
juan : (melotot) jangan berharap lebih . dia milikku
Iqbal : dia bukan milik mu . belum tentu dia milik mu. mari kita bersaing untuk memenangkan hati seorang Qier (menatap dengan serius)
juan : (menatap ) baikk.. dia milik ku..
juan pun menonggalkan iqbal . juan sangat marah mendengar iqbal ternyata bemar sangat menyukai Qier.
disisi lain. karena ulah juan Qier semakin membencinya.. Qier tak mau melihat juan.. juan masih sama seperti dulu.
selalu egois , selalu ingin menang sendiri , tidak mau mengalah ,
Qier : (menangis sambil mengendarai mobil nya) hiks ... hiks .... juan kenapa kamu egois , kamu masih sangat menyebalkan , aku membencimu . aku membencimu juan ( berteriak)
kring ... kringg .... ( bunyi telepon Qier )
Qier : (melihat telpon ) juan ??? .. ( mematikan telepon .)
..............
juan : kenapa dia mematikan teleponku (gelisah)
juan : angkat telpon dariku (menulis pesan ke Qier)
Qier : jangan hubungi aku lagi . ( balasnya)
juan : aku mau minta maaf (balasnya)
Qier tak membalas chat dari juan,
sesampainya di rumah Qier pun meminta ijin ke bibi pelayan di rumah Qier , untuk belibur sementara ke suatu tempat , Qier meminta bibi merahasiakan kemana dia pergi, Qier tidak mau di ganggu oleh siapa pun..
Qier : (membawa koper ) bii aku langsung pergi yaa... jangan sampai ada orang tahu..
bibi : non mau kemana, berapa lama ?
Qier : 1 minggu aja biii... jangan sampai teman teman ku tahu ya bii.. bilang aja aku sedang tidak mau di ganggu.. aku tidak mau mereka menemuiku , aku butuh ketenangan..
bibi : sebenarnya nona kenapa ? ada masalah apa ? mungkin bibi bisa bantu..
Qier : aku hanya pusing bii.. sudah lama tidak liburan , sudah ya bi... sudah waktunya terbang ini ....
..........
Qier : (menelpon) kakak , kakak ada di mana , aku merindukanmu ,
Qier : aku rindu ingin bertemu kak, jemput aku di bandara kak sekarang , aku di bandara...
kim Anan : (kaget) kok mendadak , yasudah tunggu sebentar...
1 jam kemudian kim anan sampai di bandara ,
kim anan : (berlari ) Qier .... Qier (berteriak)
Qier : (berdiri dan berlari mendekati kim anan) kakak ... kakakk... (memeluk kakaknya)
aku merindukanmu kak ,
kim anan : (memeluk) iya kakak juga merindukanmu. (melepaskan pelukan) maafkan kakak ya belum bisa menjengukmu..
Qier : iya kakak, biar aku aja yang menjengukmu , yuk pulang kak,
kim anan : baik , kok kamu tumben kesink ,
Qier : ingin liburan aja kak , ngehabisin uang ku, sudah lama sekali aku tidak liburan , hehehe...
kim anan : mama tahu kamu ke sini ?
Qier : tidak kak , habis ini aku akan menghubingi mama, jangan marah ya kak (tersenyum)
kim anan : yaudah cepetan hubungin mama.
Qier : (menelpon) ma, aku sekarang bersama kakak, iya ma aku liburan kesini, iya kapan kapan Qier kesana juga maa, hehehhe, sudah dulu ya ma,,(menutup telepon)
kim anan : (tersenyum) gimana mama ,
Qier : mama ingin aku datang kesana , aku bilang besok kapan kapan kak,
kim anan : bagaimana jika besok sabtu kita kembali ke kampung halaman , kasihan papa sama mama ,
Qier : boleh juga kak , mau saja kak,
kLiing ... kLinggg... ( pesan telepon Qier )
juan : kamu di mana , kenapa kata bibi kamu sibuk , sibuk ngapain ( pesan dari juan )
Qier tak membalas pesan dari juan , juan menelpon Qier berulang ulang , tapi tidak satu pun di jawab oleh Qier , apalagi iqbal ,iqbal juga menghubunginya tapi sama tidak ada jawaban ,
mereka berdua mencoba mencari info tentang keberadaan Qier , tapi tak ada jawaban