
Matahari mulai merangkak naik ke peraduannya, al sudah bangun sedari pagi karna iaa mendapat penerbangan pagi, setelah selesai sarapan al langsung kee kamar mengemas barang -barangnya.
Setelah selesai al pergi memberihkan diri karna satu jam lagi jadwal keberangkatan pesawatnya.
Lima belas menit berlalu, al sudah selesai dengan ritual mandinya.
Al kini terlihat tampandan gagah dengan balutan seragam tentara nya. Baret ungu menjadi ciri khasnya yang merupakan anggota pasukan khusus.
Al sudah siap kembali mejaga perairan negaranya dari serangan negara lain melalui jalur air. Ketika turun, di ruang tamu. Keluarga al sudah berkumpul untuk mengantarkan kapergiannya. Tidak ada kevin karna hari ini ia harus masuk kembali ke kantor setelah dua hari beristirahat di rumah.
“ sudah siap al” tanya elang.
“ sudah yah”
“ ayo pergi “ ucap elang.
Mobil sedan hitam yang membawa penumpang berisi keluarga elang melesat menembus padatnya jalanan kota jakarta karna hari ini hari senin pagi, banyak pekerja atau pelajar yang memulai
rutinitas seperti biasa setelah libur sehari.
Setelah tiga puluh menit, mobil sedan hitam tadi berhenti di parkiran bandara soekarno hatta.
El, hannah dan clara mengantar kepergian al untuk bertugas sebagai abdi negara.
“ al pamit ya bun, bunda jaga kesehatan” ucap al sambil memeluk ibunya.
“ al juga jaga kesehatan, bunda sayang al “ ucap hannah, air matanya tumpah. Putra nya baru seminggu di sisinya kini harus pergi bertugas kembali. Al dengan penuh melembutan mengusap air mata ibunya yang tumpah dan mencium kedua kelopak mata indah yang mulai keriput karna di makan usia. “ al juga sayang bunda “ ucap al.
“ cepetan cari jodoh kak, kasian tu pedang bekarat nanti “ ucap clara yang membuat suasana haru menjadi penuh tawa.
“ kamu itu masih kecil, siapa yang ngajari?” tanya elang, clara menutup mulutnya karna keceplosan.
“ kak kev yah” ucap clara meng kambinghitamkan kevin.
“ awas kevin “ elang marah karna kevin sudah mengajarkan yang tidak tidak pada adiknya.
“ al berangkat ya yah, kakak berangkat dek. Jaga bunda samma ayah, al pergi bun “ ucap al.
Setelah melewati berbagai prosedur pengecekan , al masuk ke dalam pesawat kelas ekonomi karna ia tidak mau terlalu mencolok. Ia hanya orang biasa yang kebetulan terlahir di keluarga kaya.
Sementara elsa.Hari ini adalah hari ke berangkatan elsa ke. natuna. Tidak ada yang mengantarnya, clara. Pesan yang elsa kirim selama saja belum di baca.Dengan kacamata hitam dan stelan casual tak lupa snekers yang selalu menemani petualangan nya, elsa berjalan dengan cepat sambil menyeret koper pink besar miliknya.
Sama sepert al, elsa mendapat jadwal penerbangan yang sama dan pesawat yang sama.
Setelah melakukan berbagai prosedur keamanan elsa masuk ke dalam pesawat dan mencari bangku tempatnya duduk sesuai nomor yang tertera di tiketnya.
Pesawat yang di tumpangi elsa dan al sudah mengudara sepuluh menit lalu. Perjalanan dari jakarta menuju kepulauan natuna memakan waktu sekitar tiga jam setengah dengan transit satu kali.
Waktu yang cukup lama digunakan oleh keduanya untuk beristirahat.
****
Setelah hampit tiga setengah jam, pesawat yang di tumpangi al dan elsa mendarat dengan mulus di bandara kepulauan natuna.
Elsa dan al sama sama menunggu barang-barang mereka. Koper elsa deluan dapat setelahnya ransel milik al.
Al segera pergi karna sudah di jeput teman seperjuangannya, sementara elsa bingung harus kemana.
“ elsa “ elsa terkesiap melihat siapa yang ada si hadapannya.
