
Pov Author
Nama nya Athala Clauria Putri , ia tinggal di Desa kecil.tepatnya di Desa Legundi Kec.Ketapang Kab.Lampung Selatan.
Tata Nama panggilan yang deberikan orang-orang terdekatnya.Athala gadis yang Baik,Ceria dan Konyol begitulah pandapat teman-teman nya.Athala yang Baik terkadang Membuatnya terlihat bodoh karna teman-teman nya terkadang memanfaat kan nya.
Athala memiki kakak yang jauh dari nya yaitu Rafata Putra Rahdi dan sahabatnya Lia putri riani, Gisca mayasari dan Bintang wirdiyanta
"Tataaaaa...Bangun !!"
Atahala tersentak dalam tidur nyenyak nya ia terduduk dikasur dengan muka kusud. pagi yang menyebalkan untuk nya mama nya selalu membangunkan nya dengan cara yang membuatnya sakit telinga
"Iya Ma...ini Tata udah bangun.." jawab nya sebal
"bangun apa nya kalo masih atas kasur kaya gitu Ta?"
Atahala melihat pintu kamarnya yang terbuka.Mama Athala Muncul di Balik pintu Kamar Athala dengan Tangan penuh Tepung.ah sepertinya mama nya akan membuat Gorengan pagi ini
"Tata itu Niat nya udah bangun dari tadi pagi Mah tapi mata nya Tata gak bisa Kompromi" jawab nya sebal sambil turun dari tempat tidur dan mencari Handuk nya
"Lagian Mama bisa gak si bangun Tata cara Normal?" Lanjutnya dan membersihkan kamar nya
"Cara Normal gimana maksud kamu Ta? mama msih normal loh itu cuman manggil kamu aja bukan nyeret kamu dari atas kasur ke bawah!" Atahala mendengus mendengar nya
"Ya,Habis nya mama gitu.kalo bangunin Tata teriak-teriak kaya apa aja.gak malu kalo didenger sama tetangga?inget loh ma,Ini Desa Bukan di Kota"
"ini juga salah kamu. dan yang harus nya malu itu harus nya Tata bukan nya Mama.mana ada Gadis jam segini baru bangun? kamu gak sekolah? bukan nya sekarang ini kamu udh masuk sek..?"
"Ya allah mama kenapa gak bangun Tata dari tadi ya ampun.." Atahala berlari kekamar Mandi dan
Brakk
pintu Kamar Mandi tetutup dengan keras
mama Athala yang melihat pun menggelengkan kepala heran dengan kelakuan anak gadisnya itu.
**
"mama pralatan Mos Tata mana? " teriak Athala setela memakai Baju sekolah nya
hari ini adalah hari pertama Athala mesuk sekolah Menengah Atas dia begitu senang karna bukan hanya dirinya saja yang masuk sekolah baru tapi teman-teman nya juga akan masuk sekolah yang sama yaitu di sekolah SMA N1 Ketapang.sekolah yang tidak jauh dari rumah nya.
"mama... " teriak athala tidak sabar
"Deket Lemari kamu Ta.deket rak Sepatu" teriak mamany
"Enggak Ada ma " Atahala masih memakai sepatu dengan buru
"Ya allah anak itu benar-benar ya bikin darah Tinggi" mama Atahala mengelus dada dengan sabar
Mama Athala masuk dan menacari barang-barang untuk putrinya dengan sabar
"Ini apa??" sambil membawa barang-barang tersebut ke depan Athala
"Kamu tu ya belum Nyari udah teriak-teriak.lagian itu pasang sepatu yang bener dulu.nanti jatoh keinjek tali sepatunya." Lanjut nya dan kemudian barlalu begitu saja.
sedang Athala hanya nyengir tidak jelas
Athala sudah siap dengan semua perlengkapan yang dibutuhkan dia menatap dirinya dicermen dengan begitu ceria karna semua sudah lengkap dan begitu lucu jika dilihatnya seperti orang gila pikirnya.
Baju Putih dengan banyak Pita dimana-mana.Rok Biru tua ditutupi dengan rumbai-rumbai Tali Rapih berwarna putih dipinggangnya.Kaos kaki yang tak sama warnanya dan kemudian Siger terbuat dari kardus yang bertengger dikepalanya.benar-benar seperti orang tak waras dan benar gila.
