Cyber Masters

Cyber Masters
Chapter 25



Setelah melewati kabut tebal dan padang yang luas, akhirnya mereka bisa melihat hutan lebat yang mengelilingi oasis di selatan.


“Huh akhirnya pulang ke selatan...” Akane menggerutu.


“Ya mau gimana lagi, markas mereka ada di selatan.....” Balas Hayato.


“Kenapa ? kok takut pulang ke kota sendiri ?” Tanya Harumi.


“Siapa takut ? malas, bukan takut.” Jawab Akane.


“Hmm memang kamu berbuat apa di kota mu ?” Tanya Kazuya.


“Tidak berbuat apa apa....” Jawab Akane sambil melihat keluar jendela.


“Hmm ?” Gumam Hayato, Kazuya dan Harumi curiga.


Mereka memarkir mobil mereka di tepi hutan dan langsung melompat ke atas pohon, mereka mengawasi dari atas pohon.


“Kok kayak nya sepi sepi aja nih....” Ujar Hayato.


“Iya....aneh....” Balas Harumi.


“Ok kalau begitu kita masuk ke kota.” Ajak Kazuya.


“.....” Akane diam saja.


Akhirnya mereka menuju reruntuhan yang ada seluncur untuk masuk ke dalam kota. Ketika sampai, mereka melihat kota selatan yang canggih dan seperti pecinan, tapi yang paling menyita perhatian mereka adalah reklame yang tersebar, dengan bintang iklan Suzaku yang memakai topeng kucing.


“Um...sorry nih....itu yang di reklame...kamu ?” Tanya Hayato.


Akane tidak menjawab dia hanya mengangguk saja dan menutup wajah dengan kedua tangan nya. Tiba tiba seorang penjaga yang berwajah seram mendekati mereka.


“Kalian datang dari mana ?” Tanya penjaga itu.


“Oi Merah, kenapa dia tidak kenal kamu ?” Tanya Harumi.


“Um.....” Jawab Akane.


“Karena onee chan kalau keluar pakai topeng kucing.....” Jawab Renai.


“Pffft......topeng kucing.” Harumi langsung memalingkan wajah nya karena menahan ketawa.


“Lucu ya aneki ?” Tanya Akane yang mulai tersulut.


“Sangat pffft.....” Balas Harumi sambil menutup mulutnya menahan tawa.


“Hei, kamu cantik juga ya....” Tegur penjaga sangar ketika mendekati Akane.


“Buahahahaa.....maaf maaf...” Harumi tertawa kencang karena sudah tidak bisa menahan nya lagi.


Tiba tiba Akane memakai topeng kucing yang entah dia dapat darimana dan melipat tangan di dada.


“Hah....Suzaku...maaf...maafkan aku....” Penjaga itu langsung berlutut dan menyembah karena ketakutan.


“Grrr....jangan sekali lagi.” Balas Akane, suaranya terdengar lucu karena memakai topeng.


“Buahahahahahaha.......aku tidak tahan lagi.....” Teriak Harumi.


“Grrr aneki, gimana kalau kita selesaikan di sini.....” Balas Akane dengan suara yang lucu.


“Hahahahahaha...tolong jangan bicara....” Balas Harumi.


“Hmm rambut nya sama.....tapi mendingan mulai sekarang kamu pakai topeng...ok.” Ledek Hayato sambil melihat reklame.


“Grrrrrrrr....kamu bilang apa pemulung.....tahan...hufff....” Akane berusaha keras menahan amarah nya.


“Yare yare...kalian bisa tidak jangan bercanda.


“Hehehehe.....” Renai tertawa melihat semuanya.


Akane kemudian maju dan bertanya kepada penjaga dimana pasukan red oni berada. Penjaga menjawab kalau pasukan itu berkumpul di pelabuhan, petinggi mereka sekarang ada di kediaman Kawaguchi. Akhirnya Akane memimpin ke empat nya menuju kediaman Kawaguchi dan dia membuka topeng nya, kemudian topeng itu menghilang di udara, Hayato menegur Akane,


“Oi Akane kenapa kamu lepas, pakai topeng saja, kalau ada topeng yang lain kita bertiga pinjam.” Tambah Hayato.


“Sebentar, aku buatkan.....” Ujar Akane.


