, Akane, Kazuya dan Harumi menjadi merah padam menyaksikan pemandangan di depan mereka.


“Ku bilang juga apa....hehehe.” Teriak jengger kun yang melewati mereka dengan motor nya sambil tertawa.


Hayato, Akane, Kazuya, Harumi duduk di pinggir jalan di sebrang kedai. Renai duduk di pangkuan Akane. Wajah ke empat nya merah padam dan menunduk.


“Tadi...yang didalam....” Ujar Hayato.


“Orang asing, selain Kurumi nee san, semuanya orang asing....grrr kota ku rusak.” Balas Harumi.


“Ampun...deh.....kacau sekali...” Tambah Akane.


“Berhasil ga aniki....aku ga berhasil nih....” Balas Hayato.


“Sulit....di depan mata langsung, benar benar live action....” Balas Kazuya.


“Benar aniki...sulit...gawat nih.....” Balas Hayato.


“Bisa ga kalian diam dan jangan membahas apa yang kita lihat barusan...” Teriak Akane.


“Kamu juga diam merah...dasar virgin, lihat begitu saja gemeter.” Balas Harumi.


“Memang aneki tidak, yang keluar duluan tapi masih ngintip aneki kan, penasaran ? belum pernah ya aneki.....” Balas Akane.


“Sekarang siapa yang membahas hayooo...” Ujar Hayato.


“Diam kamu....” Teriak Harumi dan Akane bersamaan.


“Memang tadi obasan main apa ? Rena lapar nih.....main apa sih obasan ? Masih lama ga ?” Tanya Renai sambil menoleh kepada Akane.


Mendengar pertanyaan Renai, ke empatnya langsung menoleh melihat wajah Renai yang bertanya dengan polos nya. Ke empatnya langsung berdiri,


“Ok...sudah saatnya mencari tahu apa yang terjadi....ke kantor ku.” Ajak Harumi.


“Setuju....tidak bisa di biarkan...” Tambah Hayato.


“Rena chan sampai bertanya seperti itu, sudah kelewatan namanya....” Tambah Akane.


“Lalu ? kalian tahu apa yang harus kita lakukan setelah ke kantor Harumi ?” Tanya Kazuya.


“Pantau lewat satelit....apa yang terjadi di barat dan selatan.” Jawab Harumi.


“Kedua kotanya di dalam tanah gimana pantaunya ? Satelit bisa nembus tanah ?” Balas Kazuya.


Ke empatnya kembali terdiam, mereka sadar mereka tidak bisa berbuat apa apa, tiba tiba Renai berjalan menuju kedai Kurumi.


“Hei.....” Teriak ke empat nya memberhentikan Renai.


“Rena lapar....” Ujar Renai yang sudah memegang pintu nya.


Tapi ketika dia mau membuka pintu, ternyata dari dalam pintu sudah terbuka, dua orang pria keluar dari dalam kedai dan tanpa sengaja seorang pria itu mendorong Renai. Kedua pria itu menoleh melihat Renai,


“Hei...ini anak yang di cari itu kan ?” Tanya seorang pria yang melihat Renai di depan pintu.


“Oh anak ini ya, rejeki nih....” Ujar seorang pria lagi mendekati Renai mau menangkap nya.


Renai merangkak mundur karena di hampiri oleh pria itu yang terlihat beringas ingin menangkap nya, tapi


“Yooo....mau apa ? berani sekali mau menangkap adik kami....” Hayato menghentikan langkah pria yang berniat menangkap Renai itu dengan memelintir tangan nya ke belakang.


“Kalian cari mati ya.....aku tahu kalian, dari selatan kan.” Tambah Akane yang langsung mengacungkan kaki nya di depan wajah pria di sebelah nya.


“Hoo dari selatan ya.....siapa yang menyuruh kalian ?” Tanya Kazuya.


“Cepat jawab....atau ku cincang....” Tambah Harumi yang menghunus pedang nya.


“Ma..maaf kami hanya di suruh Kawaguchi Toru san mengambil uang dari restoran restoran di sini dan mencari anak itu....a...ampun Suzaku.” Jawab pria yang di pelintir oleh Hayato.


“Hooo Kawaguchi Toru ya, dia di sini ?....antar aku ketemu bos kalian.....” Balas Akane.


“Di..dia ada di sini...tapi kami tidak tahu dia dimana...kalau pun tahu kami tidak mau mengatakan nya. Kalau anak itu bisa kami dapatkan, maka utara tidak perlu di serang kan dan kami bisa pulang.” Ujar pria yang di todong kaki itu sambil melirik Renai.


“Grrr mau di apain nih aneki ?” Tanya Akane.


“Bersihkan lah......aku panggil tim pembersih lapangan...” Balas Harumi.


Kaki Akane yang berada di depan wajah pria itu turun sedikit dan langsung menendang dagu pria itu dari bawah ke atas membuatnya mati seketika. Kazuya langsung memegang kepala pria yang di pelintir Hayato dan menekan kepalanya sampai mengeluarkan darah dari mata, hidung dan mulutnya, pria itu juga mati seketika. Harumi menelpon anak buah nya untuk melakukan pembersihan, sedangkan Hayato langsung menggendong Renai.


“Jangan seenak nya disini...” Ujar ke empatnya bersamaan.


“Akhirnya makan....” Ujar Renai.


