COFFEE YOUR MAGIC

COFFEE YOUR MAGIC
Eps 10



Meskipun kata dokter Alice hanya kelelahan,namun Jane sangat khawatir akan keadaannya. Setelah ia selesai menutup kedainya,ia pulang kerumahnya untuk membersihkan tubuhnya dan pergi ke rumah sakit untuk menemani Alice di rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit,Jane segera masuk ke kamar rawat inap di mana tempat Alice berada.


" selamat malam tante,Alice.. " ucap Jane sambil membawa kantung yang berisi buah-buahan segar.


" kemari masuklah.. " ucap tante Mira.


" bagaimana keadaanmu Alice..?? " tanya Jane mendekati Alice.


" aku sudah baik-baik saja,tapi tetao saja dokter melarang ku pulang.. " jawab Alice.


" ya sebaiknya kau mengikuti saran dokter,dia lebih tahu tentang kesehatanmu.. " jawab Jane.


" sungguh membosankan.. " jawab Alice menghela nafas.


" oh ya tante,sebaiknya tante pulang saja dan istirahat di rumah,biar aku yang menunggu Alice disini.. " ucap Jane yang tak tega melihat tante Mira terlihat lelah.


" tidak perlu merepotkan mu Jane.. " jawab tante Mira.


" tak masalah tante aku khawatir tante malah ikut sakit,jadi sebaiknya tante istirahat saja di rumah.. " ucap Jane.


" lalu bagaimana denganmu Jane, bukankah besok pagi kau harus pergi ke kedai mu..?? " tanya tante Mira.


" aku sudah membicarakannya kepada pegawai ku,kalau aku akan menemani Alice sampai sehat.. " ucap Jane.


" lalu bagaimana menurutmu sayang..?? " ucap Tante Mira kepada Alice.


" benar ucapan Jane,sebaiknya mama pulang dan beristirahat. Lagi pula di sini ada Jane yang menemaniku.. " jawab Alice.


" baiklah Jane jika tidak merepotkan tante akan pulang sekarang. Tante titipkan Alice kepadamu.. " ucap Tante Mira sambil mengambil tas miliknya.


" ya tante, Hati-hati di jalan.. " jawab Jane.


Kemudian Tante Mira pergi menggunakan mobil miliknya untuk pulang kerumahnya.


Sementara Jane duduk disebelah Alice yang berbaring.


" apa kau tak lelah karena seharian ini kau bolak-balik untuk mengurusku..? " tanya Alice


" tak masalah,aku senang melakukannya untukmu.. " ucap Jane sambil mengelus kepala Alice.


" seandainya saja kau seorang pria aku pasti aku akan bahagia memiliki kekasih sepertimu.. " jawab Alice dan Jane hanya tersenyum.


" oh ya,aku membawakan buah jeruk untukmu, apa kau ingin memakannya..?? tanya Jane.


" tapi aku ingin kau menyuapiku.. " jawab Alice.


" baiklah.. " ucap Jane.


Kemudian Jane mengupas kulit jeruk tersebut dan menyuapkannya kepada Alice.


" Jane apakah kau pernah berpacaran sebelumnya..? " tanya Alice.


" belum.. " jawab Jane.


" aku ingin sekali merasakan bagaimana rasanya memiliki pacar.. " ucap Alice.


" lakukanlah, aku akan mendukungmu.. " jawab Jane.


" tapi aku tak ingin melakukannya dengan orang lain.. " jawab Alice.


" lalu.. " ucap Jane.


" aku ingin melakukannya denganmu Jane.. " ucap Alice sambil menatap mata Jane yang sedang sibuk mengupas kulit jeruk yang kedua.


" hahaha,ada-ada saja kau ini.. " jawab Jane tertawa mendengar ucapan Alice.


" aku serius Jane.. " jawab Alice sambil memegang tangan Jane.


" mana mungkin kita melakukan hal itu, sedangkan kita sejenis.. " jawab Jane.


" tapi bukankah banyak yang melakukannya dan mereka bahagia..?? " tanya Alice.


" entah,aku belum pernah mencobanya.. " jawab Jane.


" bagaimana kalau kita mencobanya..? " ucap Alice memaksa.


" bahkan sebelum dimulai pun aku sudah benar-benar jatuh cinta padamu.. " jawab Alice.


" hem, sudahlah kau kembali beristirahat dari pada membicarakan hal yang aneh.. " ucap Jane sambil memakaikan Alice selimut.


