
Tata Bangun" memukul2 badan gadis itu
Tidak ada pergerakan Athala membuat orang yang membangunnya geram
"Tata kalo Lo gax mau bangun.. Gue akan siram Lo " katanya kesal
Athala hanya menggeliat dia atas Kasur mencari tempat yang nyaman Athala masih tidak ingin bangun dari tidurnya
Melihat Athala yang tidak menujukan dirinya akan Bangun membuatnya semakin kesal sedetiknya mengambil gelas diatas meja dan langsung menyiram gadis itu..
"aaakhhķh"
Merasakan Air yang tiba2 di wajahnya membuat Athala terbangun nafasnya yang belum terkumpul membuatnya sedikit sesak.tangannya mucek2 matanya karna tidak melihat dengan jelas.
Melihat wajah terkejut dari Atahala membuat nya tertawa
tertawakan dirinya membuat Athala mencari-cari siapa yang berani2 menertawakannya. Setelah melihat siapa yang menertawakannya membuatnya terkejut
"Lo.. Koq bisa di sini? " tanyanya heran
Athala mengabaikan Kemarahannya karna melihat sosok di hadapannya sekarang. Melihat Athala yang terkejut karna kehadirannya menahan tawanya..
"kenapa? Salah ya gue kesini? " tanya balik
"Gax ada yang salah tapi kenapa lo bisa disini?" tanya lagi heran
"Bisa la.." katanya
Bisa lah" katany
Athala masih terkejut dan menatap orang di hadapannya dengan bengong.
"Ta.. Ta.. Lo gax kesurupan kan? " tanya seseorang itu.
Athala masih terdiam dan menatap bingung
"woy... Tata anaknya Buk Linda..sadar" menepuk2 tangan gadis di hadapannya
"Aduh.. Gue kangen banget sama Lo.. " katanya tiba2 memeluknya
Athala terus memeluk orang itu dengan sangat erat. Di sambut dengan elusan di kepala gadis itu dari seseorang yang dipeluknya. Merasakan Athala memeluknya dengan erat dan tidak ingin segera melepaskan pelukannya seseorang itu memukul bahu gadis itu dengan pelan
"Segitu kangennya Lo sama gue? " tanyanya di jawab anggukan dari Gadis di pelukannya
Merasa sesak akibat pelukan yang di lakukan Athala terpaksa dirinya mendorang sedikit tubuh gadis di hadapnnya dan memegang bahu gadis itu dan tersenyum melihat gadis di hadapannya yang di rindukannya selama 2 tahun ini.
"Aku kangen sama kakak" suara Athala manja
"kakak juga kangen sama Tata"
Menarik gadis di hadapannya kedalam pelukannya. tangannya terangkat dan mengelus kepala adik tersayangnya
"Udah makan? " tanyanya
Athala menggelengkan kepalanya
"Turun..Mama udah siapin kita makanan "
"kakak kapan pulangnya?"
Mendengar pertanyaan seperti itu sedikit mendorong badan adiknya mengerutkan dahinya
Metap adiknya dengan heran.
"Kakak baru sampe..dan kamu udah usir kakak Tata?"
Athala menggelengkan kepalanya
"Iihh bukan itu maksud Tata.kakak..maksud Tata itu.."
"iya kakak tahu.cuman becanda Tata.. Jangan cemberut gitu tambah jelek" sambil mencubit pipi Athala
"Aduh kakak sakit" menepis tangan kakaknya dan mengelus pipinya yang sedikit memerah
**
Setelah melepas Rindu Pada kakaknya Athala segera membersihkan badannya yang lengket. Jam menunjukan 07.12 malam waktu makan malam. Kakaknya sudah mengatakan bahwa kakaknya akan tinggal satu minggu disini katanya Libur. Mamanya menjemput kakanya di Bandara waktu dirinya masih sekolah pantas saja ketika dirinya pulang tidak ada mamanya.
Athala keluar dari kamarnya menuruni tangga dengan baju tidur bergambar Banana.Rambut yang di kuncir kuda dan Poni di dahinya yang masih basah.Langkah nya terhenti karna melihat sosok laki-laki di Ruang tengah Rumahnya. Bukan kakaknya karna Athala tahu betul postur tubuh kakaknya berbeda dengan laki-laki itu. Matanya sedikit menyipit dan mengkerutkan dahinya mencoba melihat jelas siapa orang itu padangnya sedikit Rabun karna dirinya tidak memakai kacamatanya. Athala memang tidak memakai kacamatanya setiap saat hanya di sekolah dan hanya saat dirinya membaca buku saja.
Dirinya masih tidak tahu siapa orang itu. Karna penasaran kakinya melangkah menuju ke Ruang tengah.
"Tata udah turun? "
Athala melihat mamanya di dapur yang tidak jauh dari Ruang Tengah
Athala tersenyum pada mamanya.
"Dek kamu ngapain matung di sana? "
**