Classic Love

Classic Love
Part 2



...Jangan Lupa Klik LIKE dulu kak 😁...


Phillip Kotler (2017, Hal.5) menyatakan :


“Pemasaran adalah tindakan-tindakan manusia yang


diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran“. Dari definisi yang dikemukakan Kotler, ada 4 (empat) unsur pokok


dari pemasaran yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya, yaitu :


Kebutuhan dan keinginan


manusia sesungguhnya merupakan titik tolak usaha pemasaran,


karena kebutuhan dan keinginan manusia pada dasarnya selalu ingin dipenuhi.


Segala sesuatu yang berkemampuan untuk memenuhi kebutuhan manusia disebut produk. Produk yang dapat memenuhi kebutuhan manusia, meliputi ; objek


fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan ide.


Pemasaran terjadi bilamana orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhan melalui pertukaran yang merupakan tindakan untuk memperoleh suatu benda yang diinginkan dengan menawarkan sesuatu yang sebagai gantinya


Pasar adalah himpunan pembeli dan penjual produk tertentu yang saling berhubungan tukar


menukar.


Menurut William J. Stanton (2021, Hal.7)


pemasaran didefinisikan sebagai berikut : “ Pemasaran adalah suatu sistem kesuluran dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan


yang potensial “.


Menurut Phillip Kotler (2017, Hal.5) “ Pemasaran adalah sebagai suatu


proses sosial dan melalui proses tersebut


individu-individu dan kelompok-kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan mereka inginkan dengan cara menciptakan dan mempertahankan produk dan


nilai dengan individu dan kelompok lainnya “.


Menurut Douglas W. Foster (2017, Hal. 8) “ Pemasaran adalah


fungsi manajemen yang mengorganisasikan dan merumuskan


semua kegiatan perusahaan yang meliputi penilaian dan pengubahan daya beli konsumen menjadi permintaan yang efektif akan suatu barang atau jasa tersebut kepada konsumen atau pemakai terakhir sehingga


perusahaan dapat mencapai laba atau tujuan lain yang ditetapkan “.


Definisi Menurut Kotler (2017, Hal.30 ) menyatakan : “ Marketing adalah kegiatan manusia yang diarahkan kepada usaha yang memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui psoses pertukaran“.Apabila barang dan jasa berpindah tempat dan berpindah hak milik, biasanya diperlukan ketentuan standarisasi meliputi penentuan mutu produk dan menjeniskan produk ke dalam kelompok standar tertentu


yang telah ditentukan, seperti : volume, berat, kualitas, dan sebagainya.


Pelaksanaan ini deisebut juga dengan grading dengan standarisasi, maka penjualan dapat dilakukan melalui sampel atau cukup dengan memberikan gambaran saja.


2.3         Langkah – Langkah Kebijaksanaan Pemasaran


Pemasaran adalah usaha yang menjurus ke


arah dan upaya yang dimiliki oleh perusahaan agar dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. Sebelum pimpinan perusahaan menjual produknya, terlebih dahulu harus memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :


1.             Menetapkan kelompok pembeli yang ingin dijangkau atau  pembeli sasaran.


2.             Menyusun perkiraan jumlah hasil produksi dimasa mendatang.


3.             Menyusun kombinasi kebijaksanaan  pemasaran untuk  mencapai tujuan-tujuan yang lain.


Ketiga faktor diatas merupakan faktor yang perlu diperhatikan dan dianalisa untuk memberikan kesimpulan dan keputusan yang dapat dijadikan


pedoman. Karena itu dalam pengambilan kebijaksanaan, perusahaan harus memperhatikan prinsip-prinsip ekonomi, sebab dengan


keputusan yang berdasarkan kepada prinsip- prinsip ekonomi adalah salah satu dari tujuan bauran pemasaran.


Suatu kebijaksanaan pemasaran yang baik dimulai dari analisa kesempatan dan ancaman lingkungan pemasaran, sehingga perusahaan memiliki


landasan yang kuat dalam tidakan pencapaian tujuan perusahaan. Perusahaan yang dapat menikmati keuntungan adalah perusahaan yang memiliki kelebihan atau keunggulan dari perusahaan lain seperti memiliki produk yang bermutu sehingga mampu menguasai pasar


potensial. Untuk menguasai pasar potensial harus memperhatikan kebijaksanaan pemasaran


perusahaan.


Menurut Swastha dan Sukoco ( 2021, hal.


193 ) menyatakan : “Marketing adalah kombinasi dari empat variable-variable atau kegiatan yang


merupakan inti dari sistem pemasaran yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi“.


Untuk menyederhanakan definisi diatas maka E. Jerome McCharty (2017, hal. 96) menyatakan bahwa


: “Ada empat klasifikasi pemasaran


yaitu : produk, price, place, promotion ( 4P )”.


2.4        Kebijaksanaan ProdukKebijaksanaan produk sangat berperan sekali menentukan berhasil tidaknya suatu peusahaan dalam memasarkan produknya, sehingga merencanakan produk diperlukan keputusan mengenai bentuk, ukuran, warna, kualitas, mode dan sebagainya.


