BEAUTY And The BIG BOSS

BEAUTY And The BIG BOSS
episode 3



Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, al pamit pada haris karna mereka sudah melepas rindu selama setahun tidak bertemu. Dengan malas al melewati para manusia yang tengah hanyut dalam lautan tari di lantai dansa, para manusia malam yang meliuk-likukkan tubuhnya mengikuti alunan musik yang berdentum keras.


Al sesak nafas selama melewati lautan maanusia tadi, huffttt....... al membuang nafas nya dan menarik banyak udara untuk masuk ke dalam paru-parunya.


“ sial, bisa-bisanya haris hidup kayak gitu “ desah al.


Al segera melajukan mobilnya kembali ke kediamannya, setelah tiga puluh menit al sampai di rumah nya dan segera memarkirkan mobil nya di garasi rumahnya.


Begitu melewati ruang tamu, al melihat kakak nya tengah berbincang dengan seorang wanita sambil berpelukan mesra.


“ ekhem....” deheman al membuat kedua orang yang tengah asik dengan dunia mereka menoleh ke arah al yang tengah menatap mereka berdua tajam.


“ itu siapa sayang?” tanya wanita yang berada di samping kevin.


“ udah pulang al?, sono-sono masuk kamar ganggu orang pacaran aja “ gerutu kevin, al mendengus keras dan segera menaiki tangga menuju lantai atas.


“ itu adik aku, al” jelas kevin pada kekasihnya.


“ kok aku ngak pernah liat dia yank?” tanya kekasih kevin lagi.


“ al tentara , dia dapet tugas di luar kota jadi jarang pulang” jelas al kembali “ udahlah ah, kamu kok mikirin dia sih” sambung kevin kesal.


“ ihh kamu marah, kan aku Cuma nanya. Dasar posesif “ ucap wanita itu sambil mencubit kedua pipi kevin.


Cup


Kevin gemas dengan kekasihnya, ingin sekali rasanya ia terkam namun melihat kepolosan kekasihnya kevin hanya bisa menahan hasratnya dan memuaskan nya dengan wanita panggilan.


“ ihh kamu ah “ gerutu kekasih kevin.


“kenapa “ tanya kevin ketika melihat pipi kekasihnya yang memerah seperti kepiting rebus.


“ itu ciuman pertama aku” ucap kekasih kevin malu, kevin tertawa terbahak-bahak melihat kepolosan kekasihnya.


“ itu hanya kecupan, kalau ciuman itu “ kevin menggantung ucapannya dan menatap intens kedua bola mata kekasihnya yang berwarna coklat terang.


Kevin menempelkan bibirnya dengan bibir sabrina,kekasihnya. Ia menekan tengkuk sabrina untuk memperdalam ciuman mereka, awalnya sabrina hanya diam mematung melihat apa yang di lakukan kevin namun perlahan ia mulai terbuai ciuman lembut yang di lakukan kevin.


Keduanya melepas ciuman mereka karena kekurangan udara, keduanya berlomba-lomba menghirup udara sebanyak mungkin untuk menetralkan nafas mereka yang terengah-engah.


“ itu baru namanya ciuman sayang “ dengan


gemas kevin menncubit hidung sabrina.


“ ih kamu ah, sakit tau “ keluh sabrina, kevin hanya bisa tertawa.


Ternyata aksi keduanya tadi terlihat oleh al yang hendak mengambil air putih di dapur karna stok air di kamarnya kosong.


“ ckck, kevin sialan “ gerutu al iri.


***


Tak terasa malam sudah terlewati,matahari mulai terbit menggantikan tugas rembulan untuk menyinari hari.


Al mengerjap-ngerjapkan matanya ketika cahaya matahari mencoba membangunkannya.


“ sial, gue kesiangan” ucap al sambil berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai membersihkan diri. Al keluar dengan pakaian casualnya. Ia menuruni anak tangga dan melihat empat orang yang tengah asyik berbincang sambil menikmati sarapan.


Sesampainya al di bawah ia mengumpat dalam hati karna hanya dia yang jomblo di situ. Ia melihat ara dan kevin yang tengah asik dengan kekasih mereka.


“ ekhem...” deheman al membuay keempat orang itu menoleh ke arahnya.


“ kak al, sarapan yuk. Tadi bunda nelepon katanya mereka pulang nanti sore” ucap ara.


“ biarin aja dek, kamu ngak kasian sama kakak kamu?” tanya kevin.


“ kasian kenapa kak?” ara kembali bertanya.


“ kakak kamu kan jomblo, tar kalo dia ikutan sarapan bareng kita minder nanti “ ledek kevin sambil tertasa di ikuti taaa ketiga orang disana.


“ sialan” umpat Al , rasa laparnya sudah tergantikan dengan rasa kesal, ia segera keluar dari sana guna menenangkan fikiran nya.


Al berjalan tanpa arah dan tujuan, ia tak membawa dompet atau ponsel karna ia pergi dengan rasa kesal.


