
Tanpa menunggu lama lagi, ke empatnya langsung naik ke atas, mereka menitipkan Renai bersama Kurumi. Keluar dari lift mereka langsung berdiri di depan oasis dan melihat dari kejauhan deru debu karena ada pasukan dalam jumlah besar datang menuju utara.
“Gimana kalau kita dahului mereka....” Ujar Hayato.
Dia langsung mengangkat kedua tangannya dan menarik keduanya ke pinggang dengan kuda kuda di kakinya, dia menjulurkan kedua tangan nya dan menempelkan pergelangan tinjunya, dia menarik kedua tangan nya yang sudah tertempel ke pinggang. Matanya terpejam, energi menjalar ke seluruh tubuh nya. Kedua tinjunya mulai menyala dan dia memukulkan nya ke depan,
“Haaaah....”
Gelombang tinjunya membentuk seekor naga besar berwarna biru yang meliuk liuk menuju deru debu pasukan yang sedang datang menuju ke arah nya. Gelombang tinju berbentuk naga itu langsung menghantam pasukan dan terjadi ledakan di depan mereka.
“Hehehe berhasil....” Ujar Hayato.
“Hmmm....” Gumam Akane, Kazuya dan Harumi.
“Kenapa ?” Tanya Hayato.
“Jadi itu hasil meditasi mu, baiklah...aku juga tunjukkan.” Ujar Kazuya.
Kazuya maju sedikit dan berdiri memasang kuda kudanya, dia merentangkan tangan nya dan membuka tapak nya, kemudian dengan gerakan gemulai dia mulai memutar kedua tapaknya, satu searah jarum jam dan satunya kebalikan arah jarum jam. Energi di sekitarnya mulai berputar. Lalu dia mengapitkan tapak nya di dada dan menghentak maju,
“Haaaah......”
Kazuya memukul kan kedua tapak nya yang menempel, gelombang tinju nya membentuk dua buah tapak yang besar hitam dan putih menuju deru debu pasukan yang masih meledak ledak akibat naga milik Hayato.
“Wow....” Gumam Hayato.
“Hmmm....” Gumam Akane dan Harumi.
“Ini hasil meditasi sewaktu kita menunggu Renai chan bangun waktu itu.” Balas Kazuya.
“Haha sama, yang barusan juga aku dapat dari meditasi itu.” Tambah Hayato.
Tiba tiba keduanya merasakan hawa panas dari sebelah mereka, ketika keduanya menoleh, mereka melihat Akane sedang berdiri tegak dengan satu kaki terangkat lurus ke atas. Kedua tangan nya mengatup di dada dan matanya terpejam. Kemudian dia mulai menari menggunakan tendangan nya, setiap gelombang tendangan nya berkumpul membentuk sebuah bola api yang besar di atas kepalanya, begitu bola api itu sudah besar, Akane bersalto dan
“Haaah.”
Dia menendang bola api besar itu ke arah pasukan yang sedang meledak ledak jauh di depan mereka akibat serangan Hayato dan Kazuya sebelum nya. Ledakan nya bertambah besar. Akibat terhantam bola api milik Akane.
“Hehehe bagus....” Ujar Akane.
“Hmmm...” Gumam Hayato dan Kazuya.
“Kenapa ? sama saja kan.....” Balas Akane.
“Lihat sebelah mu...” Ujar Kazuya.
Ketika Akane menoleh dia melihat Harumi sedang bermain pedang nya seperti sedang menari, angin sekelilingnya berkumpul dan berputar akibat energi dari tarian kedua pedang nya. Akhirnya angin itu membentuk tornado yang cukup besar dan tajam, akibat tarian pedang Harumi. Angin tornado itu meliuk liuk seperti ular dengan ujung pusaran angin di atas sebagai kepalanya,
“Haaaaah...”
Harumi menusukkan pedang nya dengan gaya menyamping dan mengangkat satu kaki nya, angin tornado yang berbentuk seperti ular itu langsung maju menuju ledakan di depan mereka. Dan menambah besar ledakan nya lagi.
“Hmmmm...” Ujar Hayato, Akane dan Kazuya.
