Bad Boy

Bad Boy
27. ekstra part



gue menunggu ka bima pulang sambil menonton tv


gue sudah mempunyai hadiah yang sangat istimewa untuk ka bima, gue sudah menyuruh ka bima untuk makan siang dirumah aja dengan alesan gue masak kesukaan dia


"assalamu'alaikum sayang"


gue mendengar suara ka bima dan langsung menutupi hadiah itu dengan bantal sofa


"waalaikumsallam" gue mencium tangan ka bima


kemudian kami duduk disofa


"ayuk makan"


"nanti dulu"


"lho kenapa?"


"aku punya hadiah buat kamu"


"hadiah?"


"iya"


"hadiah apa sih, aku gamau yang macem-macem ya"


"kamu pasti seneng"


"mana coba hadiahnya"


"ini"


gue mengambil kotak hadiah yang ditiban dengan bantal sofa


"mana sini" ka bima ingin mengambil kotak ini dari tangan gue


"ett, tebak dulu ini apa"


"apa ya"


"apa hayo"


"baju"


"kalo salah?"


"kalo salah kamu jambak aku deh"


"oke"


gue menyodorkan kotak itu dan ka bima meraihnya


dibukanya tutup kotak itu dan yang ka bima temui pertama adalah bacaan..


"you will become a father" ucap ka bima


ka bima menarik kertas itu dan mengambil testpack yang ada dibalik kertas itu


"positif"


gue mengangguk


"ya Allah terimakasih"


ka bima memeluk gue


"kamu harus jagain aku selama sembilan bulan"


ka bima melepas pelukannya


"pantesan akhir-akhir ini sering muntah-muntah kamu bilangnya masuk angin"


"kan biar jadi surprise"


"ahh aku seneng banget sayang"


ka bima memeluk gue lagi


"ihh udah udah, pengap tau"


"dede sayang, ini ayah" ka bima mengelus perut gue


"kamu udah yakin ini positif?"


"kan pertama aku test positif kedua positif ketiga positif jadi ya udah positif dong?"


gue tersenyum bahagia


"pokonya kamu gaboleh capek-capek kalo mau apa-apa bilang aja sama aku"


"yakin ga ngerepotin"


"ga lah demi anak aku"


"ohh jadi kalo aku ga hamil kamu gamau direpotin?"


"ga" jawab ka bima singkat


"ihh ngeselin kamu ya" gue mencubit lengan ka bima


"ah sayang, aku mau peluk lagi"


"ga ah aku mau makan"


gue langsung bangun dari duduk dan menuju meja makan


"yeh songong"


ka bima mengikuti gue dan duduk disebelah gue


"mama udah tau soal ini?"


"aku belum kasih tau"


"yaudah abis makan kita kasih tau"


"iya"


"kamu harus makan yang banyak, sini aku ambilin"


ka bima mengambil nasi yang lebih 2x lipat dari porsi makan gue sehari-hari dengan lauk yang cukup banyak


"jangan banyak-banyak ka nanti ga abis"


"heh, bumil harus makan yang banyak"


"tapi—"


"harus nurut sama suami ya"


"auau terserah deh"


ka bima memimpin doa dan kami pun makan dengan lahap


"abisin ya"


"kalo engga?"


"kalo udah kenyang banget jangan di paksa, nanti kamu malah muntah"


"siap bos"


ka bima mengelus kepala gue


setelah selesai makan ka bima menelfon mama gue


"assalamu'alaikum ma, aku dapat kabar baik"


"waalaikumsallam, kabar apa itu bima?"


"mama akan punya cucu"


"alhamdulilah ya Allah"


setelah menceritakan semuanya dengan mama gue sekarang gantian mamanya ka bima yang diberi kabar


"assalamu'alaikum ma"


"waalaikumsallam, kenapa bim?"


"luna positif hamil ma"


"alhamdulilah"


gue seperti menemukan kebahagiaan yang sebenarnya, menjadi seorang istri dari ka bima dan bisa mengandung anak ka bima, lelaki yang gue suka semasa SMA perjuangan yang sangat membuahkan hasil yang memuaskan.


jangan lupa untuk memencet tombol like, silahkan berkomentar yang sopan, dan jadikan novel ini sebagai novel favorit dengan cara memencet tanda love dihalaman novel, terimakasih sudah membaca