Believe You

Believe You
Kesal



"sumpah ya Lia kalo lo gak jawab pertanyaan gue kali ini.. Gue bener-bener pukul lo pake Buku ini"


Lia yang tersadar akan lamunannya hanya memandang Bingung pada gisca


"Lo ngomong apaan Gis?..gue gak dengar"


"iyalah Lo gk dengerin gue..sibuk mandangin kakak Vero lo itu" sinis Gisca


"ya habisnya gue emang terpesona sama kak vero hehe"


Lia tersenyum pada gisca.


"Terserah lo deh"


Gisca memalingkan wajahnya


"jangan ngambek dong gis.  Lo kan sahabat gue yang Baik.  Masa kaya gitu doang ngambek"


Lia melihat gisca masih tidak ingin berbicara padanya memutuskan untuk membujuknya


"ya udah deh gue dengerin ni sekarang..Tadi Lo bilang apaan?"


Belum sempat Gisca menjawab. Lia langsung memotongnya


"Bintang sama Athala kemana?.. Koq belum kesini sih? "


Tanya Lia


"Tadi gue nanyain itu Ke Lo Tapi gak di jawab sama Lo"


Lia yang mendengar perkataan Gisca hanya ber "O" riang


"ya sorry Gis tadikan gue masih terpesona sama kak Vero hehe"


"ya Gue maafin. Gue harap Bintang sama Athala Gax di hukum yang aneh2" cemas Gisca


"Lo tenang aja kali Gis mereka kan gx di medang perang sampe Bikin Lo sekhawatir gitu. Mereka Bakal Baik-baik aja. Percaya deh sama gue"


Lia menepuk-nepuk bahu Gisca meyakinkan nya.


Di sisi lain Bintang dan Athala berdiri di lapangan dekat tiang bendera dengan seorang Senior bersama mereka


"kalian tau saya siapa? "  tanya siswa itu pada Athala dan Bintang


"Kak Gilang. Ketua Osis di sekolah ini" jawab Athala


Siswa itu tersenyum mendengar ucapan Athala.


"Dan kamu Bintang kenapa kamu bisa telat datang ke sekolah?" tanyanya pada bintang


"Ban Motor saya Bocor tadi waktu mau berangkat. Jadi saya jalan kaki ke sekolah"


Gilang hanya menganggukan kepalanya


"Baikla saya bisa maklumin hal itu. Tapi kalian masih tetap harus di hukum karna telat"


Bintang dan Athala hanya menganggukan kepalanya.karna mereka yang salah.


"menurut Lo gimana Ro?" Gilang yang melihat Vero keluar dari Aula dan langsung bertanya


Perkataan Gilang sontak membuat Bintang dan Athala saling bertatapan dan langsung mencari keberadaan seseorang


Degh


Jantung Athala bepacu dengan cepat ketika melihat orang itu..dan tatapannya terpaku di mata cowok itu mata yang di lihatnya saat dirinya berbaris tadi dan senyuman sinis itu senyuman yang sangat menyebalkan bagi Athala


"Itu cowok tadi. Cowok nyebelin itu.. Ya ampun kenapa jantung gue mendadak deg-degan kaya gini..ya ampun Athala Lo kenapa kaya gini coba?.. Lagian ka gilang kenapa manggil dia??"  Batin Athala


Athala mengkerutkan alisnya karna melihat Bintang di sampingnya tersenyum tidak jelas pada laki2 yang menyebalkan baginya.


"Tan Lo gax Gay kan? " tanya Athala pada Bintang membuat Bintang mengkerutkan Alisnya karna tidak mengerti ucapannya


"Maksud Lo? " tanya Bintang Bingung


"ya Gue tau kalo tu cowok lumayan Ganteng tapi kenapa Lo senyum-senyum ke dia..apa jangan-jangan Lo ada kelainan? " Kata Athala dan kemudian memberi jarak anata dirinya dengan laki-laki disampingnya itu.Bintang yanh mendengar perkataan Athala sontak tertawa


"Tata..Lo pikir Gue..gay haha"


Bintang mengacak-acak Rambut  Athla


Athala hanya memanyunkan bibirnya


"Ihh apaan si Tan " Athala menepis tangan Bintang yang masih di atas kepalanya


"Eghhmm.. "


Bintang dan Athala seketika terdiam karna suara dari seseorang yang tak lain adalah Gilang yang masih di antara Mereka yang mengamati mereka sejak tadi..


Vero yang sudah berada di samping Gilang sejak tadi hanya mengerutkan dahinya..


Gilang melihat ke arah vero dan menepuk bahunya.


"Gue serahin mereka sama Lo ya Ro. Solnya Gue ada urusan lain"


"Hemm"  Vero hanya bergumam


Gilang pergi meninggalkan mereka


Athala masih terdiam menatap ke arah Gilang yang pergi meninggalkan mereka


"Egghemm"  suara vero membuat Athala sadar


"Nama Lo siapa? " tanya vero menatap Athala


Tidak ada yang menjawab pertanyaannya membuat Vero geram


"Nama Lo siapa? " ulang Vero masih menatap Athala yang masih menundukan kepalanya dan masih tidak ingin menjawab


"nama saya Bintang Kak" kata Bintang sambil tersenyum


"oh.. Tapi sayangnya Gue gak nanyain nama Lo" katanya Ketus pada Bintang


"dan Lo.. " Vero mendekati Athala membuat Athala sedikit gugup.Bintang yang melihat hanya tersenyum penuh arti


"..kalo masih gax mau jawab bakal gue cium di sini"


Perkataan Vero membuat Athala semakin gugup keringat nya turun di dahinya, benar kan dia itu cowok gak bener pikir Athala.kakinya bergetar membuatnya tidak mampu berdiri lama.melihat ke gugupan Athala membuat Vero semakin ingin mengerjainya.


"nama sa..yaa" athala gugup karna vero semakin dekat


"saya Apa?" tanya Vero sambil tersenyum


"Lo masih gax Mau jawab? "


Vero sudah berada di depan Athala dan membuat Athala semakin Gugup.Vero mendekatkan wajahnya pada Athala.Bintang yang melihat hanya menggelengkan kepalanya


Athala melirik Bintamg di sampingnya.


Melihat Athala yang masih Enggan menjawab membuat Vero geram kesal dan semakin mendekatkan wajahnya.Athala melihatnya langsung menjawab


"A..thala.. itu Nama saya kak" jawabnya gugup