“Kenapa ? aku juga dapat dari meditasi.” Balas Harumi.
“Ah tidak....” Ujar ketiganya.
“Sisa dari mereka datang tuh.....” Ujar Hayato sambil menunjuk ke depan.
Dua buah tank, sebuah helikopter dan pasukan motor milik mafia maju menuju ke empatnya. Di belakang mereka masih ada beberapa mobil jeep milik mafia dan pasukan infantri cyborg yang tinggal sebagian.
“Hee itu sisanya.....” Ujar Akane.
“Hebat juga tidak kabur....” Tambah Kazuya.
“Ayo, jangan sampai mereka mendekat...” Ajak Harumi.
“Majuuuuu....” Teriak Hayato.
Ke empatnya langsung berlari kencang melewati gurun dan menuju ke arah pasukan yang datang itu. Hayato dan Kazuya langsung menerjang pasukan pengendara motor dan menghabisi mereka, Akane menghancurkan beberapa jeep di belakang nya bersama Harumi,
“Cebol....” Teriak Kazuya.
Harumi melompat ke pundak Kazuya dan langsung melompat lagi menghajar helikopter di atas nya dan Kazuya langsung berhadapan dengan salah satu tank di depan nya, dia memukulkan tapak nya dan membuat tank mundur, kepalanya terbuka, tapi tank sempat menembak dan tembakannya mengarah ke atas, Harumi yang sudah mau turun langsung membelah pelurunya dan meledak di udara, kemudian dia masuk ke dalam tank melalui kepalanya yang terbuka.
“Hayato...tank yang di belakang.” Teriak Kazuya.
“Siap....Akane....” Teriak Hayato.
Hayato melompat dan Akane menyusul di samping nya, kemudian mereka bergandengan, Hayato melemparkan Akane lebih tinggi ke atas. Kemudian ketika turun Hayato meninju laras meriam sehingga kepala tank berputar dan Akane jatuh dari atas menghantam tank dan masuk ke dalam tank. Kedua tank itu meledak dari dalam, Akane dan Harumi bersalto keluar, Hayato menangkap Akane yang jatuh dan Kazuya menangkap Harumi yang jatuh. Ke empat nya mendarat dan berjalan menuju kota mereka kembali. Tiba tiba di atas mereka ada sebuah misil yang mengarah ke oasis utara.
“Aduh...gimana cara kita mencegah nya....” Ujar Hayato yang berlari.
“Kejar dulu....” Tambah Kazuya yang berlari.
Akane dan Harumi juga berlari menuju arah jatuh nya misil yang sudah menukik ke bawa.
“Tidak akan sempat.....” Ujar Harumi.
Ketika ke empatnya dalam keadaan panik dan sudah merasa tidak akan sempat, tiba tiba sebuah pelindung setengah lingkaran dari sinar berwarna kuning menutupi seluruh oasis. Misil itu meledak di udara ketika menghantam pelindung. Melihat itu, ke empatnya langsung teringat mimpi mereka,
“Ren chan...” Teriak Hayato.
“Rena chan...” Teriak Akane.
“Renai chan...” Teriak Hayato.
“Ren Ren.....” Teriak Harumi.
Ke empatnya langsung mempercepat lari mereka menuju kubah setengah lingkaran yang masih menahan ledakan di atas nya. Mereka masuk ke dalam kubah dan tak lama kemudian kubah menghilang. Ke empatnya melihat Renai pingsan tak sadarkan diri di pangkuan jengger kun persis di depan lift.
“(Ren chan) (Rena chan) (Renai chan) (Ren Ren)...” Teriak Hayato, Akane, Kazuya dan Harumi bersamaan.
Jengger kun berdiri dan menggendong Renai yang pingsan dan langsung memberikan nya pada ke empatnya yang langsung memeluk Renai dan memeriksa nya. Ke empatnya membawa Renai turun ke bawah bersama jengger kun dan langsung menuju apartemen mereka. Di dalam mereka langsung membaringkan Renai di kamar nya. Akane dan Harumi menjaganya di dalam, sementara Hayato dan Kazuya menunggu di luar.