Akane menekan tombol di sabuk yang menempel di pahanya, layar di sabuk itu berputar dan mengeluarkan sinar bercahaya biru yang membuat sesuatu di udara. Akhirnya sinar itu membuat empat buah topeng kucing berwarna merah, hitam, biru dan putih. Akane mengambil warna merah seperti yang biasa dia pakai, Harumi warna hitam, Hayato warna biru dan Kazuya warna putih. Renai juga memakai topeng khusus yang di buatkan Akane dengan warna beraneka ragam.


“Jadi fungsi sabuk di paha mu itu untuk ini ya......” Ujar Hayato yang baru tahu karena dia tidak melihat sebelumnya.


“Yup, biar mudah....” Balas Akane.


“Aku memakai sesuatu yang di buat di tempat yang tidak senonoh.” Gumam Harumi sambil memegang topeng nya.


“Berisik aneki.....” Balas Akane.


“Yare yare.” Gumam Kazuya.


“Hehehehe....onee chan keren.” Tambah Renai yang memakai topeng nya.


“Sebentar, sebenarnya apa tujuan nya kita juga pakai topeng ?” Tanya Harumi.


“Dia kan terkenal di sini pakai topeng, jadi biar sama saja hehe...” Jawab Hayato.


“Hah kirain apa...tapi boleh lah, nebeng tenar.” Balas Kazuya.


“Terus saja meledek ku....” Balas Akane.


“Siapa yang meledek, kita solider sama kamu, kalau tidak kasihan kan...” Balas Hayato.


“Grrrrr.....tahan...tahan.....” Balas Akane menahan marah.


Akhirnya mereka sampai di sebuah gedung besar di tengah kota yang merupakan apartemen kediaman keluarga Kawaguchi. Akane yang sudah emosi tingkat tinggi langsung menendang pintu lobby apartemen,


“Aku datang....” Teriak nya sambil mengangkat kaki nya.


Para penjaga yang berada di dalam dan beberapa orang pasukan merah cyborg langsung menoleh dan menodongkan senjata mereka. Hayato melompat dan berputar kemudian mendarat dengan mendaratkan kedua tinjunya ke depan, dua orang penjaga langsung terkapar, Akane melompat melewati Hayato dan melepaskan Renai kepada Hayato. Dia langsung menendang split kepala dua penjaga di depan nya. Beberapa penjaga melihat Hayato yang menggendong Renai langsung menembaki nya, Hayato melompat maju, menaruh Renai di punggung Kazuya dan berguling, kemudian dia langsung maju menyerang musuh. Kazuya masih berdiri tegak, maju perlahan sambil menangkis peluru dengan Renai menemplok di belakang nya. Ketika seorang penjaga di depan nya jongkok dan tangannya berubah menjadi bazoka, Harumi mengambil Renai dari punggung Kazuya dengan cambuk nya dan melompat menangkap Renai kemudian memeluk nya. Sementara Kazuya yang menangkap peluru bazoka, memutar kedua tapak nya dengan peluru bazoka di tengah tengah dan melemparkan nya ke penjaga di depan. Ledakan besar terjadi di depan ke empat nya, karena para penjaga merupakan cyborg, ikut meledak tersambar ledakan penjaga yang terkena bazoka. Ke empat nya maju melangkah ke dalam dengan Renai berjalan di depan mereka sambil tertawa senang. Ketika sudah sampai dalam, mereka menemukan seorang pria paruh baya berkepala botak dengan separuh wajah nya sudah mekanik berdiri menghadang di depan pintu.


“Mundur, kalian tidak boleh melewati pintu ini.” Ujar pria itu.


“Oh ya....” Akane maju dan langsung menendang kepalanya pria itu.


Tapi pria itu diam saja dan membiarkan kepalanya di tendang oleh Akane. Melihat tendangan nya tertahan, Akane melompat mundur.


“Wah dia bisa menahan tendangan ku.” Ujar Akane.


“Whoaaah keren.....coba ah....” Hayato maju dan langsung memukul dada pria itu.


Sama seperti Akane, pria itu tidak terpengaruh dengan tinju Hayato dan tersenyum meremehkan. Harumi langsung maju menyabetkan pedang nya karena kesal, pria itu mengangkat lengan nya dan menangkis pedang Harumi sampai terpental bersama dirinya yang salto ke belakang.


“Biar ku coba....” Kazuya maju dan menyentuh dada pria itu dengan tapak nya.


Dia berbalik dan berjalan kembali ke teman teman nya. Pria itu memegang dadanya, wajah nya memerah seperti sedang di rebus. Tiba tiba dada nya membengkak dan seluruh tubuh nya mengembang. Pria itu meledak dan hancur menjadi serpihan.


“Hei, kamu pakai ilmu apa ?” Tanya Harumi.


