COFFEE YOUR MAGIC

COFFEE YOUR MAGIC
Eps 4



Senyuman dan sikap manis yang Jane perlihatkan kepada Alice memang sangat nyata. Bahkan tak heran sebagian orang mengira kalau mereka bak sepasang kekasih.


Noura memperhatikan sikap Jane terhadap Alice, dia meyakini kalau mereka berpacaran.


" hai Noura, serius sekali kau memandang mereka.. hahaha.. " ucap Elisa sambil menepuk lengan Noura.


" aku tidak memandang mereka.. " ucap Noura dengan perasaan gengsi.


" mungkinkah mereka berdua berpacaran..?? sikapnya terlihat manis.. " ucap Anna sambil terus memandang ke arah Jane dan Alice.


" biarkan saja mereka, tak perlu kau urusi urusannya.. " ucap Elisa.


" tapi sepertinya mereka hanya sahabatnya saja.. " ucap Anna.


" memangnya mengapa jika mereka hanya bersahabat..?? " tanya Elisa.


" siapa tau dia tertarik denganku.. " ucap Anna. Dengan ucapan Anna tersebut membuat kedua sahabatnya tersebut terkejut dan melihat ke arahnya.


" apa kau sudah gila..?? dia itu wanita..!! " ucap Elisa.


" ya tidak masalah menurutku berpacaran dengan siapapun, lagi pula aku penasaran dengannya.. " ucap Anna.


" memang benar-benar sudah tidak waras pikiranmu.. " ucap elisa.


" lalu jika memang dia menyukai wanita, apa menurutmu dia akan tertarik padamu..?? " tanya Noura kepada Anna.


" entahlah, setidaknya aku ingin merasakan berkencan dengannya, pasti romantis sekali.. " ucap Anna sambil membayangkan berkencan dengan Jane.


" setidaknya jikapun ia tertarik dengan wanita, aku yakin seleranya bukan kau, tapi Noura.. " ucap Elisa.


" hah, perbincangan macam apa ini, sudahlah.. " ucap Noura.


Sementara Jane dan Alice belum mendapatkan tempat duduk.


" ternyata lelah sekali.. " ucap Alice dengan nada lelah.


" apa kau ingin pulang sekarang..?? " tanya Jane khawatir dengan Alice.


" tidak, aku nasih ingin disini, tapi aku ingin istirahat sebentar.. " ucap Alice. Jane melihat-lihat ke arah sekitar memang tidak ada tempat duduk yang kosong, hanya satu yang tersisa di sebelah Anna tadi.


" sudahlah biarkan saja kau duduk di sana.. " ucap Jane menunjuk ke arah tempat duduk kosong sebelah Anna.


" tapi kita kan tidak kenal mereka, masa iya tiba-tiba saja kita duduk di sana bergabung dengan mereka..?? " ucap Alice.


" sudah ayo ikut aku.. " ucap Jane sambil menarik lembut lengan Alice.


Mereka berjalan menuju tempat duduk kosong dekat Noura dan kedua sahabatnya.


" permisi, maaf kalau kita tadi sempat menolak tawaran kalian, tapi ternyata temanku lelah setelah berjalan kesana-kemari tidak ada tempat duduk yang kosong, bolehkah kami bergabung disini..?? " ucap Jane sambil tersenyum kepada tiga gadis tersebut.


" oh ya, silahkan dengan senang hati.. " ucap Anna bersemangat memberikan kursi di sebelahnya.


" terimakasih banyak.. " ucap Jane.


Kemudian Jane memberikan kursi tersebut kepada Alice.


" lalu bagaimana denganmu..?? " tanya Alice kepada Jane.


" tak perlu khawatir, di kedai oun aku terbiasa berdiri, kau tunggu sebentar dulu disini, aku akan membelikan minuman untukmu.. " ucap Jane.


" ya terimakasih Jane.. " ucap Alice.


Jane pergi ke penjual minuman dingin dan membeli beberapa cemilan.


" oh rupanya Jane namanya.. " ucap Anna sambil berbisik kepada Elisa.


" bagaimana kalau kita berkenalan, kenalkan namaku Anna, disebelah kiri ku Elisa dan yang ini Noura.. " ucap Anna sambil memperkenalkan diri.


" aah, aku Alice dan temanku itu Jane.. " ucap Alice.


" kalian hanya berteman..?? " ucap Anna, belum sempat Anna melanjutkan ucapannya, Elisa membungkam mulut Anna dengan tangannya.


" pertanyaan macam apa yang akan kau katakan Anna.. " ucap Elisa sambil berbisik di telinga Anna.


Tentu saja kejadian tersebut membuat Alice tersenyum.


" hehehe, pasti kau mengira aku dan Jane berpacaran..?? " ucap Alice sambil tersenyum.


