Backstreet Relationship

Backstreet Relationship
Chapter 5



Alvaro berjalan menuruni tangga rumahnya. Ia ingin ke dapur untuk mengambil minum. Saat berdekatan dengan ruang keluarga, Alvaro baru mengingat tadi ia membawa Aletta atas permintaan mamanya. Alvaro menatap dua manusia beda usia yang tengah asik berbincang entah tentang apa. Mereka terlihat seperti sedang membicarakan sesuatu yang sangat seru sehingga membuat mereka tertawa begitu bahagianya. Alvaro mengurungkan niatnya untuk mengambil air. Ia berjalan menghampiri dua orang yang tengah tertawa tersebut. Alvaro kemudian dengan tanpa basa basi sedikit pun, menjatuhkan tubuhnya didekat Aletta. Ia kemudian dengan masih mode marahnya, memeluk pinggang Aletta dari samping dan menenggelemkan wajahnya dipundak Aletta.


"astagaa Alvaro, kamu apa-apaan si. Ganggu mama sama Aletta aja deh. Hari ini Letta punya mama. Kamu main PS aja sana di kamar kamu, jangan ganggu waktu kita berdua" omel Susi sembari berusaha melepaskan Aletta dari rengkuhan Alvaro.


Alvaro tetaplah Alvaro, ia tidak kunjung melepas pelukannya dari Aletta. Justru Ia lebih mempereratnya.


"ishh Varoo, lepas duluu aku gabisa nafas ni kamu peluk-peluk kayak gini" Aletta juga berusaha untuk melepas tangan Alvaro yang masih bertengger dipinggang rampingnya.


"ga" satu kata yang akhirnya keluar dari mulut Alvaro. Ia semakin mempererat pelukannya dan menyuruh sang mama untuk meninggalkan mereka berdua.


"mama sana ke kamar aja, Varo mau sama Aletta" ucap Varo sedikit tidak jelas.


"ga ga, mama yang kangen sama Aletta kok. Kamu kan ketemunya tiap hari, hari ini Aletta punya mama." jawab mamanya sembari menarik lengan Aletta agar terlepas dari Alvaro.


"mamaaaa" Alvaro merengek seperti anak kecil yang tidak dibelikan mainan.


"ishhhh yaudaa, mama ke kamar aja. Sakit mata mama liat kamu manja kayak anak kucing gitu."


"Letta sayang, mama ke kamar dulu yaa. Kalau Varo macam macam kamu gebukin aja, mama restuin kok" sambung susi kemudian beranjak dari tempat duduknya.


"kamu kenapa si sayang, dari tadi diem terus" tanya Aletta sembari menghadap mata Alvaro. Alvaro memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan Aletta. "kamu marah, aku buat salah?" tanya Aletta lagi.


Alvaro hanya diam dan memberenggut kemudian kembali memeluk Aletta. Kini posisi mereka hadap hadapan yang membuat Alvaro bisa membenamkan wajahnya di ceruk leher sang kekasih.


"tadi ngapain ngobrol sama cowo" akhirnya Alvaro membuka suara dan mengutarakan hal yang membuatnya terlihat masam sedari tadi.


"astagaaa, itu Rendy temen kelas aku. Aku sama dia satu kelompok buat tugas Sejarah Indonesia. Kelompoknya dipilih sama pak Yanto." jelas Aletta.


"Emang harus ya ngobrol gitu, aku gasuka kamu ngobrol sama cowo lain" jawab Alvaro.


"tadi itu aku sama Rendy lagi bahas tugas kelompok sayang, mau ngerjain dimana gituu." Aletta menjawab sembari mengusap kepala Alvaro.


Alvaro dengan mode ngambek, manjanya akan mengalahkan anak kucing. Ia akan merengek dan ingin selalu berada di dekat Aletta dan tidak mengizinkan Aletta untuk beranjak dari sisinya.


Sudah lama dalam posisi yang tidak nyaman ini, Aletta akhirnya melepaskan Alvaro yang tengah terlelap. Tubuh alvaro diluruskannya di sofa dan Aletta beranjak menuju dapur. Disana Aletta mengambil segelas jus dan meminumnya.


Tak berselang lama, suara teriakan dari arah ruang keluarga mengagetkan Aletta. Ia tahu, siapa pemilik teriakan yang menyebut namanya tersebut. Ya, siapa lagi kalau bukan Alvaro sang kekasih.