“Ah tidak, aku hanya memutar balik sirkulasi nya dari dalam. Sebab serangan fisik tidak mempan kan.” Jawab Kazuya.


“Oh begitu ya....baru tahu.” Balas Hayato.


“Bukan hebat, aku hanya lebih berpengalaman saja dan berkepala dingin....” Balas Kazuya.


“Nyindir ya ?” Tanya Harumi.


“Wah kalau merasa tersindir maaf.....” Balas Kazuya meledek.


“Kupikir cuma aku yang berkepala panas, ga taunya aneki juga toh hahaha.” Tambah Akane.


“Padahal aku berkepala dingin loh....” Ujar Hayato.


“Iya saking dingin nya sampai ga serius....” Sindir Kazuya.


“Oh hahahaha.....begitu ya aniki.” Balas Hayato.


“Hmm tapi ada yang seperti ini di tentara mereka ya....” Gumam Harumi.


“Kita harus serius berarti....” Tambah Hayato.


“Itu khusus kamu....” Balas Akane.


“Dan kamu harus di rendem es.....” Balas Hayato.


“Huh....” Akane melipat tangan di dada nya.


“Pasangan bego....” Tambah Harumi.


“Memang kamu ga, cebol ?” Tanya Kazuya menoleh pada Harumi.


“Uh.....” Balas Harumi dengan wajah merah dan melipat tangan nya.


“Yare yare....” Gumam Kazuya.


“Udah yu, Rena ngantuk.....” Celetuk Renai yang menghentikan semua omongan ke  empat nya.


Ke empatnya langsung menoleh kepada Renai yang sedang mengucek matanya. Kazuya langsung menggendong nya dan mereka masuk ke dalam. Mereka menaiki gedung dan memeriksa lantai demi lantai, sampai akhirnya mereka tiba di sebuah pintu besar yang berada di lantai paling atas. Akane menendang pintu nya sampai terlepas,


“Aku dataaaaaaang....” Teriak nya.


Dua orang pria di dalam ruangan langsung berdiri, seorang dari mereka memakai seragam tentara dan baret merah, seorang lagi memakai setelan jas mewah.


“Su..Suzaku.....kenapa kamu masih hidup ?” Tanya pria berjas itu kaget.


“Hah...memang siapa yang bilang aku sudah mati.....harusnya aku yang bicara begitu kan, kenapa kamu masih hidup Kawaguchi Ichiro, bukankah kamu sudah kubunuh 3 tahun lalu ?” Tanya Akane.


“Oh aku tahu kenapa dia masih hidup, lihat, tubuh nya bukan manusia....semua mesin.” Jawab Hayato.


“Huh tidak usah kamu jelaskan aku sudah tahu.....” Balas Akane.


“Hey, siapa mereka ? kalian mengantar anak itu kesini, bagus.” Tanya seorang pria berpakaian tentara dan baret merah.


“Aku tidak tahu yang lain, admiral.....tapi yang berambut merah Suzaku.....” Balas Ichiro.


“Wah kalau begitu kita kenalan.....aku Seiryu, yang pakai pedang Genbu dan yang berambut putih Byakko....salam kenal.” Ujar Hayato meledek.


“A...apa.....kenapa kalian bisa bersama.....mustahil.....” Ujar Ichiro ketakutan.


Pria yang di panggil admiral itu langsung menekan tombol di remote yang ada di pinggang nya, tapi tidak ada reaksi apa apa. Dia menepuk nepuk remotenya dan merasa heran.


“Kenapa ? mau manggil pasukan ? sayang sekali semua sudah habis...” Ujar Hayato.


“Kurang ajar kalian, berani kalian menentang kaisar.”  Teriak Admiral.


“Nah, memang kami mau bicara sepatah dua patah kata sama kaisar itu, di mana dia ?” Tanya Hayato.


“Hahaha....kalian pikir kalian siapa berani sekali....hei Kawaguchi, tangkap mereka.” Ujar Admiral.


“Mus..mustahil admiral....mereka bukan manusia.....” Ujar Ichiro.


Mendengar ucapan Ichiro, Akane dengan kecepatan tinggi langsung mendorong tubuh Ichiro ke kaca jendela dengan kaki nya. Kaca di belakang Ichiro retak terdorong tubuh mesin nya. Admiral langsung mengeluarkan pistolnya dan menodong Akane, tapi pistolnya langsung di ambil oleh Hayato yang kemudian meninju hancur pistolnya. Hayato melayangkan tinjunya ke wajah admiral, tapi sama seperti pria sebelum nya di depan, pukulan Hayato tidak ada artinya. Akhirnya dia mencoba cara Kazuya dengan menohok ulu hati admiral sampai mundur.