Basu Swastha dan Ibnu Sukoco ( 2018, hal.94 ) menyatakan : “Produk adalah suatu sikap kompleks baik dapat diraba


maupun tidak dapat diraba termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer pelayanan


perusahaan dan pengecer yang diterima


oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya”.


Sebelum produk dibuat perusahaan harus


membuat keputusan terhadap produk


untuk memungkinkan perusahaan menentukan produk yang akan dipasarkan yang meliputi :Phillip Kotler (2017, Hal.5) menyatakan :


“Pemasaran adalah tindakan-tindakan manusia yang


diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran“. Dari definisi yang dikemukakan Kotler, ada 4 (empat) unsur pokok


dari pemasaran yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya, yaitu :


Kebutuhan dan keinginan


manusia sesungguhnya merupakan titik tolak usaha pemasaran,


karena kebutuhan dan keinginan manusia pada dasarnya selalu ingin dipenuhi.


Segala sesuatu yang berkemampuan untuk memenuhi kebutuhan manusia disebut produk. Produk yang dapat memenuhi kebutuhan manusia, meliputi ; objek


fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan ide.


Pemasaran terjadi bilamana orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhan melalui pertukaran yang merupakan tindakan untuk memperoleh suatu benda yang diinginkan dengan menawarkan sesuatu yang sebagai gantinya


Pasar adalah himpunan pembeli dan penjual produk tertentu yang saling berhubungan tukar


menukar.


Menurut William J. Stanton (2021, Hal.7)


pemasaran didefinisikan sebagai berikut : “ Pemasaran adalah suatu sistem kesuluran dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan


yang potensial “.


Menurut Phillip Kotler (2017, Hal.5) “ Pemasaran adalah sebagai suatu


proses sosial dan melalui proses tersebut


individu-individu dan kelompok-kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan mereka inginkan dengan cara menciptakan dan mempertahankan produk dan


nilai dengan individu dan kelompok lainnya “.


Menurut Douglas W. Foster (2017, Hal. 8) “ Pemasaran adalah


fungsi manajemen yang mengorganisasikan dan merumuskan


semua kegiatan perusahaan yang meliputi penilaian dan pengubahan daya beli konsumen menjadi permintaan yang efektif akan suatu barang atau jasa tersebut kepada konsumen atau pemakai terakhir sehingga


perusahaan dapat mencapai laba atau tujuan lain yang ditetapkan “.


Definisi Menurut Kotler (2017, Hal.30 ) menyatakan : “ Marketing adalah kegiatan manusia yang diarahkan kepada usaha yang memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui psoses pertukaran“.


"Lo berangkat dulu aja, ntar gue nyusul, gue mau bawa motor sendiri!"


"Hah? Enak aja, gue nungguin lo berjam-jam disini dan sekarang lo mau berangkat sendiri? Nggak! Nggak bisa!" Protes Abim dengan nada tingginya yang sangat gurih di dengar telinga.


"Gue mau bawa motor sendiri, Bima! Gue gak mau lo ninggalin gue kayak biasanya, udah habis duit anggaran buat ngojek."


"Tapi... Gue gak akan ninggalin lo, beneran!"


"Halah! Bicit!"


"Beneran Lil, lo gak percaya sama gue?"


"Oke-oke, tapi kalau nanti lo sampek ninggalin gue, gue gak akan pernah mau bareng lo lagi. Gimana? Setuju?"


"Heem," jawab Abim sambil mengangguk. Lili hanya menghela nafas pasrah dan menatap lekat wajah Abim dari pantulan cermin. "Masih lama? Lo dandan gitu mau godain siapa sih Lil?"


"Godain lo," jawab Lili ketus seraya beranjak mengambil tas dan ponselnya. "Ya udah, ayo berangkat!"


.


.


Abim tertawa lepas saat dia berhasil mengalahkan Lili di permainan balap mobil, tiga kali berturut-turut. Lili hanya mencibik, menang kalah sudah biasa baginya. Tapi reaksi Abim yang heboh itu membuatnya jengkel. Pasalnya beberapa orang kini menatap kearahnya sambil terkikik.


"Sekali lagi," pinta Abim namun Lili menggeleng dan bersiap untuk pergi. "Sekali lagi, pliiiiiis!"


"Iya-iya."


"Gue ada challenge, kalau lo menang kali ini, lo bisa cium gue, gimana?" Tawar Abim percaya diri.


Lili menelan salivanya berat saat jantungnya mulai memompa dengan percepatan yang semakin cepat dan melebihi batas normal. Gejala takikardia, aihhh.. Lili tak ingin terkena gagal jantung di usia mudanya. Dia mengatur nafas dan berharap detak jantungnya bisa kembali konsisten dengan temponya.


"Siap?" Tanya Abim saat Lili selesai mengatur ulang permainannya. Lili mengangguk yakin dan fokus pada permainannya.


Lili menghentikan permainannya saat suara aneh terdengar dari mesin yang dimainkan Abim.


'Wrong way! Wrong way!'


