
di saat Kevin tidur dia bermimpi. mimpi yang terlihat sangat nyata. dia bermimpi kembali ke waktu nya sendiri. tapi itu hanya mimpi dan membuat nya terbangun. karna Kevin tidak mau menceritakan mimpi itu kepada siapapun dia akhir nya mengambil jaket nya dan keluar dari rumah nya. dua berjalan kerumah Isa dengan cepat. sesampai nya dirumah Isa. dia mengetok pintu rumah Isa.
"tok..tok..tok..
Isa yang sedang berbicara dengan teman - teman nya pun kaget. dan segera membuka kan pintu. Kevin masuk ke dalam rumah Isa.
yebin dan eunbi yang menatap mereka pun mencoba menghindari mereka dengan masuk ke kamar Isa.
yebin : kalian yang akur
Kevin : ya. ya..
di ruang tamu hanya ada mereka berdua. Kevin memegang tangan Isa dan memeluk nya. Isa hanya bisa terdiam.
Kevin : aku hanya bermimpi buruk dan tak bisa menceritakan nya di rumah ini. bisakah kita keluar sebentar?
Isa : hah? kita keluar kemana ? tapi jika kamu sangat ketakutan.. mari kita keluar dulu.
Kevin : iya sebaiknya seperti itu.
mereka berdua pun keluar dari rumah. berjalan berdua untuk membicarakan ini semua.
walaupun salju turun mereka tetap berjalan seperti biasa nya.
di samping itu yebin dan eunbi merasa curiga karna ini mendadak sekali. mereka berinisiatif untuk pergi mengikuti mereka berdua.
Kevin dan Isa bergandengan tangan dan pergi ke resort di samping sungai itu.
Isa sebenernya bingung kenapa Kevin bertingkah seperti itu tapi dia hanya mengikuti Kevin.
sesampai nya di sana. Kevin memberikan sesuatu pada Isa
Isa : apa ini ?
Kevin : aku hanya ingin tau apa pendapat mu tentang foto yang ku ambil ? apa ini ada kaitan nya dengan mu
Isa : aku tau itu foto lama, bagaimana kamu bisa memiliki nya ?
Kevin : aku hanya memastikan nya saja.
Isa : ya sudah kembalikan foto itu .. aku sudah lama mencari foto ibu ku sendiri.
Kevin : aku berkelahi dengan ayah mu kemarin.. maaf
Isa : apa dia mabuk lagi ?
Kevin : mungkin saja... ayah mu memukul ku dan kita berantem di cafe itu.
Isa : sebenernya aku tidak ingin membahas ini semua. aku tau aku menyembunyikan ini dari mu. tapi teman - teman ku tau ini. terimakasih udah mau menerima nya. maaf ayah ku terlalu seperti itu.
Kevin : kamu tau hari ini dingin sekali. setidaknya kamu mengatakan nya padaku kemarin.
isa : aku tidak bisa mengatakan itu pada orang yang baru ataupun pada mu. walaupun kamu pacar ku hari ini.
saat mereka berdua berbicara di resort. tiba - tiba yebin dan eunbi datang.
yebin : aku sudah melarang mu mendekati Isa dulu di sekolah. kamu gak ingat?
eunbi : bukan kah aku juga melarang mu
Kevin : aku hanya khawatir ini akan membuat nya depresi.
yebin : kami tau itu akan membuat nya depresi. tapi kami juga sudah menjadi teman yang untuk nya dan menghibur nya tanpa henti. agar dia bahagia.
Isa : teman - teman.. kalian bisa berhenti berdebat.
Isa yang meneteskan air mata pun mulai diam. dan Kevin dengan segera dia memeluk nya. yebin dan eunbi hanya mengambil foto yang terjatuh di bawah. foto ibu nya Isa.
Kevin pun melepaskan pelukan nya dari Isa dan karna salju sedang lebat. Kevin pun memberanikan diri untuk membawa nya keluar dari resort dan di dingin salju. mereka berpelukan di sana.
Kevin pun memeluk nya dengan erat. yebin dan eunbi melihat itu pun langsung kaget dan terharu dengan langkah yang di ambil Kevin.
Kevin : aku ingin membuat mu bisa terus tersenyum.
Isa : aku hanya sedikit tertekan... maaf membuat mu ada dalam masalah ku ...maaf .
Kevin : aku hanya akan memeluk nya di salju ini. ingat ini sebagai moment kita semakin dekat lagi.
Isa : aku ingin memeluk kalian.
yebin : apapun itu peluk kami jika itu menyakitkan..
eunbi : jangan sedih lagi.. kami ada
setelah Isa memeluk teman - teman nya. akhir nya tanpa berbicara ke Kevin. mereka memutuskan untuk pergi ke sebuah restoran di dekat sekolah mereka dulu.
dalam perjalanan mereka saling berbicara hal baik untuk Isa.
Isa : kalian tau. aku belum pernah memeluk
laki - laki. aku sedikit canggung tadi.
yebin : itu pasti akan nyaman suatu hari.
eunbi : makanya jangan khawatir...
setelah berjalan mereka ke restoran itu dan masuk. mereka duduk di samping jendela untuk melihat pemandangan luar.
yebin yang mulai kelaparan pun akhir nya memilih makanan untuk mereka.
karna mood mereka bertiga sedang tidak baik. mereka memilih ramyeon yang hangat untuk mereka.
Kevin hanya merasa berdebar sendirian. dia pergi dalam resort untuk menenangkan diri nya untuk sementara waktu dan mematikan handphone nya entah sampai kapan.
makanan datang dan mereka bertiga akhirnya makan. yebin mengajak Isa ,dan eunbi untuk minum Soju.
yebin : kalian mau?
Isa : gak..
eunbi : aku mau dong.
yebin mengambil Soju dan menuangkan nya di gelas eunbi dan gelas nya. mereka lahap makan dan minum Soju itu.
mereka bertiga menikmati makanan sampai selesai.
setelah mereka selesai makan eunbi mengambil foto mereka bertiga. dan memberikan foto yang di ambil saat mereka jalan - jalan dulu.
yebin : jadi kalian boleh menyimpan nya untuk kenangan. bagaimana?
eunbi : bagus.. bagus ...
Isa : aku akan menyimpan nya di rumah..ya! kalian jangan mabuk lagi.
eunbi : em.... iya
yebin : kami tidak mabuk. ayoklah kita pulang aja. capek.
Isa : ya..! ya..! kan mereka mabuk lagi.
Isa dan teman - teman nya pun selesai makan dan membayar makanan mereka di Kasir.
karna mereka mabuk. Isa hanya bisa menggandeng mereka pergi dari restoran itu.
di jalan mereka berdua masih sempat untuk menari sendiri..
tetap menggandengkan... di jalan semakin dingin.
karna tidak mungkin untuk membawa mereka kerumah masing - masing. Isa membawa mereka kerumah nya.
sesampai nya dirumah Isa membaringkan mereka di tempat tidur nya.
Isa hanya bisa berkata kata sendiri " mereka mabuk. padahal mereka jarang mabuk
akhir - akhir ini "
Isa menyelimuti mereka berdua. dan Isa tidur di bawah mereka dengan selimut yang seadanya tapi dia tidak keberatan.
Isa hanya berfikir kenapa seseorang bisa mengenali nya sedalam itu padahal dia tak pernah bercerita apapun tentang nya pada seseorang. tapi Isa tetap positif thinking pada Kevin. dan mungkin teman - teman nya lah yang bercerita pada Kevin.
karna sangat dingin Isa membuat teh hangat. dan menaruh nya di samping meja belajar nya.
supaya nanti mereka berdua bisa meminum nya.