
,Noura dan kedua temannya pergi menuju kelas mereka, sementara Jane melanjutkan perjalanannya menuju kedai miliknya.
Beberapa saat kemudian, Jane tiba di kedainya tersebut dan melakukan kegiatan seperti setiap hari ia lakukan.
Para pelanggan mulai berdatangan silih berganti. Hingga saat waktu menunjukan jam tiga sore, ini saatnya ia menjemput Alice karena ia telah berjanji.
" tring.. " dering ponsel Jane ada pesan masuk dari Alice.
" Jane, aku sudah selesai jam kuliah sekarang. Jika kau ingin menjemput ku, aku akan menunggu depan di gerbang kampus.. " isi pesan dari Alice.
" baiklah, aku akan segera menjemputmu tunggulah di sana.. " jawaban pesan dari Jane.
Tak lama kemudian Jane pergi menjemput Alice. Sementara saat Alice menunggu di depan gerbang kampus, ia tak sengaja bertemu dengan Noura dan kedua temannya menaiki mobil milik Noura.
" hai Alice, apa kau ingin pergi ke kedai Jane..?? " tanya Noura.
" ya, aku akan ke sana.. " jawab Alice.
" kalau begitu ayolah naik mobilku saja, kita pergi ke sana bersama.. " ajak Noura.
" ah tidak dan terimakasih atas tawarannya. Tapi Jane sedang dalam perjalanan untuk menjemput ku.. " ucap Alice menolak ajakan Noura.
" ok baiklah,kalau begitu sampai bertemu di sana ya.. " ucap Noura melambaikan tangannya ke arah Alice dan Alice membalasnya.
Beberapa saat kemudian Jane datang menggunakan motornya ke hadapan Alice.
" apakah kau sudah menunggu lama disini.. " tanya Jane sambil memakaikan helm di kepala Alice.
" tidak terlalu lama, mengapa semakin hari wajahmu semakin tampan Jane.. " ucap Alice berbisik.
" hahahaha, kau ini selalu saja berbicara sesuatu yang lucu terhadapku, ayo naik.. " ucap Jane sambil tertawa mendengar ucapan Alice.
Mereka berdua pergi meninggalkan kampus tersebut menuju kedai milik Jane. Tak lama kemudian mereka sampai di kedai tersebut dan segera masuk ke dalam.
" hai Noura.. " ucap Alice sambil menggandeng lengan Jane.
" hai.. " jawab Noura.
" apakah kau sudah memesan minuman..?? " tanya Jane melihat meja di hadapan Noura dan kedua
temannya masih kosong.
" aku sudah memesannya kepada anak buah mu.. " jawab Noura.
" oh ya, baiklah tunggulah sebentar, mereka akan segera mengantar pesanan kalian.. " jawab Jane.
" ya, kami akan menunggunya.. "jawab Noura.
Jane dan Alice menuju tempat dimana biasa mereka duduk, yaitu di depan meja bar.
" tring.." suara ponsel milik Noura berbunyi ada pesan masuk.
" hei Noura, kemari lah duduk lah di bersama kami disini, ajak kedua temanmu juga.. " isi pesan tersebut dari Jane.
Setelah membaca pesan tersebut, Noura mengajak temannya untuk berpindah.
" kau akan kemana Noura..?? " tanya Elisa kepada Noura.
" ayo kita pindah ke sana.. " ucap Noura sambil menunjuk tempat yang di maksud.
" memang mengapa jika kita disini, bukankah kau selalu ingin duduk di sebelah sini..?? " tanya Elisa lagi.
" mungkin saja Noura ingin lebih dekat melihat si tampan Jane.. " ucap Anna dengan polosnya.
" kau ini selalu saja berbicara yang tidak-tidak.. " ucap Elisa.
" bisa saja seperti itu.. " ucap Anna.
" diam lah.. " ucap Noura dengan tatapan kesal.
Kemudian mereka berjalan menuju tempat yang di maksud. Tak lama kemudian seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka bertiga.
" Alice hidungmu berdarah.. " ucap Noura sambil menunjuk ke arah wajah Alice.
Alice yang pusing serta kaget melihat darah begitu banyak keluar dari hidungnya, ia pingsan dan hampir terjatuh namun Jane dengan cepat memeluknya.
" Alice.. Alice.. sadarlah.. " ucap Jane memanggil Alice sambil menepuk lembut pipinya.
