
"halo ka" ucap gue
"gimana sayang?"
"alhamdulilah, aku diterima"
"alhamdulilah, aku kerumah kamu ya"
"iya ka"
gue menunggu ka bima sambil sibuk membuatkan jus mangga untuknya
sesampainya ka bima dirumah gue, gue langsung bercerita proses masuknya gue ke UI dan benar-benar proses yang tidak menghianati hasil
"selamat ya sayang" ucap ka bima sambil mengelus tangan gue
"terimakasih ka"
"ohiya minum dulu ka" sambung gue
"ini kamu yang bikin?"
"iyalah siapa lagi kalo bukan aku"
"kirain fany"
"fany kerumah alex"
"ohh" ka bima mengangguk
"ohiya sebagai hadiah karna kamu udah masuk UI gimana kalo kita ke mall?"
"ngapain?" gue mengerutkan dahi
"shopping lah, aku tau makeup kamu ada yang udah abis"
"yaampun gausah lah ka"
"gapapa sayang, ini sebagai hadiah"
"yaudah, aku prepare dulu ya"
"siap tante"
"ihh ko tante" gue mencubit lengan ka bima
ka bima pun meringis kesakitan lalu tertawa
setelah selesai merias diri sendiri akhirnya gue dan ke bima pergi ke mall favorit kami
20 menit gue tiba di mall dan kami langsung menuju ke solaria
gue tetap setia pada nasi goreng seafood dan orange jus
tiba-tiba..
"hay bim"
datang seorang wanita dengan memakai dress dan berdiri disamping ka bima
"eh, hay"
"ga nyangka ketemu disini"
"ini emang mall favorit gue"
"ohh"
"ohiya, kenalin cewek gue"
wanita itu pun menjulurkan tangannya ke gue
dan gue menjabat tangannya
"kirana"
"luna"
"gue boleh ikut gabung ga?" ucapnya sambil menaikkan kedua alisnya
ka bima dan wanita itu melirik gue
"hah, emm iya boleh"
gue sebenarnya sangat malas jika ada seorang wanita yang menggangu acara gue dengan ka bima, apalagi jika gue mengetahui kalau dulu wanita ini juga pernah naksir sama ka bima
dia adalah Felisia Kirana Putri, temannya ka sherly dan ka bima waktu SMA
wanita itu duduk berhadapan dengan ka bima, itu membuat amarah gue semakin melonjak
gue diam saja, hanya memancarkan senyum keterpaksaan padahal jika gue tidak ada pemikiran gue pasti akan merobek-robek tubuhnya
"lu inget ga sih, waktu masih sekolah dulu setiap pulang sekolah kita pasti jalan-jalan sama sherly dan yang lainnya, sampai kita fotobox"
"eh iya gue inget" ucap ka bima dengan senyumnya
ka kirana dan ka bima tertawa, gue hanya diam saja sampai wanita itu pergi
setelah selesai makan di solaria dan membeli makeup di make over, gue akhirnya pergi ke bread talk untuk membeli beberapa roti
"kamu kenapa sih?" tanya ka bima
gue diam tidak menjawab dan sibuk memilih roti
"lun" ka bima memegang tangan gue
"apa sih"
"kamu kenapa?"
gue melepas genggaman ka bima dan menuju ke kasir untuk membayar
setelah membayar, gue dan ka bima pun ke parkiran untuk mengambil mobil dan kembali kerumah
"lun, kamu kenapa sih?" tanya ka bima
"cepetan jalannya, aku mau istirahat"
"jawab dulu, aku ga akan anter kamu pulang kalo kamu gajawab"
gue diam tidak menjawab
"yaampun, aku minta maaf deh kalo ada salah"
"ga, aku yang salah, akunya aja yang cemburuan"
"ohh jadi kamu cemburu tadi ketemu kirana, yaampun sayang"
gue diam, hanya melihat pemandangan lewat kaca yang ada disamping gue
tiba-tiba ka bima memberhentikan mobilnya
gue kaget, langsung menatap ka bima dengan perasaan terkejut karna ia memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba
"kamu mau nurunin aku disini?" tanya gue ketus
"engga" jawab ka bima polos
"trus?"
ka bima meraih tangan gue dan menggenggamnya
"dengerin aku, aku sayang banget sama kamu lun"
gue dan ka bima saling tatap
"kenapa harus cemburu kalo kamu kenal kirana udah lama? apa karna kirana pernah naksir sama aku?"
"kamu tau kan? aku rela ga bales perasaan mereka yang suka sama aku demi aku dapetin kamu, mereka suka itu cuma karna kagum lun bukan sayang kalo mereka suka ya biarin aja mereka kan cuma bisa mengagumi tanpa bisa memiliki" sambung ka bima
"ya tapi kan bisa aja perasaan ka bima berbalik ke dia"
"untuk apa selama ini aku ngejar kamu kalo hasilnya aku permainkan kamu, janji aku buat nikahin kamu udah aku tanam dalam hati lun, aku juga udah minta restu sama mama. tujuan aku kuliah supaya dapat kerja yang lumayan agar bisa secepatnya ngumpulin uang dan nikahin kamu"
"kamu tau kan aku suka kamu dan hasrat ingin memiliki udah ada sejak pertama aku natap kamu, dan sekarang udah dapet tapi di sia-siain? aku emang bodoh tapi ga banget lun"
gue tertawa mendengar ucapan ka bima
"lho ko ketawa?"
"ngaku ka bima bodoh"
"yeh malah ngeledek"
"iya ka, maafin aku ya mungkin karna aku gamau kehilangan ka bima jadi secemburu ini sama cewe yang ada disekelilingnya ka bima"
"gapapa ko, aku juga ga cemburu kalo ada temen cowo kamu yang negor ataupun ngobrol sama kamu, kalo mereka suka pun ga masalah kan kamu udah jadi milik aku, kalo mereka nekat rebut kamu dari aku mereka akan tau akibatnya"
"eleh, sok banget mas" gue menabok tangan ka bima
"jadi gimana? masih cemburu?"
gue tersenyum sambil menggelengkan kepala
"cium dulu dong" ka bima memajukan bibirnya.
"ih apaan sih, gaboleh" gue menabok bibir ka bima
"huh, pelit"
"bodo" gue menjulurkan lidah
"udah ayuk pulang, udah mau sore nih"
"oke siap"
semua yang diucapkan ka bima membuat gue berfikir, ternyata benar mereka hanya bisa mengagumi tanpa bisa memiliki, jadi untuk apa gue berfikir ka bima akan pergi bersama wanita lain, kalaupun ka bima seperti itu gue akan berterima kasih dengan wanitanya karna sudah memancing sikap brengsek yang ada di dalam diri ka bima
jangan lupa untuk memencet tombol like, silahkan berkomentar yang sopan, dan jadikan novel ini sebagai novel favorit dengan cara memencet tanda love dihalaman novel, terimakasih sudah membaca