
Phillip Kotler (2017, Hal.5) menyatakan :
Basu Swastha dan Ibnu Sukoco ( 2018, hal.94 ) menyatakan : “Produk adalah suatu sikap kompleks baik dapat diraba
maupun tidak dapat diraba termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer pelayanan
perusahaan dan pengecer yang diterima
oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya”.
Sebelum produk dibuat perusahaan harus
membuat keputusan terhadap produk
untuk memungkinkan perusahaan menentukan produk yang akan dipasarkan yang meliputi :Ketiga faktor diatas merupakan faktor yang perlu diperhatikan dan dianalisa untuk memberikan kesimpulan dan keputusan yang dapat dijadikan
pedoman. Karena itu dalam pengambilan kebijaksanaan, perusahaan harus memperhatikan prinsip-prinsip ekonomi, sebab dengan
keputusan yang berdasarkan kepada prinsip- prinsip ekonomi adalah salah satu dari tujuan bauran pemasaran.
Suatu kebijaksanaan pemasaran yang baik dimulai dari analisa kesempatan dan ancaman lingkungan pemasaran, sehingga perusahaan memiliki
landasan yang kuat dalam tidakan pencapaian tujuan perusahaan. Perusahaan yang dapat menikmati keuntungan adalah perusahaan yang memiliki kelebihan atau keunggulan dari perusahaan lain seperti memiliki produk yang bermutu sehingga mampu menguasai pasar
potensial. Untuk menguasai pasar potensial harus memperhatikan kebijaksanaan pemasaran
perusahaan.
Menurut Swastha dan Sukoco ( 2021, hal.
193 ) menyatakan : “Marketing adalah kombinasi dari empat variable-variable atau kegiatan yang
merupakan inti dari sistem pemasaran yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi“.Basu Swastha dan Ibnu Sukoco ( 2018, hal.94 ) menyatakan : “Produk adalah suatu sikap kompleks baik dapat diraba
maupun tidak dapat diraba termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer pelayanan
perusahaan dan pengecer yang diterima
oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya”.
Sebelum produk dibuat perusahaan harus
membuat keputusan terhadap produk
untuk memungkinkan perusahaan menentukan produk yang akan dipasarkan yang meliputi :Pembungkusan merupakan kegiatan umum dalam perencanaan barang yang melibatkan desain
dan pembuatan bungkus dalam suatu barang. Tujuan pembungkusan yaitu :
Maksud dari pihak penjual memberikan jaminan karena penjual bertanggung jawab kepada pihak pembeli mengenai yang mereka jual. Tujuan kebijaksanaan jaminan yaitu :
Pelayanan yang diberikan untuk memberikan kemudahan dan kepuasan kepada pembeli dalam memperoleh produk yang
diinginkan. Untuk mendapatkan kebijaksanaan produk yang baik perlu dipelajari
siklus kehidupan produk dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
Pada tahap perkenalan produk ternyata dapat memberikan
kepuasan kepada pasar dan konsumen maka penjualan pun meningkat, pembeli yang mula-mula mencoba sekarang membeli kembali, selain itu pembeli baru bermunculan. Dengan demikian mulai produk tersebut mengalami tahap pertumbuhan yang ditandai dengan :Basu Swastha dan Ibnu Sukoco ( 2018, hal.94 ) menyatakan : “Produk adalah suatu sikap kompleks baik dapat diraba
maupun tidak dapat diraba termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer pelayanan
perusahaan dan pengecer yang diterima
oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya”.
Sebelum produk dibuat perusahaan harus
membuat keputusan terhadap produk
untuk memungkinkan perusahaan menentukan produk yang akan dipasarkan yang meliputi :Ketiga faktor diatas merupakan faktor yang perlu diperhatikan dan dianalisa untuk memberikan kesimpulan dan keputusan yang dapat dijadikan
pedoman. Karena itu dalam pengambilan kebijaksanaan, perusahaan harus memperhatikan prinsip-prinsip ekonomi, sebab dengan
keputusan yang berdasarkan kepada prinsip- prinsip ekonomi adalah salah satu dari tujuan bauran pemasaran.
Suatu kebijaksanaan pemasaran yang baik dimulai dari analisa kesempatan dan ancaman lingkungan pemasaran, sehingga perusahaan memiliki
landasan yang kuat dalam tidakan pencapaian tujuan perusahaan. Perusahaan yang dapat menikmati keuntungan adalah perusahaan yang memiliki kelebihan atau keunggulan dari perusahaan lain seperti memiliki produk yang bermutu sehingga mampu menguasai pasar
potensial. Untuk menguasai pasar potensial harus memperhatikan kebijaksanaan pemasaran
perusahaan.
Menurut Swastha dan Sukoco ( 2021, hal.
193 ) menyatakan : “Marketing adalah kombinasi dari empat variable-variable atau kegiatan yang
merupakan inti dari sistem pemasaran yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi“.“Pemasaran adalah tindakan-tindakan manusia yang
diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran“. Dari definisi yang dikemukakan Kotler, ada 4 (empat) unsur pokok
dari pemasaran yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya, yaitu :
Kebutuhan dan keinginan
manusia sesungguhnya merupakan titik tolak usaha pemasaran,
Segala sesuatu yang berkemampuan untuk memenuhi kebutuhan manusia disebut produk. Produk yang dapat memenuhi kebutuhan manusia, meliputi ; objek
fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan ide.