Athala keluar dari kamar kemudian kedapur dan terlihat mama nya yang sibuk dengan pancinya.ah istri idaman kali mama ku ini pikir athala.
"Ma,Tata mau berangkat dulu" katanya dan mengambil tangan mamanya dan mencium punggung tangannya
"Eh tunggu,kamu belum makan Ta" jawab mamanya sambil mematikan kompornya.
"Ma,Tata udah hampir Telat.makannya nanti aja ya. Assalamu'alaikum" jawab nya kemudian meninggal kan mamanya di dapur
"Eh tunggu dulu Ta.ini buat jajan.hari ini mama kasih lebih tapi janji kamu harus makan nanti" tutur mama Athala. athala yang melihat uang jajan nya bertmbah tersenyum manis.
" iya udh berangkat sana.wa'alaikumsalam" lanjut mama Athala kemudian meninggalkan Athala didepan.dan Athala pun meninggal kan rumah nya dengan motor kesayangnya.
**
Di Sekolah terlihat banyak siswa-siswi baru yang sedang berlalulalang memasuki area sekolah dan senior-senior yang sudah menunggu di tempat masing-masing dengan memakai almamater osis.
Dari banyaknya murid yang berlalulalang terlihat seorang gadis di dekat gerbang sekolah itu. Gadis berseragam SMP, rambut yang berkepang dua,berkacamata dua dan memakai barang2 aneh di tubuhnya. jika,dilahat dari jarak cukup jauh gadis itu seperti orang gila yang berkeliaran namun wajah gadis itu masih terlihat cantik tapi tak lama gadis itu terlihat tidak baik2 saja gadis itu terlihat kesal dan sedikit bergumam
"duuhh.. Mana sih mereka. Gue udah nunggu lama koq belum keliatan juga sih." gumam gadis itu
" ya ampun ini tu udah jam berapa coba? Gue udah nunggu lama banget tapi mereka belum juga nongol " gadis itu menendang batu-batu di hadapannya
Gadis itu melihat di sisi jalan di jadapannya terlihat dari kejauhan 2 orang siswi yang berseragam sama dengan dirinya. Tak lama kedua gadis itu tersenyum padanya dan secara tiba-tiba memeluknya.
"hai Ta.." sapa kedua gadis itu
"hai juga.. Udah gue kesel sama kalian bedua gue udah nunggu lama di sini.." gadis itu yang tak lain adalah Athala melepaskan pelukan dari kedua sahabatnya dan cepat-cepat memalingkan wajahnya.
" Ta sorry banget deh udah bikin loh nunggu lama. tapi bukan maksud gue gitu ini gara2 sahabat lo satu ini ni.gue nungguin dia lama banget." jawab gisca sahabat athala dan menunjuk lia yang tak lain sahabatnya sendiri
" yaelah gak lama banget kali cuma 15 menit aja lo nungguin gue. Itu aja di bilang lama. Lagian ini tu hari pertama kita Mos kalian berdua gac mau keliatan cantik di depan kakak-kakak osis gitu?? " kata lia sambil membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.
" yaelah lia kalo lo mau carper sma kakak-kakak osis itu.. Ya sendiri aja gak usah ajak-ajak gue sama Tata. Gue gak berminat sama hal kaya begituan" gisca pergi meninggalkan Athala dan lia dan menuju parkiran.
Athala yang mendengarkan keributan dari kedua sahabatnya hanya memincingkan matanya bukannya yang seharusnya marah itu dirinya kenapa yang berselisih malah mereka berdua.
Athala kembali memperhatikan jalan lagi menunggu satu orang lagi dari mereka yang belum datang. Lia yang melihat athala seperti mencari seseorang dan saat itu pun bertanya.
" Ta lo cariin siapa lagi si? Kan kita bedua udah disini? " tanya lia bingung
" lo nyariin si bintang? Dia belum dateng?" tebak gisca yang tiba-tiba sudah di belakang athala setelah memakirkan motornya
" iya" jawab athala sambil mengagukan kepalnya.
