
Alice, Noura, Anna dan Elisa mengucapkan belasungkawa kepada Jane atas kematian neneknya.
" ya terimakasih, kalau begitu kami berdua pamit duluan dan terimakasih atas tempat duduknya.." ucap Jane kepada Noura dan kedua temannya.
Jane pun segera mengantar Alice pulang menggunakan motornya, sesampainya di sana Alice pun turun dari motor Jane.
" Jane kabari aku jika kau sudah sampai di sana.. " ucap Alice.
" baiklah, maaf aku tidak bisa mampir ke rumahmu dan sampaikan salam ku kepada ibumu, bilang padanya terimakasih telah mengizinkanku untuk mengajakmu pergi malam ini.." ucap Jane.
" baiklah.. " jawab Alice.
Kemudian Jane pergi menuju ke rumahnya dan menyiapkan beberapa baju ganti selama di Thailand. Setelah selesai berkemas kemudian ia mengunci pintu rumahnya dan berjalan ke jalan raya yang tak jauh dari rumahnya untuk mencari taksi menuju bandara.
Sudah setengah jam tidak ada taksi ataupun kendaraan umum yang lewat.
Saat sedang merasa gelisah, tiba-tiba ada seseorang menggunakan mobil menghampirinya dan membuka kaca mobilnya.
" hai Jane, mengapa kau masih disini..?? bukankah kau akan pergi ke Thailand malam ini..?? " tanya Noura dari dalam mobil.
" ya, aku akan pergi ke bandara sekarang, tapi sudah hampir setengah jam disini aku tak menemukan taksi atau kendaraan umum.. " jawab Jane.
" kalau begitu naiklah, biar ku antar kau ke sana.. " ucap Noura menawarkan untuk mengantar Jane ke bandara.
" ah, tidak perlu.. biar aku menunggu saja disini.. " ucap Jane.
" ayolah masuk, jangan menolak ku.. " ucap Noura memaksa.
" tapi bandara cukup jauh dari sini, bagaimana dengan kau saat pulang nanti..??" tanya Jane mengkhawatirkan Noura.
" tak perlu khawatir, kebetulan di sana tak jauh dari bandara ada rumah tanteku, aku bisa bermalam di sana, cepatlah naik.. " ucap Noura memaksa sambil membuka pintu mobil di sebelahnya.
" baiklah kalau begitu, sebelumnya terimakasih atas tumpangannya.. " ucap Jane.
Kemudian Jane menaiki mobil milik Noura dan mereka pergi menuju bandara.
" kemana teman-teman mu tadi..?? " tanya Jane menanyakan Elisa dan Anna.
" aku sudah mengantarnya pulang.. " jawab Noura.
Selama didalam perjalanan mereka tak banyak bicara, karena Noura mengendarai mobilnya dengan serius dan dalam kecepatan yang cukup tinggi. Setelah dua jam perjalanan, mereka pun sampai di bandara dengan selamat. Jane pun turun dari mobil milik Noura dan berterimakasih kepada Noura karena telah mengantarnya.
" terimakasih banyak telah mengantarku kesini, maaf merepotkan mu.. " ucap Jane sambil berdiri di samping mobil Noura.
" sama-sama, kah juga telah membantuku, jadi apa salahnya aku membantumu, kalau begitu segeralah pergi dan Hati-hati dijalan.. " ucap Noura.
" baiklah, kalau begitu aku pamit dan jangan lupa kabari aku jika kau sudah sampai di rumah tante mu.. " ucap Jane. Kemudian ia segera pergi meninggalkan Noura.
Baru saja beberapa langkah Jane pergi, tiba-tiba Noura memanggilnya dan turun dari mobil untuk mengejar Jane.
" hai tunggu Jane.. " teriak Noura dari kejauhan, dan Jane oun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Noura.
" apakah ada sesuatu..?? " tanya Jane.
" ya,, bagaimana bisa aku mengabari mu jika aku sudah sampai nanti di rumah tanteku, sedangkan nomor ponsel mu pun aku tak punya.. " ucap Noura sambil memberikan ponsel miliknya untuk meminta nomor ponsel milik Jane.
" ah iya, kau benar.. sini biar ku catat nomorku.. " jawab Jane sambil mengetik nomor ponsel miliknya ke ponsel Noura.
Setelah selesai Jane kembali melanjutkan perjalanannya menuju tempat pembelian tiket pesawat internasional.