Ke lima nya masuk ke dalam kedai, Kurumi sudah berpakaian kembali dan wanita muda yang berkulit sawo matang, keluar dari kedai untuk kembali menjaga stand nya. Di dalam Kurumi langsung memasak makanan untuk mereka sambil bercerita kalau kondisi 2 hari belakangan ini kacau, banyak pengungsi dari selatan dan barat yang merusuh, mereka mengatakan kalau para mafia di kota mereka mengumpulkan orang orang untuk menyerang kota utara, penduduk di beri dua pilihan, mengungsi dan merusuh atau mencari Renai di utara kemudian di biarkan hidup atau menjadi pasukan mereka untuk menyerang utara. Kalau menolak keduanya langsung di bunuh. Dua orang tadi datang ke kedai meminta uang pada Kurumi atau mereka mau menghancurkan kedainya, maka terjadilah hal seperti tadi, semua karena di perintah oleh seorang yang bernama Kawaguchi Toru yang datang dari selatan. Hayato, Akane, Kazuya dan Harumi geram mendengarnya.


“Habis makan kita bersih bersih....” Ujar Hayato.


“Langsung cari dalang nya.....” Tambah Harumi.


“Akhirnya, kesini juga biang kerok itu...Kawaguchi Toru, putra ketiga dari keluarga Kawaguchi.” Tambah Akane.


“Kita cari kemana dia ? Tanya siapa ?” Tanya Kazuya.


“Sepertinya jengger kun tahu....” Jawab Kurumi sambil memasak.


“Ok....” Balas ke empatnya serempak.


Kurumi datang membawa makanan untuk ke limanya. Hayato, Akane, Kazuya dan Harumi makan dengan cepat dan menitipkan Renai sementara pada Kurumi. Renai setuju dan minta tambah makanan nya pada Kurumi. Selesai makan, Hayato, Akane, Kazuya dan Harumi langsung pergi keluar dari kedai. Ke empat nya langsung melompat naik ke atas gedung dan kemudian melompat dari satu gedung ke gedung lain menelusuri kota yang melingkar ke bawah. Mereka menemukan jengger kun di sebuah gudang kosong sedang bermain kartu dengan teman teman nya. Ke empat nya langsung turun di tengah tengah jengger kun dan teman teman nya.


“Waaaa ada apa lagi ?” Tanya jengger kun kaget.


“Cepat katakan dimana si Kawaguchi Toru.” Jawab Harumi sambil menyambar baju jengger kun.


“Ok ok...aku antar....ikuti aku....” Ujar jengger kun menyerah.


Jengger kun menaiki motornya dan memacu kencang motornya, tapi Hayato, Akane, Kazuya dan Harumi berlari di sebelah motornya. Setelah menelusuri jalan berputar untuk kembali ke kota bagian atas, mereka sampai di sebuah gedung yang tidak terpakai dan kosong.


“Di sini ?” Tanya Harumi.


“Iya, dia di dalam, tapi aku tidak terlibat loh ya....karena dia merusak kota makanya aku menyelidiki nya.” Jawab jengger kun.


“Ok, ayo masuk....” Ajak Hayato.


Harumi menendang pintunya sampai terlepas dan terpental ke dalam, orang orang di dalam langsung kaget melihat ke empatnya datang, tapi karena melihat Akane, mereka langsung melarikan diri. Tapi karena pintu keluar hanya satu dan harus melewati ke empat nya, tidak ada yang selamat keluar dari dalam gedung itu. Jengger kun yang menunggu di luar tersenyum melihat aksi ke empatnya. Mereka terus membersihkan gedung itu dari satu ruangan ke ruangan lainnya, dari lantai satu ke lantai empat, ketika naik ke lantai paling atas, mereka menemukan sebuah pintu yang tertutup rapat. Harumi kembali menendang nya dan daun pintu itu melesat ke dalam kemudian menancap di dinding sebrang pintu. Semua orang yang di dalam langsung berdiri dan bersiap siap.


“Ka..kamu....kenapa kamu bisa di sini....Suzaku.....” Ujar seorang pria muda yang menunjuk ke arah Akane.


“Bukan urusan mu kan ? kamu merusak kota ini dan menjadikan nya sarang mu....bagus bagus......”


Tanpa menunda lagi, Akane langsung menghilang dan menendang Kawaguchi Toru sampai kaki nya menembus dada nya dan melemparkan nya keluar kaca yang pecah, jatuh ke kedalaman kota. Melihat Kawaguchi Toru terbunuh, semua orang di dalam berniat lari. Tapi lagi lagi, karena pintu hanya satu, tidak ada yang selamat. Ke empatnya berjalan kembali keluar dari gedung.


“Sudah ?” Tanya jengger kun yang menunggu di luar.


“Beres....” Balas ke empatnya serempak.


Tiba tiba tablet Harumi berbunyi, ke empatnya bergegas menuju gedung kantor Harumi yang tidak jauh dari gedung barusan. Ke empatnya masuk ke dalam gedung dan langsung menuju ruangan Harumi. Di dalam mereka melihat semua monitor menampilkan sebuah gambar pencitraan dari satelit. Pasukan berseragam loreng merah, lengkap dengan beberapa tank, helikopter pengangkut, tentara infantri, motor motor milik geng mafia dan beberapa mobil jeep milik mafia berjalan dari selatan menuju utara. Dari barat juga terlihat beberapa mobil jeep dan banyak motor menuju utara.


“Mereka datang....” Ujar Kazuya.


“Ya.....mari pesta....” Balas Hayato.