Karena mereka semua panik, akhirnya mereka membawa Alice ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan mobil Noura.
Alice mulai membuka matanya dengan perlahan, wajah yang pertama kali ia lihat adalah ibunya yang ada di hadapannya. Karena panik Jane mencoba menghubungi Ibunya Alice dan memberi tahu keadaan Alice.
" mama..?? apa yang mama lakukan disini..?? dimana aku berada..?? " ucap Alice dengan nada lembut sambil mencoba bangun dari tidurnya.
" kamu pingsan setelah mengeluarkan darah di hidungmu, sekarang kita ada di rumah sakit dan Jane yang menelepon mama utuk datang ke sini.. " ucap Tante Mira sambil membantu Alice untuk duduk.
" mungkin saja karena aku terlalu kelelahan.. " ucap Alice sambil memegang kepalanya.
" ya, kau terlalu kelelahan.. " ucap Tante Mira dengan perasaan khawatir dengan kondisi anaknya tersebut.
" lalu dimana Jane..?? " dia menunggu di luar bersama ketiga temanmu, apa kau ingin bertemu dengan Jane..?? " tanya Tante Mira dan hanya dijawab anggukan oleh Alice.
" baiklah mama akan memanggilkan Jane dan ketiga temanmu.. " ucap Tante Mira sambil pergi keluar.
" Jane, Alice ingin bertemu denganmu juga kalian semua.. " ucap Tante Mira
" baik tante.. " jawab Jane, kemudian ia masuk ke kamar rawat Alice bersama Noura dan kedua temannya.
" bagaimana keadaanmu sekarang.. " tanya Jane sambil mengelus rambut Alice.
" aku baik-baik saja, mungkin aku seperti ini karena aku kelelahan.. " ucap Alice.
" maka dari itu mulai sekarang, kau jangan datang membantuku lagi di kedai.. " ucap Jane.
" tidak apa-apa, lagi pula aku di sana hanya sesekali saja membantumu.. " jawab Alice.
" ya tetap saja kamu akan kelelahan, aku tidak sanggup melihatmu seperti tadi lagi. Aku sangat khawatir dengan keadaanmu.. " ucap Jane sambil menggenggam erat lengan Alice dengan hati penuh ke khawatiran.
" benar apa kata Jane, sebaiknya kamu jangan terlalu kelelahan.. " ucap Tante Mira.
" tapi mam, akan sangat membosankan jika berdiam diri di rumah saja.. " jawab Alice.
" baiklah, kalau begitu bagaimana kau boleh tetap datang ke kedai Jane, tap dengan syarat kau tak melakukan apapun di sana.. " ucap Tante Mira.
" baiklah.. " jawab Alice dengan perasaan senang.
Mendengar ucapan Ibunya Alice, membuat Jane saling bertatap mata dengan Tante Mira.
Jam besuk selesai, Jane, Noura dan kedua temannya keluar dari kamar inap Alice di antar Tante Mira.
" mengapa tante tetap mengijinkan Alice datang ke kedai ku..?? " tanya Jane.
" tante lebih tau apa kebahagiaannya, dia selalu senang jika sedang bersamamu, maka dari itu tante titipkan Alice kepadamu saat jauh dari tante.. " ucap tante Mira kepada Jane
" baiklah tante, aku akan selalu menjaga Alice dengan baik tante tak perlu khawatir.. " ucap Jane dengan penuh tanggung jawab.
" terimakasih telah menjadi teman Alice yang baik.. " ucap tante Mira sambil memegang lengan Jane.
" tak perlu berterimakasih tante,semampuku aku akan membuat Alice bahagia, tante tak perlu khawatir akan hal itu.. " ucap Jane sambil mengusap lengan tante Mira.
Sementara Noura dan kedua temannya hanya terdiam menyaksikan mereka dari jauh.
" kalau begitu kau pulang dan istirahatlah dahulu, terimakasih telah mengantar Alice ke sini.. " ucap Tante Mira.
" baiklah, setelah kedai tutup aku akan kembali untuk bermalam menemani Alice.. " ucap Jane.
" sekali lagi terimakasih Jane, dan untuk kalian semua terimakasih telah mengantar Alice ke sini.. " ucap Tante Mira kepada Noura dan kedua temannya.
Kemudian Jane,Noura dan kedua temannya pamit untuk pulang,sementara Jane di antar kembali ke kedai oleh Noura.