
...'Phillip Kotler (2017, Hal.5) menyatakan : “Pemasaran adalah proses sosial dimana individu dengan...
kelompok mendapatkan apa yang mereka
butuhkan dan inginkan dengan menciptakan dan mempertukarkan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya“.
Menurut Alex S. Nitisemito (2018, Hal.5) menyatakan : “ Marketing adalah semua kegiatan yang bertujuan untuk memperlancar arus barang atau jasa dari produsen ke konsumen semua efisiensi dengan maksud menciptakan permintaan efektiktif “.
Dari pengertian diatas dikemukakan bahwa
semua kegiatan yang bertujuan memindahkan
barang atau jasa dari produsen ke konsumen merupakan suatu aktivitas pemasaran.
Menurut Phillip Kotler (2017, Hal.5) menyatakan :
“Pemasaran adalah tindakan-tindakan manusia yang
diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran“. Dari definisi yang dikemukakan Kotler, ada 4 (empat) unsur pokok
dari pemasaran yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya, yaitu :
Kebutuhan dan keinginan
manusia sesungguhnya merupakan titik tolak usaha pemasaran,
karena kebutuhan dan keinginan manusia pada dasarnya selalu ingin dipenuhi.
Segala sesuatu yang berkemampuan untuk memenuhi kebutuhan manusia disebut produk. Produk yang dapat memenuhi kebutuhan manusia, meliputi ; objek
fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan ide.
Pemasaran terjadi bilamana orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhan melalui pertukaran yang merupakan tindakan untuk memperoleh suatu benda yang diinginkan dengan menawarkan sesuatu yang sebagai gantinyaPenelitian yang membahas tentang waktu dan lokasi penelitian, sumber data penelitian dan alat analisa yang digunakan pada penelitian ini.
Bab IV : Analisa dan penilaian. Pada bab ini penulis mengadakan analisa dan penilaian terhadap kebijaksanaan pemasaran, pasar potensial, perkembangan volume penjualan, dan hambatan-hambatan pemasaran.
Bab V : Merupakan
bab terakhir adalah kesimpulan dan saran. Pada bab ini penulis menyimpulkan apa yang telah diuraikan pada bab-bab terdahulu serta saran penulis yang
mungkin dapat bermanfaat bagi perusahaan dan pengembangan ilmu pengetahuan terapan pada umumnya.
BAB IIKERANGKA TEORI
2.1 Pengertian PemasaranPemasaran merupakan salah satu bidang yang paling sulit dianalisa
dalam pengambilan keputusan bagi suatu perusahaan. Hal ini disebabkan karena pemasaran menyangkut semua aspek kehidupan manusia setiap hari. Dalam
pemasaran juga terdapat hal- hal yang
bersifat tidak kuantitatif seperti halnya bidang lain dalam perusahaan, seperti bidang produksi, keuangan, dan
lain-lain. Tetapi faktor psikologi seperti selera dan mutu pendapatan, sangat berpengaruh dalam bidang pemasaran.
Sejalan dengan perkembangan dunia
industri dan perkembangan tehnik-tehnik pemasaran, pihak produsen dihadapkan pada masalah-masalah bagaimana cara dan tehnik terbaik dalam memasarkan
hasil produksinya. Hal ini seperti kembalinya uang yang
diivestasikan pada perusahaan dan membawa keuntungan hidup perusahaan sehingga dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.
Dari masalah diatas muncul istilah pemasaran. Definisi Pemasaran terus
berkembang dan mengalami perubahan mengikuti kemajuan zaman. Pemasaran adalah
fungsi bisnis yang mengindentifikasi keinginan dan kebutuhan yang belum terpenuhi sekarang dan mengukur seberapa besarnya pasar target yang paling baik dilayani serta menentukan produk jasa dan program yang tepat dalam melayani pasar tersebut. Jadi pemasaran berperan
sebagai penghubung antara kebutuhan masyarakat dengan pola jawaban industri yang bersangkutan.
Phillip Kotler (2017, Hal.5) menyatakan : “Pemasaran adalah proses sosial dimana individu dengan
kelompok mendapatkan apa yang mereka
butuhkan dan inginkan dengan menciptakan dan mempertukarkan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya“.
Menurut Alex S. Nitisemito (2018, Hal.5) menyatakan : “ Marketing adalah semua kegiatan yang bertujuan untuk memperlancar arus barang atau jasa dari produsen ke konsumen semua efisiensi dengan maksud menciptakan permintaan efektiktif “.
Hamzah langsung berdecak sebal menyambut teman-temannya yang datang bersamaan. Dia sudah sengaja berangkat terlambat, tapi ternyata tetap saja dia datang lebih awal seperti biasanya.
