COFFEE YOUR MAGIC

COFFEE YOUR MAGIC
Eps 3



Setelah selesai membantu Noura, Jane dan Alice berlalu pergi,sedangkan Noura menuju mobilnya dan pergi meninggalkan tempat tersebut untuk pulang kerumahnya. Di dalam perjalanan ia masih memikirkan Jane, ia masih tidak percaya dengan yang ia lihat dan ia dengar.


" penampilannya sungguh sangat seperti seorang pria yang tampan, tapi terasa lucu ketika aku mendengar suaranya yang manis.. " ucap Noura dalam hatinya sambil tersenyum.


Setelah beberapa lama perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah Alice untuk mengantarnya pulang.


" terimakasih untuk hari ini.. " ucap Alice sambil tersenyum dan mengembalikan helm cadangan Jane.


" aku pun berterimakasih karena kau telah membantuku.. " ucap Jane sambil membalas senyuman Alice.


" apakah kau hanya membayar ku dengan ucapan terimakasih saja..?? " tanya Alice dengan manja.


" lalu, jika aku harus membayar, berapa banyak yang harus ku bayar untukmu..?? " tanya Jane sambil mendekatkan wajahnya ke telinga Alice sambil berbisik.


" tolonglah sesekali ajak aku untuk keluar malam.. " ucap Alice sedikit memohon. Jane tak menjawabnya malah justru ia segera menyalakan mesin motornya kembali.


" kalau untuk yang satu itu, aku tidak bisa berjanji.. " ucap Jane sambil tersenyum kemudian menutup kaca helm nya lalu ia pergi begitu saja. Tentu saja hal tersebut membuat Alice kesal namun tak bisa berkata-kata.


" kau itu sungguh sangat menyebalkan Jane.. " ucap Alice dalam hatinya. Kemudian ia masuk kedalam rumahnya.


Sementara Jane sesampai rumahnya, ia istirahat sebentar kemudian mandi dan berganti pakaian. Jane berniat untuk memberi kejutan datang ke rumah Alice untuk mengajaknya pergi jalan-jalan sesuai permintaan Alice. Jane juga membuat dua cangkir susu cokelat hangat dan dua roti isi keju untuk di berikan kepada ibunya Alice yaitu tante Mira, dan juga untuk Bi Lena,pembantu rumah tangga di rumah Alice


Waktu menunjukan pukul tujuh malam, Jane mulai berangkat menuju rumah Alice tanpa sepengetahuan Alice.


Setelah sampai di rumah Alice ia menekan Bel yang ada di depan pagar rumah Alice. Tak berapa lama kemudian datanglah seorang wanita paruh baya membuka pintu pagarnya, yaitu Bi Lena


" oh, Nona Jane rupanya, silahkan masuk non.. " ucap Bi Lena.


" terimakasih bi, Alice nya ada..?? " tanya Jane sambil melangkah masuk ke dalam halaman rumah Alice.


" ada di dalam kamarnya, silahkan masuk dulu ke dalam, biar bibi panggilkan Nona Alice.. " ucap bi Lena.


" tunggu bi, ini aku bawakan oleh-oleh untuk bibi dan Tante Mira.. " ucap Jane sambil memberikan bingkisan yang ia bawa dari rumahnya.


" Terimakasih banyak Nona Jane, kalau setiap Nona Jane kesini, bibi pasti selalu dapat oleh-oleh.. " ucap bi Lena sambil menerima bingkisan dari Jane.


" hehehe, ini bukan apa-apa kok bi.. " jawab Jane sambil tersenyum.


" silahkan duduk dulu Non, bibi akan panggilan Nona Alice dahulu, sekalian mau minum apa biar bibi buatkan..?? " tanya Bi Lena.


" tidak perlu bi, aku hanya sebentar saja kok.. " jawab Jane.


" baiklah kalau begitu, tunggu sebentar ya.. " jawab Bi Lena kemudian ia pergi menuju lantai atas ke kamar Alice untuk memanggilnya. Saat akan pergi Bi Lena bertemu dengan ibunya Alice di dekat tangga.


" siapa yang datang bi..?? " tanya tante Mira.


" ah, itu Nona Jane yang datang nyonya.. " jawab bi Lena.


" ooh, dimana Jane sekarang..?? " tanya tante Mira.


" nona Jane sedang menunggu di ruang tamu, oh ya nyonya.. non Jane membawakan ini untuk nyonya.


" wah, Susu cokelat dan roti keju kesukaanku, ya sudah bi.. kalau begitu segera panggil Alice keluar untuk menemui Jane.


" hai Jane, apa kabarmu..?? " tanya tante Mira sambil berjalan menghampiri Jane.


" baik tante, bagaimana dengan kabar tante..?? " jawab Jane sambil menanyakan kembali kabar tante Mira.


" tante juga baik-baik saja, terima kasih lho untuk oleh-oleh nya,tante selalu suka dengan susu cokelat yang kau berikan, karena rasanya tidak membuat bosan di lidah.. " ucap tante Mira memuji Jane.


" terimakasih tante sudah menyukai minuman yang aku buat.. " jawab Jane sambil tersenyum.


Sementara di kamar Alice terdengar ketukan pintu.


" tok.. tok.. tok.. " suara ketukan pintu kamar Alice.


" Non, Non Alice permisi Non.. " ucap bibi Lena dari balik pintu.


" krek.. " suara pintu kamar Alice dibuka.


" iya bibi, ada apa..?? " tanya Alice.


" ada Nona Jane menunggu di ruang tamu.. " ucap bibi Lena.


" ah, baiklah aku akan segera ke sana, terimakasih bibi.. " ucap Alice sambil kembali masuk ke dalam kamarnya.


