
Setelah Bintang menemui Vero di lapangan.kini Bintang berjalan dan membawa sebuah Sapu di tangannya ke Taman dimana Athala menunggu nya di sana
"giman Tan Lo udah dapat sapunya? " Tanya Athala
"iya.. Ini gue Udah bawa sapunya" sambil menunjuka Sapu yang di genggamnya
"dan lo gimana caranya jalanin hukuman lo? " lanjutnya
"Tenang Tan..gue udah dapet caranya " menunjukan Kayu di tangannya pada Bintang
Bintang menganggukan kepalanya tak yakin.
"ya udah..sana Lo jalanin hukumanya gue juga.. " kata Athala pada Bintang dan mendorongnya agar pergi meninggalkannya
"Sabar Tata..iya ini gue mau pergi Juga.. " Bintang meninggalkan Athala
Bintang dan Athala menjalani Hukuman masing2.Bintang membersihkan taman dengan keringat yang membanjiri Tubuhnya Baju seragam Putih yang di kenakannya Berganti dengan Baju Kaos biasa berwarna Putih yang sedikit Basah karna keringatnyA.
Athala masih fokus mencari Cacing.dia terus menggali Tanah menggunakan Kayu dan daun untuk tempatnya.
Bintang yang selalu melirik Athala dan melihat gadis itu sejak tadi Hanya bisa menggelengkan kepalanya karna melihat wajah gadis itu yang terlihat takut, jijik dan banyak ekspresi dari gadis itu..
"Lo beneran gax kenapa-napa Ta? " tanya nya pada Athala yang masih menggali tanah
Athala mendengar suara Bintang yang terdengar sedikit khawatir, Athala menatapnya dengan menggelengkan Kepalanya dan berharap Bisa meyakinkan Bintang.
"Gue gax papa koq Tan.Jangan khwatir"
Bintang tersenyum melihat Athala yang coba meyakinkannya.tapi Bintang tau bahwa Arhala tidak Baik-Baik saja seperti yang di lihatkan gadis itu padanya.
"Lo kege'eran banget jadi cewek Ta.." katanya dan sedikit tersenyum
"...gax Baik. Lagian gue gax Khawatir sama Lo.. Tapi sama gue.. " Bintang melanjutkan Sapuannya
Athala melemparkan Kayu di tangannya pada Bintang dan mengenai kepala Bintang, membuat Bintang menggeram kesakitan. Bintang menatap Athala kesal namun Gadis itu Hanya nyengir tak bersalah
"koq Lo ngelempar gue. Ta? "
Tanya Bintang Kesal
"kaya Gitu..Apa maksud Lo Ta? " tanya Bintang bingung. Bintang merasa tidak ada yang salah dengan perkataannya.
"ya maksud Lo apa coba.. Lo gax khawatir sama gue.. Tapi sama Lo sendiri? "
"Ohh.. Ya gue khwatir sama diri gue sendiri lah.. Kalo Lo nanti Pingsan kan Otomatis Gue yang Angkat Lo.. " jelas Bintang
"..Lo kan Berat " lanjutnya
"jahat banget Lo sama gue"
Athala menatap kesal pada Bintang
Melihat wajah Athala Marah padanya Bintang mendekati Athala dan duduk di sampingnya
"maafin gue Tal.. Maksud gue gax gitu "
Athala masih memasang wajah kesalnya dan memalingkan wajahnya dari Bintang. Bintang tersenyum karna dia sudah tau jika Athala sebenarnya tidak marah padanya hanya mengerjainya saja.
"udah deh Tal gue tau Lo gax bisa marah sama gue. Gimana kalo gue yang nyari Cacingnya? "
Mendengar Bintang yang membujuknya. Athala menatap ke arah Bintang dan tersenyum karna memang sebenarnya dirinya tidak marah pada Bintang. Hanya saja ingin membuatnya merasa bersalah dan memang itu tujuan nya agar Bintang membantunya mecari cacing.
"Trus Hukuman Lo Gimana? Udah selesai? " tanya Athala
"Gue Udah selesai Lo tenang aja."
"oh.. Punya gue dikit lagi..Lo liat aja tu.." tunjuknya Daun yang sudah ada beberapa cacing di Atasnya
Bintang melihat daun yang ditunjuk Athala.
" ya udah kita cari sama-sama aja kalo gitu" Athala tersenyum dan menganggukan kepalanya
Mereka mencari cacing bersama2.tepatnya Bintang yang nencari sedangkan Athala hanya melihat..
Athala dan Bintang sama-sama menyelesaikan hukuman dan mencari keberadaan Vero