“A..apa yang kamu lakukan.....agh...ti..tidak....”


Tubuh admiral mulai membengkak dan wajah nya menjadi merah semerah merah nya. Dadanya mulai menggembung dan dia meledak hancur menyerpih.


“Ah...kenapa di bunuh duluan ? kita belum dapat keterangan....” Ujar Kazuya.


“Ups...aku sebenarnya hanya ingin mencoba cara aniki tadi hehe...maaaaf.” Balas Hayato.


“Ka..kalian tahu tidak apa yang kalian lakukan.....kaisar akan murka....” Ujar Ichiro.


“Hey, katakan dimana kaisar itu berada....” Balas Harumi.


“Kalau pun aku katakan, kalian bisa apa ?” Tanya Ichiro.


“Krak...krek.” Retakan kaca di belakang Ichiro bertambah banyak, akhirnya kaca itu rontok dan Ichiro terjengkang jatuh ke bawah. Tapi Akane langsung mencabut kepala Ichiro dan meletakkan nya di meja sementara tubuh mesin nya jatuh ke bawah.


“Aaaah.....tubuh ku........” Teriak Ichiro yang kepalanya ada di meja.


“Kami masih mau bertanya kepada mu....” Ujar Harumi mendekati kepala Ichiro.


“Pip...pip...pip....” Terdengar suara seperti suara detik pada jam digital. Hayato mengangkat kepala Ichiro dan melihat ke mesin di bawah nya. Ternyata ada hitungan mundur dan bertuliskan “self destruct countdown.” Waktu yang tertulis 59:10:03.


“Hahahaha.....kalau aku mati, maka seluruh kota selatan ini akan meledak, kalian pikir kalian bisa begitu saja pergi dari sini setelah membunuh ku....” Ichiro tertawa.


“Ah tadi sepertinya aku melihat tabung di bawah, sebentar ya...” Kazuya langsung keluar dari ruangan.


Selagi Kazuya keluar, Hayato, Akane dan Harumi yang menggendong Renai yang tidur, terus bertanya kepada Ichiro dimana kaisar. Ichiro tetap tidak menjawab dan terus tertawa. Tak lama kemudian, Kazuya membawa sebuah tabung berisi cairan berwarna hijau, dia membuka tutup nya dan Hayato mengangkat kepala Ichiro.


“Hey...apa yang kalian lakukan...hey....” Teriak Ichiro.


Hayato memasukkan kepala Ichiro ke dalam tabung, memasang kabel nya dan menutup nya, kepala Ichiro yang berada di dalam cairan masih terus berbicara walau tidak kedengaran lagi suaranya. Tiba tiba wajah nya menjadi kaku dan matanya terpejam, Hayato membalik tabung nya dan melihat hitungan mundurnya berhenti. Ternyata kepala Ichiro di awetkan menjadi tidur di dalam cairan hijau yang seperti slime itu.


“Fiuuuh...beres, kota ini aman....” Ujar Hayato.


“Lalu kepala itu mau di apakan ?” Tanya Akane.


“Kubur, kubur yang dalam sampai tidak ada yang menemukan nya....” Jawab Harumi.


“Hmm gimana kalau di pelabuhan saja....” Tambah Kazuya.


“Boleh....kita kesana saja....langsung pendam di lautan pasir.....” Balas Hayato.


Kazuya langsung mengambil tabung nya, ketika ke empatnya mau beranjak ke luar, “Blung.” Sebuah layar hologram mengambang di atas serpihan tubuh Admiral yang keluar dari salah satu komponen di kepalanya yang sudah hancur. Di layar itu muncul seorang pria yang sedang duduk di belakang meja dan berpakaian layaknya kaisar jaman kuno.


“Ah....rupanya Ren Ai bersama kalian....bagus bagus...apa kabar Genbu....” Sapa pria di layar hologram itu.


“Ka..kamu.....ternyata benar benar kamu.....” Balas Harumi.


“Kaisar matahari....” Teriak Hayato, Akane dan Kazuya.


“Cari aku di benua es....aku tunggu kalian....” Ujar Kaisar matahari.


Layar kembali menghilang, Hayato, Akane, Kazuya dan Harumi berdiri menatap ke depan dengan tangan yang mengepal dan pandangan yang tajam.


-End Arc 1 : The Masters -