" tak apa-apa, hampir semua orang yang baru mengenal dan melihat kami pasti berpikiran yang sama denganmu Anna. Aku sudah terbiasa dengan hal tersebut, tapi sebenarnya kami hanya berteman, tak lebih.. " ucap Alice menjelaskan.


" tapi apakah ada kemungkinan ia menyukaimu..?? " tanya Anna lagi secara langsung.


" Anna kau ini..!! " ucap Elisa.


" entahlah.. " jawab Alice.


" lalu bagaimana denganmu, apa kau menyukainya..?? " tanya Noura secara tiba-tiba hingga membuat kedua temannya terkejut.


" mungkin karena aku terlalu nyaman dengannya, aku merasa menyukainya baru-baru ini.. " ucap Alice. Jawaban Alice tersebut membuat ketiga gadis itu terdiam, tak lama kemudian datanglah Jane membawa minuman dan sedikit cemilan.


" ini minumlah.. " ucap Jane sambil memberikan minuman dan cemilan tersebut kepada Alice.


" apa kau juga lelah..?? mari bergantian duduk disini.. " ucap Alice.


" tak perlu, aku masih sanggup berdiri satu jam lagi.. " ucap Jane tersenyum sambil merapikan rambut Alice yang sedikit menutupi wajah Alice.


" apa boleh aku menginap di rumahmu..?? " tanya Alice sambil memakan cemilan tersebut.


" tidak, kau harus ku antar pulang.. " ucap Jane menolak Alice.


" apa alasanmu selalu menolak jika aku ingin menginap di rumahmu..?? " tanya Alice.


" itu bukan sebuah alasan, tapi untuk apa..?? lagi pula aku berjanji pada ibumu untuk mengantarmu pulang.. " ucap Jane.


" hmmm.." jawab Alice sambil cemberut.


" bagaimana dengan malam ini..?? apa kau senang..?? " tanya Jane.


" ya sangat menyenangkan meskipun melelahkan, lain kali kita harus membawa kursi lipat kesini untuk berjaga-jaga kalau saja kita tidak dapat tempat duduk.. " ucap Alice.


" hahaha, ada-ada saja kau ini.. " ucap Jane sambil mendekap kepala Alice ke tubuhnya.


" oh ya nona, bagaimana dengan mobilmu..?? apakah sudah di perbaiki ke bengkel..?? " tanya Jane kepada Noura perihal mobil mogoknya.


" oh, eh.. belum.. aku belum sempat pergi ke bengkel, tapi sepertinya tidak akan mogok lagi, sekali lagi terimakasih ya atas bantuan mu.. " ucap Noura sambil tersenyum.


" iya sama-sama.. " jawab Jane.


" tring.. tring.. " suara ponsel Jane berdering ada panggilan masuk dari ayahnya.


" halo ayah, tak biasanya ayah menelpon malam-malam begini..?? " tanya Jane kepada ayahnya.


" maaf jika ayah mengganggu istirahatmu nak, ada kabar kurang menyenangkan.." ucap ayahnya Jane.


" apa itu ayah..?? apakah ayah sedang sakit..?? " tanya Jane mencemaskan ayahnya.


" tidak nak, ayah baik-baik saja, ayah akan mengabarkan kalau nenekmu bau saja meninggal.. " ucap ayahnya Jane.


" mengapa..?? apakah nenek sakit..?? " tanya Jane dengan penuh kesedihan.


" kata orang yang melihatnya, dia terjatuh di kamar mandi dan meninggal seketika.. " ucap ayahnya Jane dengan nada lemas.


" baiklah, kalau begitu aku pergi ke Thailand sekarang.. " ucap Jane.


" ya, sebaiknya kau ke sana dan temani nenekmu sampai ke tempat peristirahatan terakhirnya. Tapi mohon maaf aya tidak bisa ke sana sekarang karena masih banyak tugas yang harus ayah kerjakan,setelah selesai ayah akan menyusul mu.." ucap ayahnya Jane.


" baiklah ayah, jaga kesehatan ayah di sana jangan terlalu banyak pikiran. kalau begitu aku akan pergi ke sana malam ini juga.. " ucap Jane.


" baiklah kalau begitu, Hati-hati nak kabari ayah jika sudah sampai.. " ucap ayahnya Jane.


" baik yah.. " ucap Jane kemudian menutup telepon nya.


" ayo kita pulang sekarang Alice..!! " ucap Jane.


" ada apa..?? mengapa kau ingin pergi ke Thailand dengan terburu-buru..?? " tanya Alice kepada Jane.


" nenekku baru saja meninggal, aku harus pergi ke sana sekarang.. " ucap Jane.


" astaga, aku turut berduka cita Jane atas kepergian nenekmu.. baiklah, ayo kita pulang sekarang.. " jawab Alice.


" kami bertiga pun turut berduka cita atas meninggalnya nenekmu.. " ucap Noura mewakili Anna dan Elisa mengucapkan belasungkawa kepada Jane.