
Qier : (mengendarai mobil) bisakah kamu berhenti membuat kekacauan , bisa kah kamu membuat hidup mu tenang , bisa kah kamu tidak mencari musuh seperti ini ,
juan : (menatap) tidak , jika itu semua menyangkut dirimu aku akan membuat masalah itu semua , dan bisa kah kamu menyukai ku seperti dulu lagi ,
Qier : (terdiam) ....
juan : bisa kah kamu memberi ku kesempatan untuk merebut hati mu .
Qier : (terdiam).... , aku tak bisa memberi mu janji untuk kembali kepada mu , tapi jika kamu mau berusaha silah kan , tak ada larangan ,
juan : (tersenyum) baik , aku akan berusaha sekuat tenaga .
Qier : (terdiam) ...
juan :bisa kah kamu beri tahu aku ,kenapa kamu sangat membenci ku ,
Qier : (tiba tiba memberhentikan mobil) kamu ini sebenarnya bego atau bodoh , pertanyaan macam apa , apa kamu ini tidak peka , (teriak)
juan : (kaget) iya aku tahu , kan biar makin jelas jadi aku bisa merubah sifat ku itu ,
Qier : tidak perlu aku jelas kan kamu pikir sendiri , yang harus nya kamu pikir itu ini (mengeluarkan kertas ) ..
juan : (kaget ) kamu dapat ini dari siapa ?
Qier : (tersenyum sadis) tak perlu banyak omong , dan jangan jelaskan apapun kepada ku , karena aku tak kan percaya lagii , pergilah berobat , aku pusing mau pulang kerumah , maaf aku tak bisa mengobati luka mu,
juan : apa ? kamu menurun kan aku ? .
Qier : keluar ,
juan : tunggu penjelasan ku , ini semua salah.
Qier : keluar ..
juan tak bisa berkata kata , Qier sudah tidak bisa menahan semua kekecewaan juan , tanpa toleransi Qier tak mau melihat juan lagi, karena pertanyaan bodohnya ..
kriingg ... kriiingg... ( bunyi telepon Qier )
Qier : (kaget) hallo ... kak ahmong ... kakak dirumah , bersama kakak , baik aku segera kembali ( bersemangat)
Qier begitu mendengar kabar itu merasa sangat bahagia , dia melajukan mobil dengan kencang , entah kenapa , mendengar ahmong datang , hatinya sangat senang,
Qier : (berlari ) kakak .... kakak aku merindukanmu (menghampiri kak anan dan memeluknya )
kak anan : (memeluk Qier) aku juga merindukanmu ,
Qier : (memeluk kak ahmong) selamat datang kak (tersenyum)
ahmong : (memeluk Qier) iya , terima kasih .
Qier : lho kok kak ahmong bawa koper (kaget)
kak anan : dia mau tinggal disini bersamamu , dia mau kuliah bersama mu (tersenyum)
Qier : (kaget) bersama ku ? kuliah ? bukan kah kak ahmong adalah mahasiswa yang paling cerdas di universitas A. bukan kah kakak juga bekerja di perusahaan ayah kakak (bertanya pada ahmong)
kak anan : ya semua itu benar , tapi dia mau kuliah disini apa bisa aku melarang nya (tersenyum)
ahmong : jadi apakah aku bisa tinggal bersamamu , ? (tersenyum sadis)
Qier : (malu ) oh.. anu .. tentu saja boleh ...
kak anan : kenapa kamu kok aneh gitu .. (tertawa)
ahmong : kamu lucu sekali ( mengelur rambut Qier)
Qier : (pipi memerah) ah kakak ... bibi ....
bibi : iya non..
Qier : antar kak ahmong ke kamar di atas saja bii, jangan di kamar tamu ...
bibi : baik non , mari tuan...
Qier : apa benar kak , kak ahmong tinggal disini ,
kak anan : tentu , kakak tahu kamu menyukainya kan hahha... dia sangat baik , dia pernah berpacaran 1x , dia sangat setia , dia di hianati kekasihnya seperti mu , belajarlah dekat dengan nya (tersenyum manis)
Qier : (kaget) wah kita senasib. (malu ) apaan sih kak , sok tahu .... kakak tidak tinggal disini juga ,
kak anan : tidak , perusahaan papa gimana kalau aku tinggal disini .. kasihan papa sama mama ,