Pemasaran terjadi bilamana orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhan melalui pertukaran yang merupakan tindakan untuk memperoleh suatu benda yang diinginkan dengan menawarkan sesuatu yang sebagai gantinya
Pasar adalah himpunan pembeli dan penjual produk tertentu yang saling berhubungan tukar
menukar.
Menurut William J. Stanton (2021, Hal.7)
pemasaran didefinisikan sebagai berikut : “ Pemasaran adalah suatu sistem kesuluran dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan
dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan, baik pada pembeli yang ada maupun pembeli
yang potensial “.
Menurut Phillip Kotler (2017, Hal.5) “ Pemasaran adalah sebagai suatu
proses sosial dan melalui proses tersebut
individu-individu dan kelompok-kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan mereka inginkan dengan cara menciptakan dan mempertahankan produk dan
nilai dengan individu dan kelompok lainnya “.
Menurut Douglas W. Foster (2017, Hal. 8) “ Pemasaran adalah
fungsi manajemen yang mengorganisasikan dan merumuskan
semua kegiatan perusahaan yang meliputi penilaian dan pengubahan daya beli konsumen menjadi permintaan yang efektif akan suatu barang atau jasa tersebut kepada konsumen atau pemakai terakhir sehingga
perusahaan dapat mencapai laba atau tujuan lain yang ditetapkan “.
Definisi Menurut Kotler (2017, Hal.30 ) menyatakan : “ Marketing adalah kegiatan manusia yang diarahkan kepada usaha yang memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui psoses pertukaran“.Apabila barang dan jasa berpindah tempat dan berpindah hak milik, biasanya diperlukan ketentuan standarisasi meliputi penentuan mutu produk dan menjeniskan produk ke dalam kelompok standar tertentu
yang telah ditentukan, seperti : volume, berat, kualitas, dan sebagainya.
Pelaksanaan ini deisebut juga dengan grading dengan standarisasi, maka penjualan dapat dilakukan melalui sampel atau cukup dengan memberikan gambaran saja.
2.3 Langkah – Langkah Kebijaksanaan Pemasaran
Pemasaran adalah usaha yang menjurus ke
arah dan upaya yang dimiliki oleh perusahaan agar dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. Sebelum pimpinan perusahaan menjual produknya, terlebih dahulu harus memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Menetapkan kelompok pembeli yang ingin dijangkau atau pembeli sasaran.
2. Menyusun perkiraan jumlah hasil produksi dimasa mendatang.
3. Menyusun kombinasi kebijaksanaan pemasaran untuk mencapai tujuan-tujuan yang lain.
Ketiga faktor diatas merupakan faktor yang perlu diperhatikan dan dianalisa untuk memberikan kesimpulan dan keputusan yang dapat dijadikan
pedoman. Karena itu dalam pengambilan kebijaksanaan, perusahaan harus memperhatikan prinsip-prinsip ekonomi, sebab dengan
keputusan yang berdasarkan kepada prinsip- prinsip ekonomi adalah salah satu dari tujuan bauran pemasaran.
Suatu kebijaksanaan pemasaran yang baik dimulai dari analisa kesempatan dan ancaman lingkungan pemasaran, sehingga perusahaan memiliki
landasan yang kuat dalam tidakan pencapaian tujuan perusahaan. Perusahaan yang dapat menikmati keuntungan adalah perusahaan yang memiliki kelebihan atau keunggulan dari perusahaan lain seperti memiliki produk yang bermutu sehingga mampu menguasai pasar
potensial. Untuk menguasai pasar potensial harus memperhatikan kebijaksanaan pemasaran
perusahaan.
Menurut Swastha dan Sukoco ( 2021, hal.
193 ) menyatakan : “Marketing adalah kombinasi dari empat variable-variable atau kegiatan yang
merupakan inti dari sistem pemasaran yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi“.
Untuk menyederhanakan definisi diatas maka E. Jerome McCharty (2017, hal. 96) menyatakan bahwa
: “Ada empat klasifikasi pemasaran
yaitu : produk, price, place, promotion ( 4P )”.
2.4 Kebijaksanaan ProdukKebijaksanaan produk sangat berperan sekali menentukan berhasil tidaknya suatu peusahaan dalam memasarkan produknya, sehingga merencanakan produk diperlukan keputusan mengenai bentuk, ukuran, warna, kualitas, mode dan sebagainya.
Basu Swastha dan Ibnu Sukoco ( 2018, hal.94 ) menyatakan : “Produk adalah suatu sikap kompleks baik dapat diraba
maupun tidak dapat diraba termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer pelayanan
perusahaan dan pengecer yang diterima
oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya”.
Sebelum produk dibuat perusahaan harus
membuat keputusan terhadap produk
untuk memungkinkan perusahaan menentukan produk yang akan dipasarkan yang meliputi :