
Elsa merasa nyaman akan dekapan al, persis seperti pelukan yang di berikan ibunya. Sangat menghangatkan, elsa yang tadinya mimpi buruk dan terus mengigau mulai tenang.
Keesokan paginya, mentari mulai menunjukkkan sinar nya untuk menghangatkan bumi dari dingin nya malam.
Elsa mulai mengerjap-ngerjapkan matanya dan melihat sekeliling, ia lupa jika ia masih berada di dalam tenda milik al.
“ alvin “ gumam elsa ketika melihat alvin memeluknya. Ia dapat melihat wajah alvin karna jarak mereka berdua sangat dekat, bibir tipis berwarna pink alami, alis tebal dan bulu mata lentik. Jika di lihat dari dekat alvin sangat tampan.
“oh god, perasaan apa ini “ jantung elsa terus berdebar, ia tidak pernah merasa se gugup ini kecuali saat sidang tesis satu tahun lalu.
“ sudah puas lihatnya?” tanya alvin, elsa terkejut karna suara serak alvin khas orang bangun tidur.
“ alvin” elsa melayangkan tatapan sengit tanda tak terima alvin memeluknya semalaman tanpa izin darinya. Padahal sebenarnya dirinya juga nyaman akan pelukan yang di berikan alvin.
“ kenapa?” otak encer alvin mendadak ngeblank.
“ ngak sopan” gerutu elsa, ia segera bangkit dari tidur nya.
“ dimana kamar mandi?” elsa bingung mencari kamar mandi karna disini tidak seperti di klinik yang memiliki kamar mandi di setiap kamarnya.
“ ayo” tanpa menjawab pertanyaan elsa al menarik tangan elsa dan membawanya menuju kamar mandi yang berada cukup jauh dari tendanya.
“ tunggu sebentar” baru melewati beberapa tenda alvin berhenti di sebuah tenda milik temannya.
Alvin masuk dan meninggalkkan elsa yang mematung karna dirinya di tinggal sendirian.
Satu...dua...satu...dua...satu...dua...tiga.
Masih pagi elsa sudah di suguhkan pemandangan yang menyegarkan mata, para tentara yang berlatih tanpa kaos dan membuat perut kotak-kotak mereka terlihat adalah kelemahan elsa.
“ nih “
“ ah, kau mengejutkanku “ elsa terkejut karna tak tau kedatangan al.
“ kau sedang memperhatikan mereka, ckck tidak sopan “ al menggerutu tidak jelas. Ia kembali menarik tangan elsa dan membawanya menjauh dari para tentara yang sedang berlatih.
“ ini baju ganti untukmu, ngak usah di pulangkan, soalnya sama orangnya udah ngak muat jadi untuk kamu aja “ al terus mengoceh berharap elsa memperhatikan nya karna sedari tadi elsa terus memperhatikan para tentara yang tengah berlatih dengan perut sispack mereka.
“ terimakasih “ elsa masuk ke dalam kamar mandi, tidak ada wanita di sini namun karna para terntara sedang berlatih jadi elsa dapat menggunakan kamar mandi mereka.
**
Elsa sudah selesai dengan ritual paginya, ia terlihat cantik dengam celana joger dan kaos putih yang kebesaran di tubuhnya.
“ calon bini gue mau gaya apapun tetap cantik “ batin al yang terus memperhatikan elsa yang tengah mengeringkan rambutnya.
“ sudah”elsa tak menyadari keberadaan al, ia terkejut karna al tidak memakai kaos hingga perut kotak-kotak kelemahan elsa terlihat.
“ oh god, kenapa ada orang se sempurna alvin, sayang sekali dia sudah punya pacar “ batin elsa.
“ rebut saja dia dari eva “
“ tidak,kamu tidak boleh menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka, itu tidak sesuai prinsipmu
“ kau harus membalaskan dendammu, kau harus merasakan apa yang sekarang di rasakan silvi “
“ jika kau merebut dia dari eva, sama saja kau seperti silvi “
“ hey ” elsa terperanjak kaget karna alvin menepuk bahunya cukup kuat.