“ sial banget gue harini, diledekin karna jomblo, mau jajan ngak bawa dompet “ gerutu al sambil menendang bebatuan yang ada di depannya.


Di kediaman lain, masih di kota jakarta.


Elsa mulai menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa untuk pergi berugas sebagai tenaga medis menggantikan adik tirinya yang seharusnya pergi.


Elsa menatap figura foto berisi foto keluarganya dulu yang tengah berpiknik. Elsa mengambilnya dan mengusap-ngusap bingkai figura itu sambil melamun.


Kenangan dulu saat mamanya masih hidup terlintas dalam fikirannya, keluarga yang harmonis dengan hidup sederhana tanpa kekurangan apapun. Tak terasa air matanya kembali menetes,matanya sudah bengkak karna menangis semalaman.


Saat makan malam, keluarga elsa


Sesuai peraturan keluarga aditya,papa elsa. Ketika makan harus diam tanpa bersuara, jika ingin mengobrol nanti sehabis makan.


“ elsa papa punya satu permintaan” ucap adit setelah selesai menelan makanan terakhirnya.


“ apa itu pa “ dengan malas elsa bertanya.


“ tolong gantikan silvi untuk menjadi tenaga medis di natuna “ ucap adit.


“ kenapa harus elsa pa, bukan kah itu adalah tugas silvi “ tolak elsa dengan halus.


“ elsa sayang, kamu taukan silvi tengah mengandung anak mike, satu bulan lagi mereka akan menikah,dan silvi tidak akan menjadi dokter lagi setelah masuk ke keluarga mike, mama minta tolong kamu gantikan elsa untuk kali ini. Hitung-hitung menebus kesalahan kamu pada silvi” ucap ibu tiri elsa. Elsa hanya bisa diam memikirkan ucapan ibu tirinya, setahunya ia tidak pernah berhutang pada mereka malah mereka yang berhutang pada dirinya.


“ baiklah pa, elsa akan menggantikan silvi “ ucap elsa setelah berfikir cukup lama.


Sebenar nya hati elsa menolak namun bibirnya mengatakan sebuah kebohongan yang membuat orang lain senang.


“ terimakasih kak” ucap silvi sambil memeluk kakak tirinya.


“ lusa kamu harus berangkat, persiapkan segala keperluanmu” titah adit.


“ baik pa” tanpa bisa menolak lagi elsa mengangguk dan segera pamit pergi untuk mengepak barang-barangnya.


***


Alvin melihat seorang wanita yang di kenalnya, walaupun wanita itu tengah membelakanginya alvin masih tetap mengenalinya.


Dor..., kedatangan alvin mengejutkan wanita itu yang tengah asik bermain ponsel.


“ sialan,alvin...” niat wanita itu memarahi orang yang mengejutkanya namun ia malah memeluknya ketika tau itu adalah alvin,sahabat nya yang lama tidak bertemu.


“ apa kabar serena? Gimana jantung lo, aman kan masih di tempatnya”


“ kebiasaan “ kesal serena.


“ lo ngapai disini?” tanya alvin.


“ gue lagi mantau mangsa gue, ilang kan dia gara-gara lo” gerutu serena, alvin hanya tertawa tanpa dosa sambil menunjukkan deretan gigi putihnya.


“ kapan lo pulang?, haris kok ngak ngabari gue kalo lo pulang “ tanya serena.


“ gue udah lima hari disini, lusa gue balik ke barak” jawab alvin.


“ apasih enak nya jadi tentara vin, enakan lagi jadi mafia kayak gue. Ngak jauh beda sama pekerjaan tentara” ucap serena.


“ lo betah na hidup kayak gitu, lo membunuh orang yang masih harus menafkahi keluarganya. Lo tega na, liat anak-anaknya kelaparan” bukan nya menjaab pertanyaan serena,alvin malah menceramahi serena.


Serena langsung menimpuk alvin, “ yakali anak-anaknya kelaparan, orang yang gue bunuh penjahat kelas atas semua, gak mungkin gaada uang” kesal serena, alvin hanya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


Kruuukkk....


Suara perut alvin membuat serena memandang ke arahnya.


“ suara apa tuh al?” tanya serena dengan nada mengejek.


“ traktirin gue makan dong na, gue laperni tadi pagi ngak jadi sarapan gara-gara gue jomblo sendiri du rumah” ucap alvin, serena menautkan alisnya bingung dengan perkataan alvin.


“ kakak sama adek gue bawa pacarnya sarapan di rumah,bunda sama ayah gue lagi bisnis di luar kota” seolah mengerti arti raut wajah serena alvin menjelaskan maksud dari perkataan nya tadi.


“ dih kasian si jomblo hahahah” ledek serena.


Serena dan alvin berjalan menysuri jalanan untuk mencari rumah makan atau penjual sarapan pagi di sekitar taman.


Setelah selesai makan, alvin dan serena pergi ke cafe di depan taman untuk sekedar menghilangkan rasa rindu karna sudah hampir lima tahun mereka tidak bertemu.