***
[POV Renai]
Renai membuka matanya, dia bangun dari tidurnya dan duduk, kemudian dia melihat sekeliling, dia berada di sebuah ruangan putih yang bersih.
“Rena dimana ? Haya onii chan...Kazu onii chan....Aka onee chan...Haru onee chan...dimana kalian...Rena ga mau sendirian....huuu huuu...”
Renai mulai takut karena tidak ada siapa siapa di dalam ruangan itu selain dirinya. Selagi dia bingung dan takut, tiba tiba, “Treng....Treng....Treng...” Seseorang datang dan sepertinya dia membawa tongkat dari belakang nya. Renai menoleh dan melihat seorang anak kecil yang mirip seperti dirinya membawa tongkat yang besar dan memakai jubah juga mahkota yang menutupi kepalanya yang gundul. Dia berdiri di belakang Renai dengan tangan sebelah di dada nya. Setelah Renai berbalik, dia langsung menunduk di depan Renai dan tersenyum.
“Halo Ren Ai.....” Sapa nya.
“Um...kamu siapa ya ? kok mirip Rena ?” Tanya Renai.
“Aku adalah kamu dan kamu adalah aku....kita satu.” Jawab nya.
“Rena tidak mengerti.....” Balas Renai.
“Namaku Teng Fang Yin dan nama asli mu adalah Teng Ren Ai, kita adalah satu.” Ujar biksuni itu.
Renai terdiam, dia sama sekali tidak mengerti maksudnya, akhirnya dia jongkok dan mulai menangis karena ketakutan. Biksuni itu langsung jongkok dan menaruh tongkatnya, kemudian dia memeluk Renai yang ada di depan nya.
“Mulai sekarang kamu bisa berkomunikasi dengan ku, sebab aku ada di dalam mu, dan kamu ada di dalam ku. Setelah ini, aku ingin kamu mengajak mereka berempat untuk ke tengah benua ini. Sudah saatnya.” Ujar Teng Fang Yin.
“Tapi...Rena takut kalau kesana....entah kenapa.” Jawab Renai.
“Tentu saja kamu takut, karena di tengah ada gerbang yang membawa kita semua kesini, kamu akan mengerti kalau sampai ke sana, tidak perlu takut, gerbang itu sudah tidak bekerja lagi, lagipula sekarang aku bersama mu, kamu panggil aku Ayin.” Ujar Ayin.
“Begitu ya....tapi nanti mereka berubah tidak ?” Tanya Renai.
“Baiklah kalau begit, Rena percaya Ayin....” Ujar Renai.
“Bagus, sekarang bangunlah, mereka sudah menunggu mu....” Ayin menjentikkan jarinya dan ruangan putih itu menjadi retak seperti kaca dan kemudian pecah.
“Waaaaaaa.....” Teriak Renai yang jatuh ke kegelapan menuju setitik cahaya di bawah nya.
Renai yang tertelan oleh titik putih yang semakin membesar itu, memejamkan matanya.
“Rena chan ?”
“Ren Ren ?”
Renai mendengar dua orang yang sudah dia kenal memanggil namanya, dia membuka matanya dan melihat Akane sedang melihat nya dengan cemas, dia menoleh dan melihat Harumi juga sedang melihatnya dengan cemas. Renai langsung bangun dan duduk di tempat tidurnya. Akane dan Harumi langsung memeluk nya. Hayato dan Kazuya yang mendengar suara Akane dan Harumi, langsung masuk ke dalam kamar, mereka lega melihat Renai sudah siuman.
“Teng Ren Ai.....” Gumam Renai.
“Eh siapa ?” Tanya Akane dan Harumi serempak.
“Nama Rena.....Teng Ren Ai.....” Gumam Renai sekali lagi.
Mendengar Renai mengucapkan namanya, Hayato, Kazuya, Akane dan Harumi terdiam. Mereka melihat wajah Renai yang sepertinya sedikit berubah walau masih lucu. Renai terlihat sedikit lebih dewasa dan lebih bijaksana. Kemudian dia turun dari tempat tidur dan menghampiri Hayato, dia memegang tangan Hayato.
