
Seorang wanita cantik tengah menyusuri koridor lantai empat dimana apartemen nya berada.ya,wanita itu adallah elsa.
Sehabis sarapan bersama keluarga nya tadi pagi elsa langsung pamit untuk kembali ke apartemen nya karna banyak barang pribadinya disana yang
akan di bawa ke natuna.
Setelah membuka pintu apartemen elsa langsung meletakkan koper pink berukuran sedang miliknya di kamarnya, ia segera membereskan apartemen nya karna mulai besok ia tidak akan tinggal di apartemen lagi.
Setelah dua jam, akhirnya elsa selesai dengan pekerjaanya. Ia melihat bahan makanan di kulkas. Hanya tersisa telur, ia lupa jika stok makanan di rumahnya hampir habis. Elsa membuat telur omlet dan memakannya sendiri, setelah selesai ia mencuci piring bekas makan dan pergi ke kamar untuk beristirahat.
Elsa membuka ponsel miliknya, banyak panggilan tak terjawab dan pesan dari clara,sahabatnya.
[elsa nginep di rumah aku yuk, bunda sama ayah lagi bisnis di luar kota]
[Elsa....]
[Elsa temani aku di rumah ku pliss, ngak ada
orang di rumah]
[Kamu kemana sih sa, ngak biasanya kamu kayak gini]
Beberapa pesan singkat dari clara sisanya spam tidak berguna.
Elsa segera menelepon clara, mengajak nya makan malam untuk terakhir kali karna mereka tidak akan jumpa lagi selama enam bulan
kedepan.
Tuut....tuuut.....
Tak lama telepon berdering, akhirnya tersambung.
“ halo sa, kamu kemana aja sih. Sibuk banget sampe sampe lupa sama aku” gerutu clara.
“ maaf ya ra, aku kemarin lupa ngecas handphone jadi low batrai nya, ini baru aku isi” ucap elsa.
“ truss kamu kemana semalam, aku ke rumah sakit mencarimu tapi dita bilang kamu sudah pulang, aku cari di apartemen mu tapi kamu ngak ada “ clara seperti seorang ibu yang khawatir akan keadaan anaknya.
“ aku nginep di rumah papa ra” ucap elsa ragu, takut clara marah karna selama ini clara tau masalahnya dengan papanya.
“ haah...” clara terperanjak kaget, kevin yang berada di sampingnya pun ikutan kaget. “ apaan sih dek, ngagetin orang aja “ terdengar suara kevin dari seberang telepon.
“ kamu ngak di apa-apain sama mereka kan sa?” tanya clara dengan nada khawatir.
“ ngak sa, papa yang memintaku pulang. Mereka tidak akan berani macam-macam “ ucap elsa menenangkan clara.
“ kesambet apa papa kamu nyuruh kamu pulang” gerutu clara kesal.
“ ra, nanti malam kita ketemuan di cafe biasa ya, jam tujuh aku yang traktir” ucap elsa tanpa fikir panjang clara mengiyakan ajakan sahabatnya.
Setelah telepon terputus elsa menatap kosong langit-langit tak lama ia tertidur lelap karna kelelahan.
***
Setelah hampir empat jam alvin dan serena melepas rindu, alvin di antar serena kembali ke kediamannya.
“ makasih ya na, lain kali gue traktir lo makan sepuasnya” ucap al, serena hanya mengangguk dan melajukan mobil nya kembali ke apartemennya.
Saat memasuki kediaman nya al tidak mendapati kakak atau adiknya di ruang tamu, ia langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya.
Terdengar suara cekikikan dari kamar samping milik clara, al mmebuka sedikit pintu kamar clara dan terlihat clara sedang bercanda dengan kevin.
“ iya ya kak, kak al kasihan banget, sampe jam segini belum pulang “ ucap ara.
“ makanya kamu carikkan al pacar biar ngak sendiri terus “ ucap kevin.
“ sebenernya ara mau jodohin kak al sama sahabat ara, elsa. tapi kak al sibuk terus jarang pulang ke rumah kasian elsa nanti kalau nikah sama dia, di tinggal terus “ ucap ara.
