COFFEE YOUR MAGIC

COFFEE YOUR MAGIC
Eps 6



Satu minggu berlalu, setelah kepergian nenek tercintanya, Jane kembali ke korea untuk melanjutkan hidupnya.


Alice sangat mengkhawatirkan keadaan Jane karena ia tak dapat menghubunginya.


Sementara Noura juga merasa penasaran, mengapa Jane tak membalas pesan darinya.


Jane telah tiba di depan kedai kopi miliknya menggunakan taksi, ia turun dari taksi dan berjalan masuk ke dalam kedainya tersebut.


" nah, itu rupanya Jane.. " ucap Alice dengan semangat dan siap menyambut sahabatnya tersebut.


Sementara Jane berjalan menuju mereka berdua berdiri di sebelah Alice.


" kemana saja kau Jane, mengapa kau tak menghubungiku..?? dan mengapa kau mematikan ponselmu..?? " tanya Alice sambil memeluk Jane.


" maafkan aku, sepertinya aku meninggalkan ponselku di rumah, aku baru menyadarinya saat aku hendak mematikan ponselku di dalam pesawat, namun aku tak menemukannya.. " ucap Jane.


" lain kali kau harus lebih teliti lagi, aku sangat menghawatirkan mu.. " ucap Alice sambil memeluk Jane kembali, dan Jane membalas pelukan tersebut sambil mengusap kepala Alice.


" ok baiklah, sekali lagi maafkan aku.. " ucap Alice.


" tak apa-apa, mungkin saat itu kau sedang terburu-buru.. " ucap Alice.


" bagaimana kabarmu apakah baik-baik saja..?? " tanya Jane kepada alice.


" tidak.. " jawab Alice.


" apa yang terjadi, apa kau sakit..?? " tanya Jane sambil menatap Alice penuh ke khawatiran.


" aku tidak baik-baik saja sejak kau pergi meninggalkanku, di tambah lagi tak ada kabar darimu, aku semakin tersiksa.. " ucap Alice sambil dengan nada manjanya.


" ah, kau ini.. " ucap Jane kembali mengusap kepala Alice lembut.


" oh ya, apa kau ingin ku buatkan makanan..?? " tanya Alice.


" tidak, aku belum ingin makan, tapi aku ingin meminum sesuatu yang hangat.. " ucap Jane.


" kalau begitu aku akan membuatkan mu segelas teh hangat.. " ucap Alice beranjak dari duduknya segera membuatkan Jane segelas teh hangat.


" ok, terimakasih.. " ucap Jane sambil tersenyum.


Kemudian Jane duduk di sebelah Alice dan berhadapan dengan Noura yang sedari tadi melihat perlakuan manis mereka berdua.


" hai Noura.. bagaimana kabarmu..?? " tanya Jane.


" baik.. " jawab Noura sambil tersenyum.


" oh ya, sekali lagi terimakasih karena kau telah mengantarku ke bandara malam itu.. " ucap Jane.


" sama-sama Jane, kau juga waktu itu sempat membantu menggantikan ban mobilku.. " jawab Noura.


Mendengar percakapan tersebut membuat Alice bertanya-tanya, mengapa bisa Noura mengantar Jane ke bandara.


" mengapa kalian bisa pergi bersama ke bandara..?? " ucap Alice sambil memberikan teh hangat tersebut kepada Jane dan duduk di sebelahnya.


" ah, saat itu aku sedang menunggu taksi, namun sudah hampir satu jam tak kunjung datang. Kemudian Noura tak sengaja melihatku berdiri di pinggir jalan dan menghampiriku. lalu aku menceritakannya kepada Noura, kemudian Noura mengantarku ke bandara.. " jawab Jane menjelaskan pertanyaan Alice.


" mengapa kau tak coba menghubungiku..?? " tanya Alice lagi.


" saat itu aku tak berpikir seperti itu, di pikiranku aku hanya ingin menunggu taksi saja. Lagi pula bandara cukup jauh, aku tak ingin kau mengantar ku ke sana dalam keadaan tengah malam.. " jawab Jane kembali menjelaskan.


" lalu bagaimana dengan Noura, bukankah sama saja..?? " tanya Alice lagi.


" kebetulan di kota sekitaran bandara ada rumah tanteku, jadi aku bermalam di sana.. " jawab Noura.


" oh.. begitu rupanya.. " jawab Alice memahami kejadian tersebut.


" ya, aku baik-baik saja, meski terkadang aku masih merasa sangat kehilangan nenekku.. " jawab Jane mengenang neneknya.