" tring.. tring.. " dering ponsel Alice ada pesan masuk dari Jane.


" ayo kita pergi jalan-jalan, pakailah pakaian yang sopan, tak perlu berhias. Aku akan menunggumu 10 menit, jika lewat dari 10 menit, aku akan kembali pulang.. " isi pesan dari Jane.


" nah itu dia Alice datang.." ucap ibunya Alice sambil melihat Alice menuruni anak tangga dan Jane pun melihatnya.


" mam, aku minta izin untuk keluar malam ini.. " ucap Alice kepada ibunya.


" iya tante, aku juga meminta izin untuk mengajak Alice jalan keluar, nanti jam 10 malam aku akan mengantarnya kembali kesini.. " ucap Jane meminta izin kepada tante Mira.


" ya baiklah, kalian boleh pergi, Hati-hati di jalan.. " jawab tante Mira .


" kalau seandainya aku menginap di rumah Jane, apakah mama akan mengizinkannya..?? " tanya Alice, dengan ucapan tersebut membuat Jane mengerutkan dahi nya.


" selama kamu pergi dengan Jane mama izinkan, tapi ingat ya, jaga diri kalian baik-baik.. " ucap tante Mira mengingatkan.


" tentu saja tidak tante, aku akan mengantarkan Alice dengan baik ke rumah ini.. " ucap Jane meyakinkan tante Mira.


" ya sudah kalau begitu kalian segera berangkat,dan selamat menikmati malam ini.. " ucap tante Mira, sambil mengelus kepala Alice.


" terimakasih tante,kalau begitu kami pamit dulu.. " ucap Jane berpamitan.


" aku pergi dulu mam.. " ucap Alice sambil mencium pipi ibunya.


"ya,kalian Hati-hati dijalan nya.. " ucap tante Mira.


Jane dan Alice pun pergi meninggalkan rumah tersebut menggunakan motor milik Jane.


Mereka pergi menuju ke sebuah tempat yang tak jauh dari rumah Jane. Di sana ada sebuah taman kecil yang di sekelilingnya di penuhi pedagang apabila di malam minggu.


" ternyata ramai juga disini ya.. " ucap Alice sambil turun dari motor dan melepas helm yang ia pakai.


" ya cukup ramai, tapi hanya di malam minggu saja.. " jawab Jane.


" apa kau sering kesini..?? " tanya Alice.


" hanya sesekali saja, ketika aku jenuh.. " jawab Jane sambil membuka helm nya dan menyimpannya di atas motor.


" ayo kita berjalan ke arah sana, kita cari tempat duduk.. " ajak Jane.


" baiklah ayo kita pergi.. " jawab Alice.


Mereka berjalan santai mengelilingi taman mencari tempat duduk yang kosong, karena sangat ramai di kunjungi anak muda seusia mereka.


Alice menggandeng lengan Jane sambil berjalan dan melihat ke sana kemari mencari tempat untuk duduk. Saat sedang asyik berjalan tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.


" hai.. " ucap Anna kepada Alice sambil melambaikan tangannya. dan mereka pun menghentikan langkahnya untuk sekedar basa basi. Ternyata Anna tak sendiri, ia bersama dengan Elisa dan juga Noura.


" hai.. kamu juga disini..?? " tanya Alice kepada Anna.


" ya, aku memang selalu kesini setiap malam minggu bersama dengan Elisa, dan kali ini aku mencoba mengajak Noura kesini.. " jawab Anna.


" bukankah kau wanita yang tadi siang..?? " tanya Jane kepada Noura.


" iya benar.. " jawab Noura sambil tersenyum.


" ah, rupanya kalian sudah saling kenal, kalau begitu silahkan duduk disini bergabunglah dengan kami.. " ucap Anna kepada mereka berdua.


Saat Jane akan mengucapkan sesuatu, tangannya di tarik oleh Alice sebagai isyarat untuk menolaknya.


" ah, eh.. tidak terima kasih atas tawarannya, kami ingin melihat-lihat sekitar dahulu.. " jawab Jane.


" ya, kebetulan aku juga baru kesini jadi aku ingin melihat sekitaran sini. " jawab Alice.


" ok baiklah selamat menikmati malam ini.. " ucap Anna sambil melambaikan tangan ke arah Alice. Sementara Noura, matanya tertuju pada genggaman tangan Alice dan Jane. Mereka terlihat sangat akrab.


Kemudian Jane dan Alice melanjutkan berjalan kaki mencari tempat kosong, saat sedang berjalan tak jauh dari sana, ada yang menjual topi Bucket hat yang sangat lucu.


" lihatlah.." ucap Alice kepada Jane sambil menunjuk ke arah topi yang ia maksud. Kemudian mereka mendekat ke penjual topi dan Jane mencoba memakaikan topi tersebut di kepala Alice.


" terlihat cantik, ini cocok sekali denganmu, kalau begitu aku ingin membelikan yang ini untukmu.. " ucap Jane sambil memperhatikan Alice dan kemudian ia membayar sejumlah uang sesuai dengan harga topi tersebut kepada penjual.


Sementara perlakuan mereka tadi di perhatikan oleh Noura dan temannya.


mereka beranggapan kalau Jane dan Alice memiliki hubungan spesial.


" lihatlah, bukankah itu terlihat manis..?? perlakuan mereka seperti sepasang kekasih.." ucap Anna kepada kedua temannya sambil memperhatikan Jane dan Alice.


" kau ini selalu saja membicarakan orang lain di manapun berada.. " ucap Elisa kepada Anna.


" Memang mereka terlihat sangat serasi, seperti sepasang ke kasih. Aku juga merasa mengapa wajah tampan barista tersebut selalu teringat di pikiranku..?? " ucap Noura dalam hati.