
sembilan bulan lamanya gue harus membawa badan dengan berat 2x lipat dari biasanya, selama sembilan bulan ini pun ka bima harus siap untuk melakukan apapun dan menuruti semua yang gua inginkan
gue sudah berbaring dirumah sakit, menanti saat-saat gue harus benar-benar menjadi seorang ibu, dan saatnya gua berjuang..
"aaaaaaaa" gue teriak karna rasa sakit yang luar biasa
demi anak apapun gue lakukan, apapun itu
gue berusaha sekuat tenaga mengeluarkan anak gue dari perut ini
dengan bantuan dokter dan support dari ka bima
"oee..oeee"
akhirnya anak gue lahir dengan selamat
"alhamdulilah" ucap seluruh orang yang ada diruangan
"selamat ya pak, anaknya laki-laki ganteng seperti ayahnya"
"alhamdulilah" ucap ka bima
anak gue langsung dibersihin setelah itu di adzankan oleh ka bima
gue menangis haru melihat ka bima mengadzankan anak gue, sungguh pemandangan yang menyejukkan
ka bima langsung memberikan anaknya kepada gue untuk gue berikan asi
gue mengelus-elus pipi anak tersebut, sebuah anugerah yang Allah berikan kepada gue, ini hadiah yang sangat istimewa buat keluarga kecil gue
"bener ganteng kayak aku" ucap ka bima sambil tersenyum
"kepedean" ucap gue
"jahat"
***
keesokan harinya banyak sekali yang datang untuk menengok. mulai dari keluarga gue, keluarga ka bima, sampai teman-teman sekolah dulu
"siapa namanya lun?" tanya fany
"Celvin Bagas Mahendra"
"asik, namanya ka bima jadi marga nih?"
"iya dong"
"selamat ya lun, doain gua cepet nyusul"
"iya fan"
"lex" tegur gue
"oy"
"bikinnya lemes ya? makanya fany belum ngisi"
"yaelah lun, dengan sekuat tenaga kalo di hadepin sama yang begituan"
"yang penting lu udah dapet laki-laki yang dulu lu idamin, sampai sekarang jadi imam lu"
"iya lun, gue terimakasih banget sama Allah yang udah membalikkan hati dia, dan juga sama ka bima yang udah bikin dia sadar"
"jaga rumah tangga lu, urusan anak mungkin Allah tau kalo lu belum siap, walaupun lu ngerasa diri lu itu siap banget"
"tapi lun.." muka fany terlihat sedih
"kenapa fan?"
"gue ngisi 2 bulan" kini wajahnya menjadi ceria
"demi apa lo?"
"sumpah, gue ngisi 2 bulan"
"lo boong ya?" gue menyipitkan mata
"gue testpacknya"
fany mengambil testpack dari dalam tasnya dan menunjukannya dihadapan gue
"ohiya, yaampun kok ga bilang-bilang sih?"
"gue sengaja yang tau cuma nyokap sama alex"
"kenapa begitu?"
"biar surprise aja, gue pengen ngasih taunya langsung ga lewat handphone"
"yaampun selamat ya, sini-sini gue pengen ngelus perut lo"
fany pun mendekat dan gue berhasil mengelus perutnya
"semoga calon bayi dan ayah bundanya sehat selalu" ucap gue sambil mengelus perut fany
"aamiin" ucap fany
fany memeluk gue
"ga nyangka kita udah jadi orang tua lun"
"iya, apalagi jadi sama orang yang kita idamin dulu"
"gue bahagia banget" ucap fany
fany memeluk gue erat, gue merasakan kehangatan kekeluargaan yang sangat hangat, belum lama gue merasakan ujian dan kelulusan, kini gue dan fany harus menjadi orang tua yang bijaksana dan bertanggung jawab.
**terimakasih untuk kalian yang sudah membaca novel ini, semoga kalian semua sehat selalu dan panjang umur
ajak yang lainnya untuk menikmati novel bad boy, dan jangan lupa untuk like, berkomentar yang sopan dan jadikan novel ini menjadi favorit dengan memencet tombol love dihalaman novel ini
saya author pamit undur diri karna bad boy sudah ada di titik ending
wassalamu'alaikum**.