
Dalam melaksanakan pembangunan Jangka
Panjang, titik berat pembangunan
diletakkan pada bidang perekonomian sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pembangunan nasional
sesuai dengan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.
Pengembangan industri minyak dan gas bumi di Indonesia
harus didasarkan pada UUD 1945 pasal 33, yang antara lain
menyebutkan “ Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-
besarnya untuk kepentingan rakyat “.
Dalam suatu perusahaan, kegiatan
pemasaran merupakan salah satu
kegiatan yang sangat penting. Karena itu perusahaan terus dapat menciptakan, memelihara dan menyebarkan permintaan terhadap produk yang dihasilkan secara teratur dan
terencana. Perkembangan kebutuhan manusia tidak terbatas dimana tingkat persaingan di antara sasaran
perusahaan terus berubah. Semakin beragamhasil produk dari berbagai macam merek, hasil produksi serta jenis produk telah membanjiri pasar.
Kini abad baru telah tiba dan menjadi tanda tanya bagi para pemikir dunia usaha, apakah ia datang membawa harapan atau bayangan kecemasan bagi kehidupan
perusahaan. Proses perubahan lingkungan terjadi akibat revolusi sains dan teknologi. Tiap-tiap revolusi menimbulkan perubahan lingkungan yang secara nyata melahirkan perbaikan inovasi produk. Berbagai macam barang menjadi berlimpah dan cepat usang. Perubahan lingkungan memberikan pengaruh dan menuntut perbaikan di bidang manajemen, administrasi dan sistem
informasi.Phillip Kotler (2017, Hal.5) menyatakan : “Pemasaran adalah proses sosial dimana individu dengan
kelompok mendapatkan apa yang mereka
butuhkan dan inginkan dengan menciptakan dan mempertukarkan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya“.
Menurut Alex S. Nitisemito (2018, Hal.5) menyatakan : “ Marketing adalah semua kegiatan yang bertujuan untuk memperlancar arus barang atau jasa dari produsen ke konsumen semua efisiensi dengan maksud menciptakan permintaan efektiktif “.
Dari pengertian diatas dikemukakan bahwa
semua kegiatan yang bertujuan memindahkan
barang atau jasa dari produsen ke konsumen merupakan suatu aktivitas pemasaran.
Menurut Phillip Kotler (2017, Hal.5) menyatakan :
“Pemasaran adalah tindakan-tindakan manusia yang
diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran“. Dari definisi yang dikemukakan Kotler, ada 4 (empat) unsur pokok
dari pemasaran yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya, yaitu :
Kebutuhan dan keinginan
manusia sesungguhnya merupakan titik tolak usaha pemasaran,
karena kebutuhan dan keinginan manusia pada dasarnya selalu ingin dipenuhi.
Segala sesuatu yang berkemampuan untuk memenuhi kebutuhan manusia disebut produk. Produk yang dapat memenuhi kebutuhan manusia, meliputi ; objek
fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan ide.
Pemasaran terjadi bilamana orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhan melalui pertukaran yang merupakan tindakan untuk memperoleh suatu benda yang diinginkan dengan menawarkan sesuatu yang sebagai gantinyaApabila barang dan jasa berpindah tempat dan berpindah hak milik, biasanya diperlukan ketentuan standarisasi meliputi penentuan mutu produk dan menjeniskan produk ke dalam kelompok standar tertentu
yang telah ditentukan, seperti : volume, berat, kualitas, dan sebagainya.
Pelaksanaan ini deisebut juga dengan grading dengan standarisasi, maka penjualan dapat dilakukan melalui sampel atau cukup dengan memberikan gambaran saja.
2.3 Langkah – Langkah Kebijaksanaan Pemasaran
Pemasaran adalah usaha yang menjurus ke
arah dan upaya yang dimiliki oleh perusahaan agar dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. Sebelum pimpinan perusahaan menjual produknya, terlebih dahulu harus memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Menetapkan kelompok pembeli yang ingin dijangkau atau pembeli sasaran.
2. Menyusun perkiraan jumlah hasil produksi dimasa mendatang.
3. Menyusun kombinasi kebijaksanaan pemasaran untuk mencapai tujuan-tujuan yang lain.
Ketiga faktor diatas merupakan faktor yang perlu diperhatikan dan dianalisa untuk memberikan kesimpulan dan keputusan yang dapat dijadikan
pedoman. Karena itu dalam pengambilan kebijaksanaan, perusahaan harus memperhatikan prinsip-prinsip ekonomi, sebab dengan
keputusan yang berdasarkan kepada prinsip- prinsip ekonomi adalah salah satu dari tujuan bauran pemasaran.
