
Hari kini menunjukkan pukul 18.00, itu pertanda Aletta sudah cukup lama berada di rumah Alvaro. Ya, Alvaro masih saja dengan sikap manjanya memeluk erat pinggang Aletta, seolah-olah Aletta akan pergi meninggalkannya.
"Varo, aku mau pulang ini udah jam 6 loh. Nanti bunda nyariin aku. Ini juga baju, aku belum ganti dari sianh loh" rengek Aletta sembari berusaha melepaskan tangan Alvaro dari tubuhnya.
"sebentar lagi sayang, aku masih mau gini dulu" balasnya sembari memperdalam pelukannya.
"yaudaa, lima menit ya. Awas aja kalo lebih" jawab Aletta sembari memberenggut.
Lima menit sudah berjalan, kini Alvaro menepatkan janjinya. Ia beranjak dari posisinya dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
"kamu tunggu sebentar, aku ambil jaket sama kunci motor dulu" ujarnya sembari menatap Aletta dari arah tangga. Aletta hanya menatap Alvaro dan mengangguk.
Tak membutuhkan waktu lama, kini Alvaro sudah siap dengan jaket kulit andalannya. Tak lupa ia juga membawakan hoodie untuk digunakan sang kekasih. Alvaro menjulurkan hoodie tersebut kepada Aletta dan Aletta segera memakainya. Alvaro sedikit terkekeh dan dibuat gemas melihat keadaan Aletta setelah memakai hoodienya.
Bagaimana tidam gemas, hoodie besar Alvaro dikenakan oleh Aletta yang badannya mungil. Itu membuat tubuh Aletta seakan dimakan oleh baju tersebut.
Tak tahan dengan kegemasan Aletta, Alvaro kemudian menangkupkan kedua pipi sang kekasih dan menciuminya bergiliran.
"kamu gemesin banget siiiii. Kamu nginep aja yaa jangan pulang" ucap Alvaro dengan sedikit tawa dari mulutnya.
"ish varoooo, gamauu anterin aku pulang sekarang. Aku mau mandi, badan aku udah lengket" rengek Aletta.
Dengan masih tawa yang keluar dari bibir Alvaro, ia menuntun Aletta untuk menuju garasi tempat mobil Alvaro terparkir. Ya, Alvaro akan mengantarkan sang kekasih menggunakan mobil, mengingat hari sudah menjelang malam dan Aletta mungkin saja mengantuk. Dirumah Alvaro sendiri, hanya ada mereka berdua dan pekerja saja. Mama Susi sudah berangkat arisan sejak pukul 5 tadi, dan papanya belum pulang.
Selama perjalanan pulang, Aletta dengan tenangnya tertidur pulas. Sementara Alvaro disibukkan dengan memegang kendali mobil agar tidak mengganggu tidur Aletta.
Setelah 30 menit menyusuri jalan ibu kota, kini Alvaro telah sampai di depan rumah Aletta. Satpam yang sudah mengenal mobil Alvaro, kemudian bergegas membuka geebang untuk pacar sang majikan tersebut.
Alvaro tengah menatap raut wajah sang kekasih, sangat pulas, begitu nyaman dengan posisi tidurnya sekarang. Alvaro yang tidak tega mengusik tidur nyenyaknya, ia kemudian keluar dan menghampiri pintu mobil tempat Aletta tertidur. Dengan gerakan hati-hati, Alvaro berhasil memindahkan Aletta kedalam gendongannya. Aletta tampak sedikit terganggu, ia menggeliat namun kemudian tertidur lagi. Melihat hal tersebut, Alvaro merasa gemas dengan sang kekasih.
Dengan langkah lebarnya, Alvaro memasuki rumah megah tersebut. Sesampai di ruang keluarga, terdapat Bunda Aletta.
"astagaa, ini anak dari pagi ga pulang-pulang. Sekalinya pulang udah molor begini" ujar bunda Aletta dari arah sofa tempat duduknya.
"varo, kamu pasti capek ya nak. Lettanya berat ya nak, aduhhh." imbuhnya sembari berdiri menghampiri Alvaro.
"gapapa bun, ini Letta aku taruh dimana ya, berat bun" ujar Alvaro sembari menyengir kuda.
"APAAAA, AKU BERAT?!!"
Ya, itu suara Aletta. Aletta sudah bangun sejak Alvaro menggendongnya dari mobil tadi. Tapi Aletta tetaplah Aletta, ia malas untuk berjalan dan memanfaatkan situasi tersebut.
Aletta segera memberontak turun dari gendongan Alvaro dan menatap tajam sang kekasih.
"AKU GENDUT YA? AKU JELEK YA? KAMU UDAH GA SAYANH LAGI YA SAMA AKU?!" marah Aletta dengan banyak pertanyaan.
"KAMU JAHAT. KALAU GAMAU GENDONG AKU BILANG AJA, TAPI JANGAN NGATAIN AKU BERAT DONG. AKU SAKIT HATI" Aletta marah dan pergi meinggalkan bundanya dan Alvaro yang masih berdiri di ruang keluarga.