“Yuan Long......” Ujar Renai sambil menarik Hayato.
Karena Kazuya ada di sebelah nya, Renai juga langsung menggandeng tangan Kazuya.
“Wang Xia.” Ujar Renai.
Kemudian Renai menarik keduanya menuju tempat Akane dan Harumi duduk, dia menempelakan tangan Hayato ke tangan Akane. Kemudian menoleh melihat Akane,
“Xiao Nan.” Ujar Renai sambil tersenyum.
Kemudian setelah Hayato dan Akane bergandengan, dia turun mengambil tangan Harumi dan menggandengkan nya dengan tangan Kazuya. Renai melihat wajah Harumi,
“Hui Lan.”
Setelah Hayato dan Akane bergandengan dengan bingung, kemudian Kazuya dan Harumi juga bergadengan dengan bingung. Renai naik ke atas tempat tidur dan berdiri menghadap ke empat nya yang ada di depan nya. Dia mengambil tangan Hayato dan Akane yang tergandeng dan tangan Kazuya dan Harumi yang tergandeng. Renai memejamkan mata dan dari kedua tangannya keluar dua buah sinar terang yang menyelimuti tangan ke empatnya yang bergandengan. Di punggung tangan ke empat nya muncul satu huruf ‘Fu’ yang artinya kebahagiaan. Huruf itu meresap ke dalam punggung tangan ke empatnya. Setelah cahaya menghilang, Renai melepas tangan nya.
“Hehehe selamat ya Haya onii chan...Aka onee chan kalian sudah menikah dan Kazu onii chan....Haru onee chan....kalian sudah menikah. Rena senang....hehehe.”
Renai pingsan kembali dan jatuh di tempat tidurnya dengan wajah tersenyum lebar. Sementara ke empatnya tertegun dengan mulut menganga.
“Sebentaaaaaaar....maksudnya apaaaaa.....” Teriak ke empatnya.
Wajah ke empatnya menjadi merah dan tidak mengerti apa maksud yang di ucapkan juga yang di lakukan Renai barusan. Tapi tiba tiba huruf yang meresap di punggung tangan mereka menyala terang dan ke empatnya jatuh tidak sadar kan diri.
***
[POV Hayato (melibatkan semuanya tapi ambil satu pov saja)]
Hayato membuka matanya, dia melihat pemandangan yang belum pernah di lihat nya. Sebuah rumah kuno tanpa teknologi sedikit pun dengan atap masih dari kayu dan tiang tiang yang menopang nya. “Cyuur...” Dia mendengar seseorang sedang memeras handuk di sebelah nya. Ketika dia menoleh, dia melihat seorang wanita cantik berpakaian pendekar kuno dengan bunyi gemerincing di kaki nya. Wanita itu menoleh dan tersenyum melihat nya yang sudah membuka mata. Hayato merasa keluar dari tubuh nya dan melayang melihat diri nya yang terbaring (Nb : kesadaran Hayato menggunakan tanda [] )
“Sudah bangun Yuan Long ?” Tanya wanita itu.
“Eh.....Xiao...Nan...aku kenapa ini ?” Jawab Yuan Long.
[Hayato : Hah...Xiao Nan...bukankah dia Akane ? dan aku Yuan Long ?]
“Kamu pasti lupa......tapi terima kasih ya, kamu menolong ku ketika aku hampir terkena racun siluman laba laba....dan malah kamu yang terluka.” Gumam Xiao Nan sambil menempelkan handuk nya di kepala Yuan Long.
“Huh...sebenarnya aku tidak berniat membantu mu.......”
[Hayato : Hah bicara apa kamu ? Sok banget]
Belum selesai Yuan Long berbicara mulutnya sudah di tutup Xiao Nan menggunakan jari telunjuk nya sambil tersenyum.
“Jangan bicara dulu....walau pun kamu tidak berniat, aku tetap berterima kasih.” Balas Xiao Nan sambil memeras handuk nya lagi.
“Terima kasih Xiao Nan.” Balas Yuan Long.
[Hayato : Nah gitu dong, payah nih cowo padahal wajah nya merah.]
