
Di sebuah rumah sakit umum di kota jakarta.
Tok...tok..tok...
Seorang gadis muda berbalut jas putih khas dokter mengetuk pintu kaca transparan.
“masuk” ucap seorang pria dari dalam.
Perlahan dokter muda itu membuka pintu, setelah pintu tertutup terlihat seorang dokter laki-laki paruh baya tengah sibuk dengan pasien di hadapannya.
“ kalau begitu terimakasih dok, saya pamit” ucap pasien dokter paruh baya itu.
setelah pasien tadi pergi, dokter paruh baya tadi berjakan dengan langkah tegas dan sorot mata tajam menuju dokter muda itu.
Plakk....,sebuah tamparan mendarat di pipi kanan dokter muda tadi.
“ papa sudah pernah bilang, jangan pernah ganngu hubungan adikmu,sekalipun tunangan nya adalah mantan pacarmu” tegas dokter paruh baya tadi pada purtinya.
“ papa salah pa, elsa ngak pernah menggoda mike. Mike lah yang menggoda elsa” hati elsa begitu sakit ketika tau papanga tak mempercayainya dan lebih mempercayai adik tirinya.
“ papa percaya apa yang papa lihat dengan mata kepala papa, papa tidak akan percaya dengan apa yang kau katakan” ucap papa elsa.
“ papa kecewa sama kamu, mungkin jika mama kamu tau mama kamu menyesal telah melahirkan wanita sepertimu” sambungnya.
Air mata elsa langsung meleleh mendengar perkataan papanya, bagaimana tidak tuduhan yang di layangkan papanya tadi adalah sebuah fitnah “ ma,bawa elsa ma. Elsa udah capek hidup kayak gini” batin elsa memohon pada mamanya yang sudah tiada.
“ sekarang kamu boleh pergi, papa ngak akan peduli sama kamu lagi” ucap papa elsa.
Dengan langkah gontai dan air mata yang masig tertahan elsa keluar daru ruangan papanya, ia pergi ke ruangan nya untuk menumpahkan rasa
kesal dan sedih yang bercampur di dalam dirinya.
“ maa, kenapa mama tega ninggalin elsa sendiri”
“ bawa elsa ma, elsa ngak kuat hidup kayak gini. Sekarang ngak ada yang sayang sama elsa, elsa capek ma”
Ucap elsa di sela sela tangisannya, setelah ia memeriksa jadwalnya ia pergi ke ruangannya dan mengunci diri kebetulan tak ada pasien untuk di periksa.
Setelah kematian mamanya tujuh tahun lalu, hidup elsa berubah drastis. Papanya selalu sibuk dengan pekerjaan agar lupa dari bayang-bayang mamanya. Dua tahun kemudian papanya menikah lagi dengan seorang janda yang mempunyai dua anak,satu seumuran dengan elsa dan satunya lagi masih sekolah dasar.
Selama lima tahun elsa hidup sendiri, setelah menikah papanya hanya peduli dengan keluarga barunya,ia di lupakan, di asingkan, dan tak pernah di perdulikan. Bahkan ketika elsa wisuda papanya tidak datang karna adik tiri yang seumuran dengannya juga wisuda,papanya lebih memilih adik tirinya ketimbang dirinya.
Elsa mulai lelah menangis hingga ia tertidur karna kelelahan. Matahari mulai condong ke arah barat, sebentar lagi tenggelam dan elsa masih setia dengan tidurnya hingga dering ponsel membangunkannya.
Elsa mencari-cari dimana ponselnya, setelah dapat ia melihat nama yang tertera di layar, silvi meneleponnya. Silvi adalah adik tirinya.
Sejenak elsa mengatur nafas sebelum mengangkat panggilan dari orang munafik yang amat ia benci.
“ halo sil” ucap elsa .
“ kakak dimana, papa mencari kakak “ ucap silvi dari balik telepon.
“ malam ini aku akan pulang ke apartemen,tolong sampaikan pada papa” ucap elsa,ia hendak memutuskan sambungan teleponnya namun terdengar suara mamanya dari balik telepon.
“ pulanglah ke rumah untuk makan malam sayang, mama ingin berbicara sesuatu dengan mu” sambar ibu tiri elsa.
“ baiklah ma” elsa tidak bisa menolak perintah ibu tirinya karna jika ia menolak ibu tirinya akan mengadu pada papanya tentu dengan menambahkan bumbu bumbu kebohongan.
Sementara di kantor.
