
Qier : (membuka pintu) bibi aku pulang ,
bibi :(kaget) lho non kok mukanya pucat gitu. non kenapa ? (memapah Qier)
Qier : tadi aku makan wortel makanya aku jadi begini (duduk di sofa)
bibi : non kan tahu non tidak bisa makan wortel kenapa memaksakan . (memijat kepala Qier)
Qier : (sedih) tadi pas aku lagi makan sama iqbal tiba-tiba juan datang . iqbal juga tidak tahu kalao aku tidak suka wortel , makanya karena ada juan aku terpaksa memakannya. jadi begini .
bibi :(kaget) juan siapa , juan shing itu bukan?
Qier : iya bii . dia ..
bibi : kok dia sampai tahu nona disini ?
Qier : dari reno , dia memberi tahunya .
bibi : kenapa dia nyusulin nona kesini ?
Qier : (menatap) katanya dia mau ngejelasin kesalah pahaman 3 tahun lalu, tapi aku tidak mau denger penjelasannya.
bibi : (menatap) menurut bibi kenapa nona tidak mau denger penjelasannya dulu. biar semua jadi lebi baik non. siapa tahu memang tuan juan di jebak..
Qier :(berfikir) apa aku harus dengerin dia bi. kalao dia bohong gimaana.
bibi : menurut bibi, juan bukan orang seperti itu.
Qier :(berfikir) ya memang , dia juga bukan orang yang seperti itu.. yaudah besok aku akan dengeri penjelasannya (tersenyum)
bibi : beri dia satu kesempatan . nanti kalao dia bikin non kecewa lagi lebih baik tinggalkan dia. (tersenyum)
Qier: (menikmati) bii pijatan bibi enak banget, makasih ya bi , bibi mau ikut aku tinggal disini .(tersenyum)
bibi : (tersenyum) iya non. non sudah bibi anggap sebagai anak bibi, bibi juga tidak mau jauh dari nona.
Qier : (berbaring di pangkuan bibi) makasih bibi .
ya memang dari Qier kecil bibi yang mengurusnya karena mama dan papa Qier sangat sibuk . begitu juga dengan kakaknya kim anan juga sibuk dengan urusannya , tapi sesibuk apapun hubungan keluarga sangat hangat ,Qier tidak pernah merasakan kesepian , dengan adanya bibi Qier merasa selalu dekat dengan mama nya.
kringg... kriiingggg ( bunyi telepon Rumah)
bibi : (mengangkat telpon) hallo dengan kediaman kim UTO(nama papa Qier) , ada yang bisa di bantu ??
juan : bisa bicara dengan Qier ?
juan : juan shing bii..
bibi : sebentar ....
bibi : non ada yang menelpon katanya mau bicara dengan non.
Qier : (menghela nafas )dari siapa ?
bibi : juan non. non tolong diangkat . kasihan dia.
Qier : iya bii...
Qier : (mengangkat telpon) hallo. ada yang bisa aku bantu .
juan : bisa kita ketemu ?
Qier : (judes) ngapain ketemu .
juan : ada urusan penting, bisa ketemu kan
Qier : ketemu dimana ?
juan : di Bar . bisa kesini sekarang.
Qier : (kaget) baiik...
saat Qier tahu bahwa juan berada di bar dia kaget, karena setahu Qier dulu juan tidak pernah ke bar, Qier pun bergegas datang kesana.
sesampai di bar dia melihat juan sudah sangat mabuk ,
Qier : (kaget) juan kamu ngapain minta ketemu disini ? (duduk di dekat juan)
juan : hahaha... tidak apa apa hanya ingin menghilangkan sesuatu di hati ( meminum lagi)
Qier :(merasa kasihan) .....( terdiam)
juan : kamu tahu tidak 3 tahun ini apa yang aku lakukan (menatap ).
Qier : tidak.
juan : hahaha... 3 tahun saat kamu ninggalin aku. disitu aku mulai melakukan hal sia sia seperti ini. setiap malam aku melakukan itu. saat aku tahu kamu pindah dari kota A aku makin tidak terkontrol. (bicara makin ngaco )