“ maaf, kau daritadi melamun “ alvin pergi masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
cukup lama elsa menunggu alvin mandi, hingga pintun kamar mandi terbuka menampakkan sosok pria rupawan bak titisan dewa yunani.
Tubuh atletis di tambah wajah rupawan, siapa yang tidak tertarik dengan alvin.
“ OMG, kenapa dia sangat tampan, dan perutnya “ elsa hampir ngiler di buat alvin.
“ sadar el, sadar “ elsa menepuk-nepuk pipinya agar tidak terhipnotis akan kesempurnaan al.
Elsa memalingkan pandangan nya ke arah lain, ia melihat seekor kelinci lucu sedang memakan rumput di dekatnya.
“ uum.... kamu lucu banget sih” elsa berjalan mendekat ke arah kelinci tadi namun kelinci tadi berlari dengan susaj payah menghindari elsa karna kakinya cidera.
“sakit ya “ elsa membawa kelinci tadi ke pangkuan nya dan melihat kaki kelinci tadi luka dan sedikit berdarah.
“ kamu ngapain?” tanya al, ia terkejut karna di leher kelinci yang elsa pegang terdapat sebuah kalung.
“ berikan padaku kelincinya “ ucap al, elsa menatapnya sejenak namun ia tidak memberikan jawaban ataupun kelinci yang di minta al.
“ berikan padaku” suara al lebih tegas dari tadi.
“ mau kau apakan dia, kau tidak melihat kakinya terluka “
“ tolong berikan padaku elsa, aku harus memeriksa nya apakah ada alat penyadap yang di pasang di tubuhnya “ elsa yang mendengar penuturan alvin begitu terkesiap, mana mungkin kelinci se lucu ini di jadika mata-mata fikirnya.
“jika kau tidak memberikannya padaku, aku akan menariknya paksa darimu” akhirnya elsa pasrah dan memberikan kelinci itu pada al.
Elsa baru sadar jika kelinci itu memiliki kalung di lehernya, kalung yang begitu indah jika di lihat seperti kalung khusus hewan piharaan.
Elsa terus memperhatikan al yang sedang membolak balik kelinci, ia juga mencoba melepas kalung yang berada di leher kelinci itu namun tidak bisa, ia mencari celah agar kalung itu bisa lepas agar ia tau apakah kalung itu terpasang alat penyadap atau GPS.
“ kenapa kau mengambilnya dariku “ al kaget ketika elsa tiba-tiba mengambil kelinci itu darinya.
“ mau kau apakan dia, kenapa kau mengeluarkan pisau, apa kau mau membunuhnya” ternyata alasan elsa menarik kelinci tadi dari al adalah karna al mengeluarkan sebuah pisau lipat dari saku celananya, ia berniat memotong paksa kalung itu.
“ aku mau memoting kalungnya,aku mau melihat isi di dalamnya”
“ tidak bisakah jika tidak memotong kalungnya, itu akan mengenai lehernya” ucap elsa.
Klek...
Ternyata elsa tak sengaja menekan tombol untuk membuka kalung itu.
“ ckck mereka kembali berulah “ gerutu alvin sambil memeriksa kalung itu.
Alvin memasukkan kalung itu ke saku celananya, ia mengajal elsa untuk kembali ke klinik namun tiba-tiba semua tentata berkumpul di lapangan, alvin heran karna hari ini tidak ada apel pagi. Ternyata...., seorang tentara terluka fatal akibat serangan seseorang yang menyerang di balik air.
***
**maafkan author yang baru up sekarang, hp author ke reset jadi harus nulis ulang ceritanya, maafkan author yang masih pemula ini:(
terus dukung karya author dengan meninggalkan jejak berupa like, komentar, and vote kalo boleh hehe :v
maapkan author sekali lagi ya men temen**