"Lo kan tau gue ada kelas online pagi ini," ucap Lili memelas sebelum Hamzah mendampratnya.
Hamzah hanya memutar bola mata jengah mendengar alasan yang di suguhkan teman-temannya. Tak menunggu waktu mereka mulai membuka laptop dan membahas tugas kelompok mereka. Satu jam pertama masih fokus. Dua jam? Heboh lah mereka dengan cerita yang seakan tak ada habisnya untuk dibicarakan. Hampir setiap hari dalam tiga tahun terakhir, mereka selalu bersama dan adaaa saja tema menarik untuk di bahas.
.
"Gue pergi dulu ya," ucap Abim sambil menutup laptop dan merapikan buku-bukunya.
"Mau kemana lo?"
"Mau jalan sama Della," jawab Abim santai, "nanti decision tree-nya, gue kirim ke Lili."
"Wait?!" Sergah Lili saat Abim mulai beranjak. "Gue kesini bareng lo dan sekarang lo ninggalin gue? Again?"
Lagi? Ya, sudah sering Abim pergi bersama Lili dan dia meninggalkan Lili begitu saja hanya untuk menemui pacar-pacarnya. Dan hari ini untuk yang kesekian kalinya, Abim mengulanginya LAGI!
"Lo bareng Hamzah deh, ya??" Pinta Abim dengan entengnya, membuat semua sahabatnya melotot ke arah Abim yang tetap stay cool tanpa merasa bersalah.
"Gue kesini ngojek bro," terang Hamzah.
Abim pergi dan Lili hanya bisa berdecih. Begitupun sahabatnya yang lain. Mereka sebenarnya tak habis pikir kenapa Lili tetap saja mau berangkat bersama Abim, padahal Lili memiliki sepeda motor di kostnya. Ditambah hal seperti ini jelas dan selalu saja terulang lagi, lagi dan lagi.
"Ya dari pada dia ngamuk mending gue ngalah aja lah, yang waras ngalah."
Hanya itu yang Lili ucapkan untuk menutupi perasaannya. Apalagi mereka semua tau, Abim sangat meresahkan jika sedang marah. Dia akan merusak dan menghancurkan apapun yang ada di depannya. Tak peduli itu miliknya atau milik orang lain, dan kata-kata kasar yang dia ucapkan, sangat mengganggu mental dan mood.
Tapi dibalik itu, ada hal lucu dan juga aneh. Lucunya, orang yang bisa menenangkan tantrum Abim, ya hanya Lili. Entah bagaimana teorinya, namun yang jelas saat Abim marah, Lili akan merangkulnya dan mengajaknya bicara tentang apapun. Dan anehnya emosi Abim langsung surut dan dia seperti terhipnotis, dia hanya mendengarkan Lili berbicara sambil mengangguk sesekali. Doni pernah mencoba menenangkan Abim dengan cara yang sama seperti yang di lakukan Lili, tapi nahas, Doni malah kena tinju oleh Abim.
"Kenapa kalian gak pacaran aja sih? Padahal cocok loh," celetuk Hamzah sambil berpangku tangan menatap wajah Lili yang langsung melotot.
"Dih, amit-amit!" Seru Lili menyangkal isi hatinya.
"Dan itu juga gak mungkin. Abim kan pernah bilang, dia gak mau pacaran sama sahabatnya sendiri." Sahut Doni dan mendapat anggukan dari semua orang yang ada di meja itu.
Itulah kenapa Lili memilih memendam perasaannya sendiri. Sebaik dan sedekat apapun dia dengan Abim, dia tak lebih dari sahabatnya. Hanya sahabat dan tidak akan pernah bisa lebih dari itu.
Busuknya, Abim selalu menceritakan tentang kekasihnya pada Lili. Tak hanya satu dua orang. Tapi puluhan bahkan ratusan. Bagaimana tidak? Sepertinya Abim lebih rajin berganti pacar dari pada berganti kaos kaki.
.
Beberapa hari berlalu.
Jam menunjuk pukul 5 sore dan Lili sedang membaca komik saat pintu kamar kostnya di ketuk dari luar. Dengan malas Lili bangkit dari duduknya lalu membuka pintu yang kini sudah digedor dengan keras.
"Lama banget sih!" Protes tamu Lili yang langsung menerobos masuk dan membanting tubuhnya di atas kasur Lili yang empuk.
"Gue putus sama Della," lanjut tamu tak berakhlak yang tak lain adalah Abim.
'Bagus donk!' Gumam Lili dalam hati seraya duduk di samping tubuh Abim yang menatap langit-langit kamarnya.