Suatu kebijaksanaan pemasaran yang baik dimulai dari analisa kesempatan dan ancaman lingkungan pemasaran, sehingga perusahaan memiliki
landasan yang kuat dalam tidakan pencapaian tujuan perusahaan. Perusahaan yang dapat menikmati keuntungan adalah perusahaan yang memiliki kelebihan atau keunggulan dari perusahaan lain seperti memiliki produk yang bermutu sehingga mampu menguasai pasar
potensial. Untuk menguasai pasar potensial harus memperhatikan kebijaksanaan pemasaran
perusahaan.
Menurut Swastha dan Sukoco ( 2021, hal.
193 ) menyatakan : “Marketing adalah kombinasi dari empat variable-variable atau kegiatan yang
merupakan inti dari sistem pemasaran yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi“.
Untuk menyederhanakan definisi diatas maka E. Jerome McCharty (2017, hal. 96) menyatakan bahwa
: “Ada empat klasifikasi pemasaran
yaitu : produk, price, place, promotion ( 4P )”.
2.4 Kebijaksanaan ProdukKebijaksanaan produk sangat berperan sekali menentukan berhasil tidaknya suatu peusahaan dalam memasarkan produknya, sehingga merencanakan produk diperlukan keputusan mengenai bentuk, ukuran, warna, kualitas, mode dan sebagainya.
Basu Swastha dan Ibnu Sukoco ( 2018, hal.94 ) menyatakan : “Produk adalah suatu sikap kompleks baik dapat diraba
maupun tidak dapat diraba termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer pelayanan
perusahaan dan pengecer yang diterima
oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya”.
Sebelum produk dibuat perusahaan harus
membuat keputusan terhadap produk
untuk memungkinkan perusahaan menentukan produk yang akan dipasarkan yang meliputi :Pembungkusan merupakan kegiatan umum dalam perencanaan barang yang melibatkan desain
dan pembuatan bungkus dalam suatu barang. Tujuan pembungkusan yaitu :
Maksud dari pihak penjual memberikan jaminan karena penjual bertanggung jawab kepada pihak pembeli mengenai yang mereka jual. Tujuan kebijaksanaan jaminan yaitu :
Pelayanan yang diberikan untuk memberikan kemudahan dan kepuasan kepada pembeli dalam memperoleh produk yang
siklus kehidupan produk dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
Pada tahap perkenalan produk ternyata dapat memberikan
kepuasan kepada pasar dan konsumen maka penjualan pun meningkat, pembeli yang mula-mula mencoba sekarang membeli kembali, selain itu pembeli baru bermunculan. Dengan demikian mulai produk tersebut mengalami tahap pertumbuhan yang ditandai dengan :Bila perusahaan tidak melakukan perbaikan-perbaikan terhadap produknya, maka volume penjualan yang dicapai cenderung tetap,
bahkan akhirnya akan menurun. Tahap-tahap sebelumnya dan merupakan tahap yang penuh tantangan bagi perusahaan. Tahap
kedewasaan ini dibagi menjadi 3 tahap :Basu Swastha dan Ibnu Sukoco ( 2018, hal.94 ) menyatakan : “Produk adalah suatu sikap kompleks baik dapat diraba
maupun tidak dapat diraba termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer pelayanan
perusahaan dan pengecer yang diterima
oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya”.
Sebelum produk dibuat perusahaan harus
membuat keputusan terhadap produk
untuk memungkinkan perusahaan menentukan produk yang akan dipasarkan yang meliputi :Apabila barang dan jasa berpindah tempat dan berpindah hak milik, biasanya diperlukan ketentuan standarisasi meliputi penentuan mutu produk dan menjeniskan produk ke dalam kelompok standar tertentu
yang telah ditentukan, seperti : volume, berat, kualitas, dan sebagainya.
Pelaksanaan ini deisebut juga dengan grading dengan standarisasi, maka penjualan dapat dilakukan melalui sampel atau cukup dengan memberikan gambaran saja.
2.3 Langkah – Langkah Kebijaksanaan Pemasaran
Pemasaran adalah usaha yang menjurus ke
arah dan upaya yang dimiliki oleh perusahaan agar dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. Sebelum pimpinan perusahaan menjual produknya, terlebih dahulu harus memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Menetapkan kelompok pembeli yang ingin dijangkau atau pembeli sasaran.
2. Menyusun perkiraan jumlah hasil produksi dimasa mendatang.
3. Menyusun kombinasi kebijaksanaan pemasaran untuk mencapai tujuan-tujuan yang lain.
Ketiga faktor diatas merupakan faktor yang perlu diperhatikan dan dianalisa untuk memberikan kesimpulan dan keputusan yang dapat dijadikan
pedoman. Karena itu dalam pengambilan kebijaksanaan, perusahaan harus memperhatikan prinsip-prinsip ekonomi, sebab dengan
keputusan yang berdasarkan kepada prinsip- prinsip ekonomi adalah salah satu dari tujuan bauran pemasaran.