Gisca dan lia pun mengaguk bersama,karna merka tau sapa lagi yang athala cari kalau bukan mereka berdua pasti bintang juga.dan merka tau kalo bintang dan athala bersahabat baik dan sangat dekat bahkan sebelum mereka menjadi sahbat athala. athala dan bintang sudah lebih dulu bersahabat. Terkadang gisca dan lia menganggap bahwa athala dan bintang saling menyukai tapi athala dan bintang selalu menyangkal semuanya. Bahkan teman2 kelasnya menjadikan bintang dan athala sebagai the couple cool karna mereka yang sama2 dingin terhadap yang lain.tapi, sebenarnya kalau sudah tahu banyak tentang mereka berdua maka perkiran itu akan berubah karnah sikap aslinya sangat berbeda 180©.
"ya udah Ta.mungkin bintang udah dateng dan udah di dalem mending kita masuk..ayo.. " tangan kanan gisca menarik tangan athala paksa dan tangan satunya menarik tangan lia.
Athala yang masih melihat kebelakang dan melihat ke arah jalan pun terpaksa mengikuti gisca yang sudah menarik tangannya dan tepat saat dirinya dan ke dua sahabatnya memasuki area sekolah terdengar bunyi bel yang nyaring.
**
Semua siswa-siswi masuk ke dalam aula sekolah setalah hampir 30 menit berbaris di tengah lapangan,mendengarkan ketua osis yang menyampaikan petuah-petuah nya dan pengumuman tentang kegiatan Mos untuk 2 hari kedepan..
Dan di sini di dalam aula telihat banyak murid baru yang sibuk akan kegiatan masing-masing.
"perhatian semuanya" kata seorang sehingga membuat semua terdiam dan memperhatikan siapa yang berbicara di depan mereka.
Suasana menjadi hening
Senior-senior mereka yaitu perangkat osis yang memasuki ruangan.
"Baiklah semua coba dengarkan.disini kami akan mrnyampaikan sesuatu pada kalian"
Sala satu dari osis berbicara
"Perkenalkan nama saya Milanda putri,saya adalah Bendahara Osis" kata milanda tersenyum
"Dan di samping kanan kakak, namanya kak Rini Anggraini dia ketua cheer di sekolah"
"Hay semua" kata Rini kemudian tersenyum
"Hay kak" jawab mereka
"Di samping kanan kak Rini adalah Brian pratama dia cabang Eskul dari Bola basket lebih tepatnya adalah ketuanya" Brian tersenyum sekilas melambaikan tanganya
"Di sampingnya kak Brian namanya Kak Anjani Amanda. Kak Anjani ini cabang dari Eskul PMR. Jadi, kalian kalo ada yang merasa gax enak badan kalian bisa bantuan kak Anjani.. "
Dan seterusnya Milanda memperkenalkan semua anggota Osis Dan dia saat sesi perkenalan berakhir Milanda memeperkenalkan seseorang yang hanya terdiam di samping kiri nya. Membuat suasana menjadi riuh karna membicarakannya..
"Dan Terakhir.. Kalian pasti udah kenal apa lagi cewek2 pasti udah kenal. Dan Kalo ada dia antara kalian belum kenal. Kakak akan perkenalkan kalian sama Dia"
"Namanya Kak AlVero Wirdiyanta kak vero ini Ketua Eskul Futsal dan termasuk siswa yang pintar karna pernah menangin lomba Olimpiade Sains. Dan banyak lain nya"
Varo yang di perkenalkan hanya bisa memasang wajah datarnya..
"itu kak vero ganteng banget"
"kak vero sumpah kok dia ganteng banget"
"gue yakin kak vero pasti banyak cewek yang suka sama dia"
Dan banyak lagi pujian-pujian yang di lontarkan untuk vero tapi dirinya sama sekali tidak tertarik mendengarkan ucapan pujian padanya..
Ketampan seorang Vero tak luput dari Lia yang sejak awal sudah mengagumi dirinya.
"sumpah ya gis kak vero tu emang The Best.Udh Ganteng, ketua Futsal gue yakin kak Vero itu keturunan dewa"
Mendengarkan pujian vero dari Lia membuat Gisca memutar bola matanya dengan malas
"menurut gue gak segitunya.masih ada yang lebih baik dari dia Lia"
Gisca memang sudah banyak mendengar tentang Vero tapi dia hanya mendengar tentang keBurukan seorang Vero. Sehingga membuatnya sedikit tidak suka pada vero..