"Serius donk Bim!" Protes Lili yang hanya mendapat cengiran dari Abim. Lili menatap layar game Abim, memastikan dia sudah kembali bermain dengan benar.


"Ngung. Ngung. Nguung!"


Lagi-lagi Lili menatap Abim tak percaya. Bisa-bisanya dia mempermainkan pedal gas seperti itu. Lili merasa Abim sedang mengerjainya sekarang. Dia tak sungguh-sungguh bermain dengannya. Karena memang benar, Abim berusaha membuat Lili menang kali ini.


"Gue pergi aja lah," gertak Lili.


"Oke-oke serius. Gue gak akan biarin lo menang lagi dari gue!" Ucap Abim yakin.


Lili kembali dengan permainannya. Dia sudah berada jauh di depan Abim, namun sial tak lama kemudian mobilnya menyerempet pembatas dan menabrak kontainer di depannya. Abim terkekeh saat berhasil menyalip mobil Lili yang masih terjebak di belakang kontainer.


Sejurus mobil Lili berhasil menyusul Abim dan terus menempel di belakangnya. Tak ada cela bagi Lili untuk menyalipnya, Lili mengeram saat dia hampir berhasil menyalip namun gagal. Lili pasrah saat garis finish sudah terlihat. Kali ini dia merasa kecewa karena kalah dari Abim, harusnya dia bisa memenangkannya bukan?


"Ehhh gila ngapain lo?" Pekik Lili saat mobil Abim putar balik dan mengakibatkan mesin permainan menjeritkan kata 'wrong way' berulang kali. Lili menghentikan permainannya. Namun kemudian Abim kembali ke lintasan dan mendorong mobil Lili dari belakang sampai berakhir di garis finish.


"Yee!! Lili menang!!" Seru Abim membuat Lili jengkel. "Nih lo bisa cium gue," lanjut Abim sambil menyodorkan pipinya ke arah Lili yang menatapnya dingin.


"Ayo cium gue sekarang!" Pinta Abim lagi. Tapi Lili tak mengindahkan hal itu dan malah membuka kaleng sodanya dan meneguk minuman itu hingga tandas.


"Lil," panggil Abim sambil menatap mata Lili yang sudah merasa gugup. Takikardia menyerangnya lagi. "Lo gak mau kan melewatkan kesempatan ini? Ayo cium gue."


Abim tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya dan menyodorkan pipinya ke depan wajah Lili yang mulai bersemu. Lili menggigit bibir bawahnya dan memutuskan untuk mendekatkan bibirnya ke wajah tampan Abim.


"Groookk!!" Lili bersendawa sekeras-kerasnya di telinga Abim yang langsung menjauhkan diri sambil mengumpati Lili yang sudah bangkit dan meninggalkannya.


'Jangan seperti itu lagi Bim, itu benar-benar menyakitkan!' gumam Lili dalam hati dan memilih melanjutkan permainannya di machine claw.


.


.


"Haiss, itu yang ijo gampang banget, napa lo malah ambil yang susah?!" Protes Abim gemas. Sedari tadi Abim hanya memperhatikan Lili yang sudah puluhan kali gagal. Padahal biasanya dia sangat jago dalam permainan ini.


"Gue pengen yang merah itu," sahut Lili sambil menghela nafas pasrah. Saldonya sudah hampir habis jadi dia memilih untuk menyerah saja. Abim mendorong tubuh Lili untuk menepi dan benar, satu kali coba Abim langsung berhasil mendapat boneka kelinci berwarna hijau yang dia tunjuk tadi.


"Nih buat lo, jangan cemberut." Kata Abim mengulurkan boneka yang cukup besar itu pada Lili. Namun Lili hanya menggeleng dan beranjak ke zombie game.


Lili yang sudah asyik bermain tak memperhatikan kalau Abim belum juga menyusulnya. Dan setelah gamenya berakhir barulah dia menyadari bahwa Abim tak terlihat lagi. Bahkan Lili sudah menyapu setiap sudut yang bisa di tangkap retinanya, tapi tetap saja tak nampak bayangan Abim di sana. Lili hanya berdecak dan melanjutkan permainannya.


"Nih, warna merah! Nyusahin banget!" Kata Abim setelah berhasil menukar boneka yang ia dapat dengan boneka yang Lili inginkan.


"Yang nyuruh lo tuker siapa," cicit Lili sambil menerima boneka itu dan langsung memeluknya.


"Jangan kenceng-kenceng meluknya, sakit loh itu kena tulang, dada lo rata soalnya." Ejek Abim yang memainkan game zombie milik Lili.


"Dasar mesum!"


.


.


.


"Brenseeekkk!" Umpat Lili dengan suara lirih saat Abim berjalan menjauh karena Celine menelfonya dan mengajaknya bertemu.


Lili jadi ingat dengan ujaran yang dia ucapkan tadi di kostnya. Ya! Dia tidak akan mau berangkat bersama Abim lagi. Itu janjinya. Dan sekarang waktu yang tepat untuk menepati janji yang sudah dia buat. Sebal rasanya...


.


.


.


Lanjut???