“ kak arya “ elsa langsung menghambur ke pelukan kakak kelas nya yang amat ia rindu.
“ kamu kenapa bisa sampai disini sa, kamu ngapain kesini?” tanya arya.
Belum sempat elsa menjawab, ponsel di saku celana arya berdering yang mengharuskan arya mengangkatnya.
“ kakak ada urusan sa, kakak tinggal ya. Ini kartu nama kakak kalau kamu ada perlu bisa menghubungi kakak “ ucap arya sambil menyodorkan sebuah kartu nama.
Elsa memaklumi kesibukan arya, setelah arya pergi elsa mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan mengirimkan pesan singkat pada papanya.
[ pa, elsa sudah sampai. Elsa harus kemana]
Hampir lima menit terdengar suara notice pesan. Ternyata papanya membalasnya.
[ papa sudah menelepon eva agar menjemput kamu, satu jam lagi dia sampai]
[ terimakasih pa]
Tak ada percakapan seperti orangtua dan anak lainnya. Elsa dan papanya hanya berkomunikasi jika membutuhkan bantuan.
Karna sudah hampir jam makan siang, elsa pergi ke cafe yang berada si sekitar bandara.
Hampir dua jam menunggu, hingga elsa bosan. Tiba-tiba papanya menelepon.
“ halo pa”ucap elsa
“ kamu dimana, eva sudah sampai, segera temui eva dan jangan pernah menghubungi papa lagi “ bagaikan di tusuk seribu jarum berkarat. Hati elsa begitu sakit mendengar ucapan papanya, baru kali ini ia menghubungi papanya.
“ elsa, kamu elsa kan?” tanya seorang wanita dengan balutan jas putih khaa dokter.
“ iya, mbak eva?” tanya elsa, wanita itu mengangguk dan mengajak elsa menaiki mobil jeep yang ia bawa.
“ kamu tenaga medis susulan ya sa?” tanya eva sambil mmengemudikan mobil jeep menuju klinik di pinggiran kota.
“ ia mbak, Cuma saya sendiri. Yang lain sudah berangkat seminggu lalu “ ucap elsa.
“ tidur aja dulu sa, kamu pasti capek perjalanan jauh. Nanti kalau sudah nyampe aku bangunin “ ucap eva,elsa hanya mengangguk dan memejamkan matanya.
Hampir dua jam perjalanan, mobil jeep yang di kendarai eva berhenti di sebuah klinik di pinggiran kota.
Elsa terbangun karna suara berisik di sekitarnya.
“udah bangun sa, turun dulu. Perjalanan kita ke klinik desa kita sambung besok, aku mau ngambil stok obat sekalian bermalam disini “ ucap eva, elsa meengangguk dan turun mengikuti perintah eva.
“ guys... guys..” eva berteriak memanggil semua dokter dan perawat yang berada di dalam klinik “ kenalin, tenaga medis tambahan, jadi kita ngak perlu ke kurangan orang kalau mau meriksa orang di desa “ ucap eva memperkenalkan elsa.
orang asli kepulauan natuna, dan beberapa perawat dan dokter yang menjadi tenaga medis seperti elsa.
Semua orang menyambut kedatangan elsa dengan suka cita, bahkan kedatangan elsa di rayakan dengan bakar-bakar ikan dan ayam yang sempat eva beli ketika singgah di kota tadi.
****
Keesokan paginya, eva dan tim nya sedang bersiap-siap untuk memeriksa anak-anak di desa. Elsa membantu ana, salah satu perawat asli kepulauan natuna.
“ mbak ana, udah elsa masukkan semua “ elsa menyodorkan kardus berisi obat-obatan pada ana.
“ iya sa, makasih ya “ ucap ana, ia masih sibuk mengecek stok obat hingga bulan depan.
“ elsa “ eva tiba-tiba masuk. “kamu hari ini jaga di klinik dulu ya, cuacanya panas takut kamu meleleh nanti “ gurau eva, elsa mencebikkan bibir nya kesal.
“ emang elsa salju “
“ hahaha, aku sama tim pergi berangkat ya, ana tinggal disini kok tenang aja, kamu ngak sendirian “ pamit eva.
