BEAUTY And The BIG BOSS

BEAUTY And The BIG BOSS
prolog



Matahari mulai menunjukkan sinarnya. Tirai putih tipis berayun ayun terkena terpaan angin, terlihat seorang pemuda tampan yang masih setia. dengan alam mimpinya hingga suara alarm membangunkan dirinya dari tidur nyenyaknya.


07.30


Pemuda itu bergegas membersihkan diri takut ia tertinggal sarapan bersama keluarganya.


Cekcek..., setelah lima belas menit berlalu ia sudah selesai dengan ritual paginya. Dengan handuk yang masih melilit tubuh bagian bawahnya ia segera mengambil satu stell baju santai di dalam lemarinya.


“ kak al, di panggil bunda...... aaa!... kak al kok gak pakek baju sih” teriak seorang wanita cantik yang baru saja masuk ke kamar alvin tanpa mengetuknya.


“ kamu sih kebiasaan, kalau masuk kamar orang ktu ketuk dulu pintu nya. Ngak sopan” gerutu al sembari masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai memakai baju al segera keluar dan menemui adik bungsunya.


“ lain kali kalau mau masuk kamar orang ketuk dulu pintunya” ujar al lembut pada adik nya.


“ iya iya ara salah, ara minta maaf” ucap clara.


Al keluar bersama ara, menuruni anak tangga dengan menggendong ara di pundaknya. Ara tidak berat karna ia sudah pernah membawa beban di pundaknya yang lebih berat dari ara. Sesampainya di meja makan hanya terlihat bunda hannah dan ayah el. Kevin, kakak sulung al tak terlihat disana. ‘mungkin ia masih bersiap-siap’ fikir al karna tidak biasanya kakak nha melewatkan sarapan.


“ kak kev mana bun?” tanya ara begitu sampai di bawah.


“ kak kev sakit, bunda ngak tau semalam dia baik-baik aja kok tadi pagi tiba-tiba demam” jawab bunda hannah .


“ jadi kak kev ngak ke kantor bun” kini al yang bertanya.


“ mungkin ngak sayang, bunda minta tolong al gantika kak kev ya soalnya bunda mau nemenin ayah meeting di luar kota, dan baru pulang besok” ucap hannah ragu,takut al tak menerima permintaanya.


“ haah?” al terperangah, niat nya hari ini ia ingin bersantai menikmati masa liburnya yang tinggal dua hari lagi, lusa ia harus kembali ke barak tempatnya bertugas.


“ bunda mohon al” ucap hannah dengan puppy ayesnya berharap putra keduanya mau menerima permintaan nya.


“ yasudah, tapi hari ini aja. Besok al mau istirahat sebelum kembali ke barak” pasrah al. Ia tak tega menolak permintaan bundanya.


****


Karna permintaan bundanya yang meminta dirinya menggantikan kakak nha di kantor untuk hari ini saja al terpaksa mengganti bajunya. Kini ia di buat bingung dengan sebuuah dasj.


Bagaimana cara memakai ini?


Apa di lilit kesini, kesini?


Pertanyaan itu terus terlontar dari bibirnya, bagaimana tidak . Ini adalah perdana dirinya memakai dasi, dulu sewaktu sma atau smp ia tidak pernah memakai dasi jika itu memakai dasipun jika ada acara penting di sekolah dan bunda nya yang memakaikan dasi.


Tok...tok..tok..


“ kak al” ara memanggil al dari luar kamar.


“ masuk saja ra, pintunya ngak kakak kunci” ucap al yg masih sibuk dengan dasinya.


“ kak, bunda nitip pesan tadi sebelum pergi, kata bunda ara hari ini pergi diantar kakak aja pulang nya baru di jeput paman eko karna paman eko mengantar bunda dan ayah ke bandara” ara memberitahu pesan yang tadi di sampaikan bundanya sebelum berangkat.


“ iya, tapi tolongin kakak dulu nih...” desah al. Ia sudah mulai kesal karna sedari tadi dirinya tak berhasil memasang dasi .


“ tolongin apa?” tanya ara.


“ tolongin pakein kak al dasi” dengan segera ara memakaikan dasi di leher kakak keduanya.


“ makek dasi aja ngak pande” ejek ara setelah selesai memasangkan dasi al.


“ namanya juga bukan pegangan kakak dek, pegangan kakak tu pistol,pisau “ ucap al membela diri.


“ iya deh iya. Yaudah cepetan dong kak setengah jam lagi kelas ara mulai” ucap ara.


