
Suara alunan musik dan dentingan sendok dalam gelas terdengar dari dalam kedai tersebut. Meskipun dalam keadaan ramai pelanggan kedai tersebut tetap terlihat tenang.
" nah,, ini pesanan mereka tolong antar kan ke tiga gadis tersebut.. " ucap Jane sambil memberikan nampan berisi tiga gelas minuman pesanan Noura dan kedua temannya.
" siap laksanakan bos tampanku.. " ucap Alice sambil menggoda Jane dengan mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum.
" sudah ku bilang jangan seperti itu Alice.. " jawab Jane gemas sambil mencolek hidung Alice. Pemandangan tersebut ternyata di lihat Noura dari kejauhan.
" kurasa dia seorang pria, mana mungkin seorang wanita menggoda teman wanitanya dengan cara seperti itu..?? " ucap Noura dalam hatinya.
" permisi nona-nona cantik, pesanan kalian datang.. " ucap Alice sambil menaruh satu persatu gelas dari nampan yang ia bawa.
" baiklah terimakasih.. " ucap Elisa.
Saat Alice akan berlalu pergi, tiba-tiba Anna memanggilnya.
" hay, tunggu sebentar.. aku ingin bertanya sesuatu padamu.. apakah barista tersebut seorang wanita..?? " tanya Anna penasaran sambil berbisik.
" ya, dia seorang wanita, apakah anda akan bilang kalau ia terlihat tampan..?? " Alice malah membalikan pertanyaan kepada Anna sambil berbisik.
" ya.. mengapa kau tahu, bahkan sebelum aku bertanya.. " membalas bisikan Alice.
" hampir semua pelanggan wanita menanyakan hal yang sama, bahkan tak jarang juga sampai ada yang mengajaknya berkencan.. " jawab Alice sambil berbisik.
" aah seperti itu, lalu apakah dia pergi berkencan dengan wanita tersebut..?? " tanya Anna semakin penasaran.
" Anna, haruskah kau menanyakan hal seperti itu..?? " ucap Elisa memarahi Anna.
" mohon maaf , silahkan kau bisa kembali bekerja dan tak perlu menjawab pertanyaan tidak penting dari temanku ini.. " ucap Noura kepada Alice.
" baiklah kalau begitu saya permisi.. " jawab Alice sambil tersenyum dan pergi menuju meja dimana tempat Jane membuat kopi.
" apa yang kau bicarakan barusan dengan wanita tersebut..?? " tanya Jane karena melihat Alice mengobrol sambil berbisik dengan Anna.
" seperti biasanya, pertanyaan tentangmu.. " ucap Alice karena hampir setiap hari ada saja yang menanyakan hal tersebut, sampai Alice bosan menjawabnya.
" hahaha, selalu saja seperti itu.. " ucap Jane sambil tertawa. Namun dari kejauhan sesekali Noura mencuri-curi kesempatan untuk memandang Jane.
" sudah jam 4 sore ayo kita pulang dan makan siang di pinggir kota.. " ucap Alice sambil melihat jam di ponselnya.
" baiklah, kalau begitu aku akan mengganti pakaianku dulu.. " ucap Jane sambil berjalan menuju sebuah kamar ganti. Jane membuka Appron dan masker yang ia kenakan. Kini ia memakai jaket kulit warna hitam dengan menggunakan helm full face warna merah dan sebuah ransel yang ia pakai di punggungnya.
" ayo kita pulang.." ucap Jane sambil memegang pundak Alice.
Mereka berdua berjalan melewati Noura dan ketiga temannya tersebut, saat mereka berdua tepat dihadapan Noura sambil berjalan, Noura memperhatikan Jane dari ujung kaki sampai ujung kepala.
" sebelah mana sisi wanitanya..?? " ucap Noura dalam hati.
Kemudian Jane menaiki motor besarnya dan Alice duduk di kursi belakang sambil memeluk Jane dari belakang.
" jelas-jelas dia seorang pria.. " ucap Noura menggerutu dalam hatinya.
" bukankah itu terlihat seperti seorang pria..?? " ucap Anna kepada kedua temannya.
" ya kurasa begitu, sepertinya memang dia seorang pria.. " jawab Noura penuh keyakinan.
" tidak, dia itu seorang wanita.. " ucap Elisa.
" untuk lebih jelas, besok kita datang ke tempat uni lagi, bagaimana..?? " ucap Anna.
" apakah itu penting..?? " tanya Noura dengan wajah juteknya. Anna tak menjawab pertanyaan Noura, ia hanya terdiam.
