
iqbal : (merangkul Qier ) ayo kita makan siang..
juan ; (melotot) sedekat itukah kalian .. tidak akan aku lepaskan , Qier harus jadi milikku.. aku tidak mau menyesal kedua kalinya.. (batin juan)
jam kelas pun habis,jua segera mencari Qier , tak disangka Qier sedang bercanda tawa dengan iqbal , juan yang melihat itu langsung menarik tangan Qier dan membawanya keluar.
juan : (menarik tangan Qier dengan kasar) sini ikut aku..
Qier : (mencoba melepaskan genggaman tangannya) apa yang kamu lakukan . lepaskan aku.. ( mencoba melepaskan) sakiit.. kamu melukaiku
juan : (hanya diam karena sangat marah) ...
Qier : lepaskan aku mau pulang... aku masih ada janji ...
juan tak menghiraukan apapun yang Qier katakan. juan membawanya ke loteng. sesampai di loteng juan melempar Qier hingga jatuh kelantai.
Qier : aww.. sebenarnya apa mau mu.. kenapa kamu membawaku kesini.. (berdiri) aku mau pulang ..
juan : (menatap sangat kejam) apa yang kamu mau sebenarnya. kenapa kamu mempermainkan aku. (berteriak dan melotot)
Qier : (kaget) apa maksutmu...
juan : (mendekati Qier) kenapa kamu mempermainkan aku, kamu tidak menolak atau menerima ku. kamu bilang kamu butuh waktu tapi apa? kamu malah dekat dengan seseorang.
Qier : (menjauh dari juan ) ya memang aku mempermainkanmu .. aku ingin membalasmu.. aku ingin kamu merasakan sakit yang aku rasakan.. dan aku sudah tahu tentang kebenaran kamu berselingkuh.
juan : aku sudah bilang aku menyesal (teriak)
Qier : kamu bilang menyesal ? bukankah kamu bilang kamu hanya di jebak? jangan kamu pikir aku bodoh, aku punya banyak bukti perselingkuhan kalian.. aku tidak mau terjerumus denganmu lagii..
juan : ohh kamu sudah tahu.. tapi sekarang aku benar benar sudah berubah ( teriak)
Qier : iyakah.. tapi mungkin hati ini sudah berganti penghuni..(teriak)
juan : apa maksutmu (mendekat dengan penuh amarah) .apa maksutmu ( memukul tembok )
Qier : (ketakutan) iya aku menyukai seseorang..
juan : (semakin maràh) siapa... siaapa diia .. iqbal? jawab (membentak).
Qier : (menatap) bukan urusanmu (teriak) tinggalkan aku.. jangan ganggu hidupku lagii.. pergilah ..
juan : akan aku hancurkan semua yang dekat denganmu (manatap penuh amarah). aku sudah sangat menyesal terhadapmu .. kamu harus jadi milikku..
Qier : hidup kita berbeda, aku tidak mau di sakiti olehmu lagi. (menunduk)
Qier : kamu gila semakin jijik àku terhadapmu (berteriak)
juan : (memeluk Qier) tidak kamu menyukaiku ... aku tahu itu...
Qier : (melepaskan pelukan) tidak ... aku tiidak menyukaimu... lepaskan aku..
juan :aku tidak akan melepaskan mu (memegang kepala dan mencium Qier)
Qier : (terdiam) ...... apa yang kamu lakukan .. (menangis dan meninggalkan juan) kamu jahat (berlari)
juan : apà yang sudah aku lakukan (menyalahkan diri)
......
Qier : (berlari) juan kamu keterlaluan. membuatku semakin membencimu. aku membencimu.. (menangis)
iqbal : Qier kamu kenapa ( kaget)
Qier : (kaget) tidak apa apa ( mengelap air matanya)
iqbal : (mengelap air matanya) sudah jangan menangis..
tak di sangka juan melihat iqbal mengelap air mata Qier .. juan menjadi marah lagi.
Qier : aku pulang dulu ya... (meninggalkan iqbal)
juan : iqbal aku mau bicara denganmu..
iqbal : bicara apa ??
juan : apa perasaanmu terhadap Qier..
iqbal : (kaget) apa maksutmu..
juan : apa kamu menyukainya...
iqbal : kenapa kamu bertanya begitu..
juan : karena aku juga menyukainya ( menatap) dia pernah menjadi masalaluku.. aku mau kita kembali lagi..
iqbal : (kaget) ya aku menyukainya, siapa yang tidak menyukai wanita sebaik dan sesederhana dia..