
langit berawan hitam,matahari yang bersembunyi di baliknya,Udara dingin menusuk kulit membuat semua ingin tetap tinggal di atas ranjang yang menghangatkan.cuaca seperti ini akan lebih menyenangkan jika ditemani teh dan makanan2 hangat pemikiran itulah yang di pikirkan Athala di bawah awan yang mendung.Athala menyukai cuaca seperti ini dan menikmatinya merupakan kebiasaan yang selalu dilakukannya.menurutnya udara di saat mendung merupakan udara yang selalu membuatnya nyaman dan terasa lebih segar.
Awan semakin hitam rintik Air menyentuh kulitnya udara semakin dingin menembus bajunya menyadari akan turun hujan deras Athala mengendari motornya lebih cepat agar tiba dirumahnya
Setelah di rumahnya hujan turun deras. Athala memang menyukai cuaca saat mendung tapi tidak dengan Hujan dia membenci hujan. Athala masuk kedalam rumahnya di sambut dengan keadaan rumah yang sepi karna hanya dirinya dan mamanya yang ada.berbeda jika di jakarta dulu yang akan selalu ramai walaupun dirumahnya hanya ada pembatu rumah tangga yang menemaninya.tapi,di sini tidak ada pelayan yang menemaninya karna orang tuanya tidak membutuhkannya mamanya dan dirinya cukup untuk menyelesaikan pekerjaan di rumahnya karna rumah yang ditempatinya sekarang tidak lebih besar dari rumahnya di Jakarta.
"mama.. " teriaknya
"mama"
Tidak ada sautan dari mamanya. Athala menuju ke dapur karna tenggorokannya merasa kering setelahnya Athala menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya. Setelah selesai menganti pakainnya Athala menjatuhkan dirinya ke Ranjang.hari ini adalah hari yang cukup berat baginya membuatnya menunggu lama dan dirinya mendapatkan hukuman dari orang yang sangat menyebalkan baginya. Merasa lelah karnanya Athala menutup mata dan menarik selimut.
**
"Hari ini Lo gax Balik lagi Bang? " tanya Bintang
"Hammm" Vero Memakai Helmnya
"Lo mau kemana sekarang? " tanya Bintang Lagi
Vero membuka kaca helmnya dan menatap Bintang tajam
"bukan urusan Lo Bin" katanya ketus
"sekarang urusan gue Bang.Lo tau sekarang Lo jarang Balik kerumah..selalu keluyuran gax jelas "
Vero yang sejak tadi menatap tajam pada Bintang mendadak tersenyum mendengar perkataan adiknya itu yang mengkhawatirkan dirinya.
"Lo khawatir sama Gue.. Tenang aja..gue bisa jaga diri.."
"yang mana maksud lo jaga diri sendiri?..yang pulang saat mabuk atau yang babakbelur dihajar preman2 itu? "
"Terserah Lo Bang.. Tapi gue harap Lo bisa Balik kaya dulu" kata Bintang penuh harap
Vero tersenyum sinis mendengar Bintang
"Balik kaya dulu maksud Lo.. Cowok yang Bego atau Cowok yang selalu dihina sama orang2 karan kebodohan gue.. Atau cowok yang selalu di tipu karna percaya sama orang2 deket gue termasuk Lo.. " jawab Vero kesal dan manatap tajam pada Bintang Rahangnya mengeras karna Adiknya selalu membahas masalalu yang ingin di lupakannya
Bintang hanya terdiam setelah mendengar Vero. dirinya memang bersalah karna telah mengingatkan hal itu pada Vero.
Melihat guratan kesedihan pada Bintang yang merasa bersalah padanya. Vero menghela nafas
"Gue pergi.. Lupain apa yang gue omongin tadi.. Itu bukan salah Lo.. Balik sana gue gax mau punya adek berandalan kaya gue.. " katanya dan melajukan Motornya meninggalkan Bintang yang masih terdiam.
Bintang sangat tau kalau dirinya memang bersalah karna itu.
Melihat cuaca yang mendung Bintang memutuskan pergi untuk pulang.
Di sekolah sudah sepi tidak ada lagi yang berada disana karna memang 30 menit yang lalu semuanya telah pulang kerumah masing2 namun Bintang masih beradA di sana karna dirinya sejak tadi berusaha membujuk Vero untuk pulang Bersama.
Bintang yang merindukan Vero yang dulu yang selalu ada disisinya dan bermain bersamanya namun karna kesalahnnya lah yang membuat Vero berubah dan jarang bersamanya saat ini.
Ritik air yang menyentuh kulitnya membuat Bintang tersadar dari pikirannya dan menatap langit yang mendung seperti akan turun hujan deras membuat Bintang cepat2 mengendari Motornya dengan cepat daj meninggalkan area sekolah
**
hayo gaes sampe sini mengerti??
atau tambah Bingung??😂🤭