"Siapa? Kalo ada yang lebih dari kak Vero gue bakal traktir"
Lia dengan yakin mengatakannya karna menurutnya tidak akan ada yang mengalahkan seorang Vero
"Iya Lo liat aja tar pasti ada yang lebih dari Kak Vero"
Gisca menyanggupi dengan tidak yakin karna Ia tau Tidak akan ada yang nandingi Ketampan Seorang Vero wlaupun sikapnya Biruk
"iya gue Liat tar" kata Lia yang masih menatap Vero di depan
"Gue heran Kenapa Banyak yang suka sama dia padahal udah jelas-jelas dia cowok yang gak bener" Lia mendengar Gisca Berbicara seperti itu tentang Vero langsung menatap tak Suka pada Gisca
" Kan Gue udah Bilang tadi..
Lagian ya Gis lo gak boleh nilai orang dari luarnya aja"
"iya terserah Loh aja deh" kata gusca malas
"oya Bintang sama athala gimana sama mereka?"
Tanya gisca pada Lia yang Masih melihat vero
"Lia lo dengerin Gue gak? " tanya gisca lagi karna lia mengabaikannya
"Ughhh dasar Bucin " kesal gisca menoyor kening Lia yang mengabaikan nya
***
flashback
kalian gac kepanasan disini?..sumpah gue capek banget di sini haus lagi" Athala mengipas tangan pada wajahnya yang panas
"gue juga panas kali thal. Tapi, gue rela deh panas2 sama haus kaya gini kalo ada dia.. " kata lia sambil nunjuk ke arah sala satu osis yang ada di depan
Athala dan gisca melihat kedepan dengan mata yang menyipit mencari sesesorang yang dimaksud lia
"kenapa? Lo suka sama dia? " tanya gisca ke lia dan Athala masih mencari siapa yang dimaksud kedua temannya itu ia melihat Barisan osis didepan mereka dan disaat itu mata Athala terpaku dengan mata seseorang yang begitu aneh menurutnya
Athala melepaskan tatapan itu dan kambali mencari siapa yang dimaksud temannya.Athala yang tidak tau siapa kembali bertanya lagi pada lia.
"lo ngomongin yang mana? Di sanakan banyak kakak2 osis nya? " katanya
" ya ampun athala lo gax liat cowok yang di samping pembina osis itu.. Itu ka Vero di itu cowok yang paling ganteng di sekolah ini. Lebih lagi di itu kapten bola futsal dan kakak kelas yang ngehit di sini. " Atahala meliat lia yang begitu senang saat mengatkan tentang seseorang itu hanya bingung .
"eehh Ta bukanya itu si bintang" kata gisca menyetak lamunan Athala
"itu bintang ngomong apaan sih? Gax ngerti gue" batin athala
"lo ngomong apaan gue gax ngerti? " Athala dengan isyarat lawat tanganya
" thal lo di liatin tu sama ketos udah kali ngomong pake bahasa isyaratnya.lagian bintang gax bakal ngerti juga" kata gisca
" iya tapi entar dulu. " lanjut Athala dan mesih memberi gerakan isyarat pada Bintang
" ya udah yang penting gue udah bilang ke elo. Kalo lo ketahuan bodo amat gax peduli gue" kata gisca
"itu kenapa ribut? Maju kedapan.. " ketos
"Mampus Loh Tal" gumam Athala dan memejamkan matanya
"kan gue bilang apa thal. Lo sih.. " kata gisca
" lo si thal makanya jangan ribut" kali ini dari lia
" yaa.. Sorry gue kelepasan" Athala maju kedapan dengan malas dan melihar keaerah Gerbang
"semangat" kata Bintang dengan tangan disamping menunjukan otot nya
"gue semangat" balas Athala dwngan tersenyum manis
"nama kamu siapa? " tanya ketua osis saat Athala tiba dipannya
"nama saya Athala ka"
"Baiklah Athala..kenapa kamu ribut waktu saya lagi jelasin masalah MOS sama yang lain" ketos
"maaf kak saya lagi ngomong sama temen saya yang telat sekarang dia lagi di luar gerbang" Athala melihat Ke arah Bintang dengan dagu mengkat sedikit memberikan tahu ketua osis
"itu temen kamu? " ketua osis itu mlihat ke gerbang yang dikatakan athala
"iya kak"
"oke nanti dia masuk.. Dan kamu sama dia ikut saya nanti"
Athal menggukan kepala pasrah.toh walaupun di hukum ia akan terkena hukuman bersama Bintang.temannya yang baik