[Hayato : tapi ngomong ngomong ini dimana ? bukankah aku sedang bingung di kamar Ren chan ya tadi ?]
Tiba tiba beberapa orang masuk ke dalam ruangan itu, Yuan Long berusaha untuk duduk, tapi di cegah Xiao Nan.
“Jangan duduk dulu...” Ujar nya sambil mendorong perlahan tubuh Yuan Long.
“Gimana keadaan Yuan Long, Xiao Nan ?” Tanya seorang anak kecil di sebelah Xiao Nan.
“Dia tidak apa apa A Yin....tenang saja...mungkin butuh beberapa hari untuk bisa melanjutkan perjalanan.” Jawab Xiao Nan.
[Hayato : oi oi oi....apa ini...di depan ku itu....Ren chan ? tapi kok Ren chan botak ya....dan di panggil A Yin ?]
Kemudian dua orang maju mendekat, seorang berbadan besar dengan rambut botak separuh dan seorang wanita membawa pedang.
“Hah..sudah kubilang dia tidak apa apa kan ? kamu terlalu khawatir Xiao Nan.” Ujar wanita itu.
“Diam Hui Lan...aku sedang mengurusnya.” Balas Xiao Nan.
[Hayato : Aneki.....Hui Lan, berarti yang satunya aniki ?]
“Haaah Hui Lan, kamu tadi juga khawatir kan, kenapa tidak terus terang saja sih.”
“Diam Wang Xia.....jangan bicara lagi...” Balas Hui Lan dengan wajah merah.
[Hayato : Hahahaha aneki memang sama saja di manapun....berarti yang besar seperti aniki itu bernama Wang Xia ya....]
“Baiklah kalau begitu, kita beristirahat dulu di padepokan ini selama beberapa hari. Baru kita lanjutkan perjalanan.” Ujar AYin.
“Tu..tunggu AYin...aku tidak apa apa....kita lanjut saja.” Ujar Yuan Long yang berusaha bangkit.
“Sudah kubilang jangan bangkit dulu...kenapa kamu tidak mendengarkan kata kata istri mu sih.....” Teriak Xiao Nan sambil meletakkan kaki di perut Yuan Long.
[Hayato : Ap..apa ? Is..istri ? Akane bilang dia istri ku ? yang benar saja....eh tunggu, ini bukan aku...Yuan Long....iya...bukan aku tapi Yuan Long dan Akane adalah Xiao Nan...ya benar...ah aku jadi bingung....]
Hayato merasakan dirinya melayang layang di udara melihat dirinya terbaring di tindih kaki Akane supaya tidak bangun. Dia melihat sekeliling dan melihat Akane, Kazuya dan Harumi melayang bersama nya dalam bentuk roh. Tiba tiba terdengar suara,
“Hahaha...memang keputusan yang bagus A Yin, menikahkan mereka berdua...mereka cocok hahahaha....” Wang Xia tertawa terbahak bahak.
“Diam......” Teriak Yuan Long dan Xiao Nan bersamaan.
“Hahahaha....aku sependapat....” Tambah Hui Lan.
“Kalian juga kan Wang Xia...Hui Lan...cocok...” Tambah A Yin.
Wang Xia dan Hui Lan langsung saling membuang wajah nya tapi mereka bergandengan tangan. Kemudian semua orang di bawah nya tertawa dan terlihat bercanda dengan ceria. Hayato merasa kangen dengan perasaan ini.
[Hayato : Mereka....persis dengan kita.....apa artinya ini.....aku harus keluar dari sini...aku harus keluar....]
Tiba tiba seluruh gambaran di depan nya retak dan runtuh seperti kaca yang pecah, tubuh Hayato jatuh masuk ke dalam kegelapan.
[Hayato : Aaaaaaaah..]
****
“Waaaaaaaa....” Ke empatnya bangun bersaman.
Hayato langsung saling melihat dengan Akane dan Kazuya juga melakukan hal serupa bersama dengan Harumi. Tiba tiba wajah ke empatnya merah dan mereka langsung membalik tubuh mereka.
“Aku tidak terimaaaaaaa.....” Teriak ke empatnya.