
Qier :(merasa sedih) maksutmu tak terkontrol apa?
juan :( tersenyum) setiap hari hanya bermabuk mabukan , heh sangat menyedihkan hidupku di kota A tanpa dirimu.
Qier : (kasihan) kenapa kamu tidak jadian dengan siska , kenapa kamu masih mengingatku .
juan : (tersenyum) karena aku menginginkanmu. aku sangat menyukaimu . dari kecil aku sangat menyukaimu itu alasan aku setiap hari selalu bersamamu. perjuanganku untuk mendapatkanmu sangat panjang . tidak hanya 1 tahun atau 2 tahun.. aku memperjuangkanmu dari aku duduk di kelas 2 SMA aku ingin mendapatkanmu. hingga aku mendapatkanmu tapi kamu langsung meninggalkanku. kamu jahat. kamu tega pergi sebelum mendengar penjelasanku..
Qier : (menatap) coba kamu jelaskan .
juan : (menatap) aku jelaskan dengar aku baik baik. (meminum ) waktu itu siska katanya di suruh tampil di acara kampusnya , dia dipilih sebagai peran seorang wanita yang sedang di lamar oleh seorang pria. (meminum lagi) aku di suruh mengajarinya. makanya aku pura pura melamarnya. tapi itu hanya sekedar akting. tak di sangka kamu datang . dan saat kamu datang siska beneran menciumku. aku mana tahu itu akan jadi beneran kejadiaannya.
Qier : kenapa jika kamu tahu aku datang ,saat aku pergi kamu tidak mengejarku.
juan : (menatap) aku mengejarmu tapi tiba tiba siska pingsan . aku menolongnya tak di sangka dia hanya membohongi ku.. saat aku tahu dia berbohong aku memaki nya. dan mulai saat itu aku tidak mau berhubungan apapun dengannya.. dan keesokan harinya adu datang kerumahmu tapi kamu tidak di rumah. dan ternyata kamu pergi dari kota A . (menangis)
Qier : (menahan tangis) terus apa yang kamu lakukan saat tahu aku pergi.
juan : (menatap) aku mencari penerbanganmu tapk semua akses di hilangkan tentangmu.. setiap hari aku makin hari makin gila. tapii (mengeluarkan dompet ) tapi aku masih punya ini , foto kebersamaan kita (menangis).
Qier : (menangis) tapi kenapa aku sering kali melihat kamu dan siska berpelukan ?
juan : dia bilang habis berantem dengan pacarnya , berantem besar sampai di pukul pacarnya. dia memelukku karena butuh perlindungan. tak tahunya semua itu palsu. dia hanya akting (menatap dengan penuh kesedihan)
Qier : (terdiam).....
Qier : (melepaskan pegangannya) maaf aku belum bisa. aku masih ingin ketenangan ini.
juan : (meminum 1 gelas beralkohol tinggi) tidak bisakah kamu memberi ku 1 kesempatan lagi.
Qier : (merebut minumannya) sudahlah jangan minum lagi. berhentilah.
juan : (merebut minuman) biarkan saja aku hancur (tersenyum) karena lebih baik aku hancur sekarang juga. atau mati sekarang juga. hahaha (tertawa)
Qier :(menampar) berhenti omong kosong. ayo pulang. berikan àlamatmu . aku akan mengantarmu..
juan : (memberi dompet ) lihat disini..
Qier :(mengambil dompet ) baik ayo pulang.
di perjalanan juan sering berbicara tidak jelas. Qier sama sekali tidak menjawab semua omongan yang dia lontarkan. Qier merasa kasihan dengan juan . disisi lain dia kecewa kenapa dulu tak mendengarkan penjelasannya, langsung kabur dari sebuah masalah. sekarang sudah terlanjur jadi seperti ini. sangat sulit untuk seperti dulu lagi. Qier hanya bisa berdoa untuk kedepannya . supaya bisa lebih baik lagi dengan juan. kalau mau jujur masih ada juan di hati Qier .
Qier :(memapah ) sana kamu masuk dan istirahat aku pulang dulu.
juan : hati hati di jalan (lemas)
Qier : (menatap ) iya .
juan : tunggu berikan ponselmu..