Bad Boy

Bad Boy
25. wisuda



berlama-lama gue harus berhadapan dengan skripsi dan tugas-tugas akhirnya gue mencapai titik akhir ini apalagi ditambah dengan nilai yang cukup bagus


semua mahasiswa dan mahasiswi duduk di tempat yang telah disediakan


"aku ke toilet dulu ya lun"


"oh iya ka"


"bentar ya tante"


"iya bima"


gue dengan keluarga gue, fany, dan alex duduk dibarisan yang sama


sampai akhirnya acara pun dimulai, tapi ka bima belum juga kembali ke tempat duduknya


perasaan gue belum panik banget karna acara baru dimulai


sampai kita tiba di akhir acara ka bima belum juga kembali, disini lah gue mulai panik banget


"ka bima kemana ya mah"


mama gue hanya menaikkan bahunya


"kita tiba di akhir acara, ini dia hiburan untuk kalian semua" ucap MC itu


tiba-tiba..


dengarkan lah


wanita pujaan ku


hari ini akan ku sampaikan


hasrat suci


kepadamu dewiku


dengarkan lah kesungguhan ini


silahkan saudari luna untuk naik ke panggung


gue kaget, benar-benar kaget dan gabisa bicara gue bungkam seribu bahasa, sampai akhirnya gue berdiri dipanggung ini bersebelahan dengan ka bima


*Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur


'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu*


janji suci. youvie and nuno


ka bima berlutut dihadapan gue dengan membuka kotak cincin yang diambil dari sakunya


"megaluna danita cleo, izinkan saya dewangga bima mahendra untuk menjadi pasangan hidup anda menemani anda dalam keadaan suka maupun duka dan menjadi tempat berkeluh kesah untuk anda, izinkan saya menjadi seorang pemimpin untuk rumah tangga anda nanti dan menjadi kepala keluarga untuk keluarga kecil anda nanti"


gue terdiam dengan air mata yang terus mengalir


"aku tau ini kecepetan, tapi aku gamau kamu diambil orang, aku mau bikin kamu bahagia yang sangat bahagia karna pencapaian yang kamu lakukan saat ini, aku memikirkan hal ini udah lama dan udah meminta restu kepada orang tua kita masing-masing, mereka menyetujuinya" sambung ka bima


"ini serius?"


"aku ga pernah main-main lun"


"lun, will you marry me?" sambung ka bima


"terima, terima" teriak mahasiswa dan mahasiswi yang ada di acara ini


"sttttt" ucap mc itu agar orang-orang sekitar diam


"ya, aku mau"


ka bima langsung loncat dan refleks ingin memeluk gue namun gue memundurkan tubuh gue


"oh iya lupa"


ka bima memasang cincin itu dijari manis gue


gue benar-benar ga nyangka ini adalah hari yang sangat-sangat bahagia, selain bisa lulus dengan nilai yang memuaskan, gue juga bisa mendapatkan lelaki yang sudah lama gue idam-idamkan


ya Allah, sudah banyak nikmat yang engkau berikan sehingga aku lupa bersyukur tetapi tidak berhenti untuk meminta


gue langsung foto dengan ka bima dan keluarga


***


gue benar-benar ga nyangka akan menjadi seorang istri dari dewangga bima mahendra, sumpah gue masih ngerasa ini kayak mimpi


ka bima menyetir disamping gue sambil gue tatap dengan senyum penuh bahagia ini


"kamu kenapa sih sayang? bahagia banget ya?"


"bukan bahagia lagi, pengen banget aku salto ka"


"sini-sini sayangnya aku"


gue menyenderkan kepala gue di bahu ka bima


"maafin aku ya ka buat semua sikap ga enak aku ke ka bima, sampe ka bima sabar banget ngadepin sikap aku yang kadang kayak anak kecil"


"aku ga masalah lun, karna sikap itu yang selalu akan aku temui nanti kalau kita sudah sah, itu baru permulaan"


"aku sayang banget sama ka bima"


"aku juga sayang banget sama luna"


ka bima mencium kepala gue


"abis ini mau nikah dimana ka?"


"nikah mah dimana aja lun, yang penting"


"SAH"


tiba-tiba fany dan alex muncul dari bangku belakang


gue kaget tapi mereka bertiga malah ngetawain gue, jahat


"cie cie yang mau married" ucap fany


"lu kapan nyusul"


"tau nih gimana sih mempelai pria" fany melirik alex


"sabar lah, semua butuh proses"


"proses mulu perasaan"


"lah yang cewenya ngebet"


kami pun tertawa


"nanti kalo punya anak harus kembar ya lun"


"yaampun fany masih lama kali, nikah aja belom udah maen kembar aja"


"yakan abis nikah malam pertama"


"nah itu yang paling ditunggu-tunggu cowo, ya ga bim" ucap alex


"ah lu doang kali lex"


"ohh jadi kamu nikah cuma mau malam pertamanya doang?"


fany menjewer alex


"engga sayang engga" ucap alex kesakitan


gue dan ka bima tertawa melihat tingkah konyol mereka


jangan lupa untuk memencet tombol like, silahkan berkomentar yang sopan, dan jadikan novel ini sebagai novel favorit dengan cara memencet tanda love dihalaman novel, terimakasih sudah membaca