Malam semakin larut dalam kegelapan, Alice sudah tertidur pulas di kasur. Sementara Jane tidur di sofa yang berada di sebelah Alice.


Malam berlalu, kini berganti dengan siang. Jam menunjukan pukul 10 siang,Jane masih tertidur dan akhirnya dia terbangun karena mendengar suara obrolan antara tante Mira dan seorang perawat yang mengecek kondisi Alice.


" sepertinya nona sudah bisa pulang hari ini.. " ucap perawat tersebut kepada tante Mira.


" baiklah suster terimakasih.. " jawab Tante Mira.


" hai Jane sudah bangun kau rupanya, apa kau ingin sarapan..?? " tanya Tante Mira kepada Jane.


" tidak terimakasih tante, nanti saja di rumah. Rasanya tidak enak sarapan sebelum mandi.. " jawab Jane.


" baiklah,tadi perawat mengatakan Alice boleh pulang sekarang karena keadaannya telah membaik.. " ucap tante Mira kepada Jane.


" ah, syukurlah.. apa kalian akan pulang sekarang juga..? " tanya Jane.


" ya tentu saja, aku sudah tak betah berada disini.. " jawab Alice.


" kalau begitu biar ku bantu membawa barang bawaan kalian.. " jawab Jane sambil membawa barang bawaan tersebut ke dalam mobil milik Tante Mira.


Tak lama kemudian mereka semua berada di parkiran, dan Jane memasukan barang bawaan tersebut kedalam mobil.


" bagaimana kalau kau tante antar untuk ke rumahmu.. " ucap tante Mira.


" tidak perlu tante,kebetulan aku datang kesini menggunakan sepeda motorku.. " jawab Jane.


" oh begitu rupanya, sekali lagi terimakasih Jane telah membantu tante dan Alice.. " ucap tante Mira.


" tak perlu berterimakasih seperti itu, aku rasa wajar karena aku dan Alice sudah bersahabat sejak lama.. " jawab Jane.


" baiklah kalau begitu kami pamit pulang dahulu.. " ucap tante mira sambil masuk kedalam mobil.


Sementara Alice masih diluar berbicara dengan Jane.


" kalau begitu aku pulang dulu dan kau juga segera pulang ke rumahmu untuk beristirahat. Jangan kupa kabari aku setelah kau sampai.. " ucap Alice kemudian mencium pipi Jane.


Dengan tingkah Alice seperti itu di depan tante Mira,membuat Jane salah tingkah. Sementara tante Mira hanya tersenyum saja.


" baiklah, Hati-hati kau di jalannya.. " jawab Jane.


Alice dan ibunya pun pergi meninggalkan rumah sakit tersebut menuju rumahnya,begitu juga dengan Jane.


Di perjalanan,Alice dan ibunya sesekali mengobrol di tengah perjalanan mereka.


" sepertinya Jane sangat menyayangimu.. " ucap tante Mira.


" ya, kami saling menyayangi.. " jawab Alice.


" apakah hanya sekedar saling sayang..?? " tanya tante Mira. Mendengar pertanyaan tersebut membuat Alice terdiam sejenak karena terkejut.


" apa maksud mama..?? " tanya Tante Mira


" mama tidak menuduh,hanya saja sepertinya ada yang menaruh hati antara kalian berdua.. " jawab Tante Mira.


" aku tak mengerti apa yang mama katakan.. " tanya Alice.


" bukankah kau menyukai Jane..?? " tanya Tante Mira dan membuat Alice benar-benar terdiam.


" tak masalah, bicarakan saja semua kepada mama.. " jawab Tante Mira.


" bagaimana mungkin mama bisa mengetahuinya..? " jawab Alice dengan perasaan terkejut.


" aku adalah mamamu nak, mama bisa melihat semuanya dari sikapmu. Kau selalu bahagia ketika bersama Jane, kemudian kau juga tak ingi pergi dengan siapapun kecuali Jane. Lalu kau rela membantu di kedainya, kalau kau tak menyukainya mana mungkin kau mau melakukan hal tersebut.. " jawab Tante Mira.


" tapi apakah itu bisa menjadi alasan utamanya mama bisa berkata Seperti itu.. " jawab Alice.


" oh ya saru lagi, ketika kau mulai sadar dari pingsan mu,kata pertama keluar dari mulutmu yaitu Jane.. " jawab Tante Mira sambil tersenyum.


Mendengar ucapan tersebut membuat Alice tertunduk malu dengan wajah yang memerah.