Sementara Noura merasa senang telah mendapatkan kesempatan untuk bisa kenal dekat dengan Jane.
Setelah hampir sekitar 6 jam penerbangan, akhirnya ia sampai di bandara internasional Bangkok. Kemudian ia melanjutkan perjalanan ke rumah neneknya menggunakan taksi selama 1 jam.
Akhirnya Jane sampai di rumah neneknya, di sana sudah banyak keluarga dan ke para kerabat yang datang. Namun sayang sekali ayah Jane tidak dapat menghadiri prosesi pemakaman tersebut dan hanya di wakili oleh Jane.
Semetara keesokan harinya, Alice membantu mengurus kedai kopi milik Jane seperti biasa, Setiap pulang kuliah dia selalu menyempatkan diri untuk membantu para pegawai kedai tersebut.
Meskipun terasa hampa bagi Alice tanpa kehadiran Jane. Ia selalu mengirim pesan kepada jane lewat ponselnya untuk menanyakan kabarnya, namun Jane tak membalasnya.
Satu minggu berlalu, Jane masih juga tidak memberi kabar kepada Alice sehingga Alice merasa khawatir dengan Jane. Ia bingung harus mencari kabar kemana, bahkan sudah tiga hari yang lalu ponsel milik Jane tidak aktif.
Begitu juga Noura, ia sempat mengirim pesan kepada Jane namun tak ada balasan. Sampai Noura berfikir apakah Jane tidak ingin berteman dengannya, karena sampai satu minggu pesan darinya tak pernah di balas, bahkan tak di baca sama sekali. Karena penasaran, akhirnya Noura berniat untuk pergi ke kedai kopi milik Jane setelah selesai kuliah. Noura pergi ke kedai tersebut sendirian tanpa di temani kedua temannya.
Noura berjalan menuju tempat pemesanan kopi di kedai Jane dan menghampiri Alice yang sedang duduk santai di sana.
" hai Noura.. " ucap Alice dari kejauhan sambil melambaikan tangannya kepada Noura.
" hai Alice.. " jawab Noura.
" kemana kedua temanmu..?? tumben sekali kau datang kesini sendiri.. " ucap Alice sambil melihat ke arah kiri kanan Noura.
" ya, aku sengaja datang kesini sendiri.. " jawab Noura.
" apa yang ingin kau pesan..?? " tanya Noura.
" aku ingin segelas jus stoberi.. " ucap Noura.
" baiklah, akan segera ku antar ke kursi mu.. " ucap Alice.
Beberapa saat kemudian Alice membawa segelas jus stoberi yang di pesan Noura dan berjalan menuju ke arahnya.
" ini pesanan mu.. " ucap Alice sambil menaruh gelas jus tersebut di meja Noura.
" terimakasih.. " ucap Noura dan Alice kembali ke tempat semula.
Sudah hampir satu minggu kedai kopi milik Jane tidak seramai biasanya, entah mungkin karena Jane adalah nyawa di kedai tersebut jadi ketika ia tak ada, kedai tersebut sedikit menurun pendapatannya.
Noura duduk sendiri di kursi tersebut sambil memainkan ponselnya, begitu juga Alice yang juga memainkan ponselnya.
Karena Noura penasaran dengan keadaan Jane, ia mencoba memberanikan diri untuk mengajak Alice mengobrol.
Noura mengambil gelas jus tersebut dan berjalan menuju meja bar di depan Alice.
" eemm,, sepertinya aku tak melihat Jane dari tadi, kemana dia..?? " tanya Noura.
" dia masih di Thailand.. " jawab Alice.
"oh, pantas saja aku tak melihatnya sedari tadi, kapan dia kembali kesini..?? " tanya Noura lagi.
" entahlah, semenjak dia pergi ke sana, sampai hari ini aku tak mendapat kabar darinya, aku mengkhawatirkan nya.. " ucap Alice sambil termenung.
" mungkin dia di sana masih sibuk dengan para keluarganya.. " ucap Noura.
" ya aku oun berpikir begitu, tapi tidak seperti biasanya ia mematikan ponselnya, aku khawatir dengannya.. " ucap Alice yang tampak khawatir dengan keadaan Jane.
" kita doakan saja semoga Jane baik-baik saja di sana.. " jawab Noura.
" ya semoga saja.. " ucap Alice.
Saat mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba saja ada sebuah taksi berhenti di depan kedai tersebut, hingga membuat Noura dan Alice menengok ke arah taksi tersebut.