
Al kembali ke barak dengan wajah di tekuk, sesampainya di barak ia di sambut oleh rey, teman seperjuangan nya.
“ napa muka lo bro?” tanya rey ketika melihat wajah al. “ ngak jumpa sama bidadari pujaan hati“ ledek rey, al semakin kesal di buatnya.
Kebetulan barak tempat al bertugas tidak jauh dari pantai, al pergi ke pantai guna menenangkan diri.
Sesampainya di pantai matanya tertuju pada hammock miliknya yang tengah di tiduri oleh seorang wanita cantik.
“ jodoh ga akan kemana “ gumam al, al terus memperhatikan elsa tidur, persis seperti putri tidur mau bagaimanapun al mengganggunya elsa tetap tak bergeming daei posisinya.
“ dasar tuan putri tidur “ ucap al.
Al duduk di batang pohon kelapa yang tumbang tak jauh dari posisi elsa.
Al mengeluarkan ponselnya dan melihat grub keluarganya sefang ramai, mata al terkesiap ketika membaca pesan-pesan di grub itu.
“ dasar ember, gabisa jaga rahasia” ucap al kesal karna mendengar voice note berisi suaranya yang dikirimkan oleh eva.
“ she is mine “ tulis al pada postingannya yang berisi foto elsa yang sedang tertidur.
***
Elsa mulai membuk matanya ketika beberapa tetes air jatuh mengenai wajahnya.
‘ hujan ‘ elsa langsung bangkit dari tidurnya dan bergegas kembali ke desa.
Namun sayang, hujan terlalu deras hingga elsa terkena hujan dan basah kuyup. Elsa terus menembus derasnya hujan karna desa sudah mulai terlihat, sedikit lagi ia sampai.
“ dimana mobilnya “ gumam elsa karna tak melihat satupun mobil yang ia kenal di sana, padahal ia ingat betul bahwa dua mobil tadi terparkir disini.
“ mama elsa takut “ elsa memeluk dirinya sendiri karna derasnya hujan dan terpaan angin yang begitu kuat, di tambah suara petir yang menggelegar membuat elsa takut.
“ mama “ elsa terus menyebut nama mamanya.
Duaar......
Suara petir yang memekakan telinga semakin membuat elsa takut, dari kecil dirinya sangat takut petir.
“ mama” bibir pucat miliknya terus menyebut nama mamanya.
Elsa merasa hujan tidak mengguyur dirinya lagi. Ternyata al datang dengan membawa sebuah payung dan memayungi dirinya.
“ alvin “ gumam elsa, kenapa harus dia yang menolongnya.
“kamu kenapa hujan hujanan “ alvin menuntun elsa pergi ke barak.
Elsa hanya diam tak berniat membalas perkataan alvin, ia harus menjauhi alvin karna alvin sudah mempunyai eva. Ia tidak ingin menjadi orang ketiga di antara hubungan mereka.
“ nih “ sesampainya di tenda milik alvin, alvin menyodorkan handuk untuk mengeringkan tubuh elsa.
“ terimakasih, em...apakah kau punya baju?” tanya elsa ragu.
Alvin memeriksa lemarinya dan menyodorkan sebuah kemeja putih pada elsa.
“ terimakasih, bisakah kau keluar” pinta elsa, alvin mengangguk dan segera pergi.
‘sial perasaan apa ini ‘ elsa merutuki jantung nya yang sedari tadi terus berpacu cepat.
“elsa” panggil alvin, sudah hampir lima belas menit elsa tak kunjung keluar. Alvin memilih masuk takut terjadi apa apa dengan elsa.
“ el..”
“aaaa, dasar mesum. Kenapa kamu sembarangan masuk “ alvin seketika membalikkan badanya memunggungi elsa. Elsa kesal dan buru-buru memakai baju.
“ sudah?” tanya alvin.
“ sudah “
“ apa yang kamu lihat “ ketus elsa, alvin langsung kembali ke kesadarannya karns suara elsa.
“ tidak ada “
Tiba-tiba ponsel alvin berdering mengharuskan dirinya mengangkat panggilan itu.
“ hallo “
“ al,apa elsa ada bersamamu?” suara eva terdengar panik, ketika meliha tim nya pulang tanpa elsa. Evva langsung memarahi seluruh anggotanya termasuk sasha, sahabatnya.
“ iya , dia bersamaku “ begitu mendengar ucapan al eva begitu lega“ aku akan msngembalikan nya besok karna hujan sangat deras “ ucap al.
“ baiklah”
Eva langsung memutuskan sambungan telepon, al menatap elsa yang tengah menggigil karna dingin nya udara.
“ nih pakai “ al memakaikan elsa selimut miliknya.
“ terimakasih “
“ kau tidur lah disini “ al menunjuk sebuah ranjang yang Iya hanya bisa di tiduri satu orang “ aku akan tidur disana” al menunjuk ranjang di sebelah ranjang miliknya.
“ tapi...”
“ tidurlah, kau akan ku antar pulang besok” ucap al memotong perkataan elsa.
“ baiklah “ akhirnya elsa mengalah, ia merebahkan dirinya di kasur yang hanya muat untuk satu orang.
Elsa mulai memejamkan matanya walaupun ia tidak tidur, seementara al. Ia terus memperhatikan elsa yang tertidur, sangat cantik. Walaupun tanpa make up tebal hanya make up tipis itupun sudah terhapus karna terkena hujan tadi.
“ elsa, sesuai namamu kau sangat dingin” gumam al sembari terus memperhatikan elsa.
***
Waktu masih menunjukkan pukul sepuluh malam waktu indonesia bagian barat.
Al terbangun karna suara elsa, elsa mengigau.
“ demam” ternyata elsa demam karna kehujanan tadi.
“ mama, jangan pergi ma” buliran air mata menyelinap keluar dari sudut mata indah nya yang masih tertutup.
“elsa...elsa” al mengguncang-guncangkan tubuh elsa.
Al pergi keluar dari tendanya menuju dapur, hujan masih deras walau tak se deras tadi.
Al kambali membawa sebaskom air hangat dan handuk. Al mulai memasukkan handuk yang ia bawa ke dalam baskom lalu memerasnya dan meletakkan nya di dahi elsa yang sangat panas.
“ mama jangan pergi ma” elsa masih saja terus mengigau.
“ ehmm.... “ al bingung harus berbuat apa, elsa menarik tangannya saat ia hendak pergi untuk mengembalikaan basokm ke dapur.
“ mama dita mohon jangan pergi” al tidak tega karna elsa terus mengigau dan mengira dirinya mamanya.
“ dita?” gumam al.
Akhirnya al memilih tetap bersama elsa, ia menarik kasur miliknya dan mengganbungkannya dengan kasur elsa, ia akan tidur di samping elsa.
“ maaf “ al menarik elsa ke pelukannya, entah apa yang terjadi besok ia akan siap menerima konsekuensinya.
**maaf ya kalo author ngak up up. author sibuk sama ujian tengah semester juga sepi gaada yang komen atau ninggalkan jejak 😥, padahal viewers nya bertambah setiap hari.
jangan lupa tinggalkan jejak dan masukkan karya thor ke dalam daftar favorit kalian.
thinkyuu** >_<