“ hati-hati mbak “ ucap elsa sambil melambaikan tangannya mengantar kepergian eva dan tim nya.
***
Elsa merasa sangat bosan, tidak ada yang bisa di kerjakannya disini. Ia ingin jalan-jalan menikmati indahnya kepulauan natuna tapi, apalah daya dirinya yang baru sehari disini. Ia tak ingin menyusahkan eva .
Elsa mengecek ponselnya, ternyata low batrai, elsa lupa membawa carger, meminjam pada ana, carger mereka berbeda.
Bosan!
Elsa meletakkan kepalanya di atas meja, ia menggambar seseorang yang ada di fikirannya.
Entah mengapa elsa teringat seorang tentara yang duduk di sampingnya semalam saat di pesawat.
Sangat tampan dan rupawan. Tanpa sadar elsa malah menggambar wajah tentara itu.
“ hah, kok jadi gambar bapak tentara ini sih. Sadar elsa,kamu itu buluk mana sebanding dengan dia “ batin elsa sambil meremas kertas itu dan melemparnya ke sembarang arah.
“ aduh “ desis seorang pria ketika dahinya terkena sebuah remasan kertas.
“ eh sory pak, maaf saya ngak sengaja “ ucap elsa.
Pria tadi melihat ke arah elsa, tatapan mata mereka terkunci sejenak.
“ sial, dunia begitu sempit “ batin elsa ketika melihat pria di hadapannya adalah pria yang di pikirannya.
“ buang sampah jangan sembarangan dong, satu lagi jangan panggil saya bapak!. Saya masih muda “ al kesal karna dirinya di anggap tua.
“ iya pak maaf “ elsa keceplosan lagi, al menatap elsa tajam.
“eva dimana?” tanya al ketika teringat tujuannya ke klinik ini.
“ mbak eva pergi ke desa” jawab elsa.
“ kamu tenaga medis susulan?, kenapa santai santai saja?” tanya al, elsa kesal siapa yang bermalas-malasan.
“ saya bukan santai, tapi apa yang mau saya kerjakan jika tidak ada pekerjaan “ ucap elsa.
“ kamu tidak ada pekerjaan?” tanya al, elsa mengangguk.
“ periksa saya,tiba-tiba ini saya sakit “ ucap al
sambil memegang dadanya.
“ silahkan duduk “ al menuruti perkataan elsa dan duduk di kursi.
Dengan telaten elsa memeriksa al, mulai dari nadi nya hingga suhu badannya, namun elsa tidak merasa jika al sakit.
‘ cantik banget ni cewek’ batin al ketika elsa memeriksa tekanan darah tingginya.
“ semua baik-baik aja “ gumam elsa.
“ sudah?” tanya al, tak ingin berlama-lama di samping elsa. Al takut dirinya semakin terbuai akan pesona elsa.
“ sudah, semua baik-baik aja. Bapak jatuh cinta kali” ucap elsa dengan polosnya “ ups maaf “ elsa menutup mulutnya ketika sadar dirinya keceplosan.
‘ ia, saya jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu' batin al, gemas dengan tingkah elsa.
“ alvin” al menyodorkan tangannya mengajak elsa berkenalan.
Elsa bingung, mengulurkan tangannya dan menjabat tangan al.
“ siapa?” tanya al, elsa bingun dibuat al.
“ siapa nama lo “ tanya al
“ elsa” jawabnya.
“ oke elsa, saya titip ini sama eva “ ucap al sambil menyodorkan sebuah coklat permintaan eva.
“ baik” elsa tiba tiba bersikap cuek pada al. Elsa berfikir al adalah pacar eva, ia harus menjaga jarak dengan al. Fikirnya, entah mengapa tiba-tiba dadanya terasa sesak.
**terimakasih sudah mau membaca cerita haluku, ini asli dari pemikiran saya dan tidak mencontoh.
note: ini hanya karangan belaka, bukan berarti kepulauan natuna yang berada di benak readers seperti yang readers baca.
saya buka orang sana jadi maklum, marna ini hanya cerita karangan harap maklum.
jangan lupa vote, like and coment.
maafkan karya saya yang masih banyak kekurangan dan typo yang bertebaran.
trimss** >_<