
Makan malam di iringi dengan keheningan Athala menatap makanan dengan kesal dan tanganya mengaduk-aduk makanan di hadapannya
"Kenap tu cowok Ada di sini di? " tanya nya dalam hati
"jadi cewek ini adik nya Rafa? " gumam Alvaro yang masih menatap Athala dengan tajam
"Gue baru sadar mereka memang mirip" lanjutnya dan melihat Athala dan Rafa bergantian.
melihat tingkah adik dan temannya membuat Rafa mengernyit dahinya ada apa dengan Athala dan Alvaro mereka seakan saling mengenal dan membeci.
"Ekehmm" deheman Rafa membuat kedua nya menatapnya
"Tata kakak dapat Libur 1 bulan" Rafa menatap Athala yang sedang menatapnya juga.
"Terus? " katanya dengan alis berkerut
"Yaaa.. gak papa si kakak cuman mau Bilang itu aja" jawab Rafa sambil nyengir.
Athala mendengar nya hanya memutar bola matanya malas.suapan demi suapan Athala memasukan makanan ke dalam mulutnya dan itu tak luput dari perhatian seseorang membuat Athala mengalihkan pandangan ke orang yang memperhatikannya.. Athala menaikan satu alis karna melihat Alvaro yang memperhatikannya.
"Kenapa Lo liatIN Gue kaya gitu?" tanyanya sewot
Rafa yang mendengar perkataan adiknya yang ketus membuat Rafa semakin Bingung terhadap keduanya.
"Gak papa. gue cuman heran ada cwek kaya lo.. yang makan kaya Kuli" jawab Alvaro tak kala ketus dan mengalihkan perhatian ke makanannya.
mendengar perkataan Alvaro membuat Athala menggeram marah dan wajahnya merah menahan Amarah buku tangannya memutih menandakan bahwa dirinya memang sangat marah pada Laki-laki itu.
mendengar geraman Athala membuat Alvaro melihat gadis itu dan ternyata Waw gadis itu sangat mengerikan saat menahan Amarah dan sedikit Menggemaskan
Brakkk
Rafa terlonjak kaget atas apa yang di lakukan Adiknya dan menatap ngeri ke arah adiknya.Athala memang sangat mengerikan saat marah Athala menghela nafas berat kemudian menTap ke arah kakaknya.
"kak aku udah selesai.Bilang sama mama nanti aku di kamar mau Tidur.. males di sini ada orng GILA" sambil melirik ke arah Alvaro saat mengatakan GiLa.Athala berjalan menaiki tangga dan
BRaakk
Athala menutup pintu kamarnya dengan keras..
"Adek Gue kenapa si? " gumamnya yang masih bisa didengar Alvaro
"Kesurupan Kali" jawabnya sambil memasukan suapan nasi kedalam mulutnya
"gak mungkin lah.Adek gue tu Alimnya ngalahin gue. gak mungkin setan berani sama dia" jawabnya pada Alvaro
Alvaro hanya mengedikan Bahu nya
"Apa dia Lagi PMS? " tanyanya pada Alvaro
"Gue gak tau Rafa. kalo lo penasaran Tanya aja langsung saNa sama adek Lo" jawabnya dan terus memakan makanannya.
"Ogah yang ada gue kenal semprot sama dia" dan memakan makanannya
di kamar Athala memukul muluk Bantal dengan keras dia sangat marah.
"Dasar kakak kelas nyebelin,sok kecakapan, sok pinter, sok kece, dasar playboy cap kadal" ikatan demi umpatan Athala untuk Alvaro.
"Yaa Allah jauhkan lah hamba dari makhluk seperti Kak Alvaro yang nyerimin itu" doanya dan tangannya mengusap ke wajahnya
Tingg.. notifikasi henfonya
Sahabat terkece
Lia:
p
p
Gisca:
kenapa lo?
lia:
sepi amat
Gisca:
tau tu
Bintang:
lagi persiapan Buat besok
Lia:
Cie bintang rajin banget makin sayang deh..
Gisca :
Alay lo Li
Bintang :
Alay 2
Lia:
mana Athala
Lia:
gak papa alay Asal kalian sayang
Gisca:
Njirr bnget lo Lia haha
iya sayang Lo kok 😙😙
Bintang:
sayang Lo juga
Lia:
gue apa Athala?
Gisca:
Gue apa Athala?2
Bintang:
Lia:
iya deh percaya sama babang Bintang
Athala
Kenapa manggil2 gue
gisca :
g
iliran Bintang dteng Lo dateng Ta
Athala
Gue baru selesai makan
Lia:
Atahala cantik Makn sama siapa?
Athala
sma kakak gue sama cwok nyebelin juga
Gisca:
siapa?
lia:
siapa2
Bintang:
siapa 3
Athala:
bang Rafa lah..
Lia:
lo tau siapa yang kita maksud.. Oon di pelihara ni.Babang Bintang ajarin ni dedek nya biar OOn nya ilang
Bintang
siapa?
Gisca:
si babang bintang sok polos
Athala
bsok gue ceritaan. dah sekrang gue mau bobok cantik dada
Lia:
utang penjelasan lo
besok yaa..
Athala mematikan hentinya dan menarik selimut menutup matanya dan memasuki ruang mimpi.
di ruang tamu Rafa dan Alvaro duduk dengan santai dan membicarakan tentang futsal.
"Gimana sama lo sekrang?" tanya Rafa pada Alvaro
"Gimana apanya? " jawabnya nya Bingung
"Lo tahu maksud gue apa"
"Gak gimana-Gimana. gue Baik-baik aja" jawabnya datar
"Gue liat lo Berubah" tutur Rafa membuat Alvaro tersenyum tipis
"Berubah Gimana? gue bukan poker renger yang bisa berubah-ubah"
plakk
Rafa memukul kepala Alvaro membuat laki-laki itu merintis sedikit
"Si peakk"
"Sakit begO" varo menggeram kesal
"Salah lo. gue nanya balik nanya."
"Oke2..keliatan banget gue berubah ya? " tanyanya yang di anggukan Rafa
"iya lah.. mana kaca mata lo? sekarang lo keliatan Urak-urakan" jelas Rafa membuat Varo mendengus pelan
"Apa perubahan lo ini ada hubungannya sama cwek itu? " tanyanya serius
"Hemm" hanya deheman yang di balas varo pada Bintang
"Cwek itu pengaruh besar juga sama Lo ya Ro" katanya sambil menatap varo tak percaya
"gue gak nyangka dari Goodboy jadi Badboy ckck" lanjut Rafa
"Bukan karana dia aja tapi ada masalah lain juga yang bisa bikin gue kaya gini" Alvaro menatap dinding langit rumah itu.
"Udh lah males bahas tentang Itu"Alvaro badiri
Melihat varo berdiri Rafa pun melakukan hal sama
"Gue pamit.masih ada urusan yang belum kelas" tuturnya dan memeluk Rafa sebagai perpisahan
"Lo mau balik? " tNyanya rafa
"Bukan Balik tapi ke tempat lain" jawabnya
"Gue Cabut"
Rafa melihat temannya hanya menghela nafas lemah dia tahu masa lalu varo hanya saja dirinya tidak bisa membantu nya.