
Setelah kejadian di Kantin tadi, Alvaro yang pergi menuju taman belakang sekolahnya, disusul oleh Aletta. Sesampai di taman, Aletta menemukan Alvaro yang tengah duduk disalah satu bangku panjang di bawah pohon. Beruntungnya, hari ini taman belakang yang setiap hari ramai kini hanya ada Aletta dan Alvaro. Aletta menghampiri Alvaro kemudian mendudukkan dirinya disebelah sang pacar.
"aku sebel liat kamu dideketin Angel" ucap Aletta dengan nada manja dan memajukan bibirnya.
"aku juga risih sayang dideketin sama tu nenek lampir" jawab Alvaro sembari menatap sang kekasih.
"ishh boong ya kamuu. Kamu suka kan deket deket sama si Angel Angel itu" balas Aletta sembari memalingkan wajahnya.
"apasi kamu, aku tuh cuma cinta dan sayang sama kamu aja. Aku kan udah bilang, hubungan kita di publish aja biar semua orang tau aku punya kamu dan kamu punya aku. Biar gada yang ganggu kita lagi sayangg" Alvaro menangkup kedua pipi Aletta agar menghadap dirinya yang tengah berbicara.
"tapi aku belum siap sayang, maaf" Aletta menundukkan kepalanya pertanda menyesal dan merasa bersalah dikarenakan ia yang belum siap untuk memberitahu semua orang tentang hubungannya dengan Alvaro.
"kamu siapnya kapan sayang, aku mau semua orang tahu kalau kamu itu milik aku dan aku milik kamu. Biar ga ada yang berani ngeganggu kita lagi" Balas Alvaro dengan muka serius.
"tunggu sebentar lagi ya sayang, aku pasti bakalan ngasi tau semua orang" ucap Aletta dengan air mata yang sudah jatuh dari pupil matanya.
...****************...
Bel panjang sudah berbunyi, pertanda usai sudah kegiatan belajar mengajar pada hari ini. Semua siswa bergegas merapikan barang bawaan mereka kedalam tas dan bersiap untuk pulang. Namun tidak dengan kelas Aletta, disana masih terdapat seorang guru laki-laki yang tengah membacakan perintah untuk tugas kelompok yang akan dikumpulkan minggu depan.
"sebelum pulang, bapak mau ngasi kalian tugas ya. Ini tugasnya dikerjakan berkelompok kok, jadi mempermudah kalian buat menyelesaikan tugasnya" ujar seorang guru laki laki yang diketahui namanya yakni pak Yanto. Pak Yanto adalah seorang guru Sejarah Indonesia.
Irfan mengangkat tangan untuk bertanya "pak, kelompoknya bisa pilih sendiri kan yaa" tanya Irfan kepada Pak Yanto.
"untuk kali ini, kelompoknya bapak yang pilihkan saja. Biar gada yang cuma numpang nama doang" sindir pak Yanto yang ditujukan kepada siswanya yang sering tidak ikut mengerjakan tugas kelompok dan hanyan menumpang nama saja.
"yah pak, bapak tega banget sama aaa Irfan" Irfan berucap mendramatisir. Semua teman-teman yang sudah tahu kelakuan Irfan hanya tertawa mendengarkannya.
"baik, sekarang bapak bacakan siapa saja anggota kelompok kalian. Kalau yang ga ikut kerja, laporkan kepada saya. Mengerti?!"
Semua siswa menjawab 'mengerti' secara serentak. Setelah pak Yanto membacakan tugas dan anggota kelompok masing-masing, beliau kemudian pamit dan mempersilkan siswa untuk pulang. Namun banyak siswa yang mendumel dikarenakan teman satu kelompoknya yang dinilai kurang kompeten untuk menyelesaikan tugas. Termasuk Salsa, teman Aletta.
"ih mimpi apasi gue tadi malam, kenapa sekelompok sama ulet keket sii" ucap Salsa sembari menunjuk Irfan teman kelasnya.
"neng Salsa, jangan gitu dong aa Ifan disini siap bantu meng Salsa buat tugasnya sampai selesai, bila perli aa Ifan sendiri yang ngerjain gapapa. Demi neng Salsa apasi yang ga aa Ifan lakuin" balas Irfan sembari mengedipkan sebelah matanya.
"idihhhhhh, sok bangett mau muntah gue dengernya. Yang ada bukannya jadi tuh tugas, malah dihukum pak Yanto yang ada kalau lo yang ngerjain" Salsa berujar sembari memperagakan bahwa ia sedang merasa jijik dengan ucapan Irfan.