Alvin yang sejak tadi mood nya jelek di tambah tadi siang saat jam makan siang seorang wanita memaksanya untuk menemaninya makan siang dengan alasan ia adalah client penting terpaksa mengiyyakan nya. Ternyata tak hanya makan siang dengan alasan client penting wanita itu malah memamerkan al pada teman temannya. Menolak?, tentu saja al menolak namun wanita itu berkata akan membatalkan kontrak kerjasama antar perusahaan mereka, al yang kurang mengerti dengan dunia bisnis hanya bisa diam mengikuti alur. Toh ini hanya sehari saja, fikirnya.
Suasana kantor sudah sepi, para karyawan sudah pulang satu jam yang lalu. Al hendak pulang namun tiba-tiba ponsel di saku jas nya berdering.
“ halo, ris”
“ lo,dimana bro. Pulang ngak ngabari” tanya si penelepon.
“gue...hmm....” al bingung menjawab apa, jika ia bilang ia sedang di kantor sahabatnya pasti akan menertawakannya karna ia sangat buruk dalam urusan berbisnis.
“ lo dimana?” tanya haris kembali, karna tak kunjung mendapat jawaban “ lo kesini, gue lagi di club dekat kantor lo“ setelah memberitahukan lokasinya haris segera memutus sambungan telepon secara sepihak.
Al kesal, seharusnya setelah pulang dari kantor ia beristirahat di rumah dan bersantai namun sepertinya tuhan tidak memberikan waktu istirahat untuk dirinya hari ini. Setelah selesai menandatangani berkasa yang terakhir al segera menghubungi bundanya meminta izin untuk pulang malam.
Meskipun hannah tidak meminta al untuk meminta izin padanya setiap pergi ke luar tetapi al tetap memberitahukan bundanya agar tak khawatir jika ia tidak pulang.
Setelah memberitahukan bundanya al segera melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menembus padatnya lalu lintas karna hari sudah petang.
Setelah lima belas menit al telah sampai di club yang telah di berutahukan sahabatnya, terlihat club masih sepi karna para pengunjung club mulai berdatangan nanti malam. Haris memilih waktu yang tepat karna al kurang suka keramaian.
Al segera masuk dan memilih duduk di meja bartender.
“woyy, bro “ sapa haris yang merupakan bartender sekaligus pemilik club itu.
“ tumben lo disini, uang lo ngak cukup buat gaji bartender?” ledek al.
“ yakali uang gue ngak cukup, gue lagi gantiin karyawan gue yang lagi cuti karna bini nya melahirkan, bisa sih gue minta tolong sama serena tapi dia lagi sibuk sama dunia nya” jelas haris.
Haris, alvin dan serena sudah bersahabat sejak duduk di bangku sma. Sifat ketiganya yang sama membuat mereka mudah akrab di tambah cita-cita mereka sama. Namun, ketika mereka bertiga ingin tes untuk masuk ke akademi militer. Haris membatalkan niatnya karna kedua orang tuanya menentangnya untuk menjadi seorang tentara, sementara serena, ia tidak lulus dan memilih jalan mafia karna baginya sama saja, ia menjadi pembunuh bayaran dengan pendapatan yang cukup fantastis sekali menjalankan misi.
“ tumben lo pakek jas, lo baru pulang dari kantor, atau lo habis kencan” tanya haris penuh selidik.
‘sial, harusnya gue pulang tadi ganti kaos' batin al kesal.
“ ngak, gue Cuma pengen makek jas aja “ bohong al.
Haris tak ingin membahas masalah itu lebih jauh “ kekmana bro pekerjaan lo? Enak jadi tentara?” tanya haris, sambil menyodorkan segelas jus mangga.
“ ya gitulah ris, enak ngak enak. Namanya juga tentara ada enak nya ada ngak enaknya “ keluh al pada haris. Hanya haris lah yang selalu menjadi pendengar terbaik selama al ada masalah.
“sayang” seorang wanita berpakaian seksi datang menghampiri haris.
“ kanali vin, ini al teman ku. Kenali al ini vina pacarku” ucap haris memperkenalkan. Vina menyapa al dengan senyum genit dan kedipan matanya, al hanya memandangnya datar tanpa berniat membalasnya.
“ ngomong-ngomong lo belum punya pacar al?” tanya haris sambil meracik minuman.
“ pulang ke rumah aja gue jarang, apalagi nyari pacar” keluh al.
“ cepetan cari bro, keburu tua ntar ngak berfungsi tuh pedang” ledek haris “ surga dunia nikmat bener bro, gue udah pernah nyoba” sambung haris, al hanya memutar bola matanya ke atas, jengah dengan sikap mesum haris.
“ nih yank, nanti malam jangan lupa “ ucap haris sambil memberikan nampan berisi beberapa jenis minuman beralkohol.
Vina hanya menyatukan telunjuk dan jempolnya membentuk huruf O, ia berlalu pamit untuk mengantar pesanan tamu VIP