Al mengambil sebuah jas berwarna navy senada dengan kemeja nya. Ia membalutkan jas itu ke tubuh kekarnya, sangat pas.


Setelah selesai mengantar ara, al kembali melajukan mobilnya ke kantor milik ayahnya. Dimana selama ini kevin,kakak tertua nya yang memegangnya. Setelah menempuh perjalanan hampir dua puluh menit mobil al tiba di halaman gedung tinggi yang hampir menyentuh langit.


‘ udah lama gue ngak kesini, sekali kesini ngak lama’ batin al.


Kaki jenjangnya menapaki tanah halaman gedung. Ia segera masuk ke dalam dan melemparkan kunci mobil ke hendri asisten pribadi kevin sekaligus sahabat dari kevin dan alvin.


Banyak para karyawan terkagum akan ketampanan al, wajah nya tak jauh beda dari kevin hanya saja kulit al sedikit hitam dan wajah nya yang selaly datar dengan orang asing. Berbeda dengan kevin yang selalu ramah kepada semua orang.


“ patah hati kali”


“ tumben bos se datar ini”


“ mungkin susana hatinya lagi buruk”


Begitulah ocehan para karyawan yang melihat bos mereka berbeda dari biasanya, bos yang biasanya ramah ketika di sapa dan selalu memasang wajar sumringah namun kini bos mereka tak mengubriss sapaan mereka bahkan bos mereka memasang wajah datar se datar tembok.


Di parkiran hendri terus mengumpati al karena sikap nya yang selalu seenaknya. Ia merutuki ide yang diberinya pada kevin agar tidak bekerja hari ini karena sakit. Ia kira bunda hannah yang menggantikan kevin ternyata alvin,adiknya. Ia mengumpat dan menyumpah serapah alvin yang besikap seenak nya padanya apalagi tadi di depan para karyawan.


Kriing....


Ponsel nya berbunyi, itu adalah nomor telepon kantor.


“ iya halo” ucap hendri yang baru saja selesai memarkirkan mobil sedan hitam tadi.


“ pak hendri bos memanggil anda, waktunya hanya lima menit” ucap seorang wanita yang tak lain adalah sarah,sekertaris kevin.


Hendri segera berlari masuk ke dalam gedung kantor. Ia segera menaiki lift yang sudah penuh , daripada berlari menaiki tangga lebih melelahkaan fikirnya.


Setelah lift terbuka di lantai sepuluh hendri segera berlari menyusuri koridor lantai sepuluh karna waktunya tinggal satu menit lagi.


10...9...8...7...6...5...4...3...2...1.


Ceklek


Pintu ruangan direktur terbuka, menampakkan hendri yang masih terengah engah karna sehabis berlari.


“ kurang 1 detik” ucap al datar “ serahkan berkas yang harus saya tanda tangani” sambungnya.


‘sial banget gue harini dapet bos si bongkahan es kutub,untung Cuma satu hari sabar hen...sabar’ batin hendri dalam hati.


“kamu mendengar saya tidak?” tanya al.


“ baik pak, saya pamit” hendri bergegas mengambil berkas yang perlu tanda tangan al di ruang kerjanya.


Tok...tok..tok...


Suara pintu terketuk, al yang sedang tersenyum karna berhasil membalaskan dendamnya mengerjai hendri.


“ masuk” teriak al dari dalam. Setelah pintu terbuka terlihat seorang office girl membawa sebuah nampan dengan gelas berisi kopi di atasnya.


“ pak ini kopi anda” ucap office girl itu


office girl itu hendak meninggalkan tempatnya karna tugas mengantar kopi setiap pagi ke kantor bosnya sudah terlaksana. Namun,al memanggilnya.


“ tolong ganti kopi ini dengan lemon tea hangat” titahnya, office girl itu bingung namu ia tetap mengangguk.


‘ pak kevin kan ngak suka lemon tea, mungkin udah berubah seleranya’ batin office girl tadi bertanya tanya.


Office girl tadi kembali ke kantor bos dengan nampan berisi segelas lemon tea.


“ kurang panas”


“ terlalu dingin”


“ terlalu manis”


“ kurang manis”


Sudah hampir lima kali office girl tadi bolak balik dari ruangan direktur yang berada di lantai sepuluh semmentara dapur kantor berada di lantai


tujuh.


Huftt...., ia menghela nafas semoga saja kali ini tidak salah.


Tok..tok..tok.


“ letakkan disana saja, setelah itu pergilah” ucap al tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas di genggamannya.