
Sudah seminggu elsa berada disini, hidupnya serasa nyaman tanpa beban karna semua orang disini sangat ramah dan baik.
Elsa sudah mulai mengenal beberapa lokasi di sekitar klinik karna ana dan eva sering mengajaknya berbelanja dan berkeliling.
Seperti pagi ini, elsa akan ikut dengan eva ke desa. Elsa terus membujuk eva agar mengajaknya karna dia bosan jika berada di klinik di tambah lagi al tiap hari datang dengan alasan menitip sesuatu untuk eva, entah mengapa hati kecil elsa sakitu ketika dirinya hanya di jadikan perantara seperti kurir barang.
“ sudah siap sa?” tanya eva, elsa mengangguk. Ia menyambar ponsel nya juga tas yang berada di meja nya.
“ hari ini saya ngak enak badan, kamu pergi sama yang lain. Tenang aja mereka pasti jagain kamu kok “ ucap eva, elsa sedikit kecewa ketika tau eva tidak ikut.
“ elsa pergi ya mbak” pamit elsa.
“ hati-hati sa, jangan jauh-jauh dari tim “ ucap eva elsa hanya mengangguk.
Satu mobil jeep dan satu lagi mobil double cabin mengantar kepergian para perawat maupun dokter ke desa, saat ini salah satu desa di pesisir pantai sedang terkena wabah penyakit cacar.
Jalanan memasuki desa adalah jallanan bebatuan dan terjal, tak ada lagi aspal seperti jalanan di kota. Elsa yang berada di dalam mobil double cabin sempat terhempas karna tidak berpegangan.
“ pegangan sa, kasian tu kepala tumbuh tanduk satu lagi nanti “ ucap seorang perawat pria memperingati elsa sambil terus melajukan mobil.
....
Perjalanan dari klinik ke desa memakan waktu dua jam setengah, begitu sampai elsa langsung turun dari mobil dan memuntahkan semua isi perutnya karna guncangan selama perjalanan tadi cukup mengaduk-aduk isi perutnya.
“ nih “ perawat pria tadi menyodorkan sebotol air mineral pada elsa.
“ makasih za “ ucap elsa. Perawat pria tadi kembali lagi ke mobil dengan sedikit kekecewaan.
Ia begitu senang ketika mendengar elsa akan ikut bertugas menggantikan eva yang tengah sakit, harapannya selama perjalanan ia bisa berbincang- bincang dan lebih dekat lagi dengan elsa. Namun, sesuai namanya elsa. Ia selalu sedingin es menanggapi ucapan perawat pria tadi.
Banyak perawat pria di klinik itu yang mengagumi kecantikan dan kelembutan elsa, ada juga beberapa tentara yang sering berkunjung terpikat pesona seorang elsa. Namun, elsa tetaplah elsa, tidak akan berubah menjadi andita lagi karna sikap keluarganya selama ini padanya,
Andita adalah nama panggilan kedua orang tuanya ketika mamanya belum meninggal, setelah mamanya meninggal elsa mengganti panggilannya menjadi elsa dan mengganti kepribadiannya sesuai dengan namanya.
Setelah cukup memuntahkan seluruh isi perutnya, elsa kembali ke timnya dengan wajah pucat.
“ elsa, kamu sakit. Istirahat aja dulu sana di mobil “ ucap dokter sasha, sahabat eva.
“ saya ngak sakit mbak sha, Cuma mual aja gara-gara tadi “ ucap elsa.
“muka kamu pucat gitu loh, udah istirahat aja di mobil “ sebuah perintah yang tak dapat terbantah, elsa hanya mengangguk dan menuruti kemauan sasha.
Elsa kembali ke mobil dan beristirahat, cukup lama oa berputar putar mencari posisi yang nyaman untuk tidurnya namun tidak dapat.
Akhirnya elsa memutuskan untuk keluar dan mencari udara segar. Elsa menapaki jalan bebatuan menuju arah pantai dengan pikiran kosong, ia melamun entah apa yang di fikirkannya hingga ketika tersadar ia sudah berada di pantai dan di hadapannya adalah lautan biru nan jernih.
Elsa mengedarkan pandangannya ke sekeliling pantai hingga pandangannya terhenti pada hammock yang terikat di antara dua pohon kelapa.
Elsa berjalan ke arah hammock itu, sesampainya di sana elsa langsung memposisikan dirinya senyaman mungkin, elsa bahagia hidup seperti ini. Rasanya tanpa beban dan sakit hati, mungkin ini adalah cara tuhan untuk mengakhiri penderitaannya di kota dan membuatnya bahagia di desa.
Karna terpaan angin sepoi sepoi perlahan elsa mulai menutup matanya, rasa kantuknya datang tiba-tiba dan mengharuskan dirinya tidur.
***
Sementara al, hari ini al pergi ke klinik guna mengunjungi elsa, ya. Al setiap hari ke klinik karna elsa.
“ Elsa ” wajah al langsung berubah kusut ketika melihat orang di dalam ruangan elsa bukan lah yang ia cari, melainkan yang paling ia hindari.
“ kamu cari siapa?, elsa pergi ke desa bersama tim mbak “ ucap eva ketika melihat siapa yang masuk.
Wajah al yang tadi sumringah langsung berubah lesu, eva menyadari itu dan meminta adik sepupunya duduk dan memaksanya bercerita.
Al terpaksa menceritakan pada eva, ia menyukai elsa. Sifat dingin dan misterius nya membuatnya tertarik dan terpikat semakin dalam.
“ jadi kamu tiap hari ngirim makanan dam buah-buahan Cuma buat liat elsa “ eva mencebikkan bibirnya kesal, sudah ia duga al pasti datang dengan tujuan ke sini.
“ ia mbak, bantuin al dong mbak. Anggota mbak yang satu itu udah kayak orang eskimo, dingin banget “ keluh al.
Tiba-tiba grup chat keluarga alexander ramai karna eva mengirim voice note berisi curhatan al tadi.
[ akhirnya al menemukan pujaan hatinya, ayo granpa buat syukuran keluarga] kevin.
[ tunggu al pulang, kita nikahkan saja dia langsung ] alex membalas kevin.
[ kasian kakak ku, sekali nemuin yang pas sakit hati mulu 😂😂] ara menertawakan nasib al, semua yang membaca pesan ara tertawa dan semakin senang meledekkan al.
Al tidak tau karna ia tidak membawa handphone, al kesal karna bukannya memberi solusi eva malah asik dan senyum senyum melihat ponselnya.
“ mbak gaasik ah “ kesal al. Dengan menghentak-hentakkan kakinya kesal al berjalan keluar dari ruangan eva dan elsa seperti anak kecil.
**sedih akutu, viwes nya banyak tapi ngak ada yang ninggalin jejak.
note: maafkan jika typo bertebaran.
jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, coment and vote. masukkan karya aku ke daftar favorit kalian juga ^_^
terimakasih** >_<