Mereka bertiga pun kembali menuju mobil milik Noura dan mereka pulang di antar oleh Noura yang kebetulan rumah mereka searah dengan Noura.
Sementara Jane dan Alice sedang makan di pinggiran kota, tepatnya di pinggir jalan, karena mereka berdua sangat suka masakan penjual pinggir jalan ketimbang di resto.
Saat mereka selesai mereka melanjutkan perjalanan untuk mengantar Alice pulang, namun saat di perjalanan tak sengaja ia melihat Noura sendirian di pinggir jalan seperti sedang berusaha menelpon seseorang.
" bukankah itu pelanggan wanita tadi..?? " tanya Alice kepada Jane sambil menunjuk ke arah Noura.
" ya, benar.. ada apa dengannya.." ucap Jane.
" kalau begitu kita coba tanya ke dia siapa tahu kita bisa membantunya.. " ajak Alice kepada Jane.
" baiklah.. " jawab Jane sambil menghentikan motornya dan berada di depan mobil milik Noura di pinggir jalan. Alice terlebih dahulu menemui Noura dengan berlari kecil.
" apa yang terjadi..?? " tanya Alice menanyakan keadaan Noura.
" tidak ada apa-apa, hanya saja setelah ku mengantar temanku pulang, ban depan sebelah kiri ku tiba-tiba bocor dan aku tidak bisa menggantinya, makanya aku sedang berusaha menelpon seseorang tap tak ada yang menjawab.. " ucap Noura terlihat gelisah.
Sementara Jane sedang memarkirkan motornya ke pinggir jalan dan Alice kembali ke arah Jane dan menceritakan keluhan Noura kepada Jane.
Tak lama kemudian. berjalan menuju ke arah Noura.
" apakah kau membawa ban dan dongkraknya..?? " tanya Jane dengan nada lembut.
sontak saja suara lembut Jane membuat Noura kaget, karena ia berfikir bahwa Jane itu adalah seorang pria, namun ternyata ia salah.
" ah, iya ada di kursi depan sebelah kiri.. " jawab Noura gugup karena kaget mendengar suara Jane yang ternyata seorang wanita.
" baiklah akan ku bantu.. " ucap Jane.
Kemudian Jane membuka helmnya dan Noura pun memperhatikan Jane. Saat helm dibuka, benar saja Jane memang benar-benar terlihat tampan, dengan alis mata yang tebal. Sehingga membuat Noura terpesona akan ketampanan Jane.
" benar apa yang Elisa bicarakan barusan, barista ini adalah wanita tampan.. " ucap Noura sambil terus memandang Jane.
" bisakah kau membantuku untuk menurunkan ban nya..?? " tanya Jane kepada Noura.
" oh, ya tentu saja.. " jawab Noura dengan sedikit terkejut.
Setelah mereka menurunkan mobilnya, kini Jane mulai mengganti ban bocor dengan ban serep.
Setelah Beberapa saat akhirnya ban mobil Noura berhasil terpasang. Saat keluar dari kolong mobil wajah Jane sangat berkeringat karena kepanasan.
Lalu Alice membantu menyeka wajah Jane yang berkeringat dengan tisu dan menyuapi Jane dengan sebotol air mineral yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi.
Kemudian ia juga membantu Jane membersihkan tangannya dengan sisa air mineral di botol tadi dan kemudian mengelapnya dengan tisu.
Bagi Noura, pemandangan tersebut Seperti terlihat romantis, sehingga ia beranggapan bahwa mereka berdua sepasang kekasih.
Setelah selesai Jane memakai helm dan ranselnya kembali, kemudian Noura menghampirinya.
" terimakasih telah membantuku, dan maaf telah merepotkan mu, ini sebagai imbalannya.. " ucap Noura sambil memberi sejumlah uang kepada Jane.
" mohon maaf aku tidak bisa menerimanya, karena aku melakukannya dengan tulus.. " ucap Jane sambil menaiki motornya.
" baiklah, kalau begitu terimakasih sudah membantuku dan mulai hari ini aku akan menjadi pelanggan baru di kedai mu.." Ucap Noura.
" tak perlu Seperti itu, lain kali jika ada sesuatu hal yang terjadi, jangan pernah menelpon di luar mobil, apalagi sedang dalam posisi sendiri, itu sangat bahaya.. " ucap Jane mengingatkan Noura.
" baiklah sekali lagi terima kasih.. " Ucap Noura kepada Jane dan Alice.