" tapi setidaknya, nenekmu sudah tenang di sana, dan doakan saja semoga nenekmu di beri tempat terindah di sisi Tuhan.. " jawab Alice.


" ya, aku selalu mendoakannya.. " jawab Jane.


" benar, apapun itu semua sudah takdir Tuhan.. " ucap Noura dan Jane hanya mengangguk menyetujui perkataan Noura dan Alice.


" oh ya, nanti sore biar aku yang akan mengantarmu pulang dan sekalian kita mampir makan di pinggir jalan seperti biasa, kebetulan aku membawa mobilku.. " ucap Alice.


" rupanya kau sudah berani ya sekarang, menyetir mobil sendirian.. " ucap Jane sambil mencolek hidung Alice.


" ya harus bagaimana lagi, biasanya kau yang mengantar dan menjemput ku, tapi satu minggu ini kau tak ada. Jadi terpaksa aku harus kemana-mana sendiri menggunakan mobilku.. " jawab Alice.


" masih banyak taksi di luar sana, jangan memaksakan diri jikalau kau masih takut dan ragu.. " ucap Jane mengkhawatirkan Alice.


" tak untuk apa sesekali, lagipula aku mengemudikannya dengan kecepatan rendah.. " ucap Alice sambil berbisik.


" hahaha, kau ini.. " ucap Jane sambil tertawa mendengar ucapan Alice.


" bagaimana Noura, apa kau ingin bergabung untuk makan nanti sore..?? " tanya Jane kepada Noura.


" tidak terimakasih, setelah aku selesai menghabiskan jus ini aku akan segera pulang.. " jawab Noura menolak ajakan Jane.


" ok baiklah, silahkan di nikmati jus nya.. " ucap Jane.


Alice memperhatikan wajah dan tubuh Jane, terlihat agak berbeda setelah pulang dari kampung halamannya tersebut.


" hai Jane, setelah seminggu kita tidak bertemu,mengapa ketampanan mu sedikit berkurang dan kau terlihat agak kurus..?? " tanya Alice sambil memegang wajah Jane.


" hanya perasaanmu saja.. " ucap Jane.


" tapi memnag benar, kulitmu tampak agak sedikit gelap, bukankah begitu Noura..?? " ucap Alice sambil terus memperhatikan seluruh tubuh Jane dan bertanya kepada Noura. Namun Noura hanya mengangguk mengiyakan perkataan Alice.


" biarlah, agar ketampanan ku berubah menjadi cantik.. " jawab Jane sambil tersenyum menggoda Alice.


" tidak, aku tidak setuju..!! " ucap Alice menggelengkan kepalanya.


" lalu..?? " tanya Jane.


" aku akan Mambawa mu ke salon langganan ku, aku akan menyuruhnya memotong rambutmu yang sudah terlihat panjang. Lalu memberikanmu perawatan untuk seluruh tubuhmu.. " ucap Alice.


" atur sajalah, percuma saja jika akau menolak, kau akan terus memaksanya.. " jawab Jane sambil meminum teh hangat tersebut.


Noura tak banyak bicara melihat perlakuan mereka berdua, ia hanya memperhatikan begitu dekatnya persahabatan mereka. Tanpa sadar Noura semakin tertarik dengan Jane.


" oh ya, kalau begitu aku pamit pulang terlebih dahulu ya.. " ucap Noura berdiri dari duduknya dan mengambil tas miliknya untuk mengeluarkan uang untuk membayar minuman tersebut.


" ini uang untuk jus yang sudah ku minum.. " ucap Noura sambil memberikan uang ke pegawai yang menjaga kasir tak jauh dari Jane.


" jangan, kau tak perlu membayarnya.. " ucap Jane.


" tapi aku sudah memesan jus dan meminumnya tadi.. " ucap Noura.


" sudah, tak perlu membayarnya, kita sudah berteman dan kau juga telah membantuku, jadi kau tak perlu membayarnya.. " ucap Jane.


" tapi.. " saat Noura akan melanjutkan ucapannya, Jane kembali menjawabnya.


" sudahlah, anggap saja itu ucapan terimakasih dariku karena kau telah mengantarku waktu itu, bahkan aku tak cukup untuk memberimu dengan 100 gelas jus sekalipun.. " jawab Jane sambil memegang tangan Noura untuk menolak uang yang akan ia berikan terhadap karyawan kasirnya.


Melihat kejadian tersebut membuat Alice melirik dengan tatapan cemburu, karena Jane memegang lengan Noura.