
"saya nikahkan dan kawinkan megaluna danita cleo binti andi rizal efendi dengan mas kawin tersebut tunai"
"bagaimana para saksi, sah?"
"SAHH"
"alhamdulilah"
hari ini, resmi gue menjadi istri dari seorang dewangga bima mahendra, sampai sekarang gue masih berharap ini bukan mimpi
gue dan ka bima pun duduk di bangku pengantin, tema outdoor yang gue suka adalah pilihan pernikahan gue dengan ka bima
"cie selamat ya" ucap fany
"kapan nyusul"
"yaelah, nanti pasti nyusul" ucap fany
"gue males dah bim kalo dateng ke nikahan orang pasti yang ditanya 'kapan nyusul?'"
"ya makannya lex nyusul dong"
"sabar lah bim, nih lagi anak ga sabaran banget"
alex dan fany pun pergi untuk bantu-bantu
"alhamdulilah ya lun"
"iya ka, alhamdulilah banget"
perjuangan gue untuk dapetin ka bima dari kelas 10 sampai sekarang ternyata ga sia-sia, ka bima ikhlas membalas perasaan gue sampai menjadikan gue pasangan hidup dan matinya
janji ka bima kepada gue terbalaskan dan itu membuat gue berfikir bahwa semua laki-laki itu berbeda tergantung pola pikir mereka, ada yang ingin gonta-ganti pasangan dan ada yang seperti ka bima, ingin satu untuk selamanya
sampai tiba akhirnya gue akan melemparkan
bunga ke tamu undangan
"1 2 3" ucap gue dan ka bima lalu kami melempar bunga tersebut
"yeay gue dapet" ucap fany
"cie, kayanya ada yang mau cepet nyusul nih" ledek gue
"aamiin" ucap fany
"aamiin ga?"
"iya aamiin sayang" ucap alex
***
setelah semua acara selesai gue dan ka bima masuk ke kamar untuk mengganti baju
"lun"
"iya ka"
"yuk"
"hah, ngapain?"
"kan malem pertama"
"ihh gamau ah"
"dih kok gamau, kan udah sah"
"gamah pokonya aku gamau"
"yaudah lah aku mau mandi"
ka bima pun ke kamar mandi
"ihhh kaa bimaaaa"
ka bima keluar lagi dari kamar mandi tanpa memakai apapun karna gue terkejut akhirnya gue pun berteriak
gue menutupi mata gue dengan telapak tangan
"anduk dimana?" tanya ka bima
"itu ambil dilemari"
setelah ka bima mengambil anduk dilemari, tiba-tiba hening tanpa ada suara
gue mengintip
"ihhh kaa bimaaaa"
ternyata ka bima sudah berdiri di hadapan gue tanpa menggunakan anduk yang diambilnya
gue langsung keluar kamar dan berteriak sekencang mungkin
ka bima yang melihat sikap gue langsung tertawa
gue berlari dan mencari mama gue
"mamaaaaa"
"heh, kenapa sih" tanya mama gue
"hah, gapapa ma"
mama gue malah tersenyum
"ya udah sana ke kamar, udah malem"
"eh luna tidur sama mama aja ya"
"gamau sempit"
"ih mama please" gue memohon-mohon didepan mama gue
"gaboleh"
"ihh mama mahh?"
"gaboleh titik"
mama menarik tangan gue agar gue kembali ke kamar
"mama gamaauu ihh"
"udah cepet sana masuk"
mama gue menarik gue sampai dalam kamar, dan terlihat ka bima sudah memakai piyama
"ada apa sih ma?" tanya ka bima
sekarang ka bima manggilnya mama cuy haha
"gatau ni luna tiba-tiba keluar teriak-teriak"
"udah malem juga ngapain teriak-teriak" ucap ka bima
"udah disini aja jangan keluar lagi"
tiba-tiba mama gue mengambil kunci kamar yang di cantel dipintu
"mama ko diambil"
"mama kunci kamu dari luar"
mama gue langsung mengunci pintu itu dan membiarkan gue dengan ka bima berdua dikamar
jangan lupa untuk memencet tombol like, silahkan berkomentar yang sopan, dan jadikan novel ini sebagai novel favorit dengan cara memencet tanda love dihalaman novel, terimakasih sudah membaca