Suatu kebijaksanaan pemasaran yang baik dimulai dari analisa kesempatan dan ancaman lingkungan pemasaran, sehingga perusahaan memiliki
landasan yang kuat dalam tidakan pencapaian tujuan perusahaan. Perusahaan yang dapat menikmati keuntungan adalah perusahaan yang memiliki kelebihan atau keunggulan dari perusahaan lain seperti memiliki produk yang bermutu sehingga mampu menguasai pasar
potensial. Untuk menguasai pasar potensial harus memperhatikan kebijaksanaan pemasaran
perusahaan.
Menurut Swastha dan Sukoco ( 2021, hal.
193 ) menyatakan : “Marketing adalah kombinasi dari empat variable-variable atau kegiatan yang
merupakan inti dari sistem pemasaran yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi“.
Untuk menyederhanakan definisi diatas maka E. Jerome McCharty (2017, hal. 96) menyatakan bahwa
: “Ada empat klasifikasi pemasaran
yaitu : produk, price, place, promotion ( 4P )”.
2.4 Kebijaksanaan ProdukKebijaksanaan produk sangat berperan sekali menentukan berhasil tidaknya suatu peusahaan dalam memasarkan produknya, sehingga merencanakan produk diperlukan keputusan mengenai bentuk, ukuran, warna, kualitas, mode dan sebagainya.
Basu Swastha dan Ibnu Sukoco ( 2018, hal.94 ) menyatakan : “Produk adalah suatu sikap kompleks baik dapat diraba
maupun tidak dapat diraba termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer pelayanan
perusahaan dan pengecer yang diterima
oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya”.
Sebelum produk dibuat perusahaan harus
membuat keputusan terhadap produk
untuk memungkinkan perusahaan menentukan produk yang akan dipasarkan yang meliputi :Kini abad baru telah tiba dan menjadi tanda tanya bagi para pemikir dunia usaha, apakah ia datang membawa harapan atau bayangan kecemasan bagi kehidupan
perusahaan. Proses perubahan lingkungan terjadi akibat revolusi sains dan teknologi. Tiap-tiap revolusi menimbulkan perubahan lingkungan yang secara nyata melahirkan perbaikan inovasi produk. Berbagai macam barang menjadi berlimpah dan cepat usang. Perubahan lingkungan memberikan pengaruh dan menuntut perbaikan di bidang manajemen, administrasi dan sistem
informasi. Perubahan lingkungan perusahaan merupakan suatu kenyataan yang dihadapi sebagai kekuatan yang memberi
pengaruh yang potensial.
Analisa kekuatan dan kelemahan dilakukan dalam rangka menganalisa kesempatan dan ancaman serta menetukan konsistensi pemasaran perusahaan. Perusahaan harus dapat menganalisa perubahan lingkungan.
“Lingkungan makro yaitu : lingkungan demografi, lingkungan teknologi serta lingkungan budaya.
Lingkungan mikro seperti : perusahaan, pelanggan, pesaing serta publik, maka produk perusahaan akan menempati berbagai persoalan serta kesempatan pertumbuhan yang timbul.”
Karena pentingnya kebijaksanaan pemasaran dewasa ini dalam menghadapi perubahan lingkungan perusahaan yang turut mempengaruhi situasi persainganDalam melaksanakan pembangunan Jangka
Panjang, titik berat pembangunan
diletakkan pada bidang perekonomian sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pembangunan nasional
sesuai dengan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.
Pengembangan industri minyak dan gas bumi di Indonesia
harus didasarkan pada UUD 1945 pasal 33, yang antara lain
menyebutkan “ Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-
besarnya untuk kepentingan rakyat “.
Dalam suatu perusahaan, kegiatan
pemasaran merupakan salah satu
kegiatan yang sangat penting. Karena itu perusahaan terus dapat menciptakan, memelihara dan menyebarkan permintaan terhadap produk yang dihasilkan secara teratur dan
terencana. Perkembangan kebutuhan manusia tidak terbatas dimana tingkat persaingan di antara sasaran
perusahaan terus berubah. Semakin beragamhasil produk dari berbagai macam merek, hasil produksi serta jenis produk telah membanjiri pasar.
Kini abad baru telah tiba dan menjadi tanda tanya bagi para pemikir dunia usaha, apakah ia datang membawa harapan atau bayangan kecemasan bagi kehidupan
perusahaan. Proses perubahan lingkungan terjadi akibat revolusi sains dan teknologi. Tiap-tiap revolusi menimbulkan perubahan lingkungan yang secara nyata melahirkan perbaikan inovasi produk. Berbagai macam barang menjadi berlimpah dan cepat usang. Perubahan lingkungan memberikan pengaruh dan menuntut perbaikan di bidang manajemen, administrasi dan sistem
informasi.