“ elsa yang sering kamu bawa main ke rumah?” tanya kevin, ara mengangguk “ iyalah kak,sahabat ara kan Cuma elsa” ucapnya.
‘ ckck sialan, punya kakak sama adik kok tukang gibah’ al menutup pintu kamar ara dan kembali ke kamarnya.
Matahari mulai condong ke arah barat, sudah hampir jam lima namun al masih tetap setia dengan tidurnya tak peduli suara berisik ara dan kevin yang tengah
karoke di bawah.
Al mulai mengerjap-ngerjapkan matanya ketika tangan seseorang membelai kepalanya.
“ bunda” ternyata itu adalah hannah.
“ bunda ganggu tidur kamu ya sayang?” tanya hannah tidak enak karna menggamggu tidur putranya.
“ ngak kok bun, bunda udah pulang “ tanya al sembari tidur kembali di pangkuan bundanya.
“ kalau bunda belum pulang, bunda ngak akan ada disini al “ ucap hannah sambil terkekeh.
“ haha iya ya bun “ al kembali memejamkan matanya karna belaian lembut di kepalanya yang di berikan bundanya.
“ al, bunda mau tanya sesuatu” tanya hannah.
“ hmm, tanya aja bun “ jawab al.
“ kamu udah punya pacar?” tanya hannah, al langsung bangkit dari posisinya karna terkejut akan pertanyaan bundanya.
“ ehmm....belum bun, belum ada yang pas di hati al “ al berkata sesuai fakta. Selama ini memang banyak wanita yang mengejar-ngejar dirinya namun tak ada satupun yang pas di hatinya.
“ perlu bunda sama ayah carikan?” tawar hannah, al hanya menggeleng.
“ al cari sendiri aja bun “ ucap al, hannah hanya mengangguk dan pamit pergi meninggalkan kamar.
***
Sementara elsa
Elsa terbangun dari tidurnya saat senja datang, ia segera membersihkan diri secepat mungkin karna sudah jam enam, perjalanan dari apartemen nya menuju cafe tempatnya janjian dengan clara cukup jauh.
Setelah selesai membersihkan diri, elsa sudah siap dengan dress mini motif bunga-bunga dan tas selempang warna biru kesayangannya.
Elsa memesan ojek online karna jika ia naik angkutan umum akan berdesakan, ia lebih memilih ojol agar cepat sampai ke cafe tempatnya janjian.
Hampir sepuluh menit menunggu seorang pria dengan jaket warna hijau merek salah satu perusahaan ojol indonesia datang menghampiri elsa.
“ dengan mbak elsa?” tanya ojol itu.
“ iya mas “
“ maaf ya mbak lama, tadi saya terkena macet “ ucap ojol itu sambil menyodorkan sebuah helm pada elsa.
“ iya ngak papa mas “ ucap elsa sambil menerima helm itu dan memakainya.
“ sesuai tujuan ya mbak “
“ iya mas”
Jalanan sore menjelang maghrib itu lumayan padat, beruntung ojol tadi mengetahui jalan tikus jadi mereka tak terjebak kemacetan.
Elsa sampai di cafe tapat saat azan maghrib berkumandang, elsa hendak melaksanakan sholat maghrib, beruntung ada sebuah masjid di depan cafe.
Elsa mengirim pesan singkat pada clara jika dirinya akanndatang terlambat, hanya ceklis satu mungkin clara sedang di dalam perjalanan fikirnya.
Setelah selesai shalat maghrib elsa langsung masuk ke dalam cafe, ia memilih meja paling pojok dekat dengan jendela kaca besar . Clara belum datang, sudah berulangkali elsa menelepon sahabatnya namun tak di angkat. Hingga satu jam elsa menunggu, ia memutuskan untuk pulang saja, sedikit kecewa karna clara sudah menyetujui ajakannya namun ia tidak datang.
sementara di kediaman clara
Setelah selesai karoke dengan kevin clara merasa mengantuk, ia lupa dengan ajakan elsa. Ia memiluh tidur dan meminta bundanya membangunkannya ketika makan malam.
Ketika bangun,clara sudah terlambat makan malam.
Banyak panggilan tak terjawab dari elsa namun clara tidak mengecek ponselnya, ia langsung turun untuk makan malam bersama keluarganya.