"ngerjain tugasnya dimana nih Aletta, gue ngikut lu aja si" Rendy bertanya kepada Aletta sembari berdiri dihadapannya.
"gimana kalau ngerjainnya di coffee shop depan sekolah ini aja, disana ada space untuk ngerjain tugasnya kok dan wifi gratis pastinya" jawab Aletta dengan nada sedikit bercanda.
"boleh tuh, nanti lanjutannya kabarin gue aja ya" ucap Rendy dan beranjak meninggalkan kelasnya. Di dekat pintu, Rendy dikagetkan dengan keberadaan Alvaro yang hanya berdiri tegap. Dia bingung untuk apa seorang Alvaro berdiri di depan kelasnya. Namun Rendy tetaplah Rendy dengan segala kebodoamatannya, hanya menatap Alvaro kemudian melanjutkan jalannya.
Alvaro menunggu Aletta keluar dari kelas sudah dari 15 menit yang lalu. Ia melihat semua percakapan yang Aletta dan teman kelasnya ucapkan. Setelah menunggu hampir 30 menit, semua teman Aletta akhirnya sudah meninggalkan kelas. Tentu saja dengan pertanyaan yang ada dibenak masing-masing temannya, kenapa Alvaro berdiri di depan kelas mereka.
Aletta kemudian keluar dari kelas, ia menghampiri Alvaro yang tengah berdiri bersandar disalah satu tiang depan kelas Aletta. Aletta membuayarkan pikiran Alvaro yang entah apa itu.
"kamu udah lama ya nungguin aku, sorry yaa tadi aku diskusi dulu sama temen aku buat tugas kelompok" ucap Aletta yang kini berada di samping Alvaro.
Alvaro yang mendengan Aletta sudah keluar kelas, ia tak menjawab ucapan Aletta tadi. Alvaro berjalan meninggalkan Aletta yang kesusahan menyamakan besarnya langkah Alvaro. Setelah sampai di parkiran, Alvaro memberikan helm kepada Aletta dan langsung menaiki motornya tanpa memakaikan kekasihnya helm seperti biasa. Aletta yang tahu kalau Alvaro sedang mpde ngambek, hanya mengikuti apa yang akan dilakukan Alvaro saja.
Kini Aletta tengah merapalkan doa diatas motor yang ia tumpangi dengan Alvaro yang mengendarainya. Alvaro melajukan motor dengan kecepatan tinggi yang membuat Aletta memeluk erat Alvaro agar tidak jatuh. Aletta pasrah dan hanya bisa merapalkan doa agar mereka selamat sampai tujuan.
...****************...
Seperti permintaan Susi, mama Alvaro kemarin untuk membawa Aletta ke rumah mereka. Tanpa sepatah kata, Alvaro menuruni motor yang dikendarainya dan berjalan memasuki rumah tanpa memperdulikan Aletta. Aletta tau Alvaro sedang marah, tapi Aletta tidak tahu penyebab Alvaro marah karena apa. Aletta yang masih kebingungan dengan sikap Alvaro, kemudian memilih untuk menyusul Alvaro memasuki rumah dan bertemu dengan Susi mama Alvaro.
"mamaa Aletta cantik datang yuhuuu" ucap Aletta agak berteriak.
"astaga sayangg, jangan teriak-teriak. Kamu kemana aja sii, sibuk kayaknya. Mama kangen banget tauu" Susi menyambut Aletta dengan senang hati dan merentangkan tangan agar Aletta masuk kedalam pelukannya.
"hihihi Aletta juga kangen mamaa, aku ga sibuk kok ma, tapi Varo aja yang gapernah ngajakin aku main kesini lagi" adu Aletta dengan wajah sedikit cemberut.
"emang ya si Al gabisa banget ngeliat kita bahagia gini" jawab Susi. Susi mengajak Aletta untuk menuju ruang keluarga, sebab ia telah menyiapkan banyak makanan untuk calon menantunya tersebut. Tidak terasa sudah satu jam mereka habiskan dengan mengobrol membahas semua hal, mulai dari membahas Alvaro sampai perceraian artis ibu kota. Ditengah obrolan mereka, terlihat Alvaro menuruni anak tangga dari arah kamarnya. Mereka melirik Alvaro sekilas dan melanjutkan obrolan seru mereka tanpa terganggu dengan kehadiran Alvaro yang menatap mereka dengan tatapan tajam.
...----------------...
......................
...To Be Continue...
Terima kasih sudah mampir di cerita aku yaa🥰