Tangan Abim bergerak mengeluarkan earphone dan ponsel dari dalam saku jaketnya. Tetap saja, disaat dia putus dengan pacarnya, dia selalu mendengarkan lagu Dear God dari Avenged Sevenfold. Lili berdecih menatap wajah Abim yang fokus menatap layar ponselnya.
"Hey! I Love you," ucap Lili yang kemudian Abim menoleh kearahnya.
"Lo ngomong sesuatu?" Tanya Abim sambil melepas earphonenya.
"Ohhh ... ehhh, nggak..." Jawab Lili sedikit gelagapan dan dibalas tatapan curiga oleh Abim.
"Kenapa lo ngelihatin gue gitu?" Tanya Lili risau.
"Gue lihat bibir lo gerak tadi, gue curiga jangan-jangan lo lagi baca mantra buat pelet gue," tuduh Abim membuat Lili tergelak.
'Kalau bisa udah gue lakuin itu dari dulu,' batin Lili disela-sela tawanya.
"Heeh, gue kirim voice note," ucap Lili sambil mengangkat ponselnya. "Lo kenapa putus sama Della?"
"Dia gak mau jalan sama gue karena gue pakai motor, dan lagi bisa-bisanya dia nyuruh gue ganti mobil. Huh!! males banget punya cewek matre begitu," Jawab Abim seraya bangkit dari tidurnya dan menghela nafas panjang.
"Kita ke Tine Zome yuk, udah lama kita gak main berdua." Ajak Abim membuat mata Lili berbinar.
Itu adalah satu hobi mereka berdua, menghamburkan uang di Tine Zome. Selama ini mereka sering pergi berdua, tapi belakangan, karena kesibukan masing-masing mereka tak pernah ada waktu untuk bermain bersama. Lili sibuk dengan tugasnya dan Abim sibuk dengan wanita-wanitanya.
"Oke, gue ganti baju dulu kalau gitu," ucap Lili yang tak pernah mau melewatkan kesempatan untuk pergi berdua dengan Abim.
Lili baru keluar dari kamar mandi saat Abim bangkit dari tidurnya sambil berbincang dengan seseorang diponsel. Tak lama panggilannya berakhir dan Abim meringis melihat Lili yang sudah berganti baju.
"Sorry Lil, kayaknya kita gak jadi pergi deh. Gue mau makan malam sama Celine."
"Aihhh... Terus tadi ngapain lo ngajak gue pergi bambank!" Protes Lili yang masih berdiri di tempatnya.
"Ya maaf, tadi kan gue belum dapet kepastian dari Celine. Ini dia baru telpon dan bilang mau jalan sama gue, maaf ya?"
Lili menatap dingin kepada Abim yang memasang wajah memelas dengan puppy eyes-nya yang menggemaskan. Lili menghela nafas dan mengangguk pelan sambil beranjak membuka pintu agar Abim pergi sekarang juga.
"Sorry banget ya Lil, lo lanjutin deh kesibukan lo tadi. Besok atau lusa deh kita main, oke?" Kata Abim yang hanya mendapat anggukan singkat dari Lili.
"Udah buruan pergi!" Perintah Lili sambil mendorong tubuh Abim yang masih menatapnya dengan tatapan aneh.
"Iya-iya, sabar donk Lil... Kasar banget, emang lo gak kangen sama gue?" Goda Abim yang melihat wajah Lili kembali cemberut.
"Najis! Udah sana pergi, jangan lupa ganti tuh kaos kaki biar cewek yang kencan sama lo gak mabok."
Abim hanya tertawa ringan kemudian beranjak pergi meninggalkan kamar kost Lili. Lili sendiri langsung menutup pintu dan menguncinya. Dia masih berdiri dibalik pintu dengan perasaan yang berkecamuk. Perlahan tubuhnya merusut kebawah dan terduduk di lantai dengan beberapa tetes bening mulai membasahi pipinya.
"Bodoh," gumam Lili dengan suara lirih, sangat lirih.
Lili menghirup oksigen banyak-banyak dan menahannya untuk beberapa waktu. Membuang pikiran tentang Abim dan menggantinya dengan bayangan makanan yang enak-enak. Lili pun menghela nafasnya perlahan seraya bangkit mengambil ponsel dan kunci motor, lalu pergi ke restoran cepat saji favoritnya.
.
.
.
.
to be continue...
.
.
Karya barukuuuuu...
Ini terinspirasi dari beberapa film yang udah pernah aku tonton dan itu selalu terbayang-bayang di kepala, sooo dari pada kehaluan ku semakin tak terkontrol, jadi aku bungkus lah dalam cerita ini 😘 semoga suka 😘
Jangan Lupa LIKE dan KOMEN!!!