COFFEE YOUR MAGIC

COFFEE YOUR MAGIC
EPS 1



"Tiin.. Tiin.. " Suara klakson motor milik Jane Yang sudah berada di depan gerbang rumah mewah Alice.


Setiap pagi Jane menjemput Alice kerumahnya untuk mengantarkannya ke kampus dan kebetulan Kedai kopi milik Jane satu arah dengan kampus Alice.


" Hai Jane, " sapa Alice menyambut kedatangan Jane dan kemudian naik ke kursi belakang motor yang di tumpangi Jane.


" ini pakai helm mu.. " ucap Jane sambil memberikan helm kepada Alice.


kemudian mereka pergi menuju kampus Alice dan kemudian Jane melanjutkan perjalanannya menuju kedai kopinya. Setelah satu jam perjalanan mereka sampai di kampus tersebut.


" apa perlu ku jemput nanti..?? " tanya Jane kepada Alice.


" boleh, itupun jika kamu tak sibuk.. " ucap Alice sambil turun dari motor dan memberikan helmnya kepada Jane.


" ok baiklah, jika aku sempat aku akan menjemputmu, tapi jika tidak aku akan menghubungi mu.. " ucap Jane sambil mulai menjalankan motornya.


" ya, Hati-hati dijalan Jane.. " ucap Alice sambil melambaikan tangannya.


Setelah Jane pergi, Alice memasuki gerbang kampusnya dan masuk menuju ruang kelasnya. Sementara Jane melanjutkan setengah jam perjalanannya menuju kedai kopinya.


Seperti biasa, sesampainya di kedai kopi, Jane memakai Appron dan menutup setengah bagian wajahnya menggunakan masker yang menjadi pakaian tambahan sehari-hari lalu mulai mempersiapkan segala sesuatu yang dia butuhkan untuk meracik kopinya.


Di kedai tersebut Jane memiliki 4 orang pegawai, dua orang pria dan dua orang wanita. Meskipun begitu ia tak ingin di anggap atasan oleh pegawainya, ia ingin mereka semua menganggapnya teman agar tidak ada kecanggungan diantara mereka.


Satu persatu pelanggan mulai berdatangan, Jane dan pegawainya pun mulai sibuk melayani pelanggan.


Disisi lain seperti biasa Noura datang ke kampus dengan menggunakan mobil mewah yang ia bawa sendiri. Saat turun dari mobil setiap mata yang melihatnya akan tertuju pada Noura, ia cukup populer di kalangan pria-pria di kampus tersebut. Dengan kecantikan yang khas, dan dengan barang mewah yang selalu ia pakai membuat orang lain terkagum, tak jarang yang iri akan kehidupan yang dimiliki Noura. Namun sebenarnya tak sesempurna itu, justru dengan semua ini ia bisa menutupi semua kesedihan yang ada di hidupnya, yaitu pertengkaran kedua orang tuanya yang selalu berlangsung setiap hari dan itu membuatnya sedikit depresi.


" Hai Noura.. " ucap Anna dan Elisa dari kejauhan sambil melambaikan tangannya ke arah Noura.


" Hai.. " jawab Noura membalasnya.


" apakah kamu sudah menyelesaikan tugasnya..?? " tanya Anna.


" apakah itu terlalu penting untuk di pertanyakan..?? " tanya Noura dengan wajah sinis nya.


" bukan begitu, maksudku apa perlu aku membantumu mengerjakan tugasmu..?? " tanya Anna.


" ya, jika kau berkenan, silahkan bantu aku menyelesaikannya.. " jawab Noura.


" baiklah, aku akan membantumu mengerjakannya sekarang di kelas.. " jawab Anna.


Mereka bertiga pun pergi berjalan menuju kelas mereka. Seperti janjinya kepada Noura, Anna membantu mengerjakan tugas milik Noura.


Kelas pun dimulai, mereka belajar seperti biasanya, tak terkecuali Alice. Waktu berjalan sangat cepat hingga saatnya jam pelajaran hari ini telah usai. Karena tidak ingin merepotkan Jane, Alice pergi ke kedai kopi milik Jane menggunakan taksi online.


Setelah sampai di tempat tujuan, ia masuk kedalam kedai tersebut dan langsung menghampiri Jane yang sedang sibuk melayani pembeli.


" hai wanita tampan ku.. " sapa Alice kepada Jane.


" sudah sering ku katakan jangan memanggilku seperti itu di depan umum.. " ucap Jane sambil berbisik.


" baiklah, wanita cantikku.. " jawab Alice kembali meledek Jane. Namun Jane hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Alice sambil terus membuat kopi pesanan pelanggannya.


Alice kemudian mendekati Jane untuk membuatkan ya segelas es kopi susu kesukaannya. Namun Jane melarang untuk meminumnya setiap hari.


" hai, bisakah kau membuatkan segelas es kopi susu untukku..?? " tanya Alice sambil menarik-narik manja appron yang dipakai Jane.


" tidak, kali ini aku akan membuatkan mu segelas es teh susu untukmu.. " jawab Jane.


" tak mengapa, hanya saja kau terlalu keseringan minum kopi, dan itu juga tidak baik untuk lambung mu.. " jawab Jane sambil membuatkan segelas es teh susu untuk Alice.


" baiklah, apapun itu darimu, aku akan meminumnya.. " jawab Alice sambil tersenyum.


" ya, itu lebih baik.. " jawab Jane sambil membalas senyuman Alice yang duduk disebelahnya.


Saat tengah membuatkan minuman untuk Alice, Jane melihat ada 3 orang pelanggan wanita memasuki kedai tersebut dan menuju tempat duduk yang kosong.


Kemudian salah satu di antara mereka memanggil pelayan dan memesan makanan ringan dan minuman, ya ternyata itu Noura dan kedua temannya.


" pelayan.. " ucap Anna memanggil salah satu pelayan di kedai tersebut, namun karena semua pelayan sedang sibuk melayani para pelanggan, tak satupun dari mereka yang mendengar panggilan tersebut.


Dengan cepat Jane menyuruh Alice untuk menghampiri ketiga gadis tersebut.


" Alice, bisakah kau membantuku, tolong tanyakan kepada pelanggan di kursi sebelah sana sepertinya mereka ingin memesan sesuatu.. " ucap Jane kepada Alice sambil menunjuk ke arah Noura dan kedua temannya.


" eemmm,, baiklah.. " jawab Alice sambil menyimpan gelas es teh susunya di atas meja.


Alice berjalan menghampiri ketiga gadis tersebut.


" permisi nona, apa yang ingin kalian pesan, silahkan di pilih dahulu ini daftar menunya ..?? " ucap Alice sambil memberikan daftar menu dan membawa sebuah kertas kecil untuk menulis pesanan


" sebentar, kalian mau pesan apa..?? " ucap Noura kepada kedua sahabatnya.


" aku pesan satu orange jus saja.. " jawab Elisa.


" aku ingin es capuccino.. " ucap Anna.


" aku pun sama ingin segelas es capuccino tapi tidak terlalu manis.. " ucap Noura kepada Alice.


" baik, akan saya antar kembali pesanan kalian setelah selesai, mohon ditunggu sebentar ya.. " ucap Alice sambil tersenyum dan kemudian pergi meninggalkan ketiga wanita tersebut.


" mereka pesan ini semua.. " ucap Alice sambil memberikan kertas catatan tadi.


" baiklah, segera ku buat.. " ucap Jane sambil membuat pesanan milik Noura dan kedua temannya.


" sepertinya aku tidak asing melihat pelayan tadi..?? " ucap Anna kepada kedua temannya.


" ya memang tidak asing, kan dia juga kuliah di universitas yang sama dengan kita.. " jawab Elisa.


" benarkah, pantas saja aku Seperti sering bertemu dengannya.. " ucap Anna.


" ya, meskipun aku tidak mengenalnya tapi aku sering melihatnya, karena aku cukup sering ke tempat ini.. " ucap Elisa.


" oh ya, kalau di lihat-lihat sepertinya barista itu memiliki wajah yang tampan.. " ucap Anna.


" tampan..?? hahaha.. dia seorang wanita..!! hahaha.. " ucap Elisa di barengi gelak tawanya.


" wanita..?? tapi mengapa dari segi penampilan tak terlihat seperti wanita sama sekali.. " ucap Anna sambil memperhatikan Jane, Noura yang dari tadi diam saja mendengar obrolan kedua sahabatnya tersebut, ia melihat ke arah Jane, memastikan apa yang di katakan Anna.


" entahlah, tapi ia memang benar-benar seorang wanita, tapi ada benarnya juga ucapan mu tadi, kalau dia memang memiliki wajah tampan meskipun sebenarnya ia wanita, karena aku pernah beberapa kali melihatnya tanpa menggunakan masker.. " ucap Elisa


" apakah jangan-jangan dia seorang lesbian dan pelayan wanita tadi adalah kekasihnya, karena mereka terlihat cukup akrab dari tadi.. " ucap Anna.


" hei, sudahlah.. kalian sungguh membahas hal yang tidak penting.. " ucap Noura sambil melirik ke arah Jane dan tanpa sengaja Jane juga melirik